Masih ingat tentang tulisanku tentang exhibitionism di sini?
Nah, kali ini, aku ingin berbagi sedikit pengetahuan mengenai serba serbi exhibitionism. Berawal dari pengalaman nyata ini, aku jadi semakin ingin tahu lebih jauh tentang kelainan ini. Sejak kapan terdeteksi ya? Siapa saja sih penderitanya?
Exhibitionism adalah perbuatan seseorang yang memamerkan bagian tubuh paling pribadinya kepada orang lain, biasanya lawan jenis, dengan kecenderungan untuk memperoleh reaksi yang hebat, -ketakutan, histeris-. Perbuatan ini mungkin ditujukan untuk menarik perhatian lawan jenis demi kepentingan (fantasi) seksualnya.
Istilah exhibitionism ini, dalam istilah psikologi, disebut dengan apodysophilia atau Lady Godiva syndrome. Yaitu keinginan kuat atau psikologis kompulsif untuk memamerkan tubuhnya untuk menarik perhatian. Hal ini ternyata telah terjadi sejak dulu sekali..
Exhibitiosm sendiri sebagai “kelainan” pertama kali disebutkan dalam jurnal ilmiah oleh Charles Lasegue,-seorang dokter sekaligus psikiater berkebangsaan Perancis- pada tahun 1877 dan Adam Charette adalah oknum yang didiagnosa kelainan ini.
Nah, ternyata ada beberapa istilah untuk jenis-jenis exhibitionism ini.
Flashing: memamerkan buah dada atau alat kelamin dengan cepat dan hanya sesaat dengan cara mengangkat rok atau kaos, memperlihatkan bagian tubuh itu dengan atau tanpa pakaian dalam.
Anasyrma: mengangkat rok tanpa pakaian dalam, jelas untuk memamerkan bagian alat kelaminnya.
Mooning: pamer bok*ong telanjang dengan memelorotkan celana panjang atau celana dalam. Bagi pria hal ini lebih bertujuan untuk humor, untuk mengolok-olok dan bukan untuk tujuan seksual. Sedangkan bagi perempuan, kebalikannya, cenderung untuk benar-benar bermaksud untuk membangkitkan perhatian dan gairah seksual si target.
Martymachlia: melakukan atraksi seksual /masturbasi untuk menarik perhatian orang agar menonton aksinya.
Telephone scatalogia: Diduga merupakan jenis exhibitionism meskipun tanpa melibatkan pemandangan fisik.
****
Lady Godiva Syndrome
Ketelanjangan yang dipamerkan ini ternyata sudah bermula sejak abad 11… pernah mendengar legenda The Famous Ride? Ada juga yang mengatakan The Legendary Ride..
Seorang wanita cantik bernama Godiva adalah seorang bangsawan Anglo-Saxon yang hidup di Inggris tahun 1040-1080. Suaminya, Leofric, juga seorang bangsawan bergelar Earl of Mercia.
Godiva dalam bahasa Latin, atau Godgifu (Inggris kuno) berarti “God gift” atau berkah dari Tuhan. Jadi nama ini termasuk indah ya artinya…
Pada tahun 1043, Leofric mendirikan dan mendanai sebuah biara Benedictine di Coventry, Inggris dan selanjutnya menjadi donator tetap bagi biara tersebut.
Kemudian, Godiva bersama suaminya memiliki beberapa lahan tanah, salah satunya tempat berdirinya sebuah biara terkenal, St Mary di Worcester. Mereka juga mendanai katedral di Stow St Mary, Lincolnshire. Selain itu, mereka juga turut mendanai secara tetap beberapa biara di Inggris.
Pendek kata, mereka adalah pasangan yang dermawan.
Konon, meskipun Leofric mendanai dan menyumbang secara tetap beberapa biara dan rumah-rumah ibadah, ternyata, ia sebagai tuan tanah, memberlakukan pajak yang sangat tinggi kepada penyewa tanahnya dan orang-orang yang tinggal dalam area lahan kekuasaannya. Kadangkala, ia mengenakan sanksi atau denda yang tak masuk akal pula. Tak jarang, pajaknya naik berlipat lipat jika si penyewa terlambat membayar pajak hingga menyebabkan penyewa tanah itu berada dalam kesulitan yang amat pelik.
