Kedagingen

Saat aku masih kecil, papa tak pernah lupa memeriksa kuku-kuku kaki dan tangan kami. Hari Minggu siang atau sore, adalah waktu kami antri di depan papa lalu papa menggunting kuku kami dengan gunting kecil, sekaligus memeriksa kebersihan telinga kami. Seperti biasa, pada Senin pagi guru kami memeriksa kebersihan kuku, rambut dan telinga kami.

Kami jarang sekali ditegur guru gara-gara kuku yang kotor. Kuku kami selalu bersih rapi. (catat: Senin pagi ya, setelah itu, kukuku menghitam karena bermain dan pegang bermacam-macam benda sepanjang minggu..hihi..)

Hal itu berlangsung hingga aku  kelas dua SD. Aku mulai berani mencoba-coba potong kuku sendiri, dengan pemotong kuku dewasa! Cetik…cetik…cetik….hmmm….lumayan sukses…

Aku lupa persisnya kapan aku benar-benar mengurus kukuku sendiri. Suatu hari, entah bagaimana, aku merasa kesakitan pada jariku. Rasanya seperti ada luka di bawah kuku,  perih seperti tersobek.

Waktu aku mengeluh pada mama, mama mengatakn, ” Oooo…ini namanya kedagingen…mungkin kamu memotong kuku terlalu pendek”.

Kedagingen, adalah istilah Jawa, berasal dari kata daging. Terjemahan bebasnya kurang lebih, daging yang terluka akibat tak terlindungi kuku dengan baik.

Aku tak tahu  mengapa, aku mudah sekali kedagingen, meski aku selalu berusaha memotong kuku  1 milimeter dari batas tumbuh kuku. Tapi tetap saja jari di bawah kukuku tersobek karena berbagai sebab, entah mencuci, memasak, bermain basket atau ketidaksengajaan lainnya.

Akhirnya kuputuskan, lebih baik aku berkuku panjang. Jangan bayangkan aku berkuku panjang hingga bercenti-centi ya…aku tak pernah suka kukuku terlalu panjang. Panjang untuk kenyamananku adalah 2 milimeter dari batas tumbuh kuku. Setelah lewat dari ukuran itu, aku merasa tak nyaman, risih, ingin segera memotongnya. Seharusnya aku sudah hapal dengan ukuran kuku yang harus disisakan supaya tak kedagingen. Tapi, kadang-kadang, tetap saja terjadi, kukuku terlalu pendek kupotong.

Sewaktu SMP, papa pernah menegurku karena kukuku yang belum terpotong. nenekku pun mengira aku berkuku panjang untuk “genit-genitan”. Nenekke pernah menegurku dengan agak keras, katanya, anak SMP tak perlu lah memelihara kuku panjang.

Itu belum cukup. Pelatih basketku, juga memarahiku karena kukuku bisa melukai kawan dan lawan. Pernah aku dipaksa potong kuku di luar lapangan. Selama kukuku masih panjang, aku tak diijinkan masuk lapangan basket. huhuhu…dengan terpaksa aku keluar lapangan memotong kuku sambil menahan malu, sekaligus berdoa semoga kukuku tak kedagingen.

Ketika pelatih memeriksa kukuku, aku diijinkan masuk lapangan lagi. Dan mulailah mimpi buruk itu. Ujung-ujung jariku tak terlindungi kuku dengan baik seperti biasanya, jadi saat aku menerima lemparan bola dari kawanku, ujung jari-jariku terasa perih. Saat itu aku tak terlalu memperhatikan kuku dan jariku, aku tetap melanjutkan permainan.

Saat latihan sore itu berakhir, barulah aku bisa memeriksa kuku dan jariku. kulihat tiga jari di bawah kukuku telah membentuk garis merah. Sedikit darah yang mengering. Rasa perihnya benar-benar mengganggu! Aku harus sangat hati-hati dalam melakukan aktivitas lainnya.

Sejak saat itu, aku selalu berusaha agar kukuku yang kubiarkan sedikit memanjang  tak terlihat oleh pelatih. Aku memang menyalahi aturan, tapi itu lebih baik daripada aku berkuku buntek tapi selalu kawatir akan   terluka saat menerima bola.

Sampai kini pun, aku masih tetap memilih membiarkan kukuku sedikit lebih panjang. Seingatku tak pernah kukuku benar-benar buntek terpotong.

