Alam Permai Tana Toraja

Note: posting ini memuat gambar-gambar berukuran besar, pastikan koneksi Anda mendukung untuk bisa melihat semua.

Beberapa waktu yang lalu, aku dan suamiku menyempatkan jalan-jalan ke Tana Toraja Sulawesi Selatan. Mumpung liburan lebaran kan… wah, sebenarnya posting ini telat ya diupload, secara lebaran pun udah lewat jauh… Tapi untuk berbagi info dan keindahan panorama alam di sana nggak ada kata terlambat ya…

Ada banyak hal yang bisa diceritakan tentang Tana Toraja ini. Sampai bingung mau mulai dari mana dan apa aja yang harus ditulis🙂 .

Oke.. kita mulai dari panorama alamnya deh…

Sebelum memasuki Tana Toraja, kami harus melewati kabupaten Enrekang. Nah, pemandangan indah terhampar di sini. Gunung Nona. Di sini banyak berdiri warung untuk melepas penat dan dahaga. Warung-warung ini “menjual” panorama eksotis Gunung Nona. Ingin tahu lebih lanjut? Pernah ditulis Bro di sini.

Gunung Nona... mengapa disebut demikian? silakan memikirkannya sendiri ya... 🙂

Ketika aku dan suamiku memasuki Tana Toraja melintasi jalan-jalan pegunungan… alam yang hijau indah membentang sepanjang perjalanan. Sawah-sawah menghijau, langit biru bermega, dinding tebing yang gagah,  gunung-gemunung yang anggun berselimut kabut,- and somehow, menimbulkan kesan mistis…

Tebing yang gagah.. aslinya lebih indah lho.. menjelang sore, puncaknya diselimuti kabut, terkesan misterius dengan pesona mistis...

sayang hanya sepotong-sepotong, aslinya, tebing menjulang begini seolah mengelilingi Tator, ah, tak muat dalam sebuah frame..

Semakin tinggi kami menaiki jalanan pegunungan, semakin sejuk udara terasa. Kami benar-benar terpukau pada alam yang asri itu. Sepanjang perjalanan kami berdecak kagum tak henti. Memuji ciptaan-Nya yang maha indah. Indah seperti diceritakan para pujangga dan megah bagai lukisan.

Kami banyak berdiam diri, suamiku berkonsentrasi penuh pada jalanan yang sempit, berliku, berkelok dan naik turun serta berlubang pula, sementara aku sibuk memotret. Bahkan sepanjang perjalanan, awalnya tak sengaja, kami lupa menyetel musik di dalam mobil, dan kami terlanjur terpukau pada pemandangan di sepanjang jalan. Entah, seolah kami sepakat tanpa kata, alam yang indah ini memang indah tiada tara yang patut dikagumi dan dinikmati tanpa kebisingan hasil dunia modern:radio, tape dan CD. Pun begitu saat perjalanan pulang. Ah, sejenak melepaskan diri dari hingar bingar musik modern..

Ah, rasanya habis kata-kata untuk menceritakan keindahan alam ini. Beberapa foto ini adalah bukti betapa permainya alam Toraja. Jadi, silakan menikmati foto-foto keindahan Tator ya… setuju kan, tak perlu banyak kata untuk mengungkapkan kemegahan alam ini?

..sepertinya asyik nih duduk-duduk di dangau itu..

asri, semoga lestari

bagai lukisan

cermin alam

barisan lumbung di kejauhan

angon tedong/kerbau

tedong bonga dan pak gembala

di mana-mana sawah dan sawah membentang

tongkonan di tengah sawah

sebuah gereja dalam kesunyian lembah permai

mengintip gereja dari ketinggian

Keindahan alam Tana Toraja selalu membuatku ingin selalu kembali ke sana…

Cerita dan foto-foto lain menyusul di posting berikut ya…🙂

****

Note: foto-foto koleksi pribadi.

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

35 Responses to Alam Permai Tana Toraja

  1. Ikkyu_san says:

    taunya tedong pallubasa hihihi
    tapi di keluargaku cuma makan bandeng pallumara sih😀

    indah ya pemandangannya. Ntah kapan aku bisa ke sana.

    EM

  2. denuzz juga punya keinginan untuk bisa menikmati langsung indah dan permainya tana toraja ,,,
    semoga kesempatan itu bisa cepat datang … Amin

    ~~~ Salam BURUNG HANTU ~~~

  3. arman says:

    wow pemandangannya bagus2 banget na….

  4. Adi says:

    Huhu,
    ternyata Indonesia begItU Indah,
    semoga diberi kesempatan untUk dapat menikmatinya.

  5. edratna says:

    Nana…jadi pengin kesana lagi….
    Saya udah lama sekali kesananya..alamnya indah banget.
    Cuma perjalanannya yang lama, dari Makassar sekitar 8 jam perjalanan.

    Kata teman, agar tak mabuk di jalan, berangkat dari Toraja makan yang cukup (tak boleh terlalu kenyang), berhenti di gunung Nona untuk ngopi dan melihat pemandangan alam, makan siang di Pare-Pare, baru terus ke Makassar.

    Dulu sempat mabuk saat berangkat dari Makassar ke Toraja, karena tugasnya di Makassar dan agar bisa ke Toraja kerjanya sampai jam 2 malam, agar Kamis sore bisa selesai…jadi perjalanannya malam hari, udah begitu ada truk yang patah as nya pas di tengah jembatan.

