Gunung Merapi, antara fakta dan mitos

Gunung Merapi, yang meletus dahsyat mulai tanggal 26 Oktober 2010,

menjadi berita utama di berbagai stasiun televisi dalam negeri bahkan luar negeri karena erupsinya telah memakan korban jiwa.

Gunung ini memang menyimpan berpuluh misteri.  Banyak ahli vulkanologi sibuk mempelajari dan meneliti gunung berapi di Pulau Jawa ini. Semenjak ia meletus Oktober 2010 lalu, banyak orang memperbincangkan gunung ini, mulai dari fakta dan hal yang paling logis sampai pada bumbu-bumbu mistis lainnya. Seperti masakan, semakin banyak bumbu semakin sedap kan…

Merapi bergolak... menggetarkan...

Note: foto kupinjam dari sini.

Nah, coba kita intip apa yang sering dibicarakan orang.

FAKTA

Geografis.

Gunung Merapi terletak di tengah Pulau Jawa, tepatnya terletak di perbatasan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Sejak tahun 2006, tercatat berketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut, atau sekira 9.737 kaki.

Gunung ini tercatat sebagai gunung api termuda dalam rangkaian gunung berapi yang mengarah ke Selatan dari Gunung Ungaran. Gunung  ini terbentuk karena aktifitas pergerakan lempeng bumi di zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia.

Geologis

Terjadinya Merapi dibagi dalam empat  tahap menurut Berthomier, seorang sarjana Perancis.

1.            Tahap Pra-Merapi (sampai 400.000 tahun yang lalu), bukti: Gunung Bibi di sisi Timur puncak Merapi.

2.            Tahap Merapi Tua (60.000-8000 tahun yang lalu). Tahap ini diperkirakan saat Merapi mulai terbentuk namun belum berbentuk kerucut. Bukit Turgo dan Bukit Plawangan di bagian Selatan Merapi terbentuk dari lava basaltik. Kedua bukit ini adalah sisa-sisa dari tahap ini.

3.            Tahap Merapi Pertengahan (8000-2000 tahun yang lalu). Tahap ini ditandai dengan terbentuknya puncak-puncak tinggi, seperti Bukit Gajahmungkur dan Batulawang yang tersusun dari lava andesit. Masa pembentukan ini ditandai dengan aliran lava, breksiasi lava dan awan panas. Aktifitas vulkaniknya telah bersifat efusif (lelehan) dan eksplosif (letusan).

4.            Tahap Puncak Anyar, puncak Merapi sekarang. (terbentuk 2000 tahun yang lalu).

Menurut bentuknya Merapi termasuk dalam jenis stratovulcanic (kerucut) dan jenis letusannya termasuk dalam efusif-eksplosif.

Sejarah Letusan

Puncak Anyar inilah yang secara aktif terus menerus meletus dalam skala kecil tiap 2-3 tahun sekali, dan letusan besar tiap 10-15 tahun sekali.

Letusan-letusan Merapi yang  dampaknya besar tercatat di sekitar tahun 1006, membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Seorang  ahli Geologi Belanda, van Bemmelen, mempunyai teori bahwa letusan dahsyat tersebut menyebabkan pusat Kerajaan Medang (Mataram Kuno) harus pindah ke Jawa Timur.

Selanjutnya tercatat letusan besar di tahun 1786, 1822, 1872 dan 1930.

Letusan pada tahun 1872 dianggap sebagai letusan terkuat dalam catatan geologi modern dengan skala Volcanic Explosivity Index (VEI) mencapai angka 3 sampai 4.

Letusan 2010 diperkirakan memiliki kekuatan yang mendekati sama, bahkan lebih kuat dari tahun 1872 atau 140 tahun yang lalu.

Teks biru kusarikan dari wikipedia, untuk info lebih lengkap silakan klik di sini,


Vulkanologi

Merapi adalah gunung berapi teraktif di Indonesia, bahkan di dunia, sehingga dapur magmanya berproses terus menerus tanpa henti sepanjang masa, hanya saja, kadang erupsi, kadang tidak.

Erupsinya sendiri dipicu oleh proses dan akibat pergerakan/ pergeseran lempeng-lempeng tektonik di Indonesia yang selama ini menyebabkan astenosfer naik dan mengisi dapur magma, sehingga gunung menjadi aktif.

Dalam erupsinya gunung berapi mengeluarkan 3 macam material:

1.        benda padat: bom (batu-batu besar sebesar gajah), lapili atau kerikil, pasir dan debu.

2.        gas: sulfatar (gas belerang), fumarol (uap air) dan mofet (karbondioksida)

3.        cair : lava (magma yang mencapai permukaan bumi dengan suhu hingga 1200 derajat Celcius) dan lahar.

Lahar terbagi menjadi dua.

Lahar panas: terjadi jika lava yang keluar dari perut gunung langsung terguyur hujan lebat.

Lahar dingin: material vulkanik seperti pasir, dan debu jika terguyur air hujan akan berubah menjadi bubur lumpur dengan kepekatan berbeda-beda.

Saat erupsi yang bersifat eksplosif, kadang-kadang bagian puncak gunung ikut hancur dan terlempar (bom) sedangkan pasir, kerikil, abu dan gas berhamburan hingga berkilo-kilo meter.

Sedangkan erupsi yang bersifat efusif atau meleleh, lava yang keluar tertumpuk di mulut gunung dan membentuk kubah lava. Saat kubah lava ini luruh, disebut guguran lava, menyebabkan terjadinya awan panas atau wedhus gembel dengan kecepatan luncur yang sangat luar biasa. Wedhus gembel bersuhu sangat tinggi, sekitar 600 derajat Celcius, “sedikit” lebih dingin daripada suhu lava saat keluarnya dari perut gunung yang mencapai 900 derajat Celcius.

Saat keluar dari perut bumi, magma  masih berwujud bubur kental; setelah mencapai luar rekahan kulit bumi, (meskipun masih di dalam badan gunung) magma tersebut mengalami pendinginan dalam rentang waktu tertentu dan menjadi bebatuan padat, abu vulkanik, pasir dan kerikil.

Mbah Merapi di saat kalemnya itu ternyata terus sibuk membentuk pasir, abu, batu dan kerikil dari bubur magma di dalam perutnya. Jadi, daerah Magelang, Boyolali, Sleman dan Klaten yang terkena hujan abu, pasir dan kerikil, mereka ini mendapat “hadiah langsung” yang disemburkan dari perut Merapi, bahkan kadang masih bersuhu hangat.

Puncak Anyar Merapi. Kubah lavanya yang mana ya?

Note: Foto kupinjam dari sini.


Apa hubungan gunung meletus dengan hujan lebat?

Begini,  gunung meletus hampir selalu disertai hujan lebat karena keluarnya fumarol (uap air) dari dalam perut gunung itu sendiri dalam jumlah yang sangat besar. Uap air itu mengalami proses kondensasi di udara selayaknya proses terjadinya hujan pada umumnya.. Hayoo..ingat-ingat pelajaran IPA di SD ya…

Dalam kasus Merapi, bisa dimengerti ya, mengapa terdengar bunyi bergemuruh terus menerus? Gemuruh tersebut merupakan campuran suara dari dalam perut gunung yang bergolak dan petir atau halilintar yang terjadi karena banyaknya awan terbentuk di atas gunung.

Hujan lebat yang terjadi di atas puncak Merapi berpotensi menimbulkan banjir lahar panas dan lahar dingin yang berdaya kuat menerjang kuat apapun yang dilaluinya. Sekarang, hampir semua sungai yang berhulu di Merapi mendapat ancaman serius banjir lahar dingin.

Note: teks ungu kusarikan berdasarkan diskusi dengan seorang teman (guru Geografi).

Silakan tambahkan kalau ada info tambahan atau ralat ya…

banjir lahar dingin

Note: foto kupinjam dari sini.

banjir lahar dingin, hampir setinggi jembatan... kok masih pada berani lewat ya? hiiiy...

Note: foto kupinjam dari sini

lapili yang sampai ke Muntilan

Foto lapili: dokumen pribadi.

bom... ngglundhung terbawa lahar dingin dari daerah atas

Note: foto bom kupinjam dari sini.

bandingkan dengan orang yang berdiri di atas bom... dahsyat ya banjir lahar dingin itu...

Note: Foto kupinjam dari sini.

****

 

MITOS

Siapa yang tak kenal mitos? Banyak mitos tercipta atau sengaja diciptakan dan diceritakan secara turun temurun hingga tak jarang dipercaya sebagai kebenaran. Mitos ini diciptakan untuk menjawab rasa penasaran manusia akan fenomena alam, dan juga yang jamak terjadi, untuk ngayem-ayemi, untuk memberi rasa aman dan mengatasi kegentaran pada kekuatan yang “lebih” dari daya manusia.

Mbah Petruk

Banyak masyarakat di lereng Merapi percaya, bahwa di gunung Merapi, bersemayam sesosok tak kasat mata yang akrab disebut Mbah Petruk. Konon, saat Mbah Petruk ini muncul dari Gunung Merapi, berarti memang gunung Merapi itu dalam taraf membahayakan dan itulah saatnya masyarakat harus segera mengungsi menjauhi Merapi.

Seorang penduduk berhasil memotret awan dari Merapi yang berbentuk kepala Petruk dengan hidung panjangnya mengarah ke Selatan, yang dipercaya sebagai pertanda bahaya mengarah ke Selatan (Sleman dan Yogyakarta).

Mbah Petruk, dengan hidung mancungnya, hasil jepretan seorang warga

Note: gambar kupinjam dari sini

Aku sendiri berpendapat bahwa itu awan yang tertiup angin hingga berbentuk unik..


Pasar Bubar

Pasar Bubar adalah pasar yang konon tidak semua orang bisa melihatnya. Dalam sekejap mata pasar ini bisa hilang dari pandangan, makanya disebut bubar.

Ada juga yang menyebut  pasar Bubrah, karena wajah para penjual dan pembeli yang bertransaksi di dalamnya tidak jelas, -ada yang menyebut mengerikan-, tidak karuan, alias bubrah.

Sebuah cerita dari seorang kawanku, Dulu saat ia SMA, bersama 3 kawannya, mereka mendaki gunung Merapi. Saat mendaki, salah seorang merasa bahwa ketiga temannya berjalan terlalu lelet. Dia pun bergegas mendahului. Di suatu titik ia menjumpai pasar, dan dilihatnya  teman-temannya masih jauh tertinggal di belakang. Sambil menunggu teman-temannya, ia pun masuk ke pasar dan membeli sebungkus kacang rebus. Kacang yang dibungkus kantong plastik itupun dimasukkannya di ranselnya. Lalu ia duduk menunggu kawan-kawannya di pinggir jalan di depan pasar, karena rute itu satu-satunya jalan yang pasti akan dilalui kawan-kawannya. Berjam-jam ia menunggu. Tak kunjung datang kawan-kawannya. Ia terus menunggu.

Saat kawan-kawannya datang, ia mengomel, “Lelet banget sih kalian, lama kutunggu di sini,  baru muncul sekarang. Nih, aku sempet beliin kacang rebus di pasar situ untuk kalian…”.

Dia mencari-cari kantong kacang di dalam ranselnya. Nihil. Hilang. Bingunglah dia, sementara kawan-kawannya terbengong-bengong.

“Lho… tadi kumasukkan sini je…”. Dan entah sejak kapan pasar menghilang.

Seorang kawannya, merangkul bahunya.

“Wes, ra popo, rasah dipikir meneh, untung kowe durung sempat mangan kacang kuwi”.

(Sudah jangan dipikirkan lagi, untunglah kamu belum sempat makan kacang itu).

Saat tiba di basecamp, barulah kawan-kawannya bercerita, sedari tadi, mereka selalu berempat bersama-sama, tak ada yang terpisah. Dia memang berjalan di depan, kurang dari sepuluh meter di depan kawan-kawannya, dan mereka tidak pernah berhenti berjalan, tidak mungkin ia sempat berjalan-jalan dan bertransaksi di pasar membeli sebungkus kacang.

Konon, jika seseorang sempat makan makanan dari pasar bubar itu, maka ia akan ikut bubar, alias hilang..

Katanya, dia memang bercakap dengan si penjual kacang rebus, dan melihat keramaian orang berjual beli, tapi memang dia tak sempat melihat sebentukpun wajah dengan jelas. Bukannya orang-orang itu mengerikan, tapi semua orang memang tak terlihat jelas wajahnya, keslamur, Mereka terlihat sedang menunduk, menoleh ke arah lain atau tengah sangat sibuk dengan kegiatan masing-masing.

……

……

Mak Lampir.

Yang ini jelas isapan jempol ah! Tokoh ini ada gara-gara serial drama misteri di radio tahun 1990-an…

 

35 hari?

Lamanya Merapi menggelegak kali ini, memang berbeda dari tabiatnya di tahun-tahun yang lalu. Timbullah perbincangan di masyarakat bahwa Merapi akan terus bergolak hingga 35 hari terhitung sejak tanggal 26 Oktober 2010. Sampai tulisan ini kubuat, belum genap 35 hari ya?

Aku menghormati mereka yang berbeda pendapat, untukku sendiri, aku lebih meyakini ilmu vulkanologi yang tegas mengatakan, letusan Merapi ini tidak bisa diprediksikan kapan akan berhenti meletus.

Ahli vulkanologi sendiri, Pak Surono mengatakan, kita hanya bisa bersabar menunggu Merapi mereda kembali pada keadaan normalnya, dan lebih baik menghindar dari Merapi saat ia sedang mengamuk..

 

Somewhere in between….

Mbah Maridjan

Mbah Maridjan adalah seorang sesepuh yang dipercaya Keraton Yogyakarta sebagai juru kunci Merapi, yang bertanggung jawab penuh pada pelaksanaan ritual di gunung Merapi. Juru kunci bersahaja ini dikenal setia pada tugasnya. Mbah Maridjan ditemukan meninggal dalam posisi bersujud ke arah Selatan. Banyak yang percaya, Mbah Maridjan memberi isyarat, ke arah Selatan-lah Merapi lebih banyak memuntahkan bahayanya. Sedangkan ia ngeyel tak mau mengungsi dan memilih untuk mengutamakan sembahyangnya, konon dikarenakan ia rela “menawar” amukan Merapi, supaya tidak meletus dalam sekali letusan mahadahsyat, dan dengan demikian memberi kesempatan pada ratusan ribu penduduk lereng Merapi untuk mengungsi menjauhi Merapi.

Banyak orang berdebat tentang sikap Mbah Maridjan ini, tapi sudahlah, dia punya alasan sendiri karena keyakinannya. Aku sendiri meyakini, Mbah Maridjan memang punya kelebihan..

 

****

 

Bagian mana yang lebih anda percayai, Fakta atau Mitos? Hmmm?

 

warning!!

Terjemahan:

PESAN MERAPI: MENGALAH BUKAN SIFATKU,

TAPI AKU JUGA TAK INGIN MENGALAHKAN,

NAMUN HARUS SAMPAI JANJIKU,

AKU MINTA MAAF

JIKA ADA YANG TERTABRAK, TERSERET DAN TERBAWA ARUS,

KEBANJIRAN DAN TENGGELAM, SEBAB MENGHALANG-HALANGI JALAN

YANG AKAN KULEWATI”.

 

****

 

(Terima kasih untuk Saudara Aryo Wiboyono, yang telah memberikan ijin foto-fotonya kupasang di sini).

About these ads

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Dari Pelosok Negeri and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

37 Responses to Gunung Merapi, antara fakta dan mitos

  1. IndahJuli says:

    Setuju dengan Pak Surono.
    Seperti pepatah bilang, sedia payung sebelum hujan.
    Dari pada jadi korban, lebih baik menghindar.

  2. nh18 says:

    Wah …
    Tak terbayangkan sebelumnya
    Ternyata batu “bom” itu sebesar itu ya Na …

    Yang jelas …
    tak putus-putusnya saya berdoa dan berharap
    Semoga semua bisa kembali normal seperti sedia kala

    Salam saya Nana

    • nanaharmanto says:

      Iya Om.. Tadinya mau pasang foto batu-batu besar di depan rumahku “kiriman” Merapi beratus-ratus tahun yang lalu. Tapi setelah melihat foto bom yg nyangkut di penyangga jembatan itu kok ternyata lebih guede..masih terhitung fresh lagi hehehe..
      àmin.. Terima kasih doanya ya Om..

  3. Soeparno says:

    Teori Tektonik Lempeng memang salah satunya adalah menghasilkan Gunung api aktif. Setelah Merapi, nantinya juga akan ikutan gunung api lain yang aktivitasnya akan meningkat. Bromo, Anak krakatau, dan rangkaian gunung api di sepanjang indonesia timur sampai Philipina….

    Masalah mitos, setiap daerah punya mitosnya masing-masing. Dan kita perlu juga untuk mengetahuinya.

    Sehingga kita bisa cerita banyak versi ilmiah dan versi mitos….

    • nanaharmanto says:

      Terima kasih sudah membaca ya Pak.. Salam kenal ya..wah, Bapak ini ahli geologi ya.. Kapan-kapan saya mau nulis tentang lempeng bumi (kalau saya PD, hehehe).

      Semoga saja cerita mitos dibarengi dengan cerita ilmiahnya jadi banyak orang makin terbuka pikirannya..
      Terima kasih sekali lagi ya Pak..
      Salam hangat selalu..

  4. Pingback: Gunung Merapi, antara fakta dan mitos « sejutakatanana - Website Kumpulan Dongeng

  5. DV says:

    Aku terpana membaca janji merapi yang ada di foto di bawah itu.. mrinding disko! :)

    Ulasan yang menarik!

  6. edratna says:

    Nana, ceritamu menarik
    Merapi indah namun sangat membahayakan.
    Melihat batu sebesar bukit, yang meluncur turun bersama lahar dingin, menabrak apapun…
    Janji Merapi..yah seperti itulah janjinya…..

    Dan foto2nya indah Nana…semoga Merapi kembali tenang, agar masyarakat kembali meneruskan hidupnya.

    • nanaharmanto says:

      Iya Bu, Merapi ini indah.. Tapi membahayakan saat meletus. Supaya selamat satu-satunya jalan ya menghindarinya, juga menghindari jalannya supaya nggak ditabraknya.

      Di depan rumah saya di Muntilan juga ada batu-batu sebesar gajah. Konon, ratusan tahun lalu batu-batu itupun kiriman Merapi saat daerah saya belum ada banyak penghalang.

      Saya mengamini doa Ibu, supaya masyarakat bisa kembali meneruskan hidup mereka segera setelah Merapi mereda..

  7. edratna says:

    Nana…kok komentarku hilang???

  8. arman says:

    sekarang masih penuh abu dan pasir gitu na? gimana bersihinnya ya?

    btw yang foto asap kayak petruk itu sih kebetulan ya… tapi bagus juga tuh fotonya. hehehe.

    • nanaharmanto says:

      Sekarang masih banyak abu dan pasirnya. Pasir yg di sungai itu seringkali ditambang orang utk bahan bangunan. Sedangkan abu dan pasir di pemukiman penduduk, hmmmm… Inilah hebatnya Merapi. Dia ciptakan hujan (sumbangan dari perutnya sendiri), untuk membersihkan abu dan pasir itu. Abu vulkanik itu kan berat, kalau tertiup angin, dia akan pindah tempat paling setengah meter, tertiup angin lagi, balik lagi. Gitu aja loncat-loncat di tempat. Emang caranya Merapi gitu, dia yang menabur, dia yang “ngotorin”, dia pula yang bersihkan.. :)

  9. cahyo bagas says:

    Setuju dengan Bp Surono, dan selagi kita masih di berikan sedikit waktu oleh-Nya, sebenarnya kita di beri kesempatan untuk menyelamatkan diri kita, merapi memang indah tp kadang juga membahayakan, itulah alam, hanya yg menciptakannya yg bisa mengendalikan, yaitu Dia yg di atas.
    Untuk “mitos” , aku juga menghormati keberadaan-nya.
    Aku jg pernah ke sana, mendaki merapi-merbabu, bahkan dulu sangat sering.
    Meski itu foto2 bencana,tp sangat keren,makasih mbk nana atas semua infonya, salam kenal.

    • nanaharmanto says:

      Salam kenal juga Mas Cahyo..
      Aku anak lereng Merapi, tapi belum pernah sekali pun mendaki Merapi :)
      Setuju, manusia nggak bisa mengendalikan kekuatan alam, betapa kecil kita di hadapan semesta dan Tuhan…

      Aku suka mendengar cerita-cerita mitos, walau kadang tak masuk akal, seru juga mendengar berbagai mitos…

      terima kasih sudah membaca ya.. senang bisa berbagi.. :)

  10. septarius says:

    ..
    weleh infonya lengap-kap..
    rumahku juga deket gunung kelud Mbak, jadi udah biasa dengan mitos-mitos gitu..
    tapi saya netral aja sih.. :)
    ..

  11. Ceritaeka says:

    Lebih memilih percaya faktanya mbak!
    EH ma kasih ya mbak udh posting ini, jd nambah pengetahuan :)

    Gmn keadaan keluarga skr mbak?

  12. anna says:

    saya percaya fakta aja …
    percaya aja sama mbah surono :)

    artinya.. para ahli itu bisa menyampaikan suatu statement berdasar dari pengalaman dan pengetahuan yang telah dipelajari lama..

    sedangkan mitos.. bisa ditambah dan dikurang.

    • nanaharmanto says:

      Yup… Pak Surono itu menurutku hebat, beliau selalu menjelaskan proses yg terjadi pada Merapi, dengan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat awam.. aku salut sama beliau. Penjelasannya sangat ilmiah dan nggak pernah bikin masyarakat resah dan panik (seperti tayangan TV lebay itu)
      aku bahkan pernah mimpi ketemu Mbah Rono dan diskusi dgn beliau sampai 2x… hihihi… :)

  13. Clara Croft says:

    Saya merinding Mba.. soal Mbah Marijan, dan batu itu serem bener.. btw kalo gunung meletus diiringi hujan, waktu belajar IPA ga dapet Mba.. kayanya karena di Kalimantan ga ada gunung api, jadi pa guru juga ga kepikiran mau ngajarin, xixi..

    Saya selalu suka mitos-mitos yang ‘kadang-kadang’ ada penjelasan ilmiahnya, hehe.. :)

    • nanaharmanto says:

      Ya… aku msh inget Clara kan sempet sebel ya sama sikap Mbah Maridjan itu.. hehe… :)

      Sejujurnya, aku juga baru tau “sedikit” ttg teori gunung meletus dan hujan deras setelah liat tayangan Pak Surono yang menerangkan gemuruh yang terdengar itu campuran antara suara gunung Merapi yg bergolak dan petir yang menyambar-nyambar di atas gunung.

      Setelah diskusi dgn temenku itu, baru deh semua jelas gamblang segamblangnya, bahwa itulah penjelasan ilmiahnya antara gunung meletus dan hujan deras. Dan memang terbukti hujan deras terus menerus terjadi di Merapi sampai sekarang, bahkan hingga status Merapi telah diturunkan ke level SIAGA. Makanya aku tulis posting ini utk berbagi info, sayang kalau kusimpan sendiri :)

  14. monda says:

    Sekarang merapi mulai adem dikit, tp bencana mulai mengancam warga yg mendiami das yg berhulu di merapi

  15. must ananmoe says:

    makasih buat infonya mbak,,,,
    saya yang kebetulan di rantau (medan) selalu menanti cerita disana…
    karna terkenang masa kecil dulu… tentang merapi, muntilan… dst
    sekali lagi makasih… :-)

  16. thx tuk artikelnya
    menarik
    salam hangat dari blue

  17. chocoVanilla says:

    WAh, ulasan yang lengkap, Nana. Klo dah gini baru sadar betapa kuasa Tuhan sungguh luar biasa. Dan alam memang takkan pernah bisa dilawan.

    Ee, tapi kisah-kisah mistisnya meang seru lho, aku juga sering dengar soal paar itu. Malah yang aku dengar julukannya pasar setan hiiiiyyyy……

    • nanaharmanto says:

      Terima kasih ya Mbak…
      sebenarnya msh banyak kisah mistis lainnya, seperti kawasan lingkar obat nyamuk, konon orang yang “terjebak” di situ akan merasa berjalan berkilo-kilo jauhnya, tidak pernah sampai ke tujuan karena selalu kembali lagi ke rute yang sama hingga 3-4 kali, sementara orang lain hanya akan melihat bahwa orang tersebut hanya jalan muter-muter disitu saja.
      Untuk keluar dari lingkaran obat nyamuk itu, harus dipanggil orang pintar di sekitar situ.

      Memang sih cerita-cerita mistis selalu menarik…

      salam hangat selalu, mbak..

  18. hebatnya Mbak Nana sangat lengkap menuliskan ttg Merapi disini
    (two thumbs up) :)

    jadi, tau juga ttg berbagai macam mitos disana .

    namun begitu, seperti Pak Surono bilang, lebih baik menghindar dan mengungsi dr pada kena musibah .
    krn sebenarnya jumlah korban bisa dihindari, dgn peralatan yg makin canggih ya Mbak .

    Terimakasih utk tulisan yg bermanfaat dan lengkap ini :)
    salam

  19. saatnya bersemangat
    salam hangat dari blue

  20. info yang cukup lengkap nich….
    slam kenal yach,
    mohon kunjungan baliknya,
    terima kasih :-)

  21. Sugeng says:

    Semua gunung yang ada di Indonesia selalu dipenuhi oleh mitos-mitos yang menyelimuti. Kadang kalau di pikir secara logika serasa tidak masuk akal tapi mermang begitulah kenyataan nya. Wallahualam.
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  22. anz says:

    merapi adl simbol dri kekuasaan tuhan,,,,,
    dan entah apa yang di inginkan tuhan sperti apa kita hanya bisa menerima dan menjalani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s