Nah, selama beberapa hari di  kampung halaman, aku menyempatkan di untuk  membantu beres-beres rumah. Nah, karena kupikir kukuku sudah terlalu panjang, dan supaya tidak terlalu kotor, aku pun potong kuku. Sayangnya, jari telunjukku terlalu pendek. Hasilnya, saat aku melanjutkan beberes rumah, telunjukku terluka. Duh sebelnya….untuk mengetik tulisan ini pun zonder telujuk kanan hehehe….

****

Pernah mengalami hal yang sama?

di daerah Anda, apa sih nama kedagingen ini?

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Curhat tak penting and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

25 Responses to Kedagingen

  1. arman says:

    kayaknya kedagingen itu sama ama cantengan.. ya gak sih?

    kalo gua juga kadang cantengan karena kuku kaki selalu dikopek pake tangan. jadi pendeknya gak karuan. jadinya pas numbuh lagi suka ada yang nusuk ke daging. hehehe.

    • nanaharmanto says:

      nggak sama deh Man…, cantengan itu infeksi. kalau kedagingen itu kuku terkopek…belum tentu infeksi. wah, aku juga pernah ngalamin cantengan karena ujung kuku tumbuh masuk ke dalam daging, rasanya nyebelin banget apalagi kalau lagi mateng-matengnya infeksi hmm…sedap!!!🙂

  2. septarius says:

    ..
    Wah baru denger istilah kedagingen mbak..
    Paling aku nyebut kukunya terkopek..
    Hi..hi..
    Jarang banget sih ngalamin..😀
    ..

  3. ikkyu_san says:

    heheheh
    Jamannya masih kerja setiap hari aku selalu pakai kuteks, dan kuku panjang. Tapi sejak melahirkan Kai, aku sudah jarang berkuteks, dan kalaupun berkuteks tetap kuku pendek. Tapi ya itu, aku selalu menyisakan 1 mm, karena sakit seperti kamu itu. Apalagi kalau musim dingin. Cuma kalau tidak perhatikan dan mulai kepanjangan kalau musim dingin, kuku bisa sobek ngga keruan dan itu sakiiit. Memang musim dingin seharusnya pakai kuteks meskipun transparant supaya kukunya keras.

    aku ngga tau namanya apa Na… jadi terima kasih sekarang sudah tahu hihihi

    EM

    • nanaharmanto says:

      wah, aku baru tau kalau musim dingin sebaiknya berkuteks…kalau cowok gimana dong mbak?
      Aku dulu juga suka pakai kuteks warna natural, padahal di sekolah, ada aturan guru nggak boleh berkuteks. tapi aku tetep pakai tuh…dan karena warnanya lembut dan nggak nyolok mata, aku nggak pernah ditegur hihi…

  4. vizon says:

    istilahnya apa ya dalam bahasaku? kalau gak salah “tacukam”, semoga saja betul, hehe…😀

    • nanaharmanto says:

      Nambah istilah baru nih…. ada kiat dari Minang untuk mengatasinya? selain menyisakan kuku sedikit lebih panjang gitu, Uda…
      Ada temen yang menyarankan merendam kuku yang kedagingen dengan air hangat…tapi sama aja nggak ada pengaruhnya hihihi..

  5. AFDHAL says:

    baru tau kalo istilahe kedagingen
    hmmm, orang bugis apa yah istilahe??
    nanti deh dicari tau
    ehehhehehe

  6. Riris E says:

    Istilahnya sama dengan aku yang dari Jatim, Na!

    Kamu sedang di Pulau Jawa, mampir Jakarta tidak? *ngarep mode on*

  7. marshmallow says:

    mbak nanaaaa… kirain tadi mau ngomong kebanyakan makan daging pas tahun baru. hihi… maklum, bego bahasa jawa.

    aku nggak pernah kedagingen, tapi baru-baru ini kakiku terpeleset dan jempol kanannya terseret sehingga kukunya hampir lepas. sekarang posisi kuku kaki masih hampir lepas, abis aku takut disuntik untuk dilepas kukunya. (apaan ini dokter takut disuntik?) soalnya beberapa kali melepas kuku pasien, yang paling sakit adalah saat menyuntikkan obat biusnya. apa aku kena tulah, ya?

