Perawat Terhebat di Dunia

Aku yakin, semua orang (waras) pasti tak ingin sakit. Tapi, tak mungkin juga kita bisa selalu sehat tanpa sesekali sakit. Sebab sakit  itu juga penanda bahwa kita memang manusia normal yang punya keterbatasan fisik.

Manusiawi kan?


Teringat sewaktu kami sakit.  Mama menjadi orang yang pualing repot di rumah. Mengompres dahi kami, membuatkan bubur, menyuapi, mengelap badan kami, lalu menggosok badan kami dengan minyak kayu putih. Beberapa kali mama terpaksa bangun karena kami rewel. Bahkan, mama menyiapkan menu khusus bagi yang sakit.

Mama tulus mengelap saat kami mimisan,  juga membersihkan kotoran yang keluar dari perut kami. Tanpa mengeluh. Tak semua orang bisa tahan menghadapi 2 hal ini lho….


Sesekali mama menyentuh dahi dan leher kami untuk mengukur suhu kami, atau menyelimuti kami hingga “brukut” agar tak kedinginan.

Mama pasti membuatkan teh manis hangat dan menyiapkan segelas air putih, menyediakan jeruk manis segar atau pisang, lalu menempatkan sebuah kursi di dekat tempat tidur untuk meletakkan logistik itu agar kami mudah mengambil minum dan obat tanpa harus meninggalkan tempat tidur. Saat kami berangsur sehat dan bisa bangun dari tempat tidur, kursi di dekat tempat tidur pun mulai disingkirkan.

Biasanya sih, belum sehat sepenuhnya, kami sudah bisa mengurus diri sendiri.

****

Saat aku  demam tinggi hingga nyaris mengigau, mama juga menemaniku. Biasanya saat demam tinggi begitu, airmata meleleh tak dapat kucegah, kepalaku nyut-nyutan dan seolah “kulihat” segulung kasur besar  dari langit-langit kamar turun pelan-pelan berputar, semakin dekat….membesar…membesar… membesar…..lalu  mengancam akan menabrakku. Aku seperti mendengar gulungan kasur itu menderu-deru whuung…whuung..whuung….

mengerikan!

Nana kecil selalu ketakutan pada kasur itu. Lalu mama lah yang kupanggil. Saat mama datang, aku merasa aman, pasti kasur itu tak berani datang.

Kalau demam kami cukup serius, mama membawa kami ke dokter dengan naik becak. Mama sanggup menembus gulita malam di kampung yang saat itu minim penerangan untuk memeriksakan kami pada dokter terbaik.

Aku ingat, saat TK, aku pernah sakit, demam parah. Kasur itu tak henti menggulung-gulung hendak menghantamku, jadi terus-menerus kupanggil mama untuk menemaniku.

Tapi, mama juga harus terus beraktifitas mengurus rumah. Akhirnya mama menggendongku dengan selendang sambil menyapu. Aku meringkuk dalam pelukan mama.

Aku merasa badanku sangat berat. Aiih..aku kan sudah besar…

Tiba-tiba aku merasa kasihan pada mama, pastilah berat menggendongku. Repot pula sambil menyapu. Bahkan kulihat adikku tak merengek minta gendong pula. Jatuh iba pada mama, aku minta turun dari gendongan mama.

****

Ketika aku beranjak dewasa, perhatian mama pada kami tak berkurang. Pernah suatu kali, tekanan darahku anjlok sangat rendah hingga aku merasa sekitarku tampak gelap, kepalaku  sangat pusing nyaris tak bisa bangun. Mama membelikanku tonseng dan sate kambing…

hmmm……enak dan mantap??

Uh, enak bagi yang sehat, tapi saat puyeng begitu, mana ada yang terasa enak dan nikmat?

Pernah pula, sewaktu aku harus opname,  mama terpaksa ijin tak masuk kerja demi menjagaiku di rumah sakit. Untuk itu, mama rela tidur di lantai beralaskan karpet seadanya. Aku sebenarnya tak tega, tapi mama berkeras menungguiku.

