Waktu aku masih kecil dulu, selumrahnya anak-anak seusiaku, aku gemar bermain pasar-pasaran. Apa saja bisa “kujual”. Mulai dari kue-kue dari tanah, dedaunan, kereweng (sisa pecahan genteng), air, bluluk (bakal buah kelapa yang masih kecil) hingga bunga-bunga liar.
Bergantian aku dan teman-temanku menjadi penjual dan pembeli. Saat menjadi pembeli, kami bebas membeli apapun dari si penjual. Kami mondar-mandir membawa keranjang kecil, seolah kami sedang berkeliling pasar, padahal pedagangnya ya hanya itu-itu saja dan kami belanja lagi pada orang yang sama hihi…
Setelah selesai memborong dagangan, gantian kini si pembeli yang menggelar dagangan. Penjual yang dagangannya telah ludes, gantian menjadi pembeli. Begitu terus hingga bosan atau kami menemukan permainan baru.
Nah, salah satu bahan “dagangan” kami adalah sejenis rumput liar. Tanaman pendek ini tumbuh subur di tempat yang lembab dan biasanya dekat dengan air. Batangnya bening dan bunganya mirip batang dan bunga bayam, hanya dalam ukuran yang lebih kecil.
Aku tak tahu apa nama rumput ini. Dulu aku suka mengumpulkannya lalu mengikatnya menjadi ikatan-ikatan kecil dan menjualnya sebagai “bayam”. Ya, begitulah aku menyebutnya dulu, bayam-bayaman.
Di halaman kami yang lumayan luas, ditambah dengan sebuah kolam ikan, rumput ini tumbuh dengan suburnya. Bahkan bisa-bisanya tumbuh di dinding kolam
Bagi nenekku dan Pak Mitro, -tukang kebun kami-, rumput ini dirasa mengganggu. Maka nasib tanaman pendek ini pun sial: dia dicabut dan dibuang begitu saja. Masih mending kalau aku menemukannya dan menjadikannya mainan sebagai bayam. Nah, kalau aku sedang tak ingin memanfaatkannya… hhmm…goodbye deh… rumput itu akan dibuang di tempat sampah.
****
Kenapa sih, tiba-tiba aku begitu meributkan rumput ini?
Suatu hari aku melihat tetanggaku sedang mengumpulkan rumput ini di tanah belakang rumahku. Aku heran dan bertanya.
Orang-orang Bugis menyebutnya cinnong-cinnong.
“Cinnong” dalam bahasa setempat berarti bening. Sebenarnya cinnong adalah istilah bening untuk air. Mungkin dinamai demikian karena batangnya yang bening dan tumbuh di daerah yang kaya air. Ada juga yang menyebutnya daun “minyak-minyak” karena daunnya yang mengkilat seperti kena minyak.
Nah, kenapa tetanggaku itu mengumpulkan cinnong-cinnong ya?
Saudara jauhnya, seorang haji, menderita asam urat yang sangat parah. Sudah berpuluh dokter didatanginya, berbagai obat diminumnya, namun tak ada hasil yang berarti. Nyari putus asa, dia berobat ke Singapura. Di Singapura, dokter yang memeriksanya menunjukkan rumput ini.
“Pak ini obat yang ampuh untuk penyakit asam urat, bukannya di Indonesia banyak ya?”
“Ya Allah, Dok! Ini namanya cinnong-cinnong! Di rumah saya banyak beginian, malah saya buang-buang!”
“Ya ini obatnya, Pak…nanti kalau sudah sampai di rumah, minum saja rebusan rumput ini”.
Pak Haji akhirnya kembali ke Indonesia dan setelah merasakan manfaat rebusan cinnong-cinnong ini, dia berbagi resep ini kepada semua orang yang mengeluh sakit asam urat, sambil berkelakar menceritakan pengalamannya di Singapura itu.
“Ya ampun, jauh-jauh ke luar negeri, obatnya di halaman rumah sendiri!”
Yup! Ternyata, cinnong-cinnong adalah obat alami yang ampuh untuk asam urat dan darah tinggi dan asyiknya, super muraaahh…
Hmm… Aku bukan penderita asam urat, dan coy..coy..coy… aku nggak minta ya…
Tapi kudengar, asam urat ini membuat penderitanya menderita dan kesakitan. Bagian persendian kaku dan susah digerakkan, terutama di pagi hari.
Nah, karena beberapa kenalanku ternyata menderita asam urat, aku jadi ingin berbagi pengetahuan dan semoga saja bermanfaat.
Pak Haji, saya copy resepnya ya…. *blink blink..
Begini caranya.
1. Ambil cinnong-cinnong kira-kira segenggam. Lebih bagus diambil dalam keadaan segar, yaitu di pagi hari. Sebaiknya jangan mengambil cinnong-cinnong yang telah tertimpa terik matahari siang.
