Antara Ada dan Tiada

Aku tak pernah mengetahui dengan persis, apakah kejadian yang kualami ini nyata atau tidak. Kejadian yang berlangsung sesaat, beberapa detik saja, tapi sanggup membuatku berdebar tak karuan…mimpikah aku? Atau nyatakah kejadian itu? Sampai kini aku tak pernah mendapatkan jawaban pasti dan masuk akal.

Mungkin tak berlebihan kalau kukatakan, apa yang kualami ini antara ada dan tiada, di ambang antara sadar dan tidak. Aku ragu-ragu. Kubilang sadar, ya, karena aku mampu berpikir waras, kubilang tidak sepenuhnya sadar juga benar, karena aku selalu mengalaminya saat aku tak sepenuhnya terjaga. Hmmm…bingung kan?

Ini kejadian yang sempat kuingat.

# Kejadian Pertama

Januari 2002, malam menjelang (calon) abang iparku menikah. Saat itu, aku menginap di rumah pacarku untuk menemani calon ibu mertuaku, sekaligus membantu sebisa yang dapat kulakukan untuk persiapan pernikahan calon kakak iparku.

Malam itu, setelah midodareni, aku tidur bersama ibu di kamar beliau.

Tengah malam, tak kutahu pasti jam berapa, aku tiba-tiba terjaga…ada sosok seseorang di ujung tempat tidur….aku kaget tak kepalang…

Hanya kulihat sosok tersebut selama beberapa detik. Tak jelas sosok yang kulihat…tapi seperti….almarhum Bapak….

Aku merinding. Tapi kupikir aku bermimpi. Jadi aku menyebut doa dalam hati,menenangkan perasaanku. Aku penasaran betul. Mimpi atau nyatakah? Sayang aku tak bisa melihat sosok itu dengan jelas. Pandanganku kabur tanpa kacamata. Mana mungkin aku tidur  dengan memakai kacamata?

Di luar kamar, terjadi sedikit keributan. Bude yang tidur di ruang tengah terbangun gara-gara kran air di luar rumah mengucur dengan sendirinya. Ibu pun terbangun. Setelah kran air dimatikan, semua kembali tidur. Paginya, seorang mahasiswi yang kos di samping rumah mengatakan, jam 3 pagi, saat ia hendak ber-wudhu untuk sholat tahajud, dia “melihat” sosok Bapak melintas…

Sekali lagi aku kaget…jadi…mungkinkah almarhum Bapak yang kulihat? Aku tak pernah yakin…aku tak menceritakan hal itu kepada ibu, semata untuk menjaga perasaan beliau. Hanya kepada pacarku, kuceritakan hal itu. (di kemudian hari, kutahu pacarku itu bercerita tentang pengalamanku itu kepada ibu).


****


# Kejadian Kedua

Tahun 2003, saat aku berlibur di rumah rekan guru di Serang. Aku tidur di kamar atas bersama tiga rekanku. Saking capeknya akibat perjalanan dari Jakarta, malam itu aku langsung tertidur. Tengah terlelap, tiba-tiba aku terbangun. Kulihat di pintu, sesosok lelaki berdiri. Entah telah berapa lama dia di situ, seperti tengah mengawasi kami. Sepintas sepertinya rambutnya agak panjang ikal. Dan sosok itu tak terlalu tinggi. Selama beberapa detik aku membuka mata, mencoba merekam semuanya. Lalu ketika aku berkedip, sosok itu hilang, meninggalkan aku yang bingung dan gentar. Tuhan, mimpikah aku? Apakah sosok itu nyata? Siapa dia? Sayang sekali, mataku kabur tak bisa melihat dengan jelas tanpa kacamata.

Paginya, aku bercerita pada temanku. Takkusangka, dia menceritakan hal itu kepada ibunya, dan akhirnya seluruh keluarga tahu. Aku diinterogasi macam-macam. Seperti apa sosok itu? Bahagiakah dia? Mengatakan sesuatu kah? Kukatakan apa yang kulihat. Sosok itu tak terlalu tinggi, berambut ikal.

