Sahabat dari Amerika

Tahun lalu, ketika aku sedang blogwalking, aku menemukan gravatar seseorang yang menurutku sangat unik. Separo wajah yang berkening lebar, berkacamata hitam. Rupanya, si pemilik wajah itu sedemikian pelit mempertontonkan seluruh wajahnya. Aku penasaran pada sosok satu ini, sebab, di mana pun aku blogwalking, gravatarnya yang selalu itu-itu saja bertebaran dengan berbagai komentar yang ditinggalkannya🙂

Wuih, blogger tenar rupanya nih!

Seingatku, dia-lah yang muncul duluan di blogku, meninggalkan komentar untuk pertama kalinya di salah satu postingku. Arman-, jejak yang ditinggalkannya. Jelas dong, dengan gravatar “ngintip tapi pelit itu” hahaha….

Sejak itu, Arman tak pernah absen membaca tulisan terbaruku. Aku pernah baca salah satu komentar Arman di blog seorang sahabat, bahwa dia ini adalah salah satu penggemar tulisan-tulisanku. Uhuy…..GR banget dong akuh? tersanjung gitu deh….:)

Oke, lanjutt…

Nah, saat pertama kali aku berkunjung balik ke blog-nya, aku disuguhi sebuah tulisan yang mengharu biru, membuat mataku tak mau berpaling sebelum kisah itu usai. Sembari membaca tulisan itu, aku dibuai oleh alunan musik piano yang indah….

Wah, tulisan itu benar-benar baguuuus…mampu menghanyutkan perasaan pembacanya mengikuti alur kisah itu. Sedemikian bagusnya hingga kukira posting itu benar-benar kisah nyata. Akhir yang pedih dari kisah itu benar-benar haduuh…. membuatku ikut pedih!

Aku bernafas lega setelah aku jelalatan mencermati tulisan itu yang ternyata, -syukur Tuhan-, adalah sebuah fiksi. Entah jika terinspirasi dari kisah nyata ya?

Pokoknya, setelah membaca posting itu, aku mengobrak-abrik beberapa tulisannya yang lain hihihi…

****

Kalau kuperhatikan, beberapa tulisannya pasti nggak jauh-jauh dari tempat makan, acara makan-makan, nama kuliner berikut analisisnya tentang rasa masakan tertentu, atau, dimasakin istrinya tercinta. Uedyan….mahluk satu ini pencinta kuliner rupanya. Waktu merencanakan mudik ke Indonesia, list-nya yang panjang itu melulu makanan yang ingin dinikmatinya!

Tapi, di sebuah posting lainnya lagi, dia ingin mengurangi porsi makannya karena badannya mengancam akan melar… nah, nah…tetep berhubungan dengan makanan lagi kan?

Tulisan-tulisannya, tentang makanan atau bukan, biasanya relatif panjang. Tapi bahasanya yang mengalir seolah tanpa beban, menjadikan pembaca tak akan melewatkan satu kalimat pun!

Arman sering menggunakan kata gue/gua untuk mewakili dirinya. Well, itu kebebasannya mutlak tentu saja, dan hal itu juga tidak mengurangi asyiknya  alur cerita yang ditulisnya agar  tetap mengalir lancar. Menurutku, Arman  merdeka penuh dalam mengekspresikan pikiran dan pendapatnya, mau serius atau santai.  Beberapa kali, aku bahkan ikut juga berkomentar dengan menggunakan gue-lu… pantes atau nggak-nya hihi…no problemo dah!

Aku salut juga pada Arman, yang dengan gambalng mengakui ke-bete-an-nya karena jealous pada teman sekantor yang dipromosiin. Menurutku, mengakui kelebihan temannya ini yang menurutnya memang lebih pantas dipromosiin, adalah sikap yang gentle. Nggak pakai acara ngejelek-jelekin temen di belakangnya, yeah, ini kelebihannya!

****

Nah, Header blognya cukup rame, dihiasi foto-foto keluarganya, yang rupanya memang doyan tersenyum cerah…

Ini yang paling kusuka, saat dia menceritakan tentang keluarga kecilnya, Esther sang istri tercinta, dan terutama tentang Andrew, his beloved son, yang foto-fotonya selalu membuatku tersenyum dan berkomentar, “Aih…lucunya…”.

Ekspresi wajah Andrew memang nggemesin banget….sumprit!

Arman sering kali menjadi komentator pertama atau kedua dalam tulisan-tulisan terbaruku. Aku sendiri, boro-boro menjadi komentator pertama, tak pernah sekalipun aku menjadi komentator kurang dari 20 di blognya hihihi…

Tulisannya pasti menuai banyak komentar. Biasanya sih, waktu aku berkesempatan membaca tulisan terbarunya, komentar sudah lebih dari puluhan, lebih dari seratus bahkan…wuih….

Beberapa kali kuperhatikan, banyak lho komentar dari pembacanya yang panjang dan bahkan “curcol” di kolom komentar. Sepertinya, Arman meluangkan waktu untuk membalas setiap komen yang masuk deh…

Tuh, kan…kurasa banyak banget sahabatnya!

