Petromax

Saat aku masih kecil, belum ada listrik di kampung kami. Seluruh kampung gelap gulita di waktu malam. Untuk penerangan, kami menggunakan pelita berbahan bakar minyak tanah, yang lebih sering disebut lampu teplok. Bila sore tiba, papa dan mama menyalakan teplok-teplok itu.

Sebagai penerangan utama di dalam rumah, kami menggunakan sebuah lampu petromax.  Sebenarnya, Petromax adalah mereka dagang resmi, yang lalu latah dipakai secara umum untuk lampu sejenis meskipun jelas-jelas mereknya berbeda. Lampu ini disebut juga lampu tekan atau pompa yang ditemukan oleh Max Graetz pada tahun 1900. Lalu semenjak tahun 1916 dipatenkan menjadi merek dagang resmi dan beredar ke seluruh dunia. Nah, Petromax berasal dari  gabungan kata Petroleum (minyak) dan Max sang penemu.

Cara kerja lampu tekan ini cukup menarik. Awalnya, kaos lampu dipanaskan dengan menggunakan spiritus, lalu tangki tertutup yang berisi minyak tanah,- sebagai bahan bakar- harus dipompa agar menghasilkan tekanan yang cukup. Panas dari  kaos lampu berfungsi untuk menguapkan minyak tanah. Tekanan udara hasil pemompaan inilah yang digunakan “meniupkan” uap minyak tanah ke arah kaos lampu agar terus berpijar.

Seingatku, ada dua jenis lampu petromax saat itu. Jenis pertama, bagian lampu menyatu dengan tangki minyak tanah pada bagian bawah. Di tangki itu ada tombol sebagai pompa tangan. Jenis yang kedua, bagian lampu saja terpisah dari tangkinya.

8450460234456896

Sumber dari sini, gambar kupinjam dari sini.

****

Ingat petromax, aku selalu terkenang saat-saat menjelang senja, saat papa menyalakan lampu itu. Aku hafal betul cara papa menyalakan lampu itu. Letakkan petromax di lantai. Angkat kacanya, tuang spiritus pada mangkuk logam di dalamnya, nyalakan dengan korek api, biarkan sebentar. Spiritus akan membakar kaos lampu sebelum lenyap menjadi gas, menghasilkan  pijar di kaos lampu seperti bohlam. Untuk mempertahankan agar pijar petromax itu terus menyala terang, petromax harus dipompa.

Setelah papa memasang kap lampu itu, papa akan menggantungkannya pada kait besi yang dipasang pada reng atap. Pada ketinggian itu, petromax mampu menerangi seisi ruang tengah.

Papa memilih jenis petromax yang kedua, agar papa tidak perlu menurunkan petromax itu untuk memompa ulang. Setiap kali petromax mulai mbleret, papa tinggal memompa tangki dari bawah menggunakan pompa sepeda.

Aku dan kakakku selalu menantikan  saat-saat papa menyalakan petromax itu. Saat kaos lampu  menyala, kami segera berebut di belakang papa, memegang pinggang papa, lalu ketika papa mulai memompa, kami pun menirukan gerakan papa, mendut-mendut naik…turun…. hihihi…pasti akan muncul bayangan kami di dinding, -tiga manusia berendengan-, dari pendek kabur, naik turun persis seperti gerakan kami, hingga menjadi tinggi dan semakin jelas memperlihatkan bayangan seorang dewasa memompa dan dua anak kecil yang terkekeh-kekeh girang.

Kemudian, petromax akan menyala terang dan berbunyi zheeeng… lembut. Itulah tanda  petromax telah menyala sempurna. Kami tertawa puas telah sukses membantu papa memompa. Hihihi…Sepanjang malam petromax itu menyala. Setiap kali  cahayanya meredup dan bunyi zheeeng melemah, kami akan berebutan di belakang papa lagi, mendut-mendut menirukan gerakan papa memompa.

Kadang-kadang mama juga melakukan tugas itu. Kami pun  sering “membantu” mama memompa.

Menjelang tidur, petromax dimatikan dengan cara membuka semacam gir kecil pada tangki minyak. Sekali lagi, ini ajang rebutan bagiku dan kakakku. Setelah tekanan udara mendesis keluar dan petromax mulai meredup, kami segera berlomba masuk kamar tidur. Kami menang jika berhasil mencapai tempat tidur sebelum petromax itu benar-benar padam, digantikan sebuah pelita yang menyala hingga pagi.