Lalu ibu temanku bercerita, salah satu anaknya, -abang temanku- meninggal kira-kira dua tahun sebelumnya. Ciri-cirinya persis seperti yang kugambarkan. Jelas dong aku kaget. Aku nggak menyangka. Apalagi temanku tak pernah bercerita bahwa ada salah satu abangnya yang sudah meninggal. Melihatku ketakutan, ibu temanku menenangkan aku. Memang almarhum biasa “menampakkan diri” kepada keponakan temanku. Biasanya, itu tanda dia ingin makamnya dikunjungi, dia ingin pula dibawakan makanan kesukaannya ke makam. Lebih lanjut, ibu temanku bilang, tumben keponakan temanku tidak dikunjungi. Sambil setengah bercanda, ibu temanku berkata, mungkin almarhum memilih untuk berkenalan dengan tamu baru,-denganku…duh…

****

# Kejadian Ketiga

Terjadi tahun 2003, di asrama guru di Jakarta. Suatu malam aku terbangun terkejut dan ketakutan, saat seorang perempuan duduk di sampingku, sambil menodongkan pistol plastik mainan ke leherku. Pistol itu mengeluarkan hembusan angin seperti layaknya hair dryer…kurasakan betul angin itu berhembus berdesau-desau di leherku. Aku mengingatnya sekarang dan merinding….

Aku tak mampu bergerak karena tindihan. Sedapat mungkin aku menyebut Tuhanku. Susah payah kugerakkan tubuhku. Sosok itu terlalu dekat, jadi tanpa kacamata pun aku bisa merekam sosok  berambut pendek dan berkulit kuning langsat itu. Cukup lama aku melek melihatnya. Lalu sosok itu menghilang. Aku segera meraih rosario (tasbih) dan berdoa terus menerus hingga aku tertidur.

Aku tak berani menceritakan hal itu pada siapapun.

Malam kedua, aku ketakutan untuk tidur. Sosok itu tak terlihat, tapi seakan kudengar dia mondar mandir di dalam kamar. Aku tak bisa tidur!

Malam ketiga, sama dengan malam kedua. Tapi kini, aku pasrah. Tak tidur semalaman ditambah beban mengajar full hari itu membuatku benar-benar penat dan kepayahan. Aku tak sanggup lagi bergadang. Kukuatkan hati untuk bicara (sendiri).

Kutepuk-tepuk tempat tidur sambil berkata”, Mbak, atau Ibu, aku capek..ingin tidur, aku nggak ingin ngusir, kalau mau, tidurlah di sini bersamaku…ya, di sini yuk!” (mungkin aku mulai gila bicara sendiri). Tapi yang kurasakan, ketakutanku lenyap. Aku tenang seketika dan tertidur. Beberapa kali aku terbangun, dengan rosario masih tergenggam di tanganku, tapi tak kurasakan ”energi tak terlihat” itu lagi..

Dua malam selanjutnya, aku seperti mendengar sosok itu mondar-mandir di luar kamar. Setelah itu, takkudengar apa-apa lagi.

Beberapa hari kemudian, aku bercerita pada seorang rekan guru senior. Aku mengkeret saat diberitahu, bahwa sosok yang kulihat itu adalah almarhum Bu I****, guru TK yang meninggal bersama bayi yang dikandungnya bertahun yang lalu. Dulu, beliau tinggal di asrama di kamar yang kutempati.

Sampai kini aku masih berkutat dengan diri sendiri. Aku masih mencoba terus merasionalisasi apa yang kulihat itu.. “benar ada meski tak terlihat”, atau aku hanya “bermimpi”?

Ada yang punya pengalaman serupa?

(Bersambung…)

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

34 Responses to Antara Ada dan Tiada

  1. arman says:

    huaaa serem amat.. hehe.

    kalo gua sih gak pernah dan gak pengen pernah punya pengalaman deh…😀

  2. ikkyu_san says:

    berarti kamu memang punya kekuatan untuk melihat Na…

    Dan ya, dengan cara berbicara dengan “dia” biasanya ampuh. Karena sebetulnya dia juga ingin diketahui keberadaannya😀

    Aku belum pernah melihat, kecuali merasa yang tindihan. Tapi….aku pernah mendengar. Suara seorang kakek terkikik di kamar tamu, padahal tidak ada siapa-siapa. Magrib sekitar jam 6. Aku cari ke mana-mana…tidak ada. hehehe

    Mungkin telingaku memang sensitif, tapi ada beberapa kali aku mendengar “sesuatu”. Termasuk suara “ngorok” di sampingku padahal tidak ada orang dewasa. Dan suara anak-anak bermain di suatu restoran tua di pinggir pantai😀

    Katanya sih..kemampuan semacam itu itu keturunan …..

