Istirahat

Aku tak ingat persis kapan aku mulai rentan dehidrasi. Aku tak boleh telat minum, dan harus  menghindari beberapa jenis makanan dan minuman yang memicu terjadinya dehidrasi.

Dokter yang merawatku dulu, menganjurkan agar aku tak minum minuman berkarbonasi, kopi dan alkohol. Untuk makanan, sedapat mungkin aku harus menghindari sambal/ makanan terlalu pedas dan telur ayam negeri. Untuk amannya, telur bebek kampung dan telur ayam kampung lebih “ramah” untukku.

Jujur saja, cara minumku pun salah! Sebaiknya minum sedikit demi sedikit, kira-kira setengah gelas paling banyak, dan diulang setidaknya setengah jam sekali. Sering aku minum ketika sudah merasa haus, dan langsung menghabiskan satu gelas atau lebih saking hausnya, dan hasilnya…. aku beberapa kali harus ke toilet, dan cairan yang keluar justru lebih banyak dari yang kukonsumsi.

Menyebalkan saat gejala dehidrasi itu datang. Mula-mula suhu tubuh naik, dalam beberapa kasus terjadi demam, dan kulit terlihat keriput dan kering. Kepala pusing, tangan dan lutut gemetar. Kalau sudah parah, terasa kesemutan di tangan dan kaki yang sangat mengganggu.

Aku ingat, dokterku dulu wanti-wanti, kalau sudah kesemutan, itu harus diwaspadai. Untuk kesemutan yang parah, biasanya sih dokter akan menyarankan untuk infus…nah, jangan sampai kesemutan menjadi semakin parah deh… begitu “alarm” tubuh mengisyaratkan tubuh perlu cairan segera, jangan tunda-tunda lagi deh…

Waspadalah! Waspadalah!  lebay…

****

Beberapa hari lalu, aku ikut suamiku travelling ke Palopo- Parepare- Makassar. Mungkin karena selama itu aku makan di luar yang aku tak tahu persis bersih atau tidak, dan menu yang rata-rata ber-sambal, dan sedikit kelelahan, sukses lah aku salah makan, (entah aku makan apa, di mana dan kapan😦 ) . Akibatnya, hari Selasa, aku diare dan muntah-muntah. Saat itu, suamiku sedang bertugas di Manado.

Singkatnya, hari Rabu pagi aku masih sempat jalan-jalan🙂 , nongkrong di cafe dan memesan kopi ringan.

Payahnya, asam lambungku terlanjur naik hingga ulu hati seperti ditusuk-tusuk. Mungkin juga kepanasan, aku mulai merasa pusing, demam, lemas dan gemetaran.    Aku mencoba minum banyak air, dan P*cari Sw**t, tapi tak banyak membantu. Aku mulai kesemutan di tangan dan kakiku.

Well, aku tak mau ambil resiko, jadi aku naik becak ke rumah sakit terdekat.

Dokter yang memeriksaku meraba kulitku yang panas, memeriksa mataku yang terasa pedih karena produksi air mata berkurang, mengecek nadi serta detak jantung, lalu “mencubit” kulit tangan dan perutku yang kering nyaris seperti kertas.

“Ada keluarga Ibu di sini?

Nggak ada, Dok…”.

“Suami?”

“Sedang keluar kota, Dok…”

“Yaaah…. saya sarankan tinggal, Bu….”

Matih….

Mana suami di luar kota, tak ada keluarga pula.

Apa boleh buat deh, daripada nggak ada yang merawat, alhasil, bobok deh aku di rumah sakit, sendirian pula… huaa… jadi ingat mama dan adikku yang telaten mengurus dan menungguiku saat aku sakit dulu…

Mau nggak mau aku harus bisa mengandalkan diri sendiri, mendorong-dorong tiang penggantung infus ke kamar mandi berkali-kali. Akibat terlalu banyak gerak, jarum infusku sedikit bengkok hingga membuat tanganku linu. Belum lagi saat obat penekan asam lambung disuntikkan… ahay…. sedap betooll……lenganku semakin senut-senut.

Huah! Biar dibayar berapapun aku ogah bobok di rumah sakit lagih! Cukup 2 malam aja deh! Kagak usah nambah…makasihhh….

Kasihan suamiku, di malam kedua, dia terpaksa menungguiku tidur di bed yang suempiiiittt…..

****

Hari Jumat, dokter mengijinkanku pulang setelah menjelaskan semua hasil lab-ku. Kami menempuh 5jam perjalanan darat untuk pulang ke rumah.