    Waduhh…beneran deh sampai Toraja dini hari…tapi dipaksakan besoknya keliling seharian…karena Minggu balik ke Jakarta dan Senin tugas lagi…Memang seharusnya dinikmati sambil liburan, karena sayang panorama nya indah….

    • nanaharmanto says:

      Jalan darat memang makan waktu lama dari Makassar, tapi sekarang ada penerbangan dari Makassar-Tator., saya sendiri belum pernah mencoba🙂

      Untuk menikmati Tator memang sebaiknya meluangkan waktu paling tidak 2 hari, jadi bisa melihat-lihat banyak hal dan tidak terburu-buru…

  6. Clara Croft says:

    Saya pasti ke sana.. suatu saat nanti.. minum kopi Toraja di sana🙂 (ini sudah tekat bulat)

    Ditunggu ceritanya selanjutnya Mba Na..

    • nanaharmanto says:

      Sip… Clara kan seneng travelling, Tator patus dikunjungin. Thumbs up deh pokoknya…

      Kopi Tator?? banyak yang bilang muantap rasanya (dan kafeinnya). aku sendiri belum pernah nyoba, gak berani lebih tepatnya. lha wong minum kopi biasa aja jantung jadi deg-degan nggak karuan… hehe…

  7. anis says:

    mb nana, fotonya yang cermin alam baguss banget…🙂

    kebayang deh indahnya kalo bisa liat sendiri, hmm
    kapan fotoin lagi indahnya timur Indonesia ya mb, pengen ngintip banyak2 *lhoh :D*

  8. DV says:

    Punya Nona kok se-jembar itu tho, Jeng..???
    Hahahahah!

  9. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang Bisnis dan Kesehatan di blogku : http://www.indonetwork.co.id/ptmsinet, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

  10. This is the wonderful thing i spend long time to find

    it.

  11. vizon says:

    beberapa rumah adat di indonesia, menggunakan bentuk tanduk kerbau untuk atapnya, yaitu minangkabau, batak dan toraja. kira-kira ada hubungan tidak ya antara ketiga etnis ini?

    foto-fotonya mantap kali, Na… I like it🙂

    • nanaharmanto says:

      waaa…balesnya telaatt…
      kayaknya memang ada hubungannya deh ketiga suku ini… tapi kayaknya perlu penelusuran dokumen deh… hehe…🙂
      Mesti tanya anthropolog nih… 🙂

  12. tutinonka says:

    Alam Toraja memang indah sekali. Yang paling eksotis adalah bangunan tongkonan yang muncul di tengah hijaunya persawahan …
    Betul-betul indah dan ‘timur’ banget. Saya yang orang Indonesia saja terpesona, apalagi orang asing dari negeri-negeri Barat …

    • nanaharmanto says:

      Saya setuju… tongkonan yang menjulang megah itu benar-benar eksotis… mengetahui biaya pembuatan satu tongkonan, hadduhh… saya nyaris pingsan…🙂
      jadi saya menikmati aja deh…

  13. duh, terpuaskan rasanya menimati foto2 yg ada disini.
    terimakasih banyak Mbak Nana telah berbagi foto2 indahnya🙂

    Benar2 indah ya tanah air kita ini, semoga kita mampu menjaga kelestariannya ,amin
    salam

    • nanaharmanto says:

      Terima kasih juga Bunda… senang rasanya berbagi..
      benar-benar indah tanah air kita ini, Bunda… saya jadi ingin melihat-lihat pesona pemandangan di tempat-tempat lain di Nusantara ini..

  14. Pingback: Burial Sites of Toraja « sejutakatanana

  15. chemo says:

    weizzzzzzzzzzzz,,,,,,,mantaaaap
    blog chemo

  16. chemo says:

    weizzzzzzzzzzzz,,,,,,,mantaaaap

  17. Jator says:

    Dear Nana,
    Blog yang elok. Postingnya original banget berdasarkan pengalaman. Tampaknya sangat terpesona oleh eksotisme toraja. Good job.

    btw, boleh nggak kalo sebagian foto atau artikel saya pakai di blog ini http://visit-toraja.com/id

    makasih nana. jakarta – jogja – kalimantan – sulawesi…. God Bless U.

  18. Jator says:

    Well… tengkyu nana.

  19. Daud Tuku says:

    Dear yang belum nyoba berkunjung ke Toraja, di Toraja alamnya sangat Indah bersih dan sejuk, jalan kaki ke tempat Pariwisata sangat tidak jenuh karena di mana2 terlihat panorama yang cukup mempesona belum lagi rumah adat yang unik dan pesta yang tidak ada bandingan nya di dunia, jika anda berminat jangan ditunda2 segera berkunjung ke sana untuk membuktikan pesona pariwisata Toraja lepongan bulan matari allo, thank

  20. Guido Tibayan says:

    mantapp…. kalau bisa fotonya perbanyak lagi yaaaa…. makasih,,,,

  21. keno tambunan says:

    aq juga pasti ke sana….
    terutama batu tumonga…tempat yg begitu indah dan eksotis…

  22. iqkhey says:

    bisa di copy gambarnya bung?,,,
    o iya gambarnya sih sudah z save,… heheheh
    kunjungi balik blog ku yea…. trima kasih!!!

  23. Pingback: Mengapa mereka harus dibantu? « gerejaterpencil

  24. wiwin says:

    toraja memang indah n saya bangga jdi putri toraja tp sayang keindahan toraja tidak banyak orng yang tahu dan jalur transportasi ke tempat2 wisata juga masih minim.. semoga kelak tojara bisa lebih maju..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s