Di bulan pertama aku dan suamiku pindah ke daerah Sulawesi Selatan ini setahun lalu, aku sempat mengalami demam berhari-hari. Seluruh tubuhku gatal dan pedih; dan timbul bintik-bintik merah di kulitku. Wajah dan jari-jariku pun membengkak dan terasa menebal. Kelopak mataku berat dan menggendut seperti sembab karena tangis. Sumprittt…jeleeekkk…banget! huhuhu….
Aku tak mengerti apa yang terjadi padaku. Jujur, aku kuatir terkena demam berdarah seperti pernah kualami beberapa tahun lalu.
Karena suamiku sibuk, aku memeriksakan diri ke dokter sendirian. Aku disarankan memeriksakan darah di lab. Hasilnya, trombositku turun di bawah normal. Aku diberi obat dan harus kembali periksa jika ruamku semakin menjadi dan demam terus berlanjut.
Karena ketidaktahuanku, aku mengoleskan minyak kayu putih ke badanku. Kulitku sempat agak menghitam kusam beberapa hari saat demamku telah lewat. Beberapa bagian kulit ariku terkelupas. Hiks!
****
Kejadian kedua menimpa adikku. Saat itu kebetulan adik bungsuku berlibur ke rumah kami. Dia pun mengalami demam sepertiku. Demam selama berhari-hari, timbul bintik-bintik merah persis seperti yang kualami. Diperparah lagi wajahnya membengkak. Aku agak panik mengingat baru sebulan dia pulih dari demam berdarah. Kuajak dia periksa ke dokter. Puji Tuhan, demamnya berangsur hilang. Kulit wajahnya terkelupas halus.
Setelah beberapa hari sampai kembali di Jawa, adikku mengatakan bahwa bekas bintik-bintiknya hilang dengan sendirinya.
Kali ketiga menimpa suamiku. Dia mengeluh demam dan gatal pedih di badan dan punggungnya. Tak tahan pada rasa gatal itu, dimintanya aku mengoleskan minyak kayu putih. Kulihat bintik-bintik merah di kulit punggungnya.
Saat itu kami diberitahu seorang kenalan, bahwa yang kami alami itu disebut sarampa. Ketika kami tanya, apa itu sarampa, dia hanya mengatakan penyakit ini memang seringkali dijumpai di sini. Sambil tersenyum-senyum, dia bilang “ada yang ingin berkenalan dengan kami“.
Dia menyarankan, “Dikembali saja pada orang Bugis”.
Maksudnya, agar kami berobat pada orang “pintar” Bugis.
****
Kebetulan tetanggaku punya seorang nenek yang terkenal sebagai orang pintar. Konon, kemampuan ini memang secara alamiah didapatnya langsung, turun dari atas, tanpa syarat apapun. Selayaknya orang Bugis lain yang mendapat anugerah ini, para penerima kelebihan ini tidak boleh meminta bayar. Mereka percaya, apa yang diberikan gratis pada mereka, harus juga diberikan untuk menolong orang lain dengan ikhlas dan gratis pula.
Nah, ketika nenek ini melihat ruam di badan suamiku, dia berkata bahwa suamiku terkena puru beteng dan ruamnya telah “meletus”.
Dengan kemampuannya, dia mengusap dan sesekali meniup badan suamiku. Nenek mengatakan, jika dalam dua hari ruam tidak muncul di kaki, kami harus memanggil nenek lagi untuk dibuatkan obat tradisional dari ramuan alami daun pare, minyak kelapa dan bawang merah. Campuran ramuan ini pun tidak bisa dibuat sembarangan, hanya orang dengan kelebihan khusus itu yang dapat membuat komposisi ramuan yang tepat.
Aku tercengang penasaran mendengar istilah asing ini, dan bertekad mencari tahu tentang sarampa dan puru beteng ini.
Sayang, info yang kudapat dari Googling kurang begitu memuaskan keingintahuanku. Hanya dikatakan sarampa adalah campak berikut penjelasannya. Aku lebih ingin tahu, mengapa kami mengalaminya hampir bersamaan; apakah ini berarti sesuatu bagi masyarakat Bugis sendiri?
Dari tetanggaku aku mendapat informasi yang menarik seputar sarampa ini. Istilah ini lazim digunakan di daerah Sulawesi. Di daerah Papua, penyakit ini disebut “Serampah”
Sarampa adalah salah satu jenis penyakit Campak atau morbilli yang disertai dengan gejala demam, panas dan meriang selama dua hingga empat hari.