Sampai di rumah jam 9 malam, dan kami dapat kejutan yang benar-benar membuat terkejut!

Kami mendapati seluruh lantai kamar tidur kotor sekali bekas lumpur tipis yang telah mengering. Keset di depan kamar mandi sudah bergeser dari tempat semula di depan pintu kamar mandi. Ada pula bekas genangan di depan kamar tidur.

Di lantai kamar mandi, lumpur sedikit lebih tebal. Rupanya, air dari selokan di depan rumah meluap dan mengalir masuk melalui saluran pembuangan di kamar mandi.

Sebelum ini pernah 2 kali terjadi air selokan meluap, naik menggenangi lantai kamar mandi, tapi tak sampai keluar sampai kamar.

Alhasil, kami terpaksa bekerja keras membersihkan segala kekacauan itu. Mengguyur, menyikat dan mengepel lantai, meski dengan  kedua lengan masih senut-senut dan sedikit kliyengan😦

Wah, untunglah ada suamiku yang mau membantuku membersihkan kamar dan kamar mandi. Coba kalau aku sendiri, mungkin aku sudah nangis kali ya…hehe..

Terima kasih, Honey…. *blink…blink…*

Yeah, kurasa masa istirahat sudah selesai, rehat ngeblog pun cukup deh… yuk ah, nulis lagi….

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Curhat tak penting and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

31 Responses to Istirahat

  1. arman says:

    waduh… ada2 aja…
    moga2 setelah ini sehat2 terus ya na… dan moga2 gak ada lumpur meluap lagi… ribet banget pastinya ya ngebersihinnya…

    gua juga termasuk orang yang harus banyak minum. karena kalo begitu ‘lupa’ minum aja (misalnya lagi sibuk) langsung panas dalem. panas semua. dan kalo panas nya keterusan bisa mimisan. hehe.

    jadilah harus inget2 sendiri setiap beberapa saat harus minum.😀

    • nanaharmanto says:

      Hehehe… masalah lumpur semoga bisa teratasi (bakal jadi posting baru nih)

      Wah, baca komenmu jadi ingat, dulu waktu kecil sampai SMA aku juga sering mimisan. mungkin itu sebenarnya juga “alarm” tubuh kurang cairan kali ya, cuma saat itu nggak/belum mudeng… hehehe.. lha wong aku tahu istilah dehidrasi ini waktu awal kuliah, saat aku sering banget demam tanpa sebab, — dan gringgingen yang kukira karena tekanan darah rendah– trus dikasih tau dokter bahwa aku rentan dehidrasi… weleh… baru tau saat itu…

      Tanpa perlu nasehat dokter pun, sebenarnya tubuh kita sendiri bisa memberitaiu kita ya…. tubuh kita lebih pinter 🙂

  2. Adi says:

    waduh..
    Justru aku paling seneng minum air.
    Jd tidak dehidrasi..

  3. ikkyu_san says:

    Ya ampun Na….
    bertubi-tubi begitu ya….
    semoga sekarang sudah semakin kuat.
    Jangan dipaksa kerja keras dulu.
    Padahal aku mau tanya kapan kamu ke jkt.

    EM

    • nanaharmanto says:

      Puji Tuhan sekarang udah baikan Mbak…
      waduh…. kepengen ketemu Mbak… tapi kayaknya belum bisa neh… sementara jadi “tahanan rumah” hihihi… *ngelirik tetangga sebelah…

      oh ya… selamat berlibur di tanah air ya….
      hugs and kisses untuk Mbak Imel, Kai dan Riku..

  4. zee says:

    Wah pulang dr rs malah rumah kotor ya mbak.
    Tp gimana dengan sakitnya mbak. Membaca ini saya jadi ingat kl saya jg klo minum suka sekaligus & alhasil bolbal ke toilet haha..tnyt baiknya setengah2 ya. Kalau aku sih,begitu tubuh kurang air,lgsg terasa badan g enak (tp mgkn ciri2 sakitnya ga spt dirimu ya mbak), krn masalahku sih seputar perut dan reproduksi. Jadi apapun yg salah,lari k situ duluan.
    Tp aku jd dapat ilmu jg stlh bc postingan ini.
    Cepat sembuh ya. Jgn lupa sedia botolan aja u/ dibawa di tas mbak.

    • nanaharmanto says:

      Puji Tuhan udah baikan Zee… tapi sementara menghindari jalan-jalan yang langsung kena panas siang..
      iya, sebaiknya minum setengah gelas aja, lalu diulang lagi paling nggak setengah jam kemudian.