****

Awal tahun 1980an, saat listrik masuk di kampung kami, petromax itu jarang sekali digunakan. Saat listrik padam, petromax itu akan dinyalakan untuk menggantikan lampu listrik. Tapi itupun jarang terjadi.

Satu hal ynag kuingat, petromax ini juga berfungsi sebagai alat pengering baju. Kalau hujan turun hingga berhari-hari, otomatis cucian tak kering. Pakain basah dan lembab menumpuk. Untuk menghindari pakaian menjadi apek, sekaligus “memaksa” seragam kami kering untuk dipakai keesokan harinya, petromax itu dinyalakan di dalam rumah, lalu lampu itu akan dikurungi dengan kurungan ayam yang bersih, dan di sekeliling kurungan ayam itu, pakaian kami diletakkan. Panas dari petromax itu mampu mengeringkan pakaian kami. Papa dan mama harus selalu membolak balik pakaian. Pakaian yang kering jadi berbau khas, sangit, lain dengan hasil cucian yang kering karena terik matahari.

Mungkin saat ini , jarang sekali orang memakai lampu petromax sebagai lampu penerangan. Paling-paling para penjual nasi goreng dan martabak yang masih memakainya. Aku tak tahu, setelah minyak tanah menjadi semakin langka begini, bagaimana nasib para pengguna setia petromax itu…

****

Hmm….Anda punya kenangan tentang petromax?

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Golden Moments and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

36 Responses to Petromax

  1. Emy says:

    inget petromax jadi inget mati lampu,,,,,
    hihi,,,,

  2. ikkyu_san says:

    sayang sekali Na, aku ngga punya kenangan dengan petromax.
    Tapi aku suka dengan suasana di sekeliling petromax. Seakan hangat dan akrab (aku sering membayangkan petromax di warung-warung)
    Tapi… pasti bau minyak tanah ya? Aku suka alergi dengan bebauan minyak tanah dan bensin, padahal papa kerjanya “jual minyak” hihihi

    EM

    • nanaharmanto says:

      Aku nggak ingat ada bau minyak tanah untuk petromax deh Mbak…kecuali kalau pas ngisinya ada minyak yang tumpah hihi..
      Mungkin dulu di Jakarta dan kota besar udah tersedia jaringan listrik ya?

  3. DV says:

    Aku selalu tertarik dengan petromax.
    Buatku ini adalah penemuan yang dahsyat karena nyala terangnya itu luar biasa.

    Waktu kecil aku sangat tertarik untuk melihat dan mengamati orang menyalakan petromax, unik dan menarik.
    Paling suka dulu kalau boleh megang kaos lampu yang putih itu, gemes aja ngeliatnya… putih dan halus:)

    Skarang barangkali kita (eh tepatnya kalian yang ada di Indonesia hehehe) mesti akrab lagi dengan Petromax karena persediaan PLN kurang merata…

    • nanaharmanto says:

      Nah, itu yang bikin aku jadi terinspirasi (halah..) unutk nulis soal petromax, gara2 sering mati listrik..hihihi..
      tapi kalau mau petromax sekarang, repot juga sih, bahan bakarnya, -minyak tanah- sekarang kan termasuk barang langka…

      Tapi bener, kayaknya semua anak kecil seangkatan kita tertarik melihat proses menyalakan petromax deh..

  4. septarius says:


    Dari kecil dikampung saya udah ada PLTA sih mbak, jd gak pernah punya petromax..

    Tp dari dulu emang penasaran gimana cara kerjanya lampu petromax…
    Sekarang jd tau deh..;-)

    Lampu dgn bahan bakar minyak udah langka, digantikan lampu batere yg bisa di charge..

    • nanaharmanto says:

      Iya bener, pertengahan tahun 1980an listrik udah lumayan merata.
      Lampu batere memang lebih praktis ya…aku sekarang punya 2 lho…hihi..
      saking seringnya mati listrik

  5. aurora says:

    hmm.. sekarang jaman udah modern mbak… kalau mati lampu, aku dan sekeluarga sekarang memakai lampu emergency. bukan seperti 6 tahun lalu, 6 tahun lalu kami masih memakai petromax. cahaya kuning, hangat dan bunyi desisan api itu, seakan iku menemaniku dalam pembaringan…

    dan petromax kayaknya juga akan segera punah, tukang pangsit yang lewat saja sudah memakain lampu dengan energi aki….

