Sun Gho Kong

Sewaktu aku masih pacaran, aku sering ke rumah pacarku sore-sore. Aku biasa “numpang” ngetik tugas kuliah dan skripsi di komputer pacarku. Ya itung-itung nyambi pacaran hehe…

Biasanya, kalau aku datang atau pamit, pasti ketemu bapak pacarku. Yah, untuk kulonuwun dan basa basi sedikit. Siapa tahu, sekalian bisa memikat hati calon bapak mertua supaya merestui kami. (haiyah..)

Kalau hari masih terang, dan tidak hujan tentu saja, bapak pasti duduk di kursi anyaman rotan di teras depan menikmati sore sambil baca koran Kompas dan Kedaulatan Rakyat.

“Kulonuwun…”, sapaku.

“Monggo…”, bapak menyahut sambil menurunkan korannya. Bapak pasti memberikan senyumnya yang segar. Bener lho, kalau bapak tersenyum, rasanya kita jadi ketularan tersenyum lebar.

Sepertinya bapak memang menikmati jagongan di beranda itu. Kadang-kadang, bapak sampai terkantuk-kantuk di kursi kesayangannya itu.

Dua atau tiga kali bapak meninggalkan korannya untuk mengecek dan mengurus cucian semua penghuni rumah dalam mesin cuci. Setelah itu, kembali asyik dengan korannya.

Begitu hari gelap, bapak masuk ke dalam rumah, lalu menonton acara TV. Acara kesayangan bapak adalah Asep Show, di salah satu stasiun TV swasta. Kadang-kadang bapak terbahak-bahak, kadang-kadang berkomentar jenaka. Nggak usah nonton lawak pun, celetukan bapak lucuu banget.

Suatu sore, aku duduk di ruang tamu di rumah pacarku setelah selesai mengetik, sekalian nunggu pacarku yang sedang mandi. Waktu itu, hampir semua stasiun TV menayangkan program kuis. Mulai dari yang pake mikir, sampai dengan kuis yang asal tebak saja.

Nah, bapak pun menonton salah satu kuis yang seru sekali saat itu. Salah satu pesertanya adalah pelawak perempuan dari Yogya. Konon, bapak mengenal dengan baik tokoh ini.

Si pelawak ini berdandan cukup berani dan cuek. (Kuduga sebagai bentuk hiburan juga). Dengan bentuk hidungnya yang tidak bisa dibilang mancung, si pelawak ini PD mengenakan busana merah meling-meling dan wig panjang berwarna pirang terang.

Tiba-tiba, bapak terbahak.

“Lho, iki lak si **** *****, to? Lha kok malah dadi koyo Sun Gho Kong?”

(Ini si anu itu, kan? Lha kok malah jadi kayak Sun Gho Kong?)

Aku pengen ngakak juga. (Sudah kubilang, senyum dan tawa bapak bisa nular). Tapi, sedapat mungkin kutahan ketawaku dengan (sok) sopan. Jaim dikit lah, sama calon mertua…

Mulas perutku menahan tawa. Aduh, bapak ini lho, spontan banget…

Aku sebenarnya bukan menertawakan si pelawak, aku sudah maklum, lha wong pelawak kan memang suka berdandan absurd untuk menghibur penonton? Tapi, celetukan bapak itu yang bikin aku susah payah menahan tawa.

Sayang, bapak sudah almarhum. Tapi, sampai sekarang, aku tidak pernah berkeinginan untuk mengecat rambut dengan warna pirang dan sejenisnya. Banyak perempuan yang latah ikut-ikutan trend dengan warna rambut pirang, nggak peduli (atau nggak sadar?) walau warnanya tidak sesuai dengan kulitnya, pokoknya biar kelihatan wah dan yahud. Aku tak ingin ikut-ikutan.

Menurutku sih, warna kulit Asia yang eksotis lebih indah berpadu dengan rambut hitam. Maaf ya bagi pelaku dan penikmat pewarnaan rambut, saya tetap menghargai pilihan Anda, kok.

Aku cukup sadar diri, dengan bentuk hidungku yang jauh dari mancung, nggak pantes lah kalau rambutku bule. Aku tetap pe-de dengan hitam rambutku. Mau dibilang ndeso, nggak modern, juga nggak apa-apa. Biar alami aja lah karunia Tuhan ini. Aku menyukai rambut dan hidungku apa adanya. Suer!

Lagipula, nggak kebayang deh kalau rambutku berwarna karatan begitu. Jangan-jangan bapak di surga ngetawain aku.

Walah, mantuku kok koyo Sun Gho Kong….”


***

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Intermezo. Bookmark the permalink.

17 Responses to Sun Gho Kong

  1. nh18 says:

    Datang ketempat saya tapi tak meninggalkan link …

    dan akhirnya ketemu juga nih …
    dan ternyata …
    ow-ow-ow … (hehehe)

    dan satu lagi
    Nama mbak mirip banget dengan nama asli saya

    hehehe

  2. krismariana says:

    nana, akhirnya ngeblog jg dirimu🙂

  3. AFDHAL says:

    bojomu wae mbak kon semir pirang..
    lha dadine
    “huaaaa, bojoku koyok sun gho kong”
    heheheh

  4. Bro Neo says:

    wah kalo gitu, dengan badan stambun ini, aku kayak pat kay dong???

  5. Ikkyu_san says:

    Hehehe memang warna pirang tidak cocok untuk orag Indonesia. Masih mending warna jagung, tapi kesannya seperti orang kurang gizi ya?
    Ya memang mewarnai rambut itu ada cocok-cocokan, dan sayangnya yang punya rambut kadang merasa cocok, tapi yang ngelihat bilang tidak bagus. Tapi ya, rambutnya snediri terserah kan?

    Saya sendiri sejak di Jepang suka mewarnai rambut dnegan warna merah auburn/coklat. Untung belum coba dengan warna ungu hehehe. Tapi di sini nenek-nenek yang sudha putih rambutnya suka mengecat dnegan ungu, dan keren loh. Ada lagi temanku namanya Midori (hijau), dia cat warna rambutnya jadi hijau hahahaa.

    Hmmm jadi ingat sudah wkatunya mewarnai rambut. terima kasih diingatkan hihihi. (Nanti kasih tahu ya cocok ngga aku diwarnai)

    EM

    • nanaharmanto says:

      memang bener mbak, ada orang yang cocok dgn warna rambut pirang, terutama yang kulitnya terang..
      dulu saya pernah liat, ada yang bener2 nggak cocok deh..tapi ya sudahlah..sekali lagi saya tetap menghargai pilihan bebas masing2..

      sampai sekarang saya masih belum tertarik utk mewarnai rambut..
      selamat ber-salon-ria ya mbak?

      nana

      • Ikkyu_san says:

        Ngga pernah ke salon aku untuk mewarnai rambut. mahal.
        Kalaupun ke salon cuma gunting dan itu hanya salon di Indonesia.
        Di sini aku potong dan warnai sendiri hihihi

        EM

  6. nanaharmanto says:

    wuihhh….hebat tenan…
    jadi kalau pulang ke Indonesia baru ke salon? emang mbak Imel sering pulang ke Indonesia?

    nana

  7. Bro Neo says:

    mbak EM mo k Jkt yach? tgl brp mbak? Minggu ke-2 Aug aku ke Jkt neh… brkl bisa kopdar..

  8. nanaharmanto says:

    wah, malah seneng kalo “rumahku” bisa jadi tempat kumpul temen2…asyik…banyak temens dan kawans…. hihihi..

  9. Pingback: Rambut Virgin « sejutakatanana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s