Pak Birowo

Suamiku seorang pekerja keras. Workaholic. Orang yang gila kerja. Dia selalu total dalam setiap pekerjaannya. Sampai detil terkecil. Dia mau pekerjaannya sempurna. Hal ini tak terbantahkan. Hmmm…kantornya sungguh beruntung mempunyai aset SDM sehebat suamiku.  Boleh dong ngebanggain suami sendiri?😀

Jadwalnya, ampun deh, padat banget. Training anu di sono sekian hari, meeting inu di sini, briefing dengan para anu, nyiapin materi uni, mengolah data ano, mengoreksi pekerjaan si anu. Setelah itu, masih harus tanda tangan ini itu. Masih mending telat makan, kadang bahkan hingga lupa makan.

Berkali-kali aku mengingatkan bahwa dia kurang istirahat. Bayangkan saja, dia berjanji pulang jam 8. Nah, jam 8, artinya sampai rumah jam 11 atau mungkin lebih. Sebentar lagi pulang, begitu isi SMS-nya. Tunggu punya tunggu, “sebentar”-nya hampir dua jam.

Aku tak pernah ingin jadi istri yang bawel, atau terlalu cerewet mengatur suami. Tapi, kadang-kadang aku gemas sendiri kalau kulihat dia benar-benar kurang istirahat. Suami pulang jam 10 malam. Sampai dirumah dia masih sempat buka laptop. Lewat jam 12 baru pergi tidur. Pernah pula tidur jam 3 lewat.

Diantara segala kesibukannya itu, dia masih sempat membuat tulisan singkat untuk memperkaya rekan-rekan dan anak buahnya. Setiap hari, kecuali Minggu dan hari raya. (lho, kok seperti papan nama praktek dokter?)

Dia ingin agar para target dari tulisannya itu menjadi lebih kritis, mau belajar lebih, dan menjadi lebih kreatif. Untuk mempermudah menyampaikan isi tulisannya itu, suamiku sering membuat berbagai contoh kasus. Dari kehidupan sehari-hari, dari infotainment, dari berita, dari internet dan banyak lagi.

Aku sering trenyuh melihat keseriusan dan totalitas programnya ini. Sampai di rumah, dibukanya laptop-nya, lalu hilanglah dia dalam pendar monitor yang dipelototinya itu. Tapi……beberapa kali matanya terpejam, terkantuk-kantuk. Kasihan sekali.

Aku sering mengganggunya dengan pertanyaan-pertanyaan yang bahkan nggak nyambung dengan apa yang tengah dikerjakannya. Dia menjawab semua kecerewetanku, tapi sering matanya tak melihat padaku. Fokusnya tetap di monitor.

“Mas..”

“Hmm..”

“Istilah ini apa sih artinya?”

“Oh itu.., eeee….apa ya? Bentar, bentar…”.

Aku menunggu. Ya, menunggu kelanjutan jawaban itu.

Ups! dia lupa melanjutkan jawabannya.

Aku juga hobi sekali mengusiknya saat dia sibuk dengan laptopnya. Aku mendengus dan mengendus di pipinya, mencowelnya dengan genit, membuat suara-suara aneh, menubruknya, kalau perlu menyerangnya tiba-tiba dengan kecupan-kecupan lembut mesra, atau juga dengan kecupan super mengerikan. Aku tahu betul, dia jelas-jelas terganggu. Aku cuek. Lha wong dia nggak marah. Semua kulakukan hanya untuk menariknya keluar dari monitornya.

Aku pernah menyampaikan kekhawatiranku dengan berbagai cara. Dengan cara baik-baik, dengan cara nangis sampai ngambek. Meminta dan memohon supaya dia istirahat. Betapa aku mencemaskan kesehatannya. Betapa aku kasihan melihatnya begitu kecapekan.

Jawabannya selalu “OK, aku baik-baik saja”.

“Aku nggak ngantuk”.

“Aku nggak capek, kok, bener…, suer”.

Yah, itu yang dikatakannya padaku. Mungkin memang benar dia tidak merasa kecapekan. Tapi, saudara tentu sepaham denganku, orang menjadi sangat jujur, terjujur dan puualing jujur ketika dia tidur.

Setuju?

Tengok saja orang-orang yang tengah terlelap. Betapa jujurnya mereka. Tak ada pura-pura. Ada yang mlongo, atau maaf, ngiler, mendengkur, garuk-garuk, atau nglindur (mengigau). Alami. Sangat natural, betul?

Bandingkan dengan model iklan kasur pegas atau obat nyamuk, lha wong tidur kok kemayu, senyum-senyum sendiri. Malah terlihat dibuat-buat, kan?

Uufff….

Inilah kejujuran suamiku yang paling jujur. Dia mengigau dalam lelapnya. Sering dia mengerang-erang,

“ hhhhh…ghhrrrrmm…hhhss…hhhrrmm…”

Kadang dia mengerang seperti kesakitan, membuatku iba padanya. Biasanya, aku mengelus-elus keningnya. Lalu erangannya terhenti. Sewaktu aku berhenti mengelusnya, (ngantuk je..) sesaat kemudian, dia mengerang lagi, kadang lebih keras, atau malahan menggeram seperti kucing batal kawin.😀

Atau mengucapkan sesuatu.

“Begini aja….., grmblll, ehhm, frrrh, gdrrhh...” wah, bahasa Elf. Goblin. Ogre. Entah apa maknanya.

Mungkin, suamiku ketonto. Artinya kurang lebih terbawa atau terpengaruh sesuatu hal, dan alam bawah sadar-lah yang memunculkan efeknya.

Seperti suatu malam, dia mengigau lagi.

“Contoh kasus kedua, Pak Birowo…..”

Sepenggal kalimat menggantung itu saja. Tak ada kelanjutannya hingga aku tertidur lagi. Ketika kutanya pagi harinya, siapa Pak Birowo itu, dia terheran-heran. Nggak kenal. Nggak pernah dengar. Lalu tergelaklah dia menyadari bahwa nama itu muncul dalam igauannya. Dia heran kok bisa nama itu muncul? Piye juntrungane?

Pak Birowo, eh, maksudku suamiku, kini justru antusias setiap kali bangun pagi aku menanyakan sesuatu. Sebab, dia bisa menertawakan igauannya yang ngaco.

Aku terpaksa terkikik geli walau ngantuk, ketika suatu malam, tiba-tiba, tanpa mengerang atau ancang-ancang, dia nglindur lagi,

“hehehe…lucu iki

Hihihi..apa yang lucu ya? Kutanya mimpi apa semalam, katanya mimpi ketemu temennya. Ga nyambung.

Kusampaikan igauannya apa adanya, dia terbahak-bahak.

Andai aku bisa ketemu Pak Birowo dalam mimpiku, mungkin akan kuprovokasi dia supaya mau mengingatkan suamiku untuk istirahat cukup. Siapa tau, Pak Birowo menyelinap lagi dalam kepingan bunga tidurnya. Aku ingin menitipkan pesan untuk suamiku tercinta “take a little time to live”.

Diantara segala kesibukanmu, ambillah sedikit waktu untuk menikmati hidupmu. Please.

***

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Dari Hati and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Pak Birowo

  1. bro neo says:

    wah bu… suaminya kok lepas kontrol gitu kalo tidur.. untung nyebutnya pak birowo, bukan bu ira atau non ilona, or miss olive..

    kalo nyebut nama cewek gmana bu??

  2. AFDHAL says:

    huahahaha…..
    itu pasti gara2 3 Minutes Update
    pak birowo..pak birowo..kejamnya dikau🙂

  3. dariman says:

    Hmmmmmmmmmm………….
    Supermen…………….

    • nanaharmanto says:

      salam kenal,
      terima kasih ya, mengingatkan saya betapa saya memiliki anugrah yg luar biasa…

      salam,
      nana

  4. nh18 says:

    Hehehe …
    Saya tersenyum membaca postingan yang ini …

    Bilang sama suaminya Mbak …
    Kalo mau contoh “3 minutes …” itu …
    saya punya … (hehehe)(sumpah … ini bener …)

    Saya punya serial untuk periode 2 tahun …
    🙂

  5. raras saragih says:

    Mbak nana… Blognya bagus bgt…aku suka ngebacanya…
    Btw…salut euy buat suaminya mbak nana yg totalitas dalam kerjaan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s