Green Christmas

 

 

I’m dreaming of a white Christmas

Just like the ones I used to know…

Where the treetops glisten and children listen

To hear sleigh bells in the snow


I’m dreaming of a white Christmas

With every Christmas card I write

May your days be merry and bright

And may all your Christmases be white

(Irving Berlin)


Pernah dengar lagu ini? White Christmas ini adalah salah satu lagu Natal kesukaanku. Suasana Natal-nya benar-benar kental dalam lagu ini.

Dulu, Nenekku dulu pernah bercerita padaku, bahwa lagu ini diciptakan oleh pengarangnya yang terinspirasi dari suasana klasik Natal yang digambarkan dalam kartu-kartu Natal: malam Natal atau Natal pagi hari bersalju saat rumah dan pepohonan diselimuti salju putih dan lembut.

Di masa kecilnya, ia pernah amat terkesan dengan pohon Natal yang didirikan dan dihias sangat indah oleh tetangganya. Anak kecil itu bahkan diundang tetangganya itu untuk merayakan Natal bersama, meskipun agamanya sendiri bukanlah Kristen atau Katolik.

Aku selalu ingin tahu siapa anak kecil itu…

Ia  adalah imigran Yahudi kelahiran Rusia.  Terlahir dengan nama Israel Isidore Baline pada tahun 1888, ia dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat pada 1891. Dalam kehidupan dewasanya, ia harus bekerja keras guna bertahan hidup. Secara otodidak, ia menjadi penulis lagu.

Pada tahun 1940, ketika ia diminta untuk menulis sebuah lagu tentang Natal, ia pun kebingungan. Sebenarnya, ia tak begitu mempedulikan Natal, bahkan sangat tidak menyukai Natal karena memberinya kenangan amat pedih pada hari Boxing Day tahun 1928 (sehari setelah Natal, saat orang-orang saling bertukar hadiah). Justru di hari itu mendadak ia harus kehilangan putra pertamanya, Irving Jr,  yang masih balita.

Sebagai kenangan akan putra mereka, setiap Natal, ia dan istrinya selalu mengunjungi makam putra mereka dan meletakkan seikat bunga di sana.

Maka yang masih diingatnya tentang Natal adalah kenangan indah yang mengesan amat dalam di masa kecilnya, di New York,  ketika semuanya yang di atas tanah tertutup salju putih.

Lalu ditulisnya kenangannya pada Natal bersalju khas Desember itu “hanya” dalam delapan baris kalimat, tapi ternyata dua tahun kemudian, lagu ini diperdengarkan dan menjadi terkenal di seluruh dunia, bahkan dinyatakan sebagai hymne Natal abadi bersanding dengan Jingle Bells..

Lagu ini beberapa kali dinyanyikan dalam  banyak versi oleh para penyanyi profesional.

I’m dreaming of a white Christmas…

just like the ones I used to know…


Kalimat pertama dari lagu ini, melukiskan kerinduan mendalam pada suasana Natal yang dikenalnya ketika ia kanak-kanak.. dan (mungkin) dia tak ingin memasukan bagian dukacitanya di hari Natal, dan ia pun tulus berharap agar Natal kali ini dan Natal-natal  mendatang selalu penuh keceriaan bagi semua orang…dan selalu semurni kegembiraan kanak-kanak menyambut Natal:

May all days be merry and bright…

and may all your Christmases be white..

Catatan: beberapa info kusarikan dari Wikipedia, untuk info selengkapnya, silakan klik di sini dan di sini.

****

Natal yang lekat dalam kenanganku bertahun-tahun adalah suasana akhir tahun yang sendu, yang kurayakan di rumahku di Muntilan dengan hijau pepohonan yang segar terguyur hujan Desember, dan dengan kado-kado bertumpuk di sekitar pohon Natal untuk seisi penghuni rumah. Seingatku, seumur hidupku, baru dua kali aku melewatkan malam Natal di tempat lain.

Aku merindukan Natal di rumahku. Hangat. Sederhana. Mesra.

Semenjak Merapi meletus Oktober-November lalu, pepohonan di daerahku tertunduk lesu, kuyu, mingkup karena menahan beban beratnya abu dan pasir vulkanik. Dari foto-foto yang dikirimkan keluargaku, suasana di rumah benar-benar kelabu. Semuaaaaa kelabu… membuat suasana seakan suram dan “gloomy”.

Ah, masih ada jiwa kanak-kanakku dalam tubuh dewasaku sekarang. Aku ingin sebuah kado Natal istimewa di hari penuh sukacita itu…

Seandainya aku boleh meminta, aku ingin meminta kepada Tuhan, supaya Ia mengabulkan doa pintaku.

Seandainya sosok Sinterklas itu benar ada, akan kutulis sebuah surat pendek untuk Santa gendut berbaju merah itu:

“Dear Santa, tolong kabulkan permohonanku..sederhana saja…kali ini aku tak menginginkan satupun kado yang terbungkus indah. Aku tak ingin Natal yang putih, tak ingin pula abu-abu… tolong singkirkan debu itu…aku hanya menginginkan Natal yang hijau…”.

****

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Dari Hati and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

24 Responses to Green Christmas

  1. edratna says:

    Tak terasa sudah hampir Natal ya Nana..
    Apakah Nana akan pulang ke Muntilan?

    Saya selalu teringat kehidupan di asrama Putri, yang selalu menghormati agama masing-masin penghuninya. Jika mendekati Natal, maka diputar lagu-lagu Natal, demikian juga saat Idul Fitri….
    Semoga Natal kali ini, debu di kota-kota sekitar lereng Merapi telah bersih karena diguyur hujan Nana….dan semoga menjadi Natal yang syahdu dan pernuh berkah.