      Di dalam tasku, aku selalu bawa botol air mineral. kalau habis langsung beli lagi, di warung-warung kecil pun sekarang banyak pilihan air mineral… jadi nggak terlalu susah dapat bekal air minum 🙂

  5. Clara Croft says:

    Waduh Mba Na, pantesan rehat ngeblog, ternyata sakit yaa.. semoga cepat sembuh, banyak minum biar ga kena lagi..

    Saya juga sering lupa minum, dan kalo ingat langsung minum bergelas-gelas, ternyata ga bagus juga ya, hehe..

    • nanaharmanto says:

      Hehe… karena keteledoranku juga nih… sekarang udah baikan kok…. thanks ya Cla…

      Ya… yang bagus sih sedikit-sedikit minum tapi sering. Mungkin bagi beberapa orang yang bisa mentoleransi cairan langsung dalam jumlah banyak nggak pengaruh juga kali ya… sayangnya aku bukan termasuk yang bisa minum langsung banyak… langsung bablas hehe…

  6. riris e says:

    hm.. syerem.
    mudah2an sudah sehat sekarang ya Jeng !!
    salam buat Honey – mu yang baik hati..*blink-blink* juga😀

  7. monda says:

    semoga cepat sembuh ya,
    bawa air minum aja ke mana2 mbak

  8. krismariana says:

    Na, ndang mari yo! Memang sakit itu tidak enak. Aku jg inget, diinfus itu menyebalkan! Semoga selalu sehat ya!

  9. Wah, Mbak cerita Mbak Nana jadi ngingetin kalau saya harus banyak air minum.

    Dulu sebelum saya sakit parah sampai harus bed rest 1 bulan saya selalu mual kalau minum air putih, rasanya yang aneh (krn g ada rasa kali…) tp gara-gara sakit itu saya sekarang gak bisa gak banyak minum meski harus bolbal ke toliet habisnya kalau kurang minum langsung panas dalam, dan kalau panas dalam jd jerawatan (!)

    Ayo kita bikin gerakan MINUM AIR PUTIH!!!
    😀

  10. Indahjuli says:

    Salam kenal, Mbak🙂
    Minum memang penting, katanya minimal 2 liter sehari minum air putih.

  11. “Nice artikel, inspiring ditunggu artikel – artikel selanjutnya, sukses
    selalu, Tuhan memberkati anda, Trim’s :)”

  12. nh18 says:

    Addduuuhhh Na …
    Kok bisa begitu ya …

    Yang jelas …
    Hidup terasa sangat nikmat jika kita pernah merasakan sakit dan kerja berat seperti itu …

    Semoga nana Baik-baik saja …
    sedia air minum yang banyak ya Na …
    dan minumnya sedikit-sedikit

    Salam saya

  13. Pingback: Dehidrasi « sejutakatanana

  14. alhamdulillah, Mbak Nana sekarang dah sehat kembali seperti semula.🙂

    kok bisa sampai kayak gitu ya ternyata kalau dehidrasi …..😦

    ini bisa jadi pelajaran utkku, agar mulai minum dengan cara yang benar, jangan nunggu haus dulu, juga jangan minum sekaligus glek ya ,Mbak.
    terimakasih utk sharingnya Mbak .
    salam

  15. tutinonka says:

    Wah, sya nggak tahu kalau dehidrasi bisa berakibat begitu parah. Tinggal di rumah sakitsendirian? Huu … huu … kalau saya pasti sudah nangis …😦
    Sakit di rumah aja penginnya dipeluk dan dibelai … hihihi …

    Ya ampun, 5 jam dari rumah sakit ke rumah? *ndomblong*
    Memangnya di kota Nana nggak ada rumah sakit? Kalau gitusemoga jangan sakit lagi ya …

    • nanaharmanto says:

      Saya sok tabah aja sendirian di rumah sakit, Bu… aslinya… hehe… 🙂

      Ada juga RS di kota saya, hanya karena kebetulan ikut suami ke Makassar, (dia sendiri berlanjut ke Manado), saya tinggal di Makassar dan kok ya ndilalah…kejadian deh…
      Iya Bu… saya kapok sakit lagi… bener-bener kapok deh…

  16. edratna says:

    Saat ini semoga Nana sehat kembali seperti sedikala.
    Kita memang harus memahami kelemahan kita, walau kadang situasi membuat kita terpaksa melanggar aturan yang kita buat.

    Memang betul, kita harus banyak minum terutama jika melakukan perjalanan, atau kegiatan fisik yang diluar kebiasaan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s