Rasanya nyaman dan tenang dengan perhatian seluruh penghuni rumah saat kami sakit. Kami menjadi merasa begitu istimewa mendapat perhatian ekstra, terlebih dari mama. Tapi, jangan salah kira; dengan sakit begitu, kami tak lantas menjadi manja berlebihan lalu merengek-rengek minta macem-macem.


Karena punya pengalaman betapa tak berdaya saat sakit dan betapa bahagianya saat kita dimanjakan diperhatikan lebih, maka aku pun mudah merasa iba pada mereka yang sakit. Saat papa, mama atau saudaraku sakit, aku juga “meniru” mama, membuat si sakit senyaman mungkin,  lalu menyiapkan air hangat untuk si pasien mandi. Well, sedapat mungkin aku membantu mama meladeni mereka dengan penuh perhatian.

****

Betapa tak enaknya jatuh sakit di rantau. Tak ada yang akan memanjakanku seperti saat di rumah dulu. Ketika sakit, aku harus bisa mengurus diri sendiri. Di saat seperti itulah yang agak berat. Aku jadi merindukan mama. Ingin diperhatikan seperti dulu.

Mama memang perawat paling hebat di dunia. Tak ada duanya.

Justru pada hari mama harus menjalani operasi pengangkatan kista, Desember 2007 lalu, tak seorang pun dari anak-anaknya yang menunggui mama.

Kakakku berada di luar negeri. Aku pun tak bisa pulang karena harus istirahat total, bedrest setelah cobaan berat yang kualami. Adikku nomor tiga dalam masa pemulihan pasca caesar 2 bulan sebelumnya. Si bungsu tengah di luar kota mengikuti kompetisi bergengsi paduan suara mahasiswa sebagai duta kampus.

Terpaksa papa menunggui mama sendirian. Saat itu aku ingin pulang dan ikut menunggui dan merawat mama, tapi keadaanku tak memungkinkan. Uff…pedih…

Begitupun, mama tak mengeluhkan ketidakhadiran anak-anaknya.

Sudah beberapa hari ini aku termehek-mehek menyanyikan lagu ini. Lagu sangat pendek, berlirik sederhana yang kupelajari saat kecil dulu, entah siapa pengarangnya, tak berhasil kucari lewat internet. Haru biru aku….

Kasih ibu, kepada beta

Tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi, tak harap kembali

Bagai sang surya menyinari dunia


Kupersembahkan lagu ini untuk mamaku.

Mama…Terima kasih telah menjadi perawat terhebat di dunia ya, Ma?

I love you fullll…


****


Nah, siapa perawat andalan Anda?

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Special Ones and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

41 Responses to Perawat Terhebat di Dunia

  1. Ikkyu_san says:

    tentu saja mama, Na. Tapi sejak aku bisa sendiri aku tahan sekuat mungkin, dan berusaha menyembuhkan sendiri. Dan sebagai anak pertama, mengambil alih tugas mama untuk membersihkan munmun adik2.

    Sampai luruh benteng itu waktu aku umur 13 th, harus dioperasi usus buntu. Saat itu menyerah dan mama dan papa gantian menjaga ku (baca aja 13tahun).

    Tapi setelah itupun biasanya aku merawat diri sendiri.Dan sudah 17 tahun aku di Jepang sendirian. Paling ngenes kalo sakit sendirian memang.

    Tadi aku pasang koyok di sekeliling lutut, dan Kai tanya, “Mama sakit?”
    “Ya sakit Kai… aduh aduh”
    tapi namanya anak-anak dia dudukin juga itu lutut…. jadi mikir dulu aku kayak gitu juga ngga ya?
    (wah curcol)

    EM

    • zee says:

      hahahaaa… mba mel, geli bacanya. dah tahu sakit tetep didudukin juga kekekee…..

    • nanaharmanto says:

      Waah, si Kai bikin ketawa aja..hihi..kasian mamanya dong…

      Enaknya mama kita punya anak cewek ya Mbak, jadi ada asisten saat anggota keluarga yang lain sakit.

      Btw, emang lutut Mbak kenapa? woooh…abis mendaki gunung itu? atau abis gendong koala? cepet pulih deh…
      (Kai, jangan dudukin lutut mama yaa…)

  2. krismariana says:

    perawat terhebat? yang pasti sih ibuku Na. aku dulu waktu kecil, pas sakit panas, mimpinya juga kaya kamu gitu. ada benda yang perlahan2 membesar… hehehe, ternyata mimpi kalau sakit panas, kebanyakan orang mirip ya🙂

    • nanaharmanto says:

      Hehehe…mimpi saat demam begitu mengerikan ya? serba salah deh, mau merem, eh, mimpi buruk… mau melek, airmata ngucur terus…

  3. p u a k™ says:

    Pasti mama. Justru karena dia bawel banget itu dia menunjukkan perhatiannya yang sangat itu pada anak2nya. Jadi kangen sama mamaku ..

    • nanaharmanto says:

      Perhatian dari para ibu itu caranya lain-lain ya? apalagi sekarang kamu udah jadi ibunya Flo, pasti jadi lebih paham kenapa dulu mamamu (kauanggap) bawel…pasti itu juga kekuatiran yang kau rasakan ketika Flo sakit…
      Semoga kangen sama mamamu segera terobati ya?

  4. zee says:

    Iya, memang ibu kitalah perawat terhebat dan tersabar di dunia.
    Dulu kalau aku sakit, biarpun hanya sakit ecek-ecek, tetap aja mamiku itu khawatir banged. Dan aku masih aja tukang melawan….😦

    • nanaharmanto says:

      Halo, salam kenal ya…
      iya, mamaku juga selalu kuatir saat anak-anaknya sakit. sekarang sih perhatiannya pada anak-anaknya yang jauh ya lewat HP. Telpon, atau SMS..sekedar nanyain kabar kami..

      Terima kasih udah mampir ya?

  5. tutinonka says:

    Pengalaman masa kecilku lain, Na. Aku dulu kalau sakit diem-diem saja, soalnya kalau ibu tahu aku sakit, pasti aku dibawa ke mbah dukun untuk dipijat. Dan aku paling benci dipijat, karena sakit, ngilu. Aku pasti berontak dan jerit-jerit … hihihi ….

    Sampai sekarang, aku nggak suka dipijat … sakit, uh!

    • nanaharmanto says:

      Wah, Bu Tuti, kayaknya pengalaman itu malah lebih mengerikan tuh…
      Kami nggak pernah dipijat. Pertama kali pijat udah dewasa. dan iya Bu…ngilu hehe..
      terima kasih udah berbagi ya Bu….

  6. albertobroneo says:

    kebetulan ibuku bener-bener perawat, and yesss…!!! SHE IS THE BEST!!

    salam saya,

  7. Riris says:

    hiks, jadi rindu ibuku. Dia juga perawat terhebat yang pernah kumiliki.😥 darinya juga aku belajar memberikan pelayanan terbaik jika suami atau anakku sakit.

  8. nh18 says:

    Perawat andalan ?
    Ya Ibu lah …
    yang mijitin kaki kalo lagi pegel kecapean main juga ibu …


    BTW …
    Deskripsi sakit panas dan halusinasi kamu menyeramkan gitu Na … kasur yang bergulung-gulung … whung .. whungg …whungg …

    • nanaharmanto says:

      Wah, ibunya Om bener-bener hebat, mijitin anaknya yang kecapean main..

      Jadiin posting Om…jangan lupa, deskripsi kebandelan Om waktu kecil harus jelas welo-welo..hihi…pissss……..

  9. Pasti nanti kalo mbak nana jadi mama…
    akan menjadi perawat hebat juga🙂

    Lagi kangen pulang ya mbak…?

