Jetlag

Beberapa tahun yang lalu, sering kudengar istilah ini tapi tak kupahami artinya. Lalu, aku tahu teori tentang jetlag, tapi tak pernah merasakannya. Sekarang, beberapa kali aku mengalaminya.

Jetlag: a condition that is characterized by various psychological and physiological effects (as fatigue and irritability), occurs following long flight through several time zones, and probably results from disruption of cicadian rhythms in the human body. ( Webster’s Ninth Collegiate Dictionary, 1985)


Jetlag kurang lebihnya adalah kondisi “rumit” yang dikenali dari gejala/efeknya yang melibatkan sisi fisik, -seperti rasa capek luar biasa dan mengantuk (tidak semua), serta lungkrah-, dan sisi psikologis ,-mudah marah, lesu, tak bersemangat-. Jetlag ini biasanya muncul beberapa saat setelah kita mengalami penerbangan melintasi zona waktu yang berbeda-beda. Mungkin juga, hal ini terjadi karena kita terbang melawan arah perputaran bumi.

Jetlag juga bisa muncul karena terganggunya circadian rhytms (ritme biologis tubuh selama 24 jam) akibat kebiasaan yang tiba-tiba berubah. Contohnya, seseorang dari benua Eropa terbang ke Indonesia. Dengan tiba-tiba dia harus terbiasa melek dan beraktifitas di siang hari Indonesia, sementara “jatah aslinya” di sono noh..adalah tidur malam…    Tubuhnya akan mengalami ketidaknyamanan ketika beradptasi dengan waktu yang “didahuluinya” 6 jam dari waktu seharusnya di negeri dingin sana…

Tentu, efek jetlag ini berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang sangat terpengaruh meskipun hanya berpindah zona waktu yang berbeda1 jam, tapi ada pula yang tetap mbejeges segar bugar meski telah melalui penerbangan selama berpuluh jam.

****

Aku pernah membaca di sebuah koran beberapa waktu yang lalu, jetlag inilah yang dijadikan kambing hitam saat sebuah kesebelasan dari suatu negara berlambang garuda, kalah telak ketika bertanding melawan kesebelasan negara lain. (halah, ini mah pembelaan diri! Lha wong mereka juga sudah tiba di negara tempat bertanding beberapa hari sebelumnya gitu lho…pastinya sudah dipikirkan resiko ini dong?)

Nah, aku terbang dari wilayah Waktu Indonesia Barat (WIB) dan mendarat di Zona Waktu Indonesia Tengah (WITA). Penerbangan selama 1jam 35 menit, dan melintas zona waktu inilah, yang kuduga menyebabkan badanku tak nyaman dan terasa lemah.

*Pembaca mbatin, halah please deh, Na, lebay banget sih, Cuma beda 1 jam geto loh, 1 jam! Mosok segitunya siiiiy?


Well, Sebagian besar waktuku dalam dua hari pertama di Sulawesi adalah tidur! Aku tetap harus bersih-bersih rumah setelah sebulan lebih kutinggal, tapi, tetap saja tidur adalah obat paling mujarab untuk kondisi ini.

Rasanya, kemarin pagi pun badanku masih belum terlalu fit. Rutinitasku masih belum sepenuhnya normal. Paling-paling hanya membersihkan rumah dan memasak. Dan yang jelas sih, belum sempat aktif ngeblog. Malam sebelumnya aku hanya sempat membaca beberapa tulisan para blogger, tanpa meninggalkan komen. Aku mencoba nulis, hasilnya juga tak karuan, huh, mengecewakan! Akhirnya batal posting deh.

Tau-tau aku terbangun menjelang pagi. Laptop sudah dirapikan suamiku. Walah…..berarti malam itu aku semaput ngglimpang di depan laptop dengan status masih On Line dong? Haha…

Suamiku bilang, aku tertidur pulas sampai melongo huahahaha….semoga nggak jadi postingan dia deh…. *melirik rumah sebelah🙂🙂

****

Anda punya tips untuk mengatasi jetlag? Berbagi yuuuk…

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Curhat tak penting and tagged , , , . Bookmark the permalink.

35 Responses to Jetlag

  1. arman says:

    menurut saya sih obat mujarab untuk mengatasi jetlag adalah beraktifitas. awal2 emang pasti cape rasanya karena kita kurang tidur tapi harus beraktifitas normal, paling malem nya tidur pagian biar bisa dapet jam tidur yang cukup. tapi setelah beberapa saat akan balik normal kok.

    kalo gak beraktifitas dan tiap kali berasa cape/ngantuk diturutin dengan tidur, jadinya gak sembuh2 jetlagnya…

  2. ikkyu_san says:

    kayaknya kalo kamu bukan jetlag tapi home sweet home. Capek loh sebetulnya berada di luar “rumah” sendiri, capek lahir dan batin. Aku juga gitu kalau balik dari jakarta.

    Kalau jetlag beneran sih bisa diatur lewat makanan katanya. Untung Tokyo dan jakarta cuma beda 2 jam. Justru di jkt aku jam 9 udah ngantuk (soalnya di Tokyo udah jam 11) dan terbangun jam 3 pagi (di Tokyo jam 5) hihihi.Dan gelap bo, di Jkt kan tidak seboros di Tokyo listriknya.

    EM

    • nanaharmanto says:

      wah, aku baru tau kalau jetlag bisa diatur (atau diatasi?) lewat makanan? hmm..gimana tuh?

      waktu mudik ke jawa juga rasanya capek gitu deh…mau ngapa-ngapain jd rada males awalnya. atau emang dasarnya aku pemalas ya? hihi..