    EM

    • nanaharmanto says:

      Dulu waktu aku kecil sering ketakutan nggak jelas…mungkin karena aku “sensitif” terhadap begituan. Sayang dulu nggak ada yang mengerti perasaanku. yang “ada” hanyalah seorang Nana kecil yang penakut, dan kadang diledekin…hiks…:(
      Apalagi keluargaku termasuk kuat beragama, nyaris nggak ada tempat untuk hal-hal begini Mbak…

  3. DV says:

    Aku beberapa kali pernah seperti itu juga, Na.

    Yang pertama itu satu rangkaian dari sekitar taon 90-98 ketika aku tinggal di rumah baru di Kebumen. Aku nggak nyangka bahwa yang sering kulihat sebagai kilasan cahaya itu adalah ‘penunggu’.

    Sekitar taon 2000an pernah juga aku melihat sosok bapak dan ibu yang nongol ketika aku tiba2 terbangun dari tidur, tapi aku cuekin dan tidur lagi. Paginya baru aku sadar dan malamnya aku emoh tidur disitu lagi🙂

    Tak lama sesudah itu pernah pula aku ngobrol dengan temanku. Dia duduk dan aku tiduran, pas aku sedang liyer-liyer, tiba2 ada sosok yang menyeramkan (ibu2 bermuka bopeng) di sebelah temanku tadi, aku langsung kaget dan kata temanku, mataku membelalak sangat seperti mau copot🙂

    Pernah juga di kamar hotel di Blitar ketika Lebaran dua tahun silam. Aku nginep dengan adikku, kata orang memang hotel itu menyeramkan.. Dan benar saja, sekitar jam 1 malam aku terbangun dan aku melihat sosok wanita bergaun putih dan berambut panjang… Kali itu memang betul-betul menyeramkan…

    • nanaharmanto says:

      Whaaa…untung aku nggak pernah diliatin yang serem-serem. aku tak pernah melihat wajah mereka karena selalu kabur, dalam nalarku, penglihatanku kabur karena tak berkacamata.
      yah, sekarang tinggal doa yang harus diucapkan deh…
      Sekarang aku kalau mau tidur dan saat ketakutan selalu berdoa “Tuhan, lindungilah kami dari segala yang jahat” dan “moga-moga jiwa-jiwa orang beriman beristirahat dalam ketentraman karena kerahiman Tuhan..” kau pasti kenal baik doa ini, Don…

  4. JR says:

    cerita nya seru buangte nih teman

  5. edratna says:

    Nana, benar kata Imel, Nana punya kekuatan untuk melihat, karena sebetulnya mereka memang ada.
    Dari pengalamanku tugas dinas ke berbagai pelosok Indonesia, saya lebih sering tidur sendiri di tempat penginapan (hotel, asrama, pusat pendidikan dan Guest House. Tempat2 seperti itu pasti ada yang menunggu, apalagi tidak selalu penuh.
    Jadi setiap kali masuk kamar saya kulonuwun dulu, mengatakan bahwa kita hidup di dunia masing-masing, dan karena saya bekerja untuk keluarga mohon tak diganggu. Kemudian saya sholat, berdoa dan jika bulu kuduk merinding saya bisa menduga di kamar tsb ada sesuatu. Dan karena tak mungkin minta pindah ke kamar lain, saya berdoa terus sampai akhirnya bulu kuduk biasa kembali.

    Saya pernah ketakutan, di suatu malam saat tugas ke kota Pontianak dan tidur di hotel yang letaknya persis di pinggir sungai. Tapi saya tak mungkin pindah ke lain kamar, dan rasanya lucu, lha wong anak buahku cowok, pasti nanti aku bakalan diledekin. Disitulah muncul keberanianku, kan manusia itu makhluk tertinggi, dan pada akhirnya….seperti mendengar bunyi angin…wushhh…yang ke luar melalui jendela langsung ke sungai. Setelah itu perasaanku tenang dan bisa tidur nyenyak…saya menginap di hotel itu sampai 4 malam.Sejak itu saya tak pernah takut menginap dimanapun…Alhamdulillah, karena saya percaya Tuhan menjagaku

    • nanaharmanto says:

      Wah, benar Bu Enny, “kulonuwun” ini yang sering saya abaikan…saya beberapa kali tidur di hotel juga ketakutan nggak jelas, merasakan energi lain itu, pernah juga melihat sosok seseorangdi dalam kamar hotel…
      Lain kali, kalau saya nginep di tempat lain, saya akan kulonuwun juga, selain berdoa pada Tuhan untuk perlindungan-Nya..
      Matur nuwun Bu, sudah berbagi…saya diingatkan akan kulonuwun ini…
      Beribu terima kasih, Bu Enny…

  6. aurora says:

    brrrr… bikin merinding nih… untung bacanya kagak malam-malam. kalau malam, bisa tak tidur aku!!!
    tapi omong-omong.. kak nanan ini banyak pengalaman spiritualnya yah… kenapa yah?