Lady Godiva yang kasihan melihat penderitaan penduduk Coventry akibat pajak tinggi yang dibebankan suaminya, memohon agar suaminya itu mau menurunkan pajak yang harus mereka bayar, dan dengan dengan demikian sedikit meringankan beban mereka. Namun, suaminya yang keras kepala menolak menurunkan pajaknya.
Lady Godiva terus memohon berkali-kali tanpa kenal lelah.
Lama kelamaan, terbebani oleh permohonan istrinya, Leofric mengatakan bahwa ia akan mengabulkan permohonan istrinya itu jika, -dan hanya jika-, istrinya itu mau berjalan melintasi kota dengan bertelanjang. Tampaknya Leofric berharap, syarat yang tak masuk akal itu tak akan bisa dipenuhi oleh istrinya, dan dengan demikian, pupus lah permohonan istrinya tersebut dan dia tak perlu menurunkan pajak.
Di luar dugaan siapapun juga, Lady Godiva menyanggupi syarat tersebut!
Setelah mengeluarkan pengumumam bahwa seluruh warga diharuskan berdiam di dalam rumah dan menutup pintu dan jendela rapat-rapat, Lady Godiva pun mengendarai kuda putihnya dengan rambut tergerai tanpa sehelai kain pun.
Ternyata, seorang penjahit muda, Tom, melanggar pengumuman itu. Ia melubangi daun jendela berikut tirainya dan mengintip saat Godiva melintas dengan kudanya. ” Peeping Tom” -Tom si Pengintip itu mengatakan dia melihat Godiva di atas kudanya, dengan rambut panjang tergerai menutupi ketelanjangannya. Tom mendapat ganjaran dari perbuatannya tersebut dengan kebutaan.
(Di era modern, perbuatan seperti Tom ini dikenal dengan istilah voyeurism, (voyeur=mengintip) mengacu pada kelainan jiwa di mana pelakunya suka mengintip orang lain terutama lawan jenis demi kepuasan seksualnya. Kebiasaan hingga ketergantungan pada memuaskan diri sendiri dengan stimulasi seksual melalui visualisasi alat kelamin dan aktifitas seksual (gambar dan video porno) juga termasuk dalam voyeurism.)
Akhirnya, terketuk hatinya melihat kesungguhan tekad istrinya, dan sebagai seorang Earl yang wajib menepati janjinya, Leofric pun mengabulkan permohonan istrinya: menghapus pungutan pajak yang membebani warganya.
So…. dari nama wanita cantik inilah istilah syndrome kelainan seksual ini dipinjam.. Lady Godiva Syndrome… agak ironis menurutku….
****
Well, selayaknya legenda atau cerita kuno turun temurun, ada beberapa versi atau tambahan pada cerita ini.
Sudah umum pada saat itu, pelanggar hukum dan pendosa berat dihukum dengan cara diarak dengan mengenakan secarik kain putih serupa singlet sekarang. Hukuman sosial ini diberlakukan dan dengan demikian publik akan tahu bahwa seseorang tengah menjalani hukuman dan dikucilkan.
Ada sebuah versi yang mengatakan, Lady Godiva melintasi pasar dengan berjalan kaki hanya dengan dijaga oleh dua orang pengawal. Godiva berjalan dari ujung ke ujung dengan orang-orang berkerumun menontonnya. Versi ini mengisahkan, Lady Godiva berjalan “telanjang” layaknya orang terhukum hanya mengenakan shift, -pakaian dalam wanita serupa rok tanpa lengan dari bahan kain putih. Hukuman semacam ini, meskipun sebenarnya masih tertutup, dianggap sangat hina dan sangatlah memalukan.
Teori lain menyanggah, kemungkinan, ”telanjang” di sini berarti bahwa Lady Godiva berjalan kaki tanpa mengenakan secuilpun perhiasan emas dan peraknya, yaitu lamabng atau penanda statusnya sebagai bangsawan.
