Jagat Tul Menul

Akhirnya sodara-sodara….

Aku memberanikan diri, untuk muncul di dunia blog.  Jujur, berhari-hari, berminggu-minggu, aku harus berkutat dengan keragu-raguan dan ketakutanku sendiri.

Sebetulnya, jauh-jauh hari sebelumnya, aku sudah punya beberapa tulisan dalam file atau pun coretan draft di kertas. Aku tak bisa melihat kertas nganggur, biasanya kulipat-lipat menjadi origami atau kucoret coret. Tapi aku tak cukup percaya diri untuk memamerkannya pada dunia luar.

Aku seorang “penakut”.

Aku memang termasuk jenis orang yang selalu punya ketakutan ditolak. Ditolak teman, sahabat, pacar, rekan kerja, dan sekarang…calon teman-temanku di dunia maya yang entah bagaimana wujud asli mereka.

Kawan, aku terlahir hanya 13 bulan setelah kakakku lahir. Bisa kubayangkan, suatu waktu dulu, mamaku pernah mengandung 2 kehamilan berbeda dalam tahun yang sama. Berat sungguh, aku bisa mengerti. Mungkin, aku pernah “ditolak” dalam kandungan ibuku sendiri.

Well, tak bisa kusalahkan siapapun dalam hal ini.

Bisa kupahami, kehadiran kakakku dalam perkawinan orangtuaku memang sudah dinantikan. Ketika bayi yang lucu sehat menggemaskan itu lahir, pastilah mereka sangat bersuka cita dan berbahagia.

Sayang, saat si sulung itu masih sangat memerlukan ASI dan perhatian penuh dari mama, tiba-tiba, tanpa diundang atau direncanakan, aku hadir di rahim mamaku.

Aku mengerti sungguh, pasti mamaku bingung saat itu. Aku diam-diam bersemayam di dalam tubuh mamaku, tak berdaya, tapi sudah sanggup “memporak-porandakan” semua kebahagiaan di dunia luar itu.

Alam bawah sadarku sempat merekam “penolakan” itu bahkan sejak pertama kali jantungku berdenyut. Kubawa luka batin itu hingga aku dewasa.

Sungguh, aku takut…

Setiap kali aku memasuki lingkungan baru, aku takut ditolak penghuni di situ. Setiap kali masuk sekolah baru, atau lingkungan kerja baru, perasaaan takut tak diterima itu mendominasi melebihi akal sehatku. Aku selalu tegang, selalu ragu-ragu memulai perkenalan. Jangan-jangan mereka menolak berteman denganku….

 

Suatu kali memang aku mengikuti terapi mengenal dan mengolah ketakutanku itu. Sakit luar biasa menyelami dan mengetahui sumber segala sumber ketakutanku itu. Awalnya, aku menolak menangis. Dan itu fatal. Tapi akhirnya, jebol juga dinding itu.  Aku membiarkan diriku menangis, meruntuhkan semua emosi yang terluka di masa lampau. Mungkin memang benar, airmata membasuh segala luka.

Pikiran warasku mengatakan bahwa mama tak bersalah sedikitpun. Aku berterima kasih pada mama bahwa aku diberinya kesempatan lahir dari rahimnya, dibesarkan dan disayanginya.

Tapi, rahasia alam bawah sadar telah merekam semua kenangan sedari dalam kandungan dan masa kanak-kanak seseorang, mencetak pribadinya yang akhirnya akan muncul puluhan tahun kemudian.

Aku telah memaafkan, aku telah mengampuni semua luka purba itu…. Dan terlebih, aku lega, aku belajar mengampuni diri sendiri. Aku belajar berdamai dengan ketakutan ditolak.

Jujur kukatakan, tak mudah menghilangkan ketakutanku itu. Sampai kini, aku masih sering ragu-ragu muncul memperkenalkan diri di tempat baru.

***

Aku berkelana dari blog ke blog, membaca puluhan artikel seirus, berbagai kisah lucu unik atau pun mengharukan, namun tanpa meninggalkan jejak yang jelas.

Akhirnya, aku ingin membuat blog pribadi. Singkatnya, blog-ku pun aktif sejak beberapa saat yang lalu. Tapi, aku masih ngumpet, tak berani muncul, aku takut tak ada yang sudi membaca tulisanku.

Sebagai pemula, kurasa tulisanku tak ada yang terlalu istimewa, deh.

Blog-blog yang kukunjungi bagus-bagus semua, ada tampilan foto pula. Aku tak percaya diri,  minder, sebab tulisan para bloggers itu begitu tuntas mengupas, cerdas membahas….

Aku berdebar setiap membuka blog-ku….. Ada yang meninggalkan comment nggak ya, hari ini?

Waahh…aku kecewa. Tak ada yang mengunjungiku.

Tapi… tanpa kuduga, satu komentar muncul di tulisan pertamaku. Tiba-tiba aku bersemangat. Ku- post-kan tulisan-tulisanku berikutnya. Tapi tetap aku berdiam diri, aku masih mengembara tanpa meninggalkan jejak.

Hingga suatu saat, beberapa kawan muncul di blog-ku.

1. Broneo

Dia memang baru “pindah rumah” dari kompleksnya yang lama. Diboyongnya seisi rumahnya ke tempat barunya. Jadilah dia tetangga baruku. Alamatnya pun tak jauh dari rumahku. Dia-lah yang ngajarin aku nge-blog, plus menjawab segala kecerewetanku soal blog ini. Dia pernah minta ijin dan berjanji untuk mengenalkanku pada kawan-kawan bloggers-nya yang lain. Big thanks, bro..

2. Afdhal

Tiba-tiba dia muncul dengan tawanya yang kuduga mungkin ngakak itu..plus dengan fotonya yang full senyum. Dia bilang juga, dia merinding membaca postingan tentang parents. Aku pun bermain ke rumahnya. Aku ingin memberinya gelar Afdhal Doekoen atauTukang Ronda, hehehe.. tapi akhirnya kuputuskan memberinya kehormatan dengan namanya saja, soalnya, dia kawan baruku yang pertama dari luar “komplek”.  Thanks ya, Afdhal…..

3. NH18

Aku ragu-ragu masuk rumah beliau. Lha wong blogger senior (sangat) je..Tapi akhirnya aku nekat juga masuk, jelalatan melihat isi rumah beliau. Eeh, kebiasaan buruk. Aku lupa meninggalkan jejakku.

Akhirnya beliau mendatangiku. “Ditegurnya” aku yang tak sopan datang tanpa meninggalkan link.

Mungkin suatu saat, Bapak Trainer handal ini berkenan memberikan 3 minutes up date tentang kiat-kiat (Dos dan Don’ts) mengunjungi blog lain, atau bagaimana menulis yang baik, supaya tulisanku menjadi lebih enak nikmat (sangat) dibaca.

Ternyata, beliau sempat tersenyum membaca tulisanku. Hatur nuhun, pak NH…

 

4. Krismariana

Nah, ini dia! Kawan lama seasrama dulu, kawan curhat dan cerita saru…hihihi…

Dengan naluri detektifnya, dia berhasil melacak keberadaan blog-ku dimulai dari Facebook-ku. Diberinya aku ucapan selamat datang di dunia blog..dia menyemangatiku, memujiku, katanya tulisanku apik, sampai dia terpana membacanya. Matur nuwun ya Nik?

Nah, kawan, kau ingin belajar mengendus keberadaan kawanmu? Tanya dia deh, nih, disini nih

5. Imelda Coutier

Aih…siapa sih yang nggak kenal? Para bloggers pasti tahu betul ibu hebat yang tinggal di Jepang ini. Tulisannya, baguus…banget. Inspiring. Selalu panen komentar..

Komentarnya pada tulisanku membuatku tersanjung..terimakasih, mbak Imelda…

Arigato gozaimasu….

Ah, ternyata tak terlalu buruk ya…

Aku masih menunggu kunjungan dari beberapa teman yang penah kutinggalin link-ku. Jadi, aku masih deg-degan…apakah uluran tanganku, eh, link-ku mereka terima ya?

Aku semakin sadar, supaya banyak kawan, aku harus banyak-banyak memperkenalkan diri, tebar senyum dan sapa.

Aku terharu…..

Ternyata,

Janji Broneo

Tawa Afdhal

Senyum pak NH18

Pujian Krismariana yang tulus

Sanjungan mbak Imelda

dan komentar kawan-kawan yang lain

menjadi semangatku untuk terus percaya diri dan tetap eksis di dunia blog..

Horreeee….mereka menyambutku!!

