Sekitar 3 minggu lalu, tetanggaku mengadakan hajatan Haji, yaitu sebuah syukuran untuk mohon doa restu, meminta maaf dan sekaligus berpamitan dengan kerabat, sahabat dan tetangga, karena mereka, -suami istri-, hendak menunaikan ibadah Haji ke tanah suci. Kerabat mereka sibuk memasak menyiapkan hidangan terbaik untuk para tamu. Nah, karena tak ada lagi ruang yang lebih luas [...]
Archive for November, 2009
Hajatan Haji
Posted in Uncategorized, tagged bakar ikan, garasi, hajatan, Haji, Idul Adha, rewang on 27 November 2009 | 23 Comments »
Penghuni Kolam Kenangan
Posted in Golden Moments, tagged capung, ikan, kolam, lele, lumpur, patil on 25 November 2009 | 30 Comments »
Banyak kenangan yang tersimpan bersama kolam ikan di belakang rumah kami itu. Yang menyenangkan seperti pernah kutulis di sini, maupun menyedihkan seperti di tulisanku ini.. Aku selalu mengenang saat-saat aku masih kecil, aku dan kakakku, setiap sore selalu berjongkok di tepi kolam, memberi makan ikan-ikan dengan dedak …Papa selalu menemani dan mengawasi kami dengan sabar. [...]
Salad Buah
Posted in Resep, tagged anggur, apel, buah, jeruk, madu, salad, untung on 22 November 2009 | 32 Comments »
Gara-gara sering mati listrik, aku jadi tak berani menyimpan bahan makanan yag mudah rusak di kulkas seperti daging, ikan, sayur dan buah-buahan. Dalam sehari bisa 3x padam, total durasi mati bisa sampai 5-15 jam seperti kutulis di sini…tiap hari lagi….wah….semoga aku kuat iman deh… Nah, terpaksa deh, aku bersih-bersih kulkas. Segera menghabiskan bahan makanan yang [...]
Antara Bakul Es, Koki dan Anggota Dewan
Posted in Curhat tak penting, tagged akekah, anngota dewan, bumbu, es buah, kecap, koki, mie goreng, rewang on 18 November 2009 | 37 Comments »
Kemarin, salah seorang tetanggaku mengadakan syukuran akekah atas kelahiran anak pertamanya. Jadi, aku datang ke acara itu. Rupanya, kebersamaan di sini masih sangat kental. Para tetangga yang lain pun ikut sibuk “rewang” –Bahasa Jawa, dari kata “ngrewangi” a.k.a membantu. Setelah melihat si bayi dan ibunya, lalu makan hidangan yang tersedia, aku pindah ke rumah tetanggaku [...]
Escape…
Posted in Curhat tak penting, tagged agresif, alasan, gosip, ngumpet, pamer, partner on 14 November 2009 | 47 Comments »
Awalnya, kegiatan mengjar di Code itu hanya diisi oleh beberapa mahasisiwi yang tingga di asrama Syantikara. Tapi lama kelamaan beberapa mahasiswa dari berbagai universitas pun ikut bergabung. Biasa deh, awalnya mak bruuuunng….banyak banget yang tertarik. Tapi lama kelamaan berguguran satu persatu. Nah, yang berjiwa sosial tinggi biasanya mampu bertahan di Code. Eh, tapi ada juga [...]
Code Tak Sekedar Kali…
Posted in Uncategorized, tagged Asrama Syantikara, iba, Kali Code, nilai normatif, Romo Mangun, sepeda, volunteer, Yogyakarta on 10 November 2009 | 36 Comments »
Adalah sebuah tempat bernama Code di Yogyakarta. Apa sih istimewanya tempat ini? Hmmm….banyak sekali yang ingin kuceritakan tentang tempat ini. Jujur saja nih, tempat ini jauh dari estetika keindahan dan kebersihan. Di kala hujan, sampah mudah menyangkut di sana-sini. Di saat kemarau, hmm…baunya menyengat sekali.. karena air tak mengalir, maka segala sisa sampah rumah tangga [...]
Kontrak Lagi
Posted in Intermezo, tagged hantu, hari baik, komplek perumahan, kontrakan, mungil, pantai, pindah, rumah, survey on 7 November 2009 | 42 Comments »
Saat pindah ke suatu tempat baru, pasti kita disibukkan dengan acara mencari rumah tempat tinggal. Nah, ada empat hal yang paling berkesan untukku saat mencari rumah kontrakan di salah satu kota di Sulawesi Selatan ini, beberapa bulan yang lalu. Rumah Pertama Rumah ini terletak di tengah kota. Berdempetan dengan rumah warga lainnya. Kami mendapatkan info [...]
Petromax
Posted in Golden Moments, tagged kaos lampu, minyak tanah, pakaian, Petromax, pompa, spiritus, tekanan on 3 November 2009 | 36 Comments »
Saat aku masih kecil, belum ada listrik di kampung kami. Seluruh kampung gelap gulita di waktu malam. Untuk penerangan, kami menggunakan pelita berbahan bakar minyak tanah, yang lebih sering disebut lampu teplok. Bila sore tiba, papa dan mama menyalakan teplok-teplok itu. Sebagai penerangan utama di dalam rumah, kami menggunakan sebuah lampu petromax. Sebenarnya, Petromax adalah [...]