Rupanya menyelaraskan fakta yang terjadi pada jaman dahulu dengan legenda memang sulit. Pada saat itu, tidak diketahui pasti apakah istilah ”telanjang” memang berarti ”tanpa sehelai benang pun”. Sama halnya dengan melacak kebenaran tentang Tom si Pengintip, yang diduga merupakan versi tambahan sehingga cerita kuno ini terdengar sangat dramatis. Tidak jelas bagaimana Tom menjadi buta, apakah memang dihukum cungkil mata, atau tiba-tiba menjadi buta oleh kekuasaan tak terlihat. Bahkan ada versi yang lebih dramatis, Tom mati tak lama setelahnya.
Diduga, Lady Godiva meninggal antara tahun 1066 hingga 1086. Makamnya sendiri menjadi perdebatan. Versi pertama mengatakan, jenasahnya dimakamkan di The Church of Blessed Trinity (Gereja Tritunggal Mahakudus ) di Evesham, yang telah roboh. Versi lain menyebutkan, Godiva dimakamkan berdampingan dengan suaminya di Coventry.
Versi mana yang Anda percaya, terserah kepada Anda semua.
Catatan: aku meminjam foto-foto tersebut dan menampilkannya untuk tujuan berbagi pengetahuan dan berharap semoga pembaca melihatnya murni sebagai hasil karya seni bemutu tinggi yang jauh dari pornografi.
Terima kasih telah membaca ya….
Sumber:



wah tambah pengetahuan neh..
tp bener sih, sulit membedakan fakta dan legenda, tp kalo memang itu terjadi, berarti mulia jg hati sang lady yach.. mau “menanggung malu” spy orang-orang bisa bebas dari pajak yg mencekik
btw, gambarnya bagus… tampak ada “kesedihan” si lady
salam,
haaa…. udah lama gak komen di sini nih…
Iya, susah memang membedakan antara fakta yang terjadi berpuluh bahakan beratus tahun lalu dengan legenda, terlebih yang dikisahkan turun temurun tanpa ada record tertulis yang jelas sebagai acuan pasti…
Setuju… lukisan itu bagus banget…waktu pertama nemu gambar ini aku bener-bener terpukau…benar-benar “hidup” dan seolah nyata… akhirnya merasa sayang kalau informasi ini berikut gambar ini “hanya” kunikmati sendiri. So…jadilah tulisan ini….
thanks a lot!
Saya sering mendengar tentang Lady Godiva ini …
tetapi baru sekarang menyimak kumplit cerita asal usulnya
thanks Na
You’re welcome Om…
info bagus udah selayaknya dibagikan kan?
Quote of yours: “This is the beauty of blogging”
Salam hangat, Om…
Freddy Mercury terinspirasi apa ya waktu menciptakan lagu Don’t Stop Me Now itu?
..Im a shooting star leaping through the sky
Like a tiger defying the laws of gravity
Im a racing car passing by like Lady Godiva
Im gonna go go go
There’s no stopping me..
baru tau kalo asal usul ceritanya begitu…
lumayan nih nambah2 info…
…hope you like it…
jadi makin semangat berbagi info lain….. apa lagi ya?
baru tahu
aku cuma tahu coklat Godiva, yang mahalnya rek…tapi enak
EM
Gantian aku yang baru tahu ada coklat Godiva… enak tapi mahal? wups! bengong…. produksi mana tuh Mbak?
godiva adalah coklat exclusive buatan belgia. bisa lihat di sini : http://www.godiva.com/welcome.aspx
Kalau valentin, biarpun mahal, kasih coklat godiva pasti cintanya diterima hhahaah
Wah, ternyata bersejarah panjang ya hehehe…
Aku belum pernah ngeliat exhibionist wanita di INdonesia hehehe
Ada ngga ya?
Mungkin ada juga ya Don…
tapi aku nggak berharap ketemu juga sih…. isin dewe malahan… hehe…
eh, tapi aku pernah tuh tinggal se-kost dengan cewek yang hobi banget pake daster tapi gak pake daleman… lha kalau anaknya polah yo ngerti dewe, ketok kabeh deh.. hihi… aku malah isin dewe/risih kalau dolan ke kamarnya.