Sarampa dikenali dari ciri-cirinya: demam berhari-hari, muncul bintik-bintik merah semacam biang keringat di seluruh badan dan wajah; rasanya gatal dan pedih.
Puru Beteng, juga merupakan jenis campak yang ditandai dengan demam, bedanya, timbul semacam ruam biang keringat hanya di bagian tubuh tertentu, tidak merata di badan, dan rasanya gatal pedih.
Dari nenek yang tak bisa berbahasa Indonesia ini, -yang diterjemahkan oleh cucunya-, aku diberitahu: Jangan pernah menggosok atau mengusap kulit badan yang terdapat bintik Sarampa dan Puru beteng dengan minyak gosok ataupun minyak kayu putih, karena dikhawatirkan akan “meletus” (istilah setempat, yaitu bintik-bintik semakin menyebar membentuk pola bergerombol).
Resiko akibat “meletus” adalah bekas-bekasnya akan menghitam atau bopeng.
(huaaa…itu yang kualami dulu!)
PURU adalah istilah bugis Kuno, artinya semacam kudis, sedangkan BETENG berarti rumput gatal. Mitos yang dipercaya penduduk setempat adalah penderita tidak sengaja terkena rumput gatal. Catatan: sebuah eufemisme tentu saja, untuk istilah “terkena/tertempel mahluk gaib”.
Kami jadi maklum begitu saja, saat ingat kenalan kami yang tersenyum-senyum mengatakan ada yang ingin kenalan dengan kami. Mungkin saja, maksudnya itu semacam “teguran” pada kami sebagai pendatang baru, agar kulonuwun di daerah baru.
Sarampa dan puru beteng ini dianggap berbahaya jika gejala ruam di kulit ini belum keluar di daerah kaki. Maka, jika demam terus berlanjut hingga berhari-hari, disarankan untuk segera berobat pada orang pintar.
Nah, setelah ruam muncul di daerah paha/kaki, bolehlah sedikit lega, artinya, penyakit ini hampir sembuh dan berlalu.
Sampai sekarang, kami tidak pernah mengalami lagi terkena sarampa dan puru beteng ini. Cukup sekali saja deh…
****
Pernah mendengar kedua istilah itu? Ada tambahan info untuk posting di atas? Berbagi yuuk…

kunjungan perdana..
salam hijau!!!
Salam kenal, Bang…
terima kasih udah mampir ke sini ya…
wah belum pernah denger tuh sarampa… serem juga ya…
tapi kalo dari yang gua google, sarampa itu katanya campak.
Yup….sarampa memang dikatakan campak. Menurut orang sini, sarampa “hanya” salah satu jenis/varian campak.
Yang membuatku agak bingung, kenapa ya, kami bisa kena lagi? Bukannya kita terkena campak hanya sekali seumur hidup ya? Dulu waktu kecil kami pernah kena campak, makanya waktu kena sarampa tak terpikirkan bahwa itu campak
memang kalau campak tidak boleh mandi/kena air sih. dan biasanya hilang begitu saja dalam 4-5 hari.
EM
Wah, menarik nih… aku pernah mendengar hal begini waktu kecil dulu…
Kalau menurut dokter sekarang malah harus tetep mandi seperti biasa, supaya keringat/kuman yang ada tidak malahan membuat tambah gatal yang memicu kita menggaruk-garuk kulit…
Menurut orang Bugis, juga tetep mandi aja seperti biasa…
Gabagen ya Na? Di Jatim pun ada Gabag/ Campak yg ngobatinya mesti pake orang pinter.
Katanya gabag sawan kalau ga disuwuk (ngerti gak disuwuk?) takutnya campak itu keluarnya di jeroan kita. Katanya..
iya Mbak, di Jawa disebut Gabag/gabagen. dan biasanya cuma sekali seumur hidup…lha ini kok aku kena lagi…
di suwuk tuh diapain Mbak?
…
Dulu waktu kecil aku mandi disebuah mata air keramat, dan pulangnya bentol2..
Rasanya gatel campur panas..
Kalo digaruk jd menyebar tambah banyak..
Udah diminumin obat dan anti alergi, tapi gak mempan..
Akhirnya dipanggilin orang pinter..
Dukun itu cuman minta air putih dan kelapa..
Setelah itu bagian yang gatel disembur pake air..
Bruss.. Yaiks..
