Escape…

Awalnya, kegiatan mengjar di Code itu hanya diisi oleh beberapa mahasisiwi yang tingga di asrama Syantikara. Tapi lama kelamaan beberapa mahasiswa dari berbagai universitas pun ikut bergabung.

Biasa deh, awalnya mak bruuuunng….banyak banget yang tertarik. Tapi lama kelamaan berguguran satu persatu.

Nah, yang berjiwa sosial tinggi biasanya mampu bertahan di Code.

Eh, tapi ada juga lho, yang awet di Code gara-gara sang pujaan hati setia sebagai pengajar sukarela, -motifnya ya jelas lah…

Ada beberapa cowok yang tampaknya “gitu deh’… padaku. Aku nggak mau gegabah langsung menerima salah satu dari cowok-cowok itu.

Saat itu aku nggak mau pacaran dengan cowok sembarangan. Aku sangat hati-hati memilih cowok. Suangat selektif. Aku punya patokan yang tak bisa ditawar lagi. Saklek.

Begitu ada tanda-tanda aneh dari para cowok itu, radarku langsung aktif. Aku langsung mengamati dan menilai perilaku mereka. Wiiiing…


Ada seorang cowok yang selalu berusaha duduk dekatku terus selama mengajar, bikin risih kan?

Ada yang selalu curi-curi pandang hingga kadang lupa berkedip. Menyebalkan…bukannya bikin aku GR, aku malah sebal setengah mati. Sebab, sedikiiiit….saja  gejala “dung..dung pret” itu terbaca para penghuni Code, gosip segera beredar kencang. Si mas itu naksir mbak ini lho…wah, kayaknya mbak anu pacaran deh sama mas inu….

No way! Aku sangat menghindari gosip seperti ini.

****

Dari pengalamanku mengajar bersama para cowok ini, akan segera terlihat motif mereka yang sebenarnya ikut mengajar di Code.

Ada yang sengaja memilih mengajar di hari tertentu, supaya bisa bertemu dengan si pujaan hati.

Ada nih, seorang cowok, yang mendadak rajin ke Code. Lalu dia mulai menyesuaikan jadwalnya dengan jadwalku. Lalu di sana, mulai deh, berusaha duduk dekat-dekat..huh….

Kalau ternyata aku pindah hari karena suatu alasan, anehnya, dia nggak jadi ngajar….

Cowok itu, termasuk agresif. Orang yang agresif  disebut apa sih? Ah, sebut aja Agresor. Hihi...maksa deh…

Lalu, si Agresor ini mulai  menjemputku ke asrama dengan motor, berharap aku mau mbonceng motornya. Sinting!! Lalu partner gue gimana dong? Nggak mikir ya tu cowok?

Aku memilih naik sepeda bersama rekan sekelompokku, setia kawan dong…Nana gitu loh…

Lalu…dia mencari teman, yang sama-sama punya motor. Dimanfaatkannya si teman ini untuk ikut menjemputku dan partnerku. Pas dua pasang naik motor.

****

Setiap Sabtu sore, kami bermain bersama-sama anak-anak Code. Jam 4 hingga 6 sore, kami bermain bersama anak-anak. Saat pulang, si Agresor ini tiba-tiba ingin memboncengkan aku pulang. Tentu saja kutolak dong, lha wong teman-teman asramaku pulang naik angkot reot…

Sabtu depannya, dia berusaha lagi. Kutolak lagi.

Sabtu depannya lagi, aku pulang ke Muntilan. Menurut cerita teman-teman, Agresor tampak tak bersemangat di sana dan pamit pulang sebelum permainan selesai…hoho…

Sabtu sore…

Setelah selesai bermain di Code, kami pulang, si Agresor mendekatiku. Dia bilang, nanti jam tujuh dia akan ke asrama, menjemputku untuk jalan-jalan. Hayah….

Cepat kuputar otak….cari alasan untuk kabur…

Rupanya si Agresor penasaran karena tak berhasil mengajakku kencan. Hari-hari biasa di sore hari, dia datang mencariku. Sekali dua kali terpaksa kutemui, lalu keluar makan. Aku tak bisa membohongi perasaanku. Aku merasa tak nyaman dekat dengannya. Parahnya, Si Agresor ini tampaknya mengira aku sama maunya seperti dia. Makin agresiflah dia. Pakai rayuan gombal gambul pula….