Termasuk exhibitionist nggak ya?
meskipun tidak ekstrim, ada banyak kok. Secara sengaja menampilkan tonjolan buah dada dan pakai rok mini misalnya. memang kadarnya masih rendah
EM
Kalau aku nih, Mbak… kadang malah risih ngeliat cewek yang pakainnya super mini tapi nggak pada tempatnya, dan malah dipelototin tukang becak, sopir-sopir dan mengundang komentar berkualitas rendah gitu…
Mrinding baCanya, tp nambah2 info. .
Hmmm…. somehow, aku juga lho waktu membaca pertama kali….
haduh…. tekadnya kuat banget ya… kayak komen Bro di atas, dia berani nanggung malu…
Aku sebelumnya pernah melihat gambar Lady Godiva itu, tapi aku belum pernah mendengar ceritanya. Gambar yang kulihat itu adalah pola kruisteek yang rumit. Jadi, saking rumitnya, waktu sudah jadi, akan benar-benar tampak seperti lukisan.
Ah ya… kamu kan penggemar kruisteek ya,… jadi kamu sendiri membuatnya? penasaran ki….
Nana…
Saya terpukau dengan ceritamu…
Selain mendapat tambahan pengetahuan, bahasamu sangat indah…
Berharap suatu ketika Nana bisa menulis buku, bisa juga dari ceerita blog atau lainnya….bahasamu menyenangkan Nana…..
Matur sembah nuwun Bu Enny….
saya jadi tersanjung…
semoga saya makin hari hari makin percaya diri untuk membuat buku… semoga…
terima kasih sekali lagi, Bu Enny…
salam hangat selalu…
mbak Nana kalau memberikan informasi lengkap selengkap2nya, thanks ya mbak
(dulu sih aku taunya Lady Godiva ini dari syairnya Queen, spt yg udah dikutip mbak Nana di atas, dan dr versi yg kubaca dia hobby berkuda telanjang malam hari dan setelah penduduk disuruh masuk rumah semua)
Terima kasih kembali Kak Monda…
hmmm… “dia hobby berkuda….. di sini maksudnya siapa nih Kak? Si Freddy Mecury, si tokoh “aku” dalam lagu ini, atau Lady Godiva versi lain lagi?
Terima kasih sekali lagi udah baca ya Kak….
setelah kasus video porno artis itu,
emang jadi sering denger istilah2 yang dekat dengan masalah kejiwaan.
tapi baru tau sedetil2nya dari postingan mbak Nana..
baru ngerti juga, ternyata exhibitionism nggak cuma cowok aja.. ternyata perempuan juga bisa ya?
haa.. ngeri deh.
setelah dipikir2, berarti para pelaku exhibitionism itu emang ‘sakit’ ya… hedeh hedeh….
Iya… cewek pun banyak yang mengalami kelainan ini. Di salah satu link yang kutulis sebagai sumber di atas, ada gambar cewek yang tengah bug*l dan ditonton banyak orang…
pelaku exhibitionism ini emang “sakit” dan perlu penanganan profesional deh…
bunda pernah mendengar ttg Lady Godiva ini (nama yg indah).
tapi baru tau cerita lengkapnya disini..
Terimakasih banyak Mbak Nana krn telah berbagi.
Foto dan patungnya kelihatan sedih ya Mbak, menunjukkkan betapa pedih hati Lady Govida krn tingkah suaminya , tuan tanah yg kejam.
Beliau berkorban utk kepentingan orang banyak.
salam
Terima kasih kembali ya, Bunda…
iya ya… si pelukis dan pematungnya hebat banget bisa membuat ekspresi Godiva terlihat begitu sedihnya dan malu..
salam hangat juga Bunda..
Kalau legenda Lady Godiva itu benar, sial sekali dia punya suami gila begitu. Masa istri disuruh telanjang.
Hmmm…sebagai sesama perempuan, kita jadi ikut gemes ya…
Kalau di Indonesia mungkin termasuk kategori yang sering di Mall yah.