    • nanaharmanto says:

      hmm….banyak pengalaman spiritual? wah, gimana ya…nggak juga kali ya? pernah sih, ngalamin beberapa kali, tapi lalu nalar yang mengambil alih, lalu lupa, atau sekedar menganggapnya sebagai mimpi bunga tidur…
      Aku juga nggak tau kenapa, ada yang bilang ini bakat khusus yang diturunkan. ada yang menganggapnya sebagai anugrah, ada juga yang menganggapnya sebagai musibah🙂
      Sejujurnya, aku juga masih bingung, ini termasuk anugrah atau sebaliknya…🙂

  7. Riris E says:

    Ketika saya kecil, sering sekali melihat sosok Raksasa sedang makan di Kamarku. Makin dewasa bukannya makin hilang malah makin tajam, Na. Ada – ada saja yg terlihat olehku meskipun hanya sekelebat bayangan.

    Konon katanya ini Karunia dan bersifat Menurun.

  8. nh18 says:

    Ada yang punya pengalaman serupa?

    Tidak !

  9. tutinonka says:

    Saya tak pernah (dan mudah-mudahan jangan) punya pengalaman berhubungan dengan makhluk ‘antara ada dan tiada’.

    Kalau menurut ajaran agama saya, arwah orang yang sudah meninggal itu sudah terpisah dari dunia kita, sehingga tidak bisa mendatangi kita lagi. Nah, kalau ada orang ‘melihat’ seseorang yang sudah meninggal, sebenarnya itu adalah jin/setan yang menyerupai dengan orang yang sudah meninggal tersebut.

    Kalau jin, setan, iblis, itu memang ada, karena mereka adalah makhluk Tuhan juga.

    • nanaharmanto says:

      Mudah-mudahan Bu Tuti nggak perlu ngalamin seperti saya itu ya…
      Saya pribadi tidak pernah minta atau ingin diberi kemampuan untuk melihat “mereka” itu..

      Dalam agama saya juga diajarkan, arwah orang yang sudah meninggal itu akan kembali pada Tuhan dan nggak akan gentayangan. Hal ini pula yang ditekankan dalam keluarga saya sejak kecil. Karena hal ini pula lah yang membuat saya bingung, dan mati-matian mencoba memenangkan nalar dan rasio saya: kalau memang itu arwah, seharusnya sudah bersatu dengan Tuhan, kalau masih “terlihat” yeah…pasti saya hanya bermimpi…

      Puji Tuhan, meski saya takut, saya masih bisa mengontrol ketakutan saya dan nggak pernah sampai histeris, apalagi kesurupan…duh, amit-amit deh…
      Saya merasa yakin, percaya dan berpegang pada Tuhan akan menguatkan saya.
      Terima kasih sudah berbagi ya Bu Tuti…

  10. Memang Mbak Nana, tak bisa dipungkiri ada alam lain selain tempat kita tinggal ini, dan itu masih jadi misteri sampai sekarang, bisa dibilang mungkin ”mereka” masih punya” unfinished business” di alam kita, dan kita nggak pernah tahu itu apa.
    Mungkin Mbak Nana memang punya indera ke-6 yg tdk disadari hingga ada kejadian2 tsb diatas.
    Dan hanya kepadaNYA kita mohon perlindungan.
    salam.

    • nanaharmanto says:

      Iya setuju Bunda, hanya kepada Tuhan saja kita mohon perlindungan.