  10. aurora says:

    mungkin beberapa orang ingin tetap sehat, tapi aku engga mbak… aku sangat ingin sakit(terutama demam) kenapa? mungkin terdengar tak waras….
    karena dengan sakit aku ingin mengerti betapa indahnya kesehatan… betapa nikmatnya beraktivitas…
    dan yang paling penting, bisa bolos sekolah….

    hihihihi

    • nanaharmanto says:

      Lho…lho..lho… *geleng-geleng*

      Bolos sih mungkin asyik, tapi pake demam? oh no! nggak enak, Dek!

      Semoga kamu selaluuuu sehat, fuuullll… biar nggak bisa bolos hihihi…

  11. Na,

    download lagu kasih ibu (dalam bentuk video) bisa dilihat di:

  12. Meidy says:

    sudah pasti ibu dong.. klo pas sakit minta apa aja pasti diturutin, pdhal cuma sakit demam..🙂

  13. marshmallow says:

    jadi kangen pada ibuku…
    ibu memang perawat terbaik di dunia ya, mbak? kasihnya tanpa pamrih. setelah merawat anak-anak, para ibu juga kebanyakan akan merawat cucu-cucu mereka demi meringankan tugas sang anak. hiks. betapa mulia.

    semoga kesehatan dan kebahagiaan menyertai semua ibu di dunia.

    • nanaharmanto says:

      Bener Mbak, memang kasih seorang ibu nggak tertandingi. iya aku juga sering liat tuh, ibu yang rela jagain dan momong cucu-cucunya..benar-benar hebat.

      Terima kasih sudah mampir ke sini ya Mbak?

  14. AFDHAL says:

    *segera packing, segera terbang n segera ketemu mama n 10 hari di makassar*

    aggre with bro
    yesssss…SHE’S THE BEST

    (ini bukan manggil yessy lho, tapi ucapan yess-ya)

  15. Cik Lan says:

    huum Mbak..mpe sekarang Mama yg langsung sigap melakukan sesuatu kalo aku mulai sakit…..tapi hiks8…koq belum bisa jd perawat yg baik juga ya buat Ma…kalo Mama sakit, dia manggil tetangga buat ngerokin…anake malah sibuk memenuhi pundi2nya….
    Maaf ya Ma…..

    • nanaharmanto says:

      Sibuk memenuhi pundi-pundi dan OL? hehe…

      Mama pancen ampuh ya? tak tertandingi deh…

      • Cik lan says:

        hahahaha…kan yen OL mama diajak juga…. wkwkwkwk…(pembelaan diri)
        Huum…thousands thumbs up 4 Mama….
        she even prepares my lunch box everyday..koyo cah TK yo aku…what a shame….🙂

  16. morishige says:

    my mom is the best.

    sungguh ingin rasanya saya membahagiakan beliau.:mrgreen:

  17. Jack says:

    perawat andalanku…
    ehmmm…
    mamaku
    yg kebetulan juga seorang perawat🙂

    • nanaharmanto says:

      hmmm…pastinya beliau tak terlupakan…
      merawat pasiennya pasti telaten, apalagi merawat anak-anaknya sendiri. pasti lebih telaten ya…

  18. sister_3rd says:

    yupzz… betul, betul, betul…..ingat gak, bahkan mama rela bolos kerja buat ngrawat kita… menu spesial khas mama sup yang yummy….. gak ada yang bisa ngalahin!

  19. Emak Bawel says:

    Ya jelas…Mami, dong! Meskipun aku udah mami2 juga,kayaknya nggak bisa ngalahin Mamiku, deh! (Anaknya 4 lagi!). Udah ngalami anak satu, ampyunnn..gimana kalau 4, coba?? Mama ist die Beste Mama aller Zeite! (mama yang terbaik sepanjang masa!!)
    Kata Suryo,”Kalau aku udah besar seperti Papa, aku akan menikahi Mama!” (Lho??)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s