Oia, bagaimana dengan anak anak BAG yang pakaiannya seperti kurang bahan ?
Salam kenal ya Mas…
kategori yang sering di mall itu yang gimana ya? kurang jelas nih….
aku sih menganggapnya sebagai korban/penikmat mode saja Mas…
salam…
Heran juga ya, mengapa eksibisionisme juga disebut sebagai sindrom lady godiva? padahal spirit keduanya sangat jauh berbeda… hmmm… sepertinya patut diteliti lebih dalam tuh, na… haha…
Iya ya Uda… kayaknya kok banyak para ahli yang meminjam nama/ istilah dari legenda dan peristiwa yang terjadi di masa lampau untuk syndrome atau gejala yang umum/banyak terjadi di masa-masa sekarang…
Baru tau ada cerita tentang Lady Godiva, selama ini taunya cerita tentang Lady Clara aja, hehehehe.. (narsis mode: on) nice sharing Mba Nana..
Lady Clara? ceritanya yang gimana ya? *melongo..
thanks udah baca ya..
Hallo Mbak, salam!
Ich…saya pernah 2 kali ketemu orang sakit jiwa (ha ha, selalu saya lontarkan untuk orang yang berprilaku aneh, padahal saya sendiri suka aneh
) ya sex exhibist gt….
Hoa….karuan saja saya langsung tidak beranikeluar rumah sendirian…
Halo…salam kenal juga ya…
semoga nggak akan ketemu lagi dengan orang-orang dengan kelainan ini ya… emang bikin takut sih..
hm.. no comment
salam.
Salam kenal ya Kang Abid…
terima kasih sudah berkunjung ke sini..
mba nana, saya mempunyai pengalaman sedikit mengenai hal ini. beberapa wktu lalu, sayapun iseng mendownload camfrog.com, dan chatting via cam, ternyata di camfrog itupun (tentunya yang 18+) banyak yg memamerkan tubuh mereka dan ga jarang juga yg sampe berhubungan badan tp kita melihatnya di cam lho..nah itu termasuk yg mana mba?apakah itu sejenis kelainan atau kebiasaan ya?
FYI, mereka yang show off di sebuah room di comfrog itu biasanya di bayar lho. Dan mereka yang punya room membayar mereka dengan harapan roomnya rame…
Bukannya saya juga suka lihat, tp teman ada yang bisnis and dapat duit melalui comfrog, dengan menyewa-nyewakan room gitu juga jual accesorist (kaya stars) yang menunjukkan prestige
Baru tahu ternyata mas Ginting suka lihat cewek show off di camforg, ha ha ha ha
hadoh…hadoh… ada-ada saja ya…
menurut saya *sok tau… kalau suka sengaja pamer mungkin termasuk exhibist kali ya…
Perempuan sekarang kan banyak yang suka menunjukkan sebagian paha dan sebagian buah dadanya (biasanya hanya belahannya saja). Untuk yang jenis ini, bagaimana menurut Anda?
Menurut saya, mereka ingin tampil seksi saja, nggak sampai menjurus pada pamer bagian tubuh yang paling pribadi. Belum sampai pada kelaianan deh..
Banyak yang jadi korban mode saja saya rasa..
salam kenal ya Mas…
Lady Godiva ..hmmm… sebuah pengetahuan baru yang menambah wawasan.
Tadinya saya hanya tau istilah itu sesimple katanya yaitu exhibitionist . Ternyata ada cerita dibalik itu semua.
Thanks atas sharingnya Mbak Nana.
Sama-sama ya Mas…
terima kasih sudah membaca ya…
..
mau komen patungnya..
wow keren banget, karya Seni yang luar biasa indah..
he..he..
..
Yup… karya seni yang luar biasa… lukisannya juga deh…
OO.. begini toh tentang Lady Godiva
*mlongo mode On* :grind:
hhmmm…miris ya Mas…
hehehe… baru tahu kisah ini.. nama yang bagus… tp kok “kurang bagus nasibnya”.
gorgeous woman, beautiful name, nice picture, great statue, sad story…..
Nek dipikir-pikir pancen miris bgt yo… mesakke…