Lalu aku mulai menghindarinya. Dari alasan sedang tidur, pergi, masih di kampus, dan sakit. Nggak mungkin dong aku sakit tiap hari, bisa ketauan boong tuh

“Kupaksa” teman yang bertugas jaga tamu untuk bilang aku pergi.

Heran deh, si Agresor kok nggak pernah sadar ya, jam segitu aku selalu “tak ada di tempat”. Hehe…

****

Aku ketakutan pada si Agresor ini, kalau aku menolak ajakannya, dia akan memberi alternatif lain, kalau aku ngeles, dia makin piawai membuat pilihan. Intinya tetep: aku harus mau pergi bersamanya. Aku pernah kucing-kucingan dengan Agresor, aku ngumpet di rumah penduduk Code.

Suatu kali, dia memaksa mengajakku ke suatu acara keagamaan, padahal jauh-jauh hari aku sudah membuat janji pergi bersama teman-teman se-unit. Kami berdelapan, cukup dengan 2 taksi. Dia memaksaku membonceng motornya. Ketika aku keukeuh pergi bersama teman-temanku, dia mengalah.

Sampai di tujuan, lampu mati. Dalam kegelapan, dia menanyai semua rombongan cewek yang datang.

“Mana Nana? Mana Nana?”

Saat dia melihatku, dia menarik tanganku,”Kamu duduk dekat aku ya?” katanya. Sumprit aku takuutt…

Untunglah temanku sigap menyelamatkan aku.

“Yeee, Mas, Nana kan anggota koor, duduknya ya harus di tempat khusus koor dong..”. Alhasil, aku terpaksa nyungsep di antara  anggota koor. Gadungan nih.

****

Suatu kali,  Agresor mengajakku ke suatu pameran. Disana, kantornya membuka stand. Untungnya, teman sekantornya ada yang membocorkan padaku, bahwa Agresor ini telah mengumumkan akan membawa pacar barunya ke stand untuk dipamerkan pada teman-temannya. Teman-temannya heboh. Penasaran. Apalagi Agresor memuji “pacar barunya” itu setinggi langit. Tiba-tiba aku muak. Aku marah. Heits….aku mau dipamerin? Emangnya barang?! Kapan pula aku jadian dengannya??

Aku putar otak untuk  menghindarinya di hari H. Akhirnya, solusi datang tepat waktu. Mama datang, menginap di asrama karena keesokan pagi harus ke Jawa Timur, ke rumah bude untuk suatu keperluan penting. Ragu-ragu aku menawarkan diri untuk menemani mama. Kebetulan, saat itu minggu tenang. And yess!! Mama setuju. Aku jingkrak-jingkrak seperti orang gila. Uhuyyy….aku selamat!!

Dua hari di Jawa Timur……….

Sekembaliku dari Jawa Timur, ku cek buku tamu. Di sana ada pesan tertulis untukku dari Agresor. Katanya dia sungguh kecewa, karena aku pergi, padahal dia sudah berjanji pada teman-temannya untuk mengenalkan aku. Tak lupa: alternatif hari lain ke pameran itu.

Aku ogah menemuinya lagi. Jangan harap aku mau dipamerin yaa…

Lalu akhirnya Agresor tahu aku menghindarinya. Dia berhenti datang. Teman kantornya bilang, Agresor bersabda,  (haiyah) dia tak mau jadian denganku karena kami berbeda etnis..hahah..menggelikan!

Akhirnya, aku pacaran dengan seorang volunteer di Code. Tapi itu terjadi setelah kami berdua sama-sama tak aktif mengajar lagi di sana. Jadi nggak ada tuh gosip-gosip miring…Sangat mungkin Agresor belum tahu status kami sekarang..hihi..