      Saya sering berdoa semoga arwah orang yang sudah meninggal bisa beristirahat dgn tenang di tempat yang layak untuk mereka.
      Semoga saya nggak ada sangkut pautnya dgn “unfinished business mereka” ini deh…nggak mauu…hehehe…🙂

  11. septarius says:

    ..
    Nggak usah bingung mbak, banyak kok orang yg kayak mbak Nana..
    Anggap aja embak lebih peka dari yg laen..
    ..
    Waktu abg ku pernah belajar dunia gaib, karena gak didampingi
    Akhirnya jd sombong..
    Parah banget dulu sampek nantangin penunggu tempat2 angker..
    Maklum darah muda lupa kalo kekuatan itu dari Tuhan..
    ..
    Kalo indra ke6 udah kebuka, meski mata tertutup masih bisa melihat lho, malah bisa komunikasi..😀
    ..
    Benar kata bu Tuti, makhluk itu sangat jahat dan menyesatkan..
    Bisa menyerupai apa saja, bisa membaca phikiran orang dan mengambil kenangan orang..
    ..
    Selama kita percaya sepenuh hati dalam perlindungan Tuhan, setan sekampung gak bakal bisa nyentuh kita mbak..😉
    ..

    • nanaharmanto says:

      Waduh….nantangin penunggu tempat2 angker??! *geleng-geleng*

      [..copas..] Selama kita percaya sepenuh hati dalam perlindungan Tuhan, setan sekampung gak bakal bisa nyentuh kita mbak..
      AMIN!!

  12. krismariana says:

    Na, aku kali ini sepakat sama Om NH. Aku nggak punya pengalaman serupa. Dan nggak pengen. Mending ketemu cowok2 cakep saja. Apalagi yg baik dan pinter (haiyah, kok malah melenceng dari topik, hahaha!)

  13. vizon says:

    kalau bermimpi bertemu dengan salah satu keluarga yang telah meninggal, aku pernah beberapa kali mengalaminya. tapi, kalau melihatnya secara nyata, belum (mudah-mudahan tidak pernah). setiap kali mengalami hal tersebut, aku hanya berpikir barangkali aku masih kurang mendoakan mereka. jadilah setelah itu aku panjatkan doa khusus untuk mereka…🙂

  14. soyjoy76 says:

    Pernah suatu ketika, waktu lagi ngaudit saya lembur di kantor klien sampai jam 2 malam. Pas lagi mau memfotokopi, lewatlah didepan saya staf akuntansi yang biasa mensuplai dokumen kepada auditor. Saya bingung, kok tumben…bukankah biasanya dia udah pulang sejak jam 5 sore. Saya tegur, dia diam saja dan terus berlalu dan turun melewati tangga dan seketika udara mendadak dingin ..

    Besoknya pas saya tanyakan lagi, kok kemarin malam tumben ikut lembur, bapak itu senyum-senyum aja. Ternyata, menurut beliau,di gedung itu memang sering ada penampakan kayak gitu. Untungnya itu adalah penampakan orang-orang yang aslinya masih hidup. Kalau penampakan orang yang udah mati…entahlah…pasti ngeri🙂

    • nanaharmanto says:

      hiiii….kalau aku belum pernah melihat “mereka” pas bener-bener dalam keadaan melek/sadar 100% gitu…sengaja pengen lihat juga nggak pernah berhasil tuh…jadi ya memang benar-benar between the seen and unseen gitu…

    • ikkyu_san says:

      Nah yang begini sering sekali dialami ibu saya. Dia melihat pembantu lewat keluar rumah. Waktu ditanya, pembantunya ada di belakang dan tidak ke mana-mana.

      Untung saya belum pernah…dan amit-amit jangan deh hihihi

      EM

  15. hmmm…pertama kali aku dinampaki hal serupa kurang lebih awal tahun 2008, di mess tempat saya kerja, jam 3 pagi, sayup2 antara sadar dan tidak terdengar langkah kaki berlarian di depan kamar, dan sesaat kemudian bau sangit tercium, dan di depanku ada seonggok benda besar dengan tangan melambai2, begitu kulihat lebih jelas benda itu hilang…luar biasa, setelah cerita ke teman2 kantor, itu namanya gendruwo…

    • nanaharmanto says:

      waduh….jadi merinding nih Mas….
      untungnya, aku belum pernah diliatin yang serem-serem…nggak minta deh…amit-amit…*nyari kayu…ketok 3x…coy..coy..coy.. 🙂 hihi..

  16. Pingback: Antara Ada dan Tiada (part 2) « sejutakatanana

  17. kaskuser says:

    tulisan yg sangat menarik mbak

    btw,Hi salam kenal, just blogwalking doang. main dong ke blog saya

    http://blog.unsri.ac.id/kaskuserr/nais-inpo-gan/mrlist/1234/

    http://blog.unsri.ac.id/kaskuserr/news/mrlist/1233/

    dijamin KETAGIHAN …!!!! ^_^

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s