Kelapanya dikunyah trus ditempelin di tempat yg bentol2.. Iyuu..
..
Cuman nunggu beberapa jam, langsung sembuh..
Bukan sulap bukan sihir..
He..he..
..
Wah….ceritamu kok bikin merinding hiii…
memang ada hal-hal yang tak terjelaskan dengan akal sehat ya…
iya
denger2 sich gitu
kena campak harusna sekali seumur hidup
mungkin campak model baru
moga cpt smbuh
terima kasih, kami sudah sembuh karena udah 1 tahun yang lalu…
nah, itu yang bikin saya mikir…campak seharusnya kan sekali aja seumur hidup. Atau sekali di Jawa, sekali Di Sulawesi?
Wah istilah baru… ini termasuk ‘local content’ ngga ya, Na?
hahaha…. istilah setempat nih, dan ngalamin sendiri. Udah “sah” kenalan deh…hehehe…
pertama kali dengar istilah ini dari dirimu Na, sewaktu berkunjung ke Kweni, hehehe…
terus terang, aku juga tidak menemukan padanannya dalam bahasa indonesia atau bahasa daerahku. jadi, ini adalah informasi baru bagiku
Dan aku telah memenuhi janji untuk menuliskannya Uda…
Saya belum pernah mendengarnya …
Dan mudah-mudahan kita semua terhindar dari penyakit itu …
Salam saya
Semoga nggak berjangkit di Jawa dan daerah lain ya Om…
Jadi, sebenarnya sarampa itu penyakit klinis atau penyakit ‘gaib’? Kalau melihat penyembuhannya oleh orang pintar (eh, memangnya dokter nggak pintar? hehe …
), kesannya penyakit ini bukan klinis.
Hal-hal yang gaib begini, mau nggak mau memang kita harus menerima, memang ada, terutama di masyarakat tradisional.
Kalau hasil dari Googling, sarampa adalah penyakit klinis, yaitu campak. Tapi kami semua pernah kena campak, yang hanya sekali saja menjangkiti kita.
Bahwa kami terkena lagi, hampir berbarengan, nah, itu yang sampai sekarang masih membuat saya bingung.
Saya sendiri menghormati kepercayaan setempat, Bu Tuti. mungkin juga kami “ditegur” oleh mereka yang tak kasat mata, karena begitulah yang kami alami di sini..
salam hangat, Bu…
walau pertama berkunjung
tak serasa seram
walau ada postingan serampa….
salam kenal
Salam kenal, Bang Mikekono…
terima kasih udah berkunjung ke sini ya…
salam hangat…
Wahh baru dengar istilah penyakit ini…
Sama nggak dengan campak di Jawa..kan panas, demam, kemudian muncul bintik kemerahan dan tak boleh digaruk.
Malah pengobatan yang manjur..biar nggak gatal, diusap dengan bedak dari tepung kanji (saya lakukan ini saat anakku kena campak, walau tetap berobat ke dokter…lumayan manjur, karena gatalnya suka nggak nahan)
Saya juga baru dengar istilah ini setelah tinggal di sini, Bu Enny…
Rasanya gatal sekali, disertai demam dan keluar bintik2 merah. di Jawa memang disebut gabag/gabagen, morbilli (medis), measles (Inggris), campak (Indonesia, di beberapa daerah disebut tampek), Rubella (latin). ditambah lagi sarampa di Sulawesi dan serampah di Papua. Wah, ternyata banyak istilah untuk penyakit ini ya? berarti campak ini penyakit umum.
Bahwa saya dan adik terkena lagi dengan jenis yang agak berbeda dengan suami saya, sepertinya memang ada penjelasan yang agak rumit untuk dipahami bagi masyarakat pendatang nih, Bu…
Dalam hal ini, sebelum menuliskannya, saya benar-benar serius mengorek keterangan dari penduduk setempat, jadi meskipun posting diatas tidak saya maksudkan sebagai referensi ilmiah, tapi ada kebenaran di dalamnya. Saya mencoba berbagi pengalaman nyata yang benar-benar kami alami, meskipun dalam beberapa kali wawancara (walah!) beberapa hal agak sulit saya pahami, terutama karena adanya “gap bahasa”, karena beberapa istilah masih menggunakan istilah Bugis kuno dan saya agak jungkir balik juga mencari padanannya dalam bahasa Indonesia..
mungkin ini salah satu penyakit yg disebabkan virus mbak, penyakit dari virus spt ini disebut self healing disease krn bisa sembuh dgn sendirinya tanpa perlu diobati krn virus memang belum ada obatnya,
yg diobati hanya gejalanya spt demam
Terima kasih infonya ya Mbak Monda…
memang yang perlu diwaspadai adalah demamnya, dan treatment untuk bintik-bintiknya supaya tidak meninggalkan bekas.