****

*clingak clinguk….ssst…kalau ada yang kenal Agresor, diem-diem aja ya? Hihi…

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Curhat tak penting and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

47 Responses to Escape…

  1. Ade says:

    Iihh.. jadi inget cerita lama.. dulu aku juga pernah menghindar dan ngumpet dari seorang agresor hehehe..
    pernah ngumpet di kamar, gelap2an, kelaparan, karena agresor dateng berkunjung dan temen2ku bilang klo aku gi ga ada di tempat kosan dan dia keukeuh mau nungguin aja..
    Lucu juga klo diinget2 yaa😀

    • nanaharmanto says:

      hahaha….cerita lama yang lucu kalau diinget-inget sekarang, dulu? hmmm…pasti menjengkelkan banget…ya nggak?

  2. JR says:

    wakh…ceritanya panjang juga ya mba…hehehehehe

  3. aurora says:

    cie…cie… jadi gadis idaman toh, dulunya kakakku ini….??

    cie cie… di kejar nih….

  4. triunt says:

    hihi..ini asli apa fiksi sih..

    panjang juga ya🙂

  5. duh, hebatnya tuan agresor, benar2 berkemauan keras dan gigih .
    duh, kebayang deh jengkelnya Mbak Nana sama dia.
    tapi, sekarang malah bisa jadi bahan cerita ya, Mbak.
    salam.

    • nanaharmanto says:

      Iya Bunda…beda tipis antara gigih, berkemauan keras dengan suka maksa hehe..saya aja jadi takut..

      Tapi thanks to him now, sekarang cerita itu bisa jadi bahan cerita hehe..semoga dia nggak baca deh, Bunda…🙂

  6. arman says:

    ciee banyak yang naksir ya… haha.
    btw walaupun dulunya jengkel/kesel, tapi sekarang jadi memory yang kalo diinget2 bikin senyum kan ya? *atau gak? hehe*

  7. kikis says:

    Tapi ya…ini tapi lho…kenangan yang tak terlupakan kan? ha ha ha..😦

  8. nh18 says:

    Saya hanya ingin mengomentari satu hal …
    satu hal itu adalah …
    “dung … dung pret !!!”

    Hah … gua ngakak kekelen … baca ini …

    (kata-kata itu bisa keluar dari seorang wanita kalem macam Nana ini …)

    • nanaharmanto says:

      hahaha…aduh, Om…aslinya aku ini agak badung, Om..sering gendeng gila-gilaan…kalo ketawa ngakak pula…*haduh, foto itu menipu ya Om…

      Kalau nggak percaya, boleh tanya Kris dan si Mas ttg versi asliku hihi…

  9. kenapa gue ingetnya tuh Ford escape pas baca tulisan ini yah😀

  10. Mia Arizona says:

    Hihh..seru banget mirip juga ceritanya mbak..

  11. Code? xCode? Kali Code? Jogja? wealah Jogjanya mana? saya jg Jogja mbak…😀

    Salam kenal ya…🙂

  12. krismariana says:

    tulisan ini mengingatkanku pada buku tamu di asrama. hehe. mendadak jadi “kangen” membuka2 buku tamu itu lagi.

    • nanaharmanto says:

      hahaha….buku “wajib serbu” penghuni asrama, salah satu bukti penghubung dgn dunia luar hahaha…

      Tapi lumayan efektif ya, secara dulu kan belum ada HP..

      eh, sekarang masih ada nggak ya? kan udah pada pegang HP semua tuh penghuninya…

  13. DV says:

    Heheheheh ceritamu itu membangkitkan roman masa mudaku jhe, Na🙂
    Menggelikan dan menyenangkan hahaha…

  14. Riris E says:

    jiaah…ternyata teman baruku ini adalah seorang primadona kampus dulunya?

    selain ‘escape’ kenapa tidak dicoba pasang muka galak untuk menghadapi manusia gigih yang tak mau kalah itu?

    • nanaharmanto says:

      Wataaaa…..wah, bukan primadona Mbak..kebagusan itu hihi..

      mbak, banyak yg bilang wajahku tuh wajah galak, suer…jadi udah dari sononya galak, tapi mbuh kok agresor gak mempan ya takgalakin gitu…*geleng-geleng

  15. Pakde Cholik says:

    Saya ucapkan selamat, anda sebagai salah satu penerima tali asih dari saya.
    Silahkan di cek di http://abdulcholik.com/penghargaan/penerima-hadiah-dari-sandy.
    Silahkan mengirimkan nama dan alamat lengkap di Contact Me atau via email ke : pakdecholik@gmail.com
    Salam hangat dari Surabaya

  16. Kartiko says:

    Membaca ini jadi inget masa lalu. Saya bisa membayangkannya mbak Nana, tapi gak bisa menebaknya hehe.

    Tapi agak heran juga kenapa waktu itu mesti petak-umpet ya? Padahal meski kalem, Mbak Nana waktu itu saya kenal tegas dan asertif je hehehe.

    Salam buat si Mas.

    • nanaharmanto says:

      Wah, Mas…aku juga nggak mudeng kok dia masih aja begitu, padahal aku udah jelas2 pasang muka judes bin galak *as always, haha…*

      diajak ngomong nggak bisa je, Mas..adaaaaa….aja alternatif pilihan kalau aku nolak ajakan atau idenya. pokoknya sampai aku bisa manut keinginannya. Akibatnya aku jadi males ngadepin dia, petak umpet aja deh…
      salam balik tuh Mas…🙂

  17. septarius says:


    Uhuii.. Romantika djadoel hihi..😀
    Harusnya saat itu mbak Nana jujur aja sama si agresor kalo emang gak suka..
    Bisa lewat sms ato surat, eh iya waktu itu lom ada hanfon ya..😀
    Ato jangan2..
    Jangan2 mbak Nana emang suka dikejar-kejar..
    *kabuur..*

    • nanaharmanto says:

      Aku suka dikejar-kejar? sama agresor? emoohh…kalau sama brondong ya mau banget, malah aku yang napsu ngejar-ngejar hihi ganjen..

  18. edratna says:

    Nana ceritamu mengingatkan ke masa lalu. Dulu, tante tempat kost nanya dulu kalau mau menawari minuman pada teman yang datang ke rumah, kawatirnya malah yang ditawari nggak berkenan. Dan dia suka jadi korban, karena untuk alasan…”jangan ke rumah, tante kost galak…” hehehe

    • nanaharmanto says:

      wah, kasian tante kostnya tuh…jadi kambing hitam…eh, tante hitam, eh…kambing tante..eh, anu…tante kambing hitam hehehe…

  19. edratna says:

    Wahh ternyata Nana aktif di kali Code ya.
    Dan tentu agresor makin suka, melihat cewek cantik punya kegiatan yang positif….

    • nanaharmanto says:

      Iya Bu Enny, kebetulan saya sempat jadi pengajar sukarela di Code waktu kuliah dulu.
      Saya kok merasa agresor hanya memanfaatkan kegiatan di Code untuk mencapai tujuannya sendiri ya?
      buktinya, setelah itu, dia sama sekali nggak turun ke Code lagi..

  20. edratna says:

    Nana…komenku kok ilang terus ya

  21. tutinonka says:

    Jangan kuatir Nana, saya nggak kenal kok sama agresor itu, dan nggak akan cerita kalau Nana sekarang sudah berdua🙂

    Tapi, tentang volunteer yang kemudian menjadi pendamping hidup Nana sekarang ini, gimana dong ceritanya?

    • nanaharmanto says:

      Hmmm…saya masih harus nyusun proposal dulu nih, boleh nggak ya cerita “from Code with Love” *istilah Om NH nih…*
      dijadikan posting hihi…

      *ngelirik rumah sebelah…

  22. dyah suminar says:

    mbak nana..
    ha..ha…ternyata Nana yang kalem punya cerita yang asyik juga…
    Bunda jadi ingat jaman di syantikara…kapan kapan Bunda tulis.pokoke anak asrama selalu punya cerita seru..

  23. AFDHAL says:

    Akhirnya, aku pacaran dengan seorang volunteer di Code. Tapi itu terjadi setelah kami berdua sama-sama tak aktif mengajar lagi di sana.
    *** sek..sek…sopo ikiii???/**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s