2. Buang akarnya. Cuci bersih.
3. Rebus dengan 2 gelas air paling lama 5-10 menit, tanpa campuran apapun.
4. Biarkan suam kuku, diminum 2 kali dalam sehari.
5. Hanya untuk sekali rebus. Buang cinnong-cinnong yang sudah direbus, jangan direbus ulang.
6. Sebaiknya merebus cinnong-cinnong dalam panci non aluminium.
7. Setelah merasakan gejala berkurang, kurangi dosisnya menjadi satu gelas saja per hari. Hentikan setelah sembuh.
8. Setelah merasakan manfaatnya, bagilah resep ini pada yang mereka yang membutuhkan…
Catatan: rasanya nggak pahit kok… sedikit sepet seperti teh.
Nah, dari dua cerita di atas, karena sama-sama tidak tahu, cinnong-cinnong ini disia-siakan begitu saja. Mulai sekarang cobalah untuk memanfaatkannya untuk saudara/ tetangga yang membutuhkan.
Hayo…tengok halamanmu! Adakah cinnong-cinnong di situ?
Sumprit…udah setuwir begini, dan udah sepanjang ini aku menulis, aku tak tahu namanya dalam bahasa daerahku!
Pembaca, ada yang tahu nama tanaman liar ini di dalam Bahasa Indonesia atau Jawa? Please?
****




waaaah hebat! bisa laris dan jadi bahan komoditi nih.
Catet deh kalau ada yang perlu.
TFS
EM
Di Jepang ada nggak ya Mbak? hehe..
Ga tau namanya.. kalo saya dulu maennya daun kaca piring jadi uang-uangannya, hehehe..
Resep asam urat, saya promosikan ya Mba Nana.. kayanya temen saya ada yang keluarganya kena asam urat deh..
Kayaknya tau tuh daun kaca piring itu hihi…
Silakan dipromosikan dan disebarluaskan, gratis kok… thanks a lot ya…
Wah, aku baru tahu itU namanya. , hoho
Aku tahunya juga baru-baru ini, setelah tinggal di Sulsel… dan belum nemu namanya dalam bahasa Indonesia atau Jawa…
HHmmm…
Jujur saya belum pernah melihatnya …
atau kalaupun pernah melihat … saya tidak sadar bahwa itu daun bayam-bayaman atau cinnong-cinnong …
Terima kasih infonya Na
Salam saya
Sebenernya sih banyak tumbuh subur di halaman/ tanah yang lembab dan banyak air, Om…
Untuk mereka yang tinggal di kota besar, dalam komplek yang halamannya terawat mungkin jarang melihat tanaman ini ya Om…
good info.. bisa buat tek darah tinggi juga ya?
Bisa Arman…coba baca komentarku di bawah ini…suami saya sempat stroke karena tekanan darah tinggi, dan minum rebusan tanaman ini dua kali sehari…cuma di Amrik ada nggak ya?
Iya, bisa untuk mengobati darah tinggi juga. Wah, udah dijawab Bu Enny nih….
1) Saat kecil saya juga suka “pasaran” seperti Nana…bahan nya melimpah ruah di kebun sebelah rumah, dan pagar tanaman tetangga.
2) Saya mengenal rumput seperti bayam dalam gambar di atas, saat si sulung kuliah di UGM…suamiku sempat kena stroke..oleh ibu kost diajak berobat ke daerah Magelang (atau Muntilan ya?…sayang saya nggak ikut)…oleh si bapak itu, suami saya setiap hari disuruh minum air rebusan tanaman ini sehari dua kali…dan membaik.
Tanaman cinnong ini (saya sendiri ga tahu namanya dalam bahasa Jawa)…biasanya tumbuh liar dibawah pot, atau di dekat tanaman yang agak tinggi..dia tumbuh ditanah yang lembab dan terlindung dari panas.
Ambil segenggam….kira2 5 tanaman, bersihkan dengan air, rebus dengan tiga gelas ait, tunggu sampai menjadi satu gelas air, dan minum airnya.
Dan saya baru tahu kalau tanaman ini bisa untuk menurunkan asam urat ya……
Wah…. terima kasih sekali Bu Enny sudah memperkaya posting ini…
Ya, saya dengar dari tetangga saya, cinnong-cinnong ini untuk obat asam urat dan darah tinggi.
Kemarin saya telp papa saya yang juga pernah merebus cinnong-cinnong ini untuk mama saya yang kena asam urat, dan hasilnya mama saya membaik, gejala asam uratnya berkurang…
Semoga papa saya juga ikut memberikan komentar untuk memperkaya content posting ini…
Sekarang Bapak masih terus minum rebusan cinnong-cinnong in atau sudah berhenti ngunjuk Bu?