    • nanaharmanto says:

      hayyyaaa….baru mau komentar nih, Uni…dokter kok takut disuntik?🙂
      kata suamiku emang cabut kuku itu paling sakit justru waktu disuntik obat bius…

      Semoga kukunya cepet sembuh ya Uni… wah, berarti sekarang nggak bisa pakai sepatu dong?🙂

  8. edratna says:

    Kalau memotong kuku terlalu pendek memang ada risiko seperti itu. Karena dulunya saya suka menari, maka kuku jari tangan malah panjang…hehehe…supaya saat menari terlihat indah. Dan karena terbiasa, walau jarang menari, kuku tetap panjang…mungkin juga karena tak hobi sesuatu yang mengharuskan kuku pendek.

    Dan punya kuku pendek baru setelah melahirkan karena takut melukai bayi. Walau demikian, kuku pada jempol tetap agak panjang sedikit (2 mm) agar tetap bisa membuka tutup botol dsb nya.

    • nanaharmanto says:

      Mungkin karena terbiasa juga, jari saya malah jadi aneh kalau potong kuku terlalu pendek, soalnya jari-jari saya termasuk besar-besar. Kuku yang sedikit panjang bisa “ngibulin” mata, jadi jari bisa terlihat agak langsing🙂

      Waah…Bu Enny ternyata gemar menari ya? saya salut betul, Bu… saya sendiri cuma asal bisa 3 tarian yang dulu dijadikan pelajaran wajib saat SD. sekarang sudah lupa..Mungkin karena nggak berbakat menari, nggak pernah terpilih mewakili kelas saat pesta tutup tahun ajaran, hehehe…

  9. DV says:

    Kedagingen itu dalam “bahasa Klaten’ artinya siseten🙂
    Aku sangat sering mengalami siseten karena aku paling demen gigit-gigit kuku sampe sangat pendek.

    Aku memang membiarkan kuku panjang di jari-jari tangan kanan karena aku bermain gitar cukup sering, namun untuk yang kiri wah kugigit-gigit habis.

    Pernah juga aku mengalami siseten yang akut sampe bengkak dan bernanah.. Duh sakitnya tak ketulungan…

  10. nh18 says:

    Íni sama nggak ya dengan “CANTENGEN”
    Pinggiran Kuku nusuk daging …

    Kalau sama …
    Ya … saya pernah mengalaminya …

    Jempol kaki kanan …
    Dan (maaf) sampai bernanah pula …
    Dan itu sakitnya luarbiasa …

    Dulu solusinya kalau tidak salah ..
    kalau potong kuku …
    pinggir kiri kanan lebih panjang dibanding tengahnya …
    (or paling tidak … potong datar …)(bukan melengkung seperti biasa …)

    Salam saya

  11. didta says:

    blog nya bagus, salam kenal, mampir ke blog saya juga ya teman

  12. kalau dijakarta banyak juga sih yg bilangnya kedagingan juga, Mbak.
    salam.

  13. waduh…
    kasian yah Bu.
    setelah dipotong kukunya, dikasi plester di ujung jari, biar terjaga..
    bisa ga yah?

  14. Mas Ben says:

    Di tempat saya, namanya kamiseseten🙂

    Mas Ben
    http://bentoelisan.blog.com

  15. elenora says:

    wah aku sgt tertarik soal kuku nih. kalo aku kebalikannya. malah aku harus gunting kuku tiap 2-3 hari sekali. karena kalo udah tumbuh 1-2 milimeter lsg brasa aneh, gatel, risih, dll.. malah aku gunting kuku sangat pendek dibawah garis sampe kulit2 arinya diatas garis potongan kuku ak gunting juga sampe rata. malahan ak brasa keenakan klo kuku super pendek, dan klo ditekan2 bagian batas potongan kuku (yg baru dipotong) rasanya enak gitu.. gimana ya jelasinnya hehehe.. Nah krn kukuku sgt pendek, dan ak guntingin kulit ari atasnya , jd keterusan.. harus di gunting terus.. kulit arinya juga. krn klo gak dia menebal gitu. jd nyaman bgt kl dibuang bagian itu. hehehe.. kita kebalikan bgt ya.. hmm maap nih agak ribet ngejelasinnya.. aku jadinya kemana mana harus bw gunting kuku. drpd gelisah krn kuku panjang hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s