Nah, saudara-saudara,

Maukah kalian menjadi temanku? Datanglah, enduslah dan lihatlah blogku. Tinggalkan alamat kalian supaya kita bisa saling mengunjungi. Berilah komentar, saran atau kritikan, supaya aku bisa terus memperkaya diri di jagat tulis menulis ini….

Matur nuwun…..

Salam,

Nana

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Dari Hati, Uncategorized. Bookmark the permalink.

18 Responses to Jagat Tul Menul

  1. Ikkyu_san says:

    wah wah wah kok malah aku dipuji di sini? heheheh… (eh Na yang panen komentar tuh Mas NH18 bukan aku😉 )

    Tahu ngga Na,
    aku punya blog sejak 2005 loh,
    tapi baru BUKA DIRI tahun 2008 Maret, di domain yang sekarang Twilight Express. (Thanks to mas NH18)

    3 tahun ngeblog, aku menutup fungsi komentar di blogspot (13tahun.blogspot.com). Karena? aku tidak mau dikomentari macam-macam atas kegiatan harianku. Blog itu aku anggap catatan harian yang tidak perlu dikunjungi/dikomentari orang lain.

    Dan tujuan pertama aku ngeblog adalah untuk belajar menulis! Karena aku pernah disuruh menulis buku “reading” untuk pelajaran, dan…. susyahhhhh (meskipun jadi sih). Aku sadar itu karena aku tidak biasa menulis. Aku hanya terbiasa berbicara… dan itu lain loh cara penyampaiannya.

    So, welcome to blogsphere. Nanti akan terasa, bahwa dengan blog, ternyata kita bisa menemukan juga teman, sahabat atau bahkan kekasih, sahabat jiwa (dan “selingkuhan” maybe)…

    Dan kamu juga mungkin akan addicted, ingin menulis semua dalam sehari bisa 2-3 posting. Atau juga merasa jenuh, sehingga rasanya mau hiatus saja. Untuk orang semacam kamu (dan aku) blog bisa menjadi sarana curhat yang jitu. Believe me…. Daripada tidak tersalurkan, kan mendingan blogging😉

    So, next question… apa sudah siap untuk kopdar? hehehe

    EM

    (sorry ya aku komentar selalu panjang ya hihihi)

    • nanaharmanto says:

      halo mbak,
      kalo jadwal cucok yuks kopdar…siapa takuut? hehehe
      aku dari dulu emg biasa tul menul di buku harian. kadang kalau aku baca buku harian waktu masih SD dan SMP bisa cekikikan sendiri. aneh, bingung juga, hayah…kok umur segitu aku udah bisa nulis kayak gitu?
      bahasanya? alamak….aku suka geleng-geleng kepala dan kadang malu juga hihihi…msh bau kencur gitu nulisnya udah horor gitu..
      skrg aku udah punya beberapa tulisan, ntar tinggal pilih mana yg mau di post duluan.
      ternyate, lebih sering justru tulisan plg baru yg cepet ku-post.

      bener deh mbak, seneng bgt dapat temen baru, apalagi yg nyambung.
      selingkuhan?! hmmmm…bukan pengalaman pribadi kan? hehehe…

      • Ikkyu_san says:

        wahhh kalo aku ngga pernah punya buku harian yang isinya lebih dari 2 minggu hhihihi. Karena aku berpikir apa yang sudah lewat adalah sejarah, dan tidak perlu ditinjau lagi. Padahal sejarah bisa dipelajari kalau ada dokumennya kan? (Saya spesialisasinya sejarah hihihi)

        asyik bisa kopdar \:d/

        EM

  2. krismariana says:

    benernya aku nggak punya naluri detektif, tp kebiasaan blogwalking hehehe.

    dulu aku ngeblog tujuannya nggak jelas. iseng aja jadi nggak pernah menyangka tulisan di blog akan ada yg membaca. sampai sekarang pun aku masih terheran2 kalau ada orang yg mau membaca tulisanku. wong tulisan nggak jelas juntrungannya kok hehehe.

    btw, aku baru nyadar kalo jarak umurmu dengan mbak siska cukup dekat. hebat yah mama papamu, tetap menghadirkan kamu di dunia ini. trus ndilalah ketemu aku … seasrama, seunit meneh! ealah, ngimpi opo kowe na? hahaha. kalo kita ketemu istilahnya bukan kopdar lagi ya? teng-teng-crit ae alias tenguk-tenguk crito.

    • nanaharmanto says:

      ternyata tujuan orang ngeblog beda2 ya?
      aku punya beberapa ide cuma di kepala aja, sayang kalo mubazir. paling aku tulis di kertas/agenda. bar kuwi yo wis, jadi sekedar coretan, cuma aku yang bisa menikmati.
      aku pernah nulis cerpen di majalah remaja jaman jadul. tapi nunggu naiknya lama, udah gitu lebih sering ga jelas nasibnya. naik enggak, dikembalikan enggak. untung bgt skrg ada blog, jadi aku bebas nulis apa aja.
      dibaca atau nggak-nya sama org lain kyknya ga terlalu penting ya?

      yuk…ketemuaaan….

  3. Halo mbak Nana, saya mampir🙂

    maaf baru skr. habis cuti soalnya.

    Keep blogging ya mbak.
    Soal penolakan?
    Heeemmm mbak nana tidak ditolak Tuhan
    buktinya mbak ada di dunia selamat
    sehat tak kurang suatu apa🙂

    salam, EKA

    • nanaharmanto says:

      halo, mbak Eka, makasih ya udah mau mampir…
      asyikkk senengnya dapat temen baru..
      btw, boleh saya pasang link mbak di blog saya?

      trima kasih ya….

      nana

  4. nh18 says:

    Mbak Nana …
    Saya baca beberapa komentar …
    Juga reply komen dari mbak nana …

    FYI …
    Saya juga punya buku diary … sejak saya SMP masih tersimpan rapi sampai sekarang …

    Dan asal tau saja … beberapa cerita di Blog saya bersumber dari buku diaryku tersebut …
    Cerita masa lalu … yang sayang untuk dibuang ..

    Dan anda tidak akan pernah tau … bahwa impact dari tulisan anda itu bisa jadi besar bagi orang lain …

    So … jangan pernah takut “ditolak” …
    belum di coba kok sudah takut sih …

    Hajar Na … !!! OK ???

    Salam saya

    • nanaharmanto says:

      wah, pak NH, hebat betul masih nyimpen diary dari masa jadul..
      kalo diary saya udah saya hanguskan supaya ga terbaca org lain. lha wong saya sendiri kadang malu dan ketawa sendiri kalau baca diary itu. seumur gitu nulisnya udah “ampyun” deh…

      untung sekarang ada blog, salah satu sarana pengganti diary. bisa diapus, diedit atau ditambahin lagi.
      jadi mari kita hajarr…

  5. nh18 says:

    Mengenai kiat memperluas jaringan …
    ini aku tulis disini …

    http://theordinarytrainer.wordpress.com/2008/05/23/272/

  6. AFDHAL says:

    sampe sekarang aku gak tau, tujuanku nge’blog apa sih??
    (sambil ngakak sendirian hihihihi)
    sesuai tema = “Tawa Afdhal”
    tapi yo masih mikir, tujuan ngeblog apa sih??
    hihihi tetep sambil ngakak…..

    awal ngenal blog tuh dari FS, liat di FS ada fasilitas blog, dan ngeliat tulisan berupa puisi di Blog FS’nya Broneo (bojone sopo to kuwi?? lemu tenan!! hihihi piss)
    asline aku gaptek tenan dan seperti dirimu mbak..takutttt…tapi sejak dikenalkan ama teman via blogspot dan di umumkan ama Om NH jadi deh tambah nafsu deh buat nge’blog…

    so mari kita nge’blog dan jalin tali silaturahmi demi persatuan bangsa dan negara…
    (ngekek meneh)

    walopun jauh dimata, tapi dekat di blog kan mbakyu

    *kok tumben aku comment panjang banget, gak mo kalah ama mbak EM*

    • nanaharmanto says:

      heeee…….tumben komenmu uakih tenan…
      salah satu alasan ngeblog, ben gak kesepian..
      eh, hoo yo, lemu tenan..bojone sopo kuwi hihihi…

      tapi bener jg, ketoke tujuan ngeblog ga usah terlalu dipikirin, sing penting ttp kreatif tul menul..(eh, blogger di jagat ini disebut penul dong?)
      keep blogging deh…bisa gosipin negara ini…

      hidup penul!!

  7. tutinonka says:

    Walaah … ‘tul-menul’ itu dari ‘tulis-menulis’ to? Kesanku pertama sesuatu yang empuk je … yang ‘mentul-mentul’ gitu … wakaka!

    Tentang ‘merasa ditolak’ mama sejak dalam kandungan, aku kok nggak percaya sih. Memangnya Nana pernah mendengar mama bilang begitu? Jangan-jangan itu hanya perasaan Nana sendiri. Mengapa berpikir negatif begitu? Hayo, ubah jadi positif dong : seneng sekali punya kakak yang umurnya cuma selisih sedikit, jadi bisa seperti teman sebaya.

    Tujuan ngeblog? Memang tergantung masing-masing orang, dan semua syah-syah saja. Aku sendiri menulis di blog karena ingin sharing, berbagi pengalaman, pemikiran, dan perasaan dengan orang lain. Oleh sebab itu, komentar dari teman-teman sangat berarti bagiku, dan aku selalu berusaha menjawab dengan sebaik-baiknya.

    Oke, ‘nul’ terus ya Na … jangan takut, jangan capek, dan jangan bosan.

  8. nanaharmanto says:

    wah, sugeng rawuh, bu Tuti…

    ternyata blogging itu asyik, bisa mentul-mentul..(halah!)

    ttg “penolakan” itu mmg tidak pernah diungkapkan. tapi ada “teori”-nya. saya pernah ikut terapinya, dgn kuesioner yg panjang bgt..dari situ, ada tanya jawab, ada tugas nulis yg kemudian dianalisis psikolognya. ketauan deh, sifat asli saya.

    tapi saya bersyukur dpt kesempatan lebih mengenal sisi terdalam saya.

    terima kasih ya Bu, sdh mengunjungi saya.

    mari menul terus…
    nana

  9. yessymuchtar says:

    Mbak Nana..:)

    Ini kali pertama aku mengunjungi rumahmu ini. Selamat datang di dunia blog🙂

    Aku banyak mengenal teman baru di sini, bahkan beberapa ada yang sudah menjadi sahabatku. Setiap hari pasti bertukar kabar, entah itu ym atau hanya telpon saja.

    Blog buat ku adalah sarana waras. Saat suntuk di rumah, capek di kantor dan letih menjadi ibu rumah tangga🙂

    Ada masanya aku perlu menjadi diriku sendiri. My Me Time…begitulah aku sering menyebutnya…tidak perlu jauh-jauh kan mbak?🙂

    Banyak hal yang aku dapatkan dan aku nikmati di sini…

    BTW, mbak.. Aku sudah melalui euphoria ngeblog..hehe….dan sekarang ada di masa..Chill! hihihi

    heve fun ya mbak😉

    • nanaharmanto says:

      makasih ya mbak Yessy udah mau berkunjung ke blog-ku..
      aku seneng dpt kawan2 baru….dpt cerita2 baru tiap blogwalking….
      keep contact ya?

      nana

  10. gabb says:

    nana sayang, cerita ‘dari hati’ adalah favorite-ku.. ada bbrp bagian dr cerita itu yg mirip dgn-ku, tp di posisi yg berbeda. aku yg di posisi sebagai kakak. krn tulisanmu, aku jd lebih ngerti posisi adikku waktu kami sedang tumbuh dulu..
    dulu, aku sering kesal karena dia ga pede bgt, dia selalu mengekor aku.. kini agak terang bagiku ttg kondisi dia waktu itu,dia jd ga pede karena orang2 disekitar kami selalu membanding2kan kami berdua (aku dan adikku selisih 17bln), dan itu (ternyata) membuat dia tidak nyaman (padahal aku menikmati bgt coz aku selalu menang). sekarang aku jd memahami bhwa hal itu jg yg (mungkin) membuatnya susah menyesuaikan diri dgn hal ya baru bhkan sampe skrg..
    ga bs cerita terlalu byk Na, intinya setelah baca tulisanmu, l janji pada dirilu sendiri untuk tidak melakukannya pada anak2ku nanti. mksh Na..
    Love u!

  11. Emak Bawel says:

    Banyak untungnya juga ya..nge-blog. Masalahe, aku ki merasa goblog, jeee… Jadi, menikmati saja dunia ini (tipikal wong goblok, hehehehe…). Sometimes I just wanna protect something, and it has its best place, just inside my heart. (Dan disimpanNya semua itu di dalam hatiNya-wanna be like her-I’m just…terlalu BAWEL, hehehhehe).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s