Kadang-kadang, aku skip komentar-komentar terdahulu saking banyaknya…hihi.. nah, lihat, betapa banyak penggemar blog-nya itu…

****

Aku sendiri bersyukur banget bisa berkenalan dengan Arman, seorang sahabat yang tinggal di Amrik sono, meski masih sebatas kenalan di dunia maya. Halow, Man….kapan kopdar nih?🙂

Dari tulisan-tulisannya, kadang aku mendapat bisikan wangsit ide  baru untuk nulis… kayak sekarang ini juga nih. Dapat ide untuk mengatasi kebuntuan ide nulis…*Cling!

Yup, posting ini memang khusus kutulis untuk meramaikan kuis berhadiahnya. Boong kalau aku nggak ngarepin menangin hadiah CD darinya! *huuu…. (dilempar sandal jepit)

Salah satu syarat mengikuti kuisnya adalah me-review tentang blognya. Well, terlepas dari menang atau nggak nantinya, menceritakan tentang blog Arman memang nggak bisa dipisahin dari cerita tentang orangnya…

Hanya dari saling membaca posting dan komentar, rasanya sudah mengenalnya lumayan lama nih… eh, gitu nggak sih Man? Atau gue yang ke-pede-an ya? Hihi…

Tabik dah!

****

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Intermezo, Sahabat and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

24 Responses to Sahabat dari Amerika

  1. Clara says:

    Jadi pengen tau isi blognya Mr. Arman nih Mba.. tadinya udah sepintas ngeliat lewat link blog bu Tuti, tapi belum sempat baca2.. tapi memang keluarganya rame pisan.. hehe.. saya ke sana dulu deh.. wuss..

  2. Pingback: L’heure pour tous, ARMAN :: FarmVille

  3. DV says:

    Wah, jadi pengen bikin lomba juga buat blogku.
    Kira2 kamu akan menuliskan aku seperti apa, Na?🙂

  4. arman says:

    na… thanks banget buat postingannya!!!!

    gua emang hobi ngebacain tulisan lu karena tulisan lu sangat enak dibaca dan informatif.😀

    tapi iya gua setuju kok… dengan blogwalking dan saling komentar bikin kita jadi berasanya udah kenal banget ya… walaupun belum pernah ketemu.🙂
    makanya gua suka komen kalo lagi blogwalking karena nulis komen itu kayak ikutan ngobrol ama si empunya blog. ya gak?😀

    once again, thanks ya buat tulisannya.. and for your friendship…🙂

    • nanaharmanto says:

      Hiyaaaa…. yang diomongin muncul….masih tetep ngintip.. hihi…🙂

      Thanks juga udah hobi baca tulisan-tulisanku ya…
      bener katamu, dengan kita nulis komen dan membalasnya, seolah kita jadi kenal deket ya, walau belum pernah ketemu secara langsung.

      Terima kasih juga unutk persabahatan indah ini ya…

  5. arman says:

    eh iya ada yang kelupaan dikomen…😀

    cerita midnight rain itu murni fiksi kok. gak berdasarkan kisah nyata. hehehe.

    tentang kopdar… ayo na, gua tunggu kedatangan lu kesini ya.. ntar gua ajak makan2 dah…😀

    • nanaharmanto says:

      Aku baca midnight rain itu berasanya cerita beneran deh… hebat banget kau menuliskannya…

      Kopdar di Amrik? waduh …kapan bisa terwujud yak? huahahaha…gak jauh-jauh dari makan-makan lagi neh.. hehe..🙂

  6. nh18 says:

    Yes Indeed …
    Avatar khas itu memang banyak beredar …

    saya baru jelas mengamati sosok arman ini ya saat berkunjung ke Blognya Ibu Tuti Nonka …

    Eniwei …
    This is the beauty of blogging …

    salam saya Nana

  7. septarius says:

    ..
    Aku baru sekali sih mampir ketempat mas Arman..
    Pas komen sudah 150an, tp semua komen tetep di balesin..
    Dan gak lupa ngunjungin balik..
    ..
    Kan ada tuh bloger terkenal yg gak mau ngunjungin balik..
    Gak elekhan..:-D
    ..

  8. edratna says:

    Tulisan Arman memang mengalir dengan lancar..bahasanya bahasa gaul, tapi entah kenapa, atau karena memang khas Arman, tak terasa mengganggu.
    Dan senengnya selalu disuguhi dentingan piano…juga senyum Andrew yang imut

    • nanaharmanto says:

      Tulisan Arman memang asyik unutk diikuti… ditambah dentingan piano yang mengiringi kita setiap kali membaca blognya. kalau nggak salah semua lagu karangan Arman sendiri.. hebat ya, Bu?

  9. monda says:

    semoga beruntung mbak…
    kirain cerita ini udah kopdaran..

  10. Pingback: And The Winner Is… « Life begins at 30…

  11. Sari says:

    hi Nana, lam kenal:) tulisanmu memang enak dibaca, ntar aku link ya:) smoga menang:)

  12. wah, jadi penasaran pingin ikut bertamu ke blognya Mas Arman.
    sekalian ikutan ngintip berita kuliner disana.🙂
    salam

  13. luvly7 says:

    Hi mba, salam kenal🙂

    Waaah, mba Nana, tulisannya emang bagus banget!! Jangan2 emang penulis ya mba??

    Hahhaha … setuju sama semua isi tulisan mba Nana😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s