Sekarang udah mulai jarang, hanya sesekali.
Ini tentang daun adpukat…
Dulu, suami sakit pinggang, ada endapan di ginjalnya…. diobati rebusan daun adpukat (5 daun dicuci bersih, rebus dengan 5 gelas air, sampai jadi satu gelas..minum pagi sore. Tak lama saat buang air kecil terasa perih, rupanya endapan tadi keluar seperti butiran gula halus dan sakit pinggangnya sembuh..di cek di lab…sudah nggak ada endapan. Ini juga di coba oleh adik ipar saya, dan karena cari daun adpukat susah (dia dosen Undip), maka mahasiswa yang lagi KKN diminta tolong cari daun ini. Oleh adik saya dicuci bersih, dijemur sampai kering, dimasukkan plastik dan diminumnya seperti teh, diseduh dengan air panas…dan sembuh.
Hayoo…tulis Nana, kasiat daun mengkudu….halaman rumah saya ada lho….saya menanam karena ada kasiatnya, untuk menurunkan tekanan darah tinggi…saya pernah coba, rebusan daun mengkudu, jika diminum hangat, seperti minum teh tanpa gula…agak sepet2 gitu..tapi saya tak boleh banyak, hanya dua kali (waktu itu kakiku sakit), karena tekanan darahku rendah.
tiap minggu pagi kerjaanku buangin cinnong2 ini dari pot2 kembangku mbak,
(namanya juga nggak tau)
waduh ternyata tanaman obat ya,
thanks mbak ya, info bermanfaat nih
Kak Monda rajin berkebun dan mengurus taman nih rupanya…
semoga info ini bisa bermanfaat ya Kak.. (meski sebagai tanaman liar agak “nggak ramah” bagi keindahan dan kerapihan taman
di tempat kami herbal untuk asam urat namanya Puratik tinggal minum saja. bahan-bahannya diambil dari tumbuh-tumbuhan. salam sehat untuk pemilik blog ini
Puratik itu nama komersialnya ya…. kedengarannya seperi singkatan ya Pak?
Terima kasih infonya ya Pak…
salam hangat selalu..
wah bener tuh bisa buat asam urat dan darah tingggi?? baru tau, dirumahku juga banyak dipinggiran kolam.. yah karna gak tau kalo ada mafaatnya jadinya dibuangin gitu aja..
untuk namanya, idem sama2 gak tau hehe
Sudah banyak yang membuktikan di sini, Mas… tapi aku sendiri belum (bisa) membuktikan karena aku bukan penderita asam urat dan darah tinggi, dan seterusnya mudah-mudahan nggak deh…
salam hangat Mas…
..
Makasih infonya Mbak Nana..
Aku baru tau tanaman ini bisa buat obat..
Cukup gampang sih nemuinya.. karena termasuk tanaman yg bandel, udah dicabutin tumbuh lagi-tumbuh lagi..
..
Sama-sama ya Ata… semoga info ini bisa bermanfaat untuk yang membutuhkan ya…
tahunya malah bahasa latinnya mbak, Piper pellucida Linn
setujuu..dulu favorit buat main ‘pasaran’, he3
resepnya oke mbak, bisa jadi referensi kalau ada yang memerlukan+ternyata jika dibersihkan dan diremas2 lalu ditempelkan ke jerawat juga bisa jadi obat mbak
Wah…terima kasih udah memperkaya posting ini ya… aku baru nama latinnya.
Bisa untuk obat jerawat juga ya? wah, beneran ampuh ya tanaman ini…. makasih banyak ya…
hmmm kayaknya papa udah pernah cerita de ttg kasiat tanaman ini…
Iya…aku telp papa nanyain namanya, papa udah nyoba (kayaknya utk mama juga) tapi nggak tau namanya juga hehe…
sewaktu kecil aku juga suka main bayam2an dgn si cinnong ini,Mbak.
dirumah ada banyak, di sekitar pot bunga, dan tumbuhan ini memang agak bandel ya , di cabutin ,tumbuh lagi dan lagi .
Ternyata khasiatnya bagus banget ya Mbak Nana.
aku mau ikut cobain juga deh, krn aku ada hypertensi.
Terimakasih Mbak Nana telah berbagi hal yg bermanfaat ini.
salam
Mainan masa kecil kita sama ya Bunda…
Silakan mencoba Bunda, semoga bermanfaat untuk kesehatan Bunda ya…
wah ada banget mbak..
kebetulan halaman saya walopun nggak luas (maklum di perumahan) tapi cukup subur tanahnya..
kalo nggak disiangi bbrp hari aja, tanaman semacam itu udah banyak yg tumbuh..
ah, baru tau..