    • nanaharmanto says:

      Iya bener Rif…udah modern sekarang, jadi pakai EL yang jauh lebih praktis. tp EL masih kalah terang sama petromax deh hehe…

      Teknologi semakin maju, kelangkaan minyak jadi makin mempercepat ilangnya petromax deh…
      Tapi siapapun yang pernah pakai petromax rata2 punya kenangan tersendiri deh Rif..

  6. D3pd says:

    Selamat pagi, ^_^…V salam D3pd

  7. nh18 says:

    “…pasti akan muncul bayangan kami di dinding, -tiga manusia berendengan-, dari pendek kabur, naik turun persis seperti gerakan kami, hingga menjadi tinggi dan semakin jelas memperlihatkan bayangan seorang dewasa memompa dan dua anak kecil yang terkekeh-kekeh girang …”

    I like those words …
    It’s sooo touchy Na …
    Sangat menyentuh …

  8. nh18 says:

    Yang saya ingat dari petromax adalah …
    saat Bapak mau menggantu kaos lampu …
    saya terheran-heran …
    itu kaos … bisa jadi abu …
    dan terangnya kok luar biasa …

    saya selalu bertindak sebagai orang yang merontokkan kaos itu … it’s just amazing ajah … kok bisa begitu ya …

    • nanaharmanto says:

      Terima kasih apresiasinya ya Om…
      hehe…iya, aku juga terheran-heran dengan kaos lampu itu…waktu masih baru, kayak kain kasa, tapi kalau udah mau diganti, rapuh banget…
      aku juga suka Om, merontokkan kaos lampu hehehe…

  9. AFDHAL says:

    wah kalo soal petromax cuma ingat warung2 tenda tuh…
    wah mbak nana pernah hidup tanpa listrik??
    ck,,,ck,,,ck,,,

  10. Riris E says:

    wah, terima kasih infonya Na, baru tahu aku kalau petromax itu merk. Beneran baru tahu hari ini.. hehehe

    Tahun 82, seingatku sudah kelas 2 SD. Sudah ada listrik hanya saja tiap kali menjelang bakda Maghrib listriknya selalu mbleret (gak terang) katanya sih tegangannya turun. Nah saat2 itu menjadi waktu bagi petromax rumahku berfungsi. Nanti menjelang pukul 20.00 listrik sudah pulih terang benderang, dan saatnya petromax dimatikan. aku gak terlalu ingat sampai kapan ya keadaan seperti itu berlangsung yang jelas sampai sekarang tidak ada gangguan listrik seperti di zaman aku masih SD.

    • nanaharmanto says:

      Aku juga seneng Mbak, kalau tulisanku bisa memberi info baru walau cuma seuprit hehe…

      Dirumahku sekarang, tadinya juga listrik lancar. baru 2 bulan ini gangguan listrik terlalu parah karena kemarau. kata para tetangga, baru kali ini terjadi pemadaman bergilir sampai lama begini. dulunya nggak pernah…

  11. tutinonka says:

    Keluarga saya nggak pernah punya lampu petromax 😦
    Sejak saya lahir, rumah saya sudah pakai listrik. Kalau listrik mati, pakai lampu teplok dan senthir (Nana pasti tahu senthir juga kan? 🙂 ). Lihat lampu petromax kalau ada orang punya gawe/kenduri, karena jaman dulu daya listrik masih sangat terbatas (rumah saya saja listriknya cuma 100 watt … ya ampun … )

    Tulisan yang menarik Na … kenangan masa kecil yang sungguh manis (jadi heran sendiri, saya kok nggak pernah nulis kisah masa kecil saya di blog ya?)

    • nanaharmanto says:

      Wah, saya jadi ngebayangin daya listrik di rumah 100watt….ha? kayak apa ya?
      oh iya ding, jaman segitu belum banyak tuntutan Tv, kulkas, rice cooker, mesin cuci dan kawan-kawannya.
      Berarti dengan daya segitu hanya untuk penerangan malam saja ya Bu?

      Terima kasih apresiasinya ya Bu? oh ya, Bu Tuti kalau nulis tentang kenangan masa kecil, ceritanya pasti seru tuh…
      *nunggu posting ttg kenangan masa kecil Bu Tuti hihi….