    • nanaharmanto says:

      Iya Bu Enny… rasanya cepet banget waktu berlalu..
      sekarang sudah hampir Natal dan tahun baru.. tahun ini keunginan untuk bertemu bu Enny belum terlaksana nih…😦

      Tentang asrama putri, kayaknya seru ya Bu tinggal dengan orang-orang yang berlainan suku dan agama. dulu saya tinggal di asrama yang penghuninya mayoritas Katolik, jadi perayaan agama lain kurang terasa hebohnya…

      Ya Bu.. semoga Natal nanti semua sudah kembali segar menghijau.. amin… amin..

  2. DV says:

    Natal adalah saat yang istimewa..
    Aku rindu Natal di Klaten.. saat hujan turun dengan lebatnya di siang hari lalu suhu menjadi dingin dan menjelang sore kami berangkat gereja di antara genangan-genangan air bekas hujan dan langkah-langkah lincah menghindari kaos kaki dan sepatu baru terkena air di genangan itu..

    Selamat menyambut Natal, Na!

  3. nh18 says:

    Ah Na …
    Saya tersenyum …
    Doa kamu sederhana saja …
    Namun itulah yang memang diidamkan oleh masyarakat disekitar Merapi sana …

    Lingkungan yang kembali hijau …
    tidak abu-abu …

    Salam saya Na …

    • nh18 says:

      Talking About Lagu Natal …

      Saya suka lagu … O HOLY NIGHT … !

      Salam saya Na

      • nanaharmanto says:

        Ya Om… aku nggak minta lebih.. cukup Natal yang hijau, tidak untukku pribadi saja, tapi juga untuk semua orang di lereng Merapi sana…

        tunas baru tumbuh, harapan baru pula tumbuh…

        ah ya… O Holy Night aku juga suka bangeeeet…. wah, pokoknya lagu-lagu Natal semua suka deh Om…🙂

  4. vizon says:

    Amin… semoga Tuhan mengabulkan doamu, Na…
    Aku yakin, meski secara fisik Muntilan takkan hijau lagi di Natal kali ini, namun kedamaiannya akan tetap terjalin…🙂

  5. arman says:

    semoga terkabul ya na…
    semoga natal nya menjadi hijau, gak ada yang kelabu lagi…🙂

    • nanaharmanto says:

      amin…amin…
      harapan dan doa sudah mulai terkabul… abu yang di pepohonan udah banyak yg ilang dan pohon2 mulai bertunas kecil-kecil…. abu yg di bawah sih msh ada…
      thanks ya Arman..

  6. Ceritaeka says:

    Semoga debu2 itu cepat pergi agar kegiatan normal kembali.
    Speechless… Hugz!

    Btw aku juga suka lagu itu mbak.. suka banget malah..

  7. riris e says:

    1. Semoga Natal di Muntilan kembali Hijau😀
    2. Selamat menyambut Natal dengan orang2 yang kau kasihi dan mengasihimu. Kiranya kesehatan dan kegembiraan menjadi bagianmu dan keluarga.

  8. Ikkyu_san says:

    Natal hijau… untuk Muntilan
    Natal ceria untuk keluarga kita semua
    dimanapun kita berada

    Natal memang akan lengkap jika dirayakan bersama keluarga… merah, putih, biru atau hijau hanya warna pelengkap.
    Selamat menyambut natal ya Na…
    salam dari kami di Tokyo yang dingin, tapi (biasanya) tidak putih🙂

    EM

    • nanaharmanto says:

      Amin… makasih ya Mbak…

      Setuju, Natal akan terasa lebih indah saat dirayakan bersama keluarga tercinta… jadi kangen keluarga deh… hehehe…
      Jepang sekarang musim salju juga kan Mbak? pas Natal-nya malah nggak banyak salju kah?

  9. septarius says:

    ..
    Natal ini mudik Mbak..?
    Semoga doa dan harapan Mbak Nana terkabul..
    Tunas2 baru akan segera tumbuh, semua akan kembali hijau..
    Amiin..
    ..

  10. gak terasa sudah menjelang Natal lagi ya Mbak Nana.
    waktu begitu cepat berlalu, padahal kita merasa belum melakukan apa2.

    Semoga Natal kali ini, menjadi Natal yang syahdu penuh syukur dan rasa damai ya Mbak ..
    salam

  11. nanaharmanto says:

    Amin…Terima kasih ya Bunda…
    iya waktu terasa cepet banget…. rasanya kemaren baru bulan 3… tau-tau udah akhir tahun lagi…

    Semoga semuanya merasakan kedamaian…. amin..

  12. advertiyha says:

    Semoga doa mbak dikabulkan,, dan tak hanya di Natal tahun ini, juga di tahun-tahun mendatang, negeri kita kembali hijau dan damai..🙂

    Semoga keberkahan menyertaimu dan selalu Bahagia mbak..🙂

  13. tutinonka says:

    Nana, saya tahu dan bisa (sedikit) menyanyikan beberapa lagu Natal, karena sering mendengar dari radio (dulu) dan teve. Juga, karena tetangga depan rumah orang tua saya selalu memperdengarkan lagu-lagu Natal menjelang dan pada saat Natal. Memang lagu Natal selalu terdengar indah ya …

    Senang sekali mendengar pohon-pohon di Muntilan sudah mulai semi. Di sebagian kawasan Kaliurang pun beberapa tumbuhan mulai menyembul dari permukaan abu dan pasir. Semoga kehidupan baru segera tumbuh di bekas tumpukan abu Merapi …🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s