[...] 18 April 2010 Tuo tuo Posted by nanaharmanto under Dari Pelosok Negeri | Tags: Bugis, cacar, cacar air, cacar api, cacar monyet, cacar tanah, Kesumba Bugis, menular, pupus daun pisang, salah susuk, tuo tuo, tuo tuo dapureng | Leave a Comment Tulisan ini masih senada dengan tulisan sebelumnya tentang Sarampa. [...]
sarampa itu obatnya apa ya,biasanya sembuh beberapa hari kalau dengan melalui jalan pengobatan?help…
salam kenal, Mas Andre…
wah, saya coba menjawab semampu saya ya…
Sarampa itu sejenis campak. Menurut dokter ini penyakit yang sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya, yang harus diwaspadai adalah demam dan panasnya.
makanya daya tahan tubuh pasien harus terus dijaga.
Kalau di daerah saya ini, demam bisa disembuhkan oleh dokter maupun orang pintar. secara tradisional ada ramuan alami (daun paria/pare, kunyit, minyak kelapa dan bawang merah’- komposisi yg pas hanya bisa dibuat oleh orang pintar Bugis)yang bisa digunakan untuk menghilangkan bekas bintik-bintik sarampa agar tidak meninggalkan bopeng kusam. Saya kurang tahu, apakah ada obat medis yang bisa menghilangkan bekas sarampa.
Itu yang bisa saya jawab Mas Andre…
terima kasih sudah berkunjung ke sini ya…
Anak sy saat ini kykx lg trserang sarampa. Krn mlihat gejalax wajah n badanx dipenuhi bintik2 merah. Kejadianx mulai kmarin tp anak sy skrg i2 g demam. Cm mlm sblm tmbul bintik merah i2 bdnx agak hangat. Sy ks mnm obat penurun panas. Syukur bsokx panasx hilang tp muncul bintik2 merah ini. Bxk yg blg klo sarampa i2 g boleh kena angin n hrs diks mnm air kelapa. Apa betul bqt? Apakah trmasuk g bs diruangn brAC?
Wah, maaf Pak/ Bu Eghy…
saya tidak berkompeten untuk menjawab pertanyaan Anda ini.
Sebaiknya berkonsultasi saja pada dokter.
Terima kasih sudah berkunjung ke sini ya?
salam hangat selalu…
If only more than 92 people would hear about this!
Hah am I honestly the first comment to this great read!?
slm knl mba…
aqu ingin shar jg…
aqu jg ngalamin gatal2 ky biang keringat saad ini…
tp cm typ sore n menjlg mlm parahnya…
n skrg bdn aq penuh bekas itam…
n pecah krn aq ksi minyak kayu putih…
aq tkut…
aq uda k dokter tp gak mempan…
cm bgian bdn ,tgn n paha aq…
tp aq tersiksa mba…
mhon srannya
Salam kenal juga ya…
wah, aku bukan dokter dan bukan ahli penyakit seperti ini, jadi saranku yang paling aman, mending konsultasi pada dokter kulit aja deh, daripada semakin parah…
Waaaah,,,skrg sy jg kena pexakit sejenis sarampa,,demam beberapa hari,,dan muncuL bintik2 merah yg gataL,,,kira2 Lama ngGk yah sembuhx??.
ada gak cara ampuh untuk mengobati pnyakit serampa???
salam kenal mba.. kbtulan skrng sy lg terserang sarampa.. awalnya panas kemudian muncul bintik2 merah.. tp sekarang bintik2 merahnya sudah mulai hilang.. tp menurut orng d t4 sy kalo bintik merax tidak keluar semua bisa bahaya… sy jg tinggal d sulawesi lho mba.. kira2 apa ya tanda2 klo sarampahnya sudah keluar semua..???
Salam kenal juga ya…
Sulawesinya di mana Citra? kata tetanggaku sih, sarampa udah hampir “selesai” kalau sudah keluar di paha dan kaki. Dulu waktu aku kena sarampa, aku belum “ngeh” jadi agak cuek2 rada bego gitu..
Pas suamiku kena, dan kebetulan ada tetangga yang bisa bantu sembuhkan, baru aku dikasih tau, sarampa/tuo-tuo harus muncul di kaki tanda mau sembuh… gitu…
yup betul skali..klo bintik2nya g keluar semua bahaya,krn bisa infeksi didalam n akan demam terus menerus.. klo dah keluar smua.. tandanya demamnya ilang..n dah keluar diseluruh bagian tubuh..
klo ke dokter palingan cm dikasih antibiotik ma penurun demam aj…
sarampa ini mmg sebutan untuk penyakit ini di daerah sulawesi..kebetulan sy org sulawesi selatan.. biasanya klo dah muncul gejala awal yaitu demam dan muncul bintik tipis di beberapa anggota tubuh, kami di beri obat tradisional yg dit4 kami di sebut “KASUMBA TURATE” (maaf sy g tau bahasa umumnya apa) tujuannya agar seluruh bintik merah keluar dgn segera,sehingga mempercepat penyembuhannya..
biasanya penderita sarampa juga mengalami sakit pada persendian tulang…
just want to share…
mbak Q tgal d daerah Jayapura. . . n dah tgal dari lahir d sni, , , tpi rue kena’a skarang,
awal’a habis mandi” d pantai AMAI daerah DOYo. . . ezok hari’a rue lhat tambah banyak. . . trus tanya bertanya kata’a num air klapa muda, pke bju hitam, ndak boleh kena air n angin, truz mnum kunyit bugiz. . .
mudah”an jha Q sembuh. . .
Terima kasih sudah baca ya…
semoga cepet sembuh ya..
Aku jg kena sarampa ni mbak..
Demam nya tinggi sblm gatel di tangan. Skrg bintik”nya udah jutaan di paha, mdh”an tanda aku mau smbuh soalnya aku msh ulangan dan hrus ke sekolah. Parah nean…ckcckk
salam kenal… bicara masalah SARAMPA… kebetulan anak saya lagi kena yg gituan… jadi saya sdh bawa kedukun… mudah2 ada perubahan
ini anakku jg demam berhari2 hmpr smggu mgkin sarampa sudah ditiup2jg ma org pintar obatin sarampa mdh2an berhasil
sarampa tu mang nggak enak apalagi kalo lagi musim dingin,,, wah gila brasa bangett dingin yang nggak karuan….. tambah gatal pastinya….!!! sekarang aku lagi ngerasainnya… parahnya, usah 3hari nggak masuk kerja…….. hihhihihhihihi >,<
slm knl..

sarampa mirip dgn ca2r air, cm bdax ga b’air, sdngkn ca2r air b’air truz bsar2.
truz ktax sarampa klo kna angin bs m’yebbkn kmatian krn sarampax msuk k dlm tubuh
dl ada yg mengatakan bhw klo udh kn 1x udh ga bs kna, tp skrg cuaca b’ubah2, sarampa bs menyerang tubuh kt ktka tbuh lg drop.
truz ktax ga bs makan ayam & mkanan yg b’minyak slm 40hr.
itu sih yg aku th, smg b’manfaat.
ingat jaga sll kondisi tubuh dgn vit C
slm kenal..^_^
Syukurlah..klo sarampax keluar,nampak dtubuh,,! kata orang sini klo sarampa gak keluar, masuk kdalam tubuh, apalagi kena angin & air, ini yg bisa myebabkan kematian, WALLAHU A’LAM..minum air kelapa hibrida campur kasumba bugis/turatea+orang pintar biasax…bisa mengobati Sarampa sialan ini.Ty
salam kenal, anakku 2 hr yg lalu kena sarampa, tapi sy tetap suruh mandi, tidur di ruang AC tdk apa, sy kasi minum air kelapa , juga sy kasi obat celestamin + amoxilin dan tangan serta kakinya sy olesi dengan caladine cair, puji Tuhan bintik merahnya perlahan tapi pasti mulai berkurang
ni aku baru kena, tapi da langsung menyebar di kaki…
salam…. Skr anakku lg sarampa. Sy hy mengobati demamx sj, u mengeluarkan bintikx dgn memberikn air kelapa hybrida dgn kasumba turatea.
memang sarampapenyakit yang menjengkelkan,,, djawa dah pernah kena sekarang di sulawesi tenggara diriq kena lgi…… dah 5hari lom sembuh juga,,, pa ya kira2 yg bs buat cpet sembuh…. q jg dah minum air kelapa+kasumba turate juga… spa bisa kseh solusi…..