Wah, emang beber tanaman ini “bandel” asal ada tanah subur dan lembab, dia tumbuh subur deh… bahkan sampai dianggap “pengganggu”.
Semoga aja bisa bermanfaat bagi mereka yang butuh ya… gratis ini…
Wah postingan bagus ini….
Menggali hal yang nggak kita pedulikan selama ini
Makasih ya Don…
di Aussie nggak ada kali ya tanaman ini?
wahh,,baru tau itu tanaman ada gunanya,,hehe…
biasanya kalo udah tumbuh dipot2 bunganya mamah malah dicabutin,,hehe…
nice info mba nana…
gimana di sulawesia,,enakkah??
Hehe…ternyata yang tampilannya nggak meyakinkan khasiatnya ampuh ya…
Aku lumayan enjoy di Sulawesi nih, tapi tetep nggak bisa ngomong bahasa Bugis, susaaah…. huehehe…
tauna joka-joka doang…
lumayan mba kalo udah tau jokka-jokka,,haha..
iya,emang bahasa bugis rada susah..
aku yang asli sana ajah baru fasih pas sma,,gara2 lingkungan pergaulan yang sangat mendukung untuk harus bisa bahasa bugis,hehe..
enjoy buginesse mba..
n_n
ada satu lagi untuk asam urat; 3 lembar daun pandan wangi ditumbuk halus disaring diminum mudah-mudahan manfaat.
kalau hal-hal yang positif bagus ya mbak , kunjungan pertama salamkenal ya mbak
Wah… satu lagi nih komentar yang memperkaya isi posting… terima kasih banyak ya…
salam kenal juga ya…
Cinnong-cinnong? Walah … baru kali ini aku tahu namanya begitu. Kayaknya aku sering juga lihat tanaman itu di halaman, tapi gak terlalu memperhatikan. Karena kuanggap tanaman liar, sama seperti Kak Monda, biasanya kucabutin dan dibuang …
Iya Bu Tuti…tanaman ini memang lebih sering dianggap tanaman liar dan diabaikan begitu saja.
Saya masih penasaran nih, orang Jawa menyebutnya apa ya?
salam hangat selalu, Bu Tuti…
Mbak Nana, dari blog ni saya baru tahu kalo cinong cinong adalah obat asam urat.
Terima kasih atas pencerahannya.
Aku tahu juga setelah tinggal di Sulawesi, Mas Adelays…
jadi kutulis untuk berbagi deh… semoga saja bermanfaat bagi banyak orang…
Weeiiits baru tauuu!
Sebenernya ragam hayati Indonesia kalo tau manfaatnya bisa jd obat mujarab yg banyak ya mbak..
yup…. bangsa kita kan terkenal dari dulu dengan kekayaan ramuan herbal dan jamunya…
Ntar aku tanya lagi tetanggaku, tentang tanaman-tanaman yang biasa digunakan sebagai obat tradisional setempat, semoga bisa dijadikan bahan posting baru hehe…
Na, kalau ibuku bilang, ini namanya suruh2an… (suruh = sirih)
hehe… aku baru tau namanya “suruh-suruhan” kalau diprhatikan memang agak mirip daun sirih ya…
wah bagus banget ni artikel smga yg nulis tambah cantk and awet muda.di ndeso kami palaran ini rumput banyak banget lo kalo enggk baca artikel ini pasti aq enggak tau manfaatnya kl orang jawa rumpt ini punya nama suruh-suruhan karena aroma daunnya kl diremas dan dicium sama persis dgn daun sirih tapi nama latinnya saya belm pernah ketemu salam kenal buat penulis
kita buat sauna dari rebusan sirih dan jeruk nipis , karingat banyak keluar semutan dan asam uratku berkurang bahkan saraf kejepit juga amblas mbak (saraf kejapit ditambah minum jus kunyit dan daun sirih)- gara2 sakit itu kegemukan dan kurang olah raga.
habis sejak susah jln jarang olah raga ,diganti sauna tadi,wah keringatnya banyak banget, jadi segar. ya sehat .
Wah, keren nih tulisannya…dapat pengetahuan baru, thanks ya.. (hmm, jadi pengen nanam sendiri)
Kalau di Indonesia sih tanaman ini tumbuh sendiri, di sela-sela pot dan di dekat air… kadang malah dirasa mengganggu.. hehehe…
Naaaahhhhh ini sayur rumput yg saya cari-cari………..cari tahu manfaatnya…………emang ……..cunia rumput…hebat….
TANAMAN OBAT cinnong-cinnong/ SURUHAN (Peperomia pellucida (L) Kunth.))
Nama daerah : Katumpangan anyer (Melayu), saladaan (Sunda), rangu-rangu, sladanan (Jawa), Gofu Goroho (Ternate)