  12. banyak,banyak kenangan tentang petromax, sebagai penerang, sebagai benda ajaib, benda penolong.apalagi di tempat kami yang dulunya belum terjangkau listrik, tv saja harus pakai aki…

  13. albertobroneo says:

    kalo gak salah ingat, dulu utk penerangan sdh ada listrik tp 110, blm 220

    petromax hanya digunakan ketika lampu mati.. dulu aku jg senang melihat Bapak menyalakan lampu petromax, bau spiritusnya sangat khas..
    trus suara desingnya jg khaas..

    • nanaharmanto says:

      wah spiritus…udah lama nggak liat barang itu hihi…iya bener, baunya sangat khas, dulu suka iseng nyentuh pake jari. trus ada sensasi dinginn…hihi…

  14. Asli mbak, tadi pas liat judulnya yang kebaca tuh dimata gue kenapa PERTAMAX ya😀 hahhaha
    baru pas baca lhooo ini petromax tho hihihi (gue kena virus pertamaxnya blog niy hhihihi)

    Anw aku gak sempet ngerasain pake petromax mbak, tapi tetanggu dulu ada yg pake and yg aku ingat tuh, itu petromax jadi magnetnya laron hehehe

    • nanaharmanto says:

      Virus pertamax? hihi…
      aku belum kena virus ini. bisa sukses pertamax di blog laen bisa diitung dgn jari deh…

      Aku inget, dulu laron juga ngerubutin petromax, ada juga yang terpanggang..kasian deh laronnya…

  15. lampu petromaxnya bagus .. rasanya belum pernah lihat petromaxnya sebagus itu deh ..
    waktu kecil tinggal sama kakek nenek, yang rumahnya juga belum ada listrik, tidak pake petromax .. petromax mah sudah bagus ..
    dulu pakenya penerangan yang dibuat dari botol, dikasih minyak tanah dan sumbu .. apa itu namanya ya ? kl pake itu, asapnya itu lho .. hitam2 ..

    Cara Membuat Web

    • nanaharmanto says:

      Hehe… itu petromax modern deh…jamanku dulu nggak sebagus itu..

      Oh…botol dikasih minyak dan sumbu itu kalau di Jawa namanya senthir…
      itu penerangan paling tradisional kali ya? asapnya emang hitam tuh…

  16. edratna says:

    Saat saya SD sampai kelas III, di rumah selalu memakai teplok…petromak hanya dipakai sesekali jika ada acara, kondangan dsb nya. Adalah hal biasa jika ada orang yang mempunyai usaha penyewaan petromak.

    Sejak kelas 4 SD kami pindah rumah sendiri, yang ada listriknya….
    Jadi saya tak telalu paham tentang cara menyalakan petromak ini. Kalau lampu padam, biasa menggunakan lilin, apalagi sekarang sulit cari minyak tanah kalau mau pake teplok.

  17. Ade says:

    Ternyata ada 2 tipe yaa.. Yang biasa aku pake yang mana yaa.. Yang aku inget itu pake pompa tangan, berarti tipe yang pertama yak hehehe

  18. rumah ortu waktu bunda masih kecil sudah ada listrik, jadi nggak punya petromax.
    kalau mati lampu, pakai lilin yg masih langka, seringnya pakai lampu teplok, terus pagi2 nya lucu, semua hidung pada berubah jadi menghitam kena jelaganya.
    Salam.

    • nanaharmanto says:

      hahahaha…saya dulu juga ngalamin pake teplok itu, tapi lupa apakah idung jadi item semua, seingat saya sih, teplok ditaruh di temapt yang agak tinggi jadi asapnya langsung naik, lupa deh, Bunda, sempaet nggak ya asap hitam itu mampir ke hidung kami…hihi…

  19. hamid adjas says:

    klu sy hanya mau ksh pengetahuan kepada semua pengunjung pada rubrik ini tentang bagaimana cara agar lampu petromax anda akan memancarkan cahaya yang sangat terang ketika akan dinyalakan,rahasianya ketika anda akan mengganti kaos lampunya. nah, sebelum anda memasangkan ditempatnya yang didaerah kami disebut batu yg berwarna putih itu sebelumnya anda mengoleskan pasta gigi secukupnya pada drat batu tersebut, trus..anda memsang kaos dan seterusnya..dan anda pasti akan terkejut ketika telah menyalakan lampu petromax anda tsb. krn cahaya yg dikeluarkan akan lebih terang dari sebelumnya,selamat mencoba..!!

  20. kabayan says:

    😥
    haruuuuuuuuu sekali ceritaannnnnyyyyyyaaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s