salam kenal ,,
sdh 2 hari ini sy panas, badan merah2, dan gatal2,, tetangga sebutnya serampah,, dan sudah keluar sampai ke seluruh tubuh,, krna penasaran dan pingin tau secara klinis, sy baru saja pulang dr dokter dan dokternya bilang sy gejala demam berdarah,, sy malah bingung sekarang,, secara tradisional/ dokter timur ini namanya SARAMPAH,, tapi secara klinis/ dokter barat sya di bilang DEMAM BERDARAH,, dokter bilang kalo besok terjadi pendarahan lgsung sj masuk rumahsakit untuk rawat inap,, tapi kalo dilihat dari gejalanya sih memang secara tradisional sarampah,, ada yang bisa bantu sy ya? ini DBD ataw Sarampah? hub di : tiketingmmbc@yahoo.co.id ,, trimakasih
Met Siang,
Sarampa itu berasal dari bahasa Makassar yang artinya campak. Penyebabnya adalah virus. Kami, orang Makassar biasanya menggunakan obat tradisional yaitu “Kasumba Turate”. Obat tradisional ini hanya bisa dibeli di toko tradisional Makassar saja. Diminumnya, cukup di seduh saja. Warna dan rasanya pun sepeerti “Teh” tanpa gula. Diminum seperti kita mengkonsumsi air minum biasanya. Insyaallah, dengan minum ramuan ini badan terasa dingin dan perlahan demam akan turun, dan bintik2 merah pun akan hilang. Kami, tidak perlu ke dokter utk pengobatan penyakit ini. Cukup dengan meminum ramuan “Kasumba Turate”. Tdk ngerti juga apa bahasa Indonesianya. Semoga dapat bermanfaat, Terimakasih
met siang..
Awalny tulang dri kaki smpe tulang punggung sakit truz aq periksakan d RS kata dokter aq trkena flu tulang tpi belum smbuh seluruh badan gatal-2 perih d sertai sakit kepala kata orng-2 aq kena sarampa tpi kok smpe skrng gak sembuh-2 ya sakit kepala jga tambah menjadi-2
met malam..ups…skrg aku mengalaminya, gatal..palagi kalo tercampur keringat,,,pedis banget! bingung jg apa obatnya…aku taburin aja bedak tp setelah nanya kt orang tuaku minum kesumba teratai (kesumba ogi “menurut bugis”), ini sih bentuknya seperti pucuk bunga padi kemudian diseduh pakai air panas sampai berubah berwarna kuning..setelah itu diminum deh biar sembuh,,,alhamdulillah awalnya semua bercak keluar kepermukaan kulit tp pada akhirnya sembuh jg deh
Aku jg prnah ngalamin itu. Mngkin pada saat aku masuk skolah. Kata teman skolah yg brbeda kls dgnku yg aku tempatin itu kelas yg pling bnyak makhluk halusnya d skolah. Mngkin saja krn itu aku jga dpat penyakit sarampa krn ada ygmo knalan kali yah!!
mba anak saya dah dua hari kena bintik pada kaki dan tangan tapi ga di sertai dengan demam ..saya sudah bawa ke dokter dan di kasi obat saleb dan obat anti biotik ..yg mau jadi pertanyaan saya , apa anak saya itu kena serampa yah ….saya bingung karena kalu di makasar serampa itu penyakit yg bahaya dan yang bisa sembuhin juga orang makasar tapi sekarang pun dah langkah ,,,
just to share info
Saya lagi kena serampah,, seperti ciri ciri yg sudah banyak disebutkan bintik merah, di tempat tempat tertentu di badan, demam, bahkan mencret, kebetulan saya tinggal di Makassar- Sulawesi Selatan, dan ibu saya biasa mengobati anak anak dan cucunya, kata ibu akibat perubahan cuaca dari panas ke musim hujan, biasanya ibu melarang mandi/kena air, dan jangan kena angin, terus minum “kesumba turate”, (dijual dipasar tradisionil), jangan lupa bacakan shalawat pada saat minum “kesumba turate” dan tentunya kalau ibu yang ngobati ada jampi jampi dan doanya, ya…biasanya 2-3 hari sudah sembuh kalau bintik merahnya sudah keluar semua, ya percaya saja karena terbukti sudah banyak yang sembuh, inilah, kekayaan kearifan lokal bangsa kita, trims R ,
iya, anakku juga sekarang lagi sakit sarampa, sdh 1 bulan lebih dia sakit. tp tidak demam. skrg sdh lagi disembuhin oleh orang pintar nya orang bugis. semoga bisa cepat sembuh, ya,,,,
anak aku juga lg sarampa….krn aku tinggal di jakarta gak ada yang mengerti kasumba turate>>.:-( aku kasih minum air kelapa malah gak suka krn msh kecil mungkin….ohon bantuannya
serampah hanya menyerang 1x seumur hidup .penyakit ini bisa masuk ke usus dan mematikan bagi orang makassar namax puru,ada yg disembuhkan dgn tiupan air jampi makassar dan ada pantangan,tdk boleh mgoreng,kena air,maaf br”hubungan”jg tdk boleh.ini tips orag mkassar boleh percaya ato tdk ,tapi baikx kdokter kulit saja tapi hindari pemakaian jarum suntik .
