Terjatuh Dari Tempat Tidur

Gedebuukk!!!

Huwwwwwwwwaaaa!!!

Kedua suara itu sudah pasti akan menghebohkan malam-malam yang tenang…

….

Waktu aku kecil dulu, beberapa kali salah satu diantara kami terjatuh dari tempat tidur. Keglundung istilahnya. (-terguling-). Kadang sakitnya sih tak seberapa, tapi kaget dan dongkol karena terbangun tiba-tiba itulah yang menjengkelkan.

Aku ingat, aku pernah terjatuh dengan posisi telentang. Bagian kepala rasanya seperti dihantam batu besar! Pernah juga aku terjatuh dalam posisi telungkup. Rasanya sama saja sakitnya. Mama atau papa selalu tergopoh mendatangi kami dan bergegas menolong. Mereