SAWAH Pulang sekolah….berebutan kami berhamburan keluar kelas begitu sekolah usai. Hmmm… rasanya semua pasti pernah merasa ingin selalu menang balapan ya? Well, posting ini sebenarnya terinspirasi dari undangan Om NH di sini, tapi karena aku nggak yakin bisa menulis terbatas pada 600 karakter, yah, kutulis saja di rumah sendiri hehehe…. Saat aku masih SD dan [...]
Posts Tagged ‘lumpur’
Pulang Sekolah (part 1)
Posted in Golden Moments, tagged belalang, burung, cangkul, gendong, gudel, jebol, kerbau, lumpur, pak tani, pematang, pulang sekolah, sawah, tanggul, terperosok, ular on 3 March 2011 | 17 Comments »
Muntilan, Setelah Letusan Merapi
Posted in Dari Hati, Dari Pelosok Negeri, tagged abu vulkanik, Gunung Merapi, hijau, kota mati, lumpuh, lumpur, mengungsi, Muntilan on 18 November 2010 | 26 Comments »
Sudah agak lama aku ingin menulis tentang Muntilan, tapi selalu saja tertunda-tunda. Rasanya setiap kali mau upload tulisan tentang daerah kelahiranku ini, mood-ku sedang nggak pas… Sepertinya memang banyak orang yang belum mengenal Muntilan, terutama yang berada di luar Jawa Tengah, apalagi luar Jawa Muntilan ini adalah kota kecil yang menjadi poros utama arus lalu [...]
Sandal Jepit
Posted in Golden Moments, Intermezo, tagged cekeran, kali, lumpur, sandal jepit, sawah, semanggi, teman on 19 May 2010 | 30 Comments »
Sekali waktu, aku pernah punya sepasang sandal jepit berwarna hijau. Sandal itu masih baru, bahkan bau plastik dan karetnya pun masih tercium.. Aku suka sekali memakainya. Kupakai sandal itu ke manapun aku pergi. Kubawa bermain dengan teman-teman sekampungku. Sandal jepit adalah salah satu barang yang “wajib” kupakai saat berada di rumah menjelang sore maupun saat [...]
Penghuni Kolam Kenangan
Posted in Golden Moments, tagged capung, ikan, kolam, lele, lumpur, patil on 25 November 2009 | 30 Comments »
Banyak kenangan yang tersimpan bersama kolam ikan di belakang rumah kami itu. Yang menyenangkan seperti pernah kutulis di sini, maupun menyedihkan seperti di tulisanku ini.. Aku selalu mengenang saat-saat aku masih kecil, aku dan kakakku, setiap sore selalu berjongkok di tepi kolam, memberi makan ikan-ikan dengan dedak …Papa selalu menemani dan mengawasi kami dengan sabar. [...]