Z saja sudah kena campak 2 kali,,, truz kena sarampah berkali lagi… Biasax klo kena sarampah itu kena barang kotor, bisa saja angin kotor gtu…
wahhhh.. maksih atas infonya.. ini sangat b’manfaat..
assalamu’alaiku…
. hikss. sdh 2 hari inibintik merah timbul di telapak kaki n telapak tangan.gatal n perih bgt. saya periksa bagian tubuh yg lain n di bagian dada ad juga sama di bagian paha. 
mbak nana, saya juga in ilagi kena penyakit sarampa.
2 hari yang lalu persendian saya terasa ngilu n tak lama kemudian badan saya jadi hangat. Pada maalam hari tbuh saya panas, leher tersa sangat sakit, n tersa sangat dingin tubuh saya.
2 hari saya merasakan seperti itu, saya sdh minum obat penurun panas yang di berikan sama dokter,dan alhamdulillah panas saya turun, akan tetapi malam ke-3 tiba-tiba ada tibul bintik merah di telapak kaki n terasa sangat gatal, saya garuk pelan-pelan akan tetapi lama-kelamaan jadi sakit
tersiksa bgt nih kena penyakit ini,,!
yang saya mau tanyakan, klo sakit gini boleh mandi g mba???
Dear Mbak/Mas Haniiko… (aduh maaf saya tidak bisa menentukan harus memanggil Mbak atau Mas nih… )
Sebaiknya Anda berkonsultasi saja pada dokter untuk mendapatkan saran dan tindakan medis profesional, pastinya ada obat dan penanganan yang bisa dipertanggungjawabkan dokter, sebab bukan dalam kapasitas saya untuk memberikan saran medis..
Semoga lekas sembuh ya Mbak/Mas Haniiko…
salam hangat…
nana
sekarang ini ada temanku terkena sarampa, udah lebih satu minggu nggak sembuh2 juga,,,,
salam kenal..sy jg asli dr sulawesi , bugis makassar..skrg sy lg trserang sarampa.awalnya kpala sy trasa berat, demam slama bbrp hr, bdn trasa loyo, bhkn sy sempat d opname slama 6 hari dgn diagnosis demam brdarah.bru 2 hr kluar dr RS bdn sy tb2 dpenuhi dgn bentol2, bdn trasa gatal, tp saat itu sy sdh tdk demam lg tp prsendian sy trasa ngilu skali.trnyata demam yg sy alami slama bbrp hr itu krn sy trserang sarampa tp blum kluar,mk nya bdn sy trasa ngilu dn berat..ibu sy blg, untung sarampa nya kluar, bahaya klo smpe sarampanya tdk kluar.
setau sy, sarampa dsebabkan krn virus dlm darah.sarampa hmpir sm dgn cacar..jgn mnganggp enteng sarampa, klo sarampa nya g’ kluar bs bahaya, bhkn bs mnyebab kan kmatian..biasanya kami mngobatinya di org pintar, dtiup dn dbacakan jampi2(doa2) spy sarampanya keluar, slain itu minum “kesumba turate”(Obat bugis khusus pnyakit sarampa) yg drendam air panas lalu djadikan air mnum, air klapa jg bgus untuk menetralisir racun dlm darah slama trserang sarampa, bs mmbantu mempercepat proses penyembuhan..slama trkena pnyakit ini dsarankan agar tdk mandi smpai betul2 sembuh..
skian informasi dn pngalamn dr sy, smoga brmanfaat..
Terima kasih infonya…