  3. DV says:

    Jetlag ya… aku pernah merasakan waktu pindah ke Sydney…. jam 4 pagi masih moncer-moncer karena beda waktu 4 jam.

    Suamimu blogger tho? Sapa jhe hehehe

  4. septarius says:

    ..
    Mbejeges iku opo tho mbak..?
    ..
    Jetlag kayaknya lebih ke psikologis deh mbak..
    ..

    • nanaharmanto says:

      eh, Ata…aku tau istilah mbejeges ini dari orang Jawa Timur lho..sumprit…yang kutangkep sih, ya gitu, segar buger dengan rada kemlinthi gitu…(walah, istilah opo meneh iki?)

  5. AFDHAL says:

    udah biasa sih mbak hehehhe
    jadi gak pernah jetleg…
    kadang turun pesawat langsung ngantor
    langsung ngasih training juga..
    nah..malamnya langsung balas dendammmm !!!!

  6. nh18 says:

    Jet Lag ???
    mmm … aku tidak pernah mengalaminya …

    Yang sering itu …
    perasaan capek dan lemas … (baca malas) walaupun tidak sedang bepergian …

    gya ha ha ha …

  7. Cara mengatasi jetlag adalah perhitungkan di tempat tujuan, waktu menunjukkan pukul berapa.
    Kalau di tempat tujuan nanti kira-kira hari masih sore, sebaiknya banyak tidur selama di pesawat.
    Tapi kalau di tempat tujuan ternyata hari sudah malam, isi waktu di pesawat dengan melek, nonton film atau baca buku. Jadi waktu tiba di tempat tujuan, badan sudah lelah dan tinggal tidur deh..

    • nanaharmanto says:

      Bener juga saranmu ini, Vicky…thanks a lot ya…
      tapi kalau aku sih, kapanpun waktunya, di dalam pesawat tetep banyak tidurnya hehehe…heran deh, udah gitu kok ya badan tetep capek ya?🙂

  8. krismariana says:

    aku belum pernah jetlag. lha wong paling pol aku cuma ke Jogja lo Na… dan selama di dalam kereta kalau nggak tidur aku lihat2 pemandangan di luar (krn naik kereta pagi). tapi kalau terkantuk2 dan jadi males2an … rasanya sering ya? hahahaha

  9. edratna says:

    Nana, jetlag memang umumnya sering digunakan perpindahan antar waktu, jika kita bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya. Aeperti Nana dari WITA ke WIb…hehehe…lha dari WIB ke WIT (Jakarta ke Jayapura) kan waktunya mirip Jakarta dengan Nagoya (beda 2 jam), juga mirip dengan Jakarta dan Sidney.

    Penyesuaian biasanya perlu waktu..obat mujarabnya adalah segera sesuaikan jam tangan dengan waktu setempat. Tapi bagiku ya mirip Nana…makanya kalau ke Jayapura, saya mesti ambil waktu pergi sehari sebelumnya supaya cukup istirahat, sehingga besoknya bisa mengajar dengan baik

  10. darahbiroe says:

    tetep harus beraktifitas lama lama akan normal heh

    berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya

  11. dulu sewaktu masih bekerja bunda sering mengalami jet lag ini, tapi lama kelamaan tubuh telah terbiasa, krn seringnya terbang lintas benua dan lintas waktu.
    setelah pensiun, eh kemarin pergi tahun baruan ke Korsel, kumat lagi jetlagnya.
    ini kayaknya bisa jadi postingan bunda selanjutnya nih, Mbak.
    he….he…terimakasih telah memotivasi utk tulisan nanti.
    salam.

  12. nakjaDimande says:

    hihi yang beda satu jam bisa jetlag juga ya mba nana🙂

    aku pengeeennn ngerasain jetlag, kaya’nya keren gitu.. **tapi maunya jetlag krn terbang ke eropah😛

  13. ALRIS says:

    Kapan saya ya bisa merasakan jetlag? Masih dalam impian…
    Salam

    • nanaharmanto says:

      Semoga mimpi segera menjadi kenyataan ya, jalan-jalan naik pesawat ke Eropa misalnya, nggak hanya jetlag-nya aja hehe…
      terima kasih sudah berkunjung ke sini ya?

      salam

  14. sauskecap says:

    wah, itu kayanya kecapekan di perjalanan aja…

  15. Ria says:

    mungkin itu efek kurang istirahat sehabis liburan mbak, biasanya aku juga begitu kalau habis pulang dari jakarta aku sampe di duri biasanya banyakan tidur, makanpun gak napsu yg penting tidur😀
    jetlagnya udah gak lagi kan?

  16. I can’t think straight right now, but I think I agree!

  17. hahaha ketiduran depan laptop ya mbak?
    waduuuh aku ndak ada pengalaman cara mengusir jetlag sih mbak.. Kapan hari dari manado ke jakarta ya obatnya tidur kebo seh😀 hehehe

  18. beni sadad says:

    klau aku sih emang “hate to flight” selain emang takut ketinggian, jetlag yang aku rasain jauh lebih dari sekedar males atau ngantuk…..aku sering ngerasain seperti berada didalam kapal laut dan terkadang terasa ingin jatuh akibat dari perasaan adanya guncangan…adakah yang bisa kasih solusi???trims sbelumnya ya….

  19. reinachan says:

    just sharing aja nih..kejadiannya hampir sma yah.aku terbang dr CGK ke PLW pdhl beda wktu cuma satj jam.tp sudah 3 mgu stay disini,alhasil 3x sudah kena penyakit plus tidur dan bangun msh blm tratur,slalu kesiangan kalau disini,sdgkn di jakarta aku slalu bangun pagi sebelum subuh,kalau disini sdh subuh duluan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s