Koran itu Basah, Bu….

Sudah hampir seminggu ini aku nginep di salah satu hotel di Jakarta. Salah satu layanan gratis di kamar setiap pagi adalah harian nasional paling terkemuka di republik ini.

Dan, biasanya, aku membacanya di toilet. *telah disensor*

Hihi…jangan bayangin yang bukan-bukan, ah!

Karena keteledoranku, saat cuci tangan, koran itu pun basah di ujung bagian bawah pada halaman headline. Noda air yang membuat kertasnya keriting itu cukup besar, seukuran telapak tanganku kala diregangkan. Men-co-lok.

Aku berniat sarapan sambil melanjutkan baca koran. Kebetulan, topik bagian sport hari ini adalah renang. Judulnya cukup bikin penasaran. Apa karena aku pandai berenang? Suka renang, gitu? Atau…atlet renang kelas kampung? Hehehe…bahkan aku sama sekali nggak bisa renang!

Ok, turunlah aku ke lobby untuk sarapan membawa koranku. Cukup banyak orang pagi ini. Tempat duduk favoritku sudah diduduki orang. Weew...

Kupilih sebuah meja yang berdempetan dengan meja-meja yang lain.

Ada Mister bule di sebelah kiriku dengan koran asing. Sebelah kananku, perempuan sedikit lebih tua dariku, asyik betul dengan HP-nya. Kuletakkan koranku di meja, berikut segelas jus buah, tanda tempat itu sudah di”booking”. Berkeliaran lah aku mencari sarapan yang kira-kira bisa memanjakan lidah.

Dengan satu mangkok kayu berisi sup tofu dan rumput laut ala Jepang aku kembali ke kursiku..

Weeeh……..

Koranku lenyap. Siapa yang ambil koranku???

Curiga, aku melirik si bule. Dia asyik membaca koran asingnya. Gak mungkin dia lahh...Melirik ke kanan, satu bendel koran terlipat di mejanya. Koran itu terbalik. Jadi nggak mungkin tengah dibaca…

Dengan sopan, kutanya seorang waiter, ”Maaf, Mas, liat koran saya nggak?”

”Koran apa, Bu?” balasnya tak kalah sopan.

”K*mp*s”

”Ehmm…(sedetik dia sempat melirik koran di meja sebelah kananku) saya tadi memang liat koran disini waktu saya tuang teh untuk Ibu. Tapi abis itu saya nggak perhatikan lagi, Bu, maaf ya?”

”Oh, OK, nggak masalah kok..” padahal dalam hati, aku jengkel pada si maling koran itu.

”Coba saya carikan yang lain, Bu…”.

Sesaat kemudian, si mas itu kembali.

”Maaf, Bu, koran yang Ibu mau nggak ada…., atau mungkin Ibu mau koran yang lain?”.

Nggak usah deh Mas, nanti saya cari sendiri saja, terima kasih ya, Mas”.  Mas itu tersenyum. Aku kasihan pada si mas itu yang sepenuh hati ingin membantu perempuan bawel ini.

Kembali melirik ke kanan. Koran itu tak tersentuh. Aku bertanya padanya dengan sopan.

”Maaf, apakah Ibu melihat koran saya disini tadi?”

Ibu cantik itu menjawab, ”Koran apa ya? Saya nggak perhatikan tuh…”.

“Koran K*mp*s. Tadi saya tinggalkan disini”.

Masak diambil orang? Kan ada minumnya, kan? Saya sih bawa koran dari kamar saya,” katanya.

”Oh, ya, saya juga bawa dari kamar. Ya sudah, terima kasih…”

Aku melanjutkan sarapan, masih dongkol. Dan masih penasaran tentang artikel renang itu.

Tak masalah bagiku berbagi koran, kalau orang itu mau pinjam baik-baik.

Lalu Ibu cantik modis harum itu berlalu membawa koran itu.

Sedari tadi aku perhatikan, koran itu basah. Kertasnya keriting seukuran telapak tanganku.

Dooohh….ayu-ayu kok…begituu??!

Andai dia tau, keberadaan koran itu beberapa menit sebelumnya ada ”di mana”, masih mau nggak ya?

Heheh…puas??

Ambiiiiillll……………..!!!!

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Intermezo and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

15 Responses to Koran itu Basah, Bu….

  1. p u a k™ says:

    Hahaha… kok masih bisa2nya bo’ong ya, tu orang.. kalau cuma koran doang..
    Sip mbak.. ambilll!!

    • nanaharmanto says:

      yup…ambilll…………
      timbang koran ini….tapi caranya nggak banget deh..
      halah kok yo isih dieling-eling..hihi

  2. AFDHAL says:

    woalah…iki to yang berhubungan dengan status FB tadi pagi…baeklahhh…

    mudah2an kejadian ini menjadi amal ibadahmu ya mbak…
    *sambil ngerapihin kopiah n sarung*

  3. direlain aja, na..Tuhan mengajarkan kita agar mengampuni 7×70 kali..

    Hanny
    http://reflection-of-faith.blogspot.com/

  4. albertobroneo says:

    hemmm ke belakang sambil baca koran emang aseeek he..he..he…

  5. Ikkyu_san says:

    mustinya korannya dikasih nama dong Na….hihihihi

    EM

    • nanaharmanto says:

      hihihi…kok ga kepikiran ya….kupikir ya nggak bakal ada yang segitu desperate-nya sama koran basah hihihi…

  6. kikis says:

    ya, diambil saja, toh sudah ada tanda2nya …to.bener kata afdhal, berkorban dpt pahala.

  7. huahhahahaha
    mbak Nana…. jadi ketawa ketiwi sendiri dunk😉

    hihihi
    sebelumnya sudah menemani mbak di…..
    xixixixi

    eeeh dia mencium baunya gak yah :p

  8. selain kasih nama, sekalian dikasih tandatangan…biar puaas tuh yang ambil😀

  9. Ade says:

    hehehe.. ngakak.. coba si mbak baca blognya mba Nana yaa😆

  10. nh18 says:

    Hah …
    Koran pun disikat …

    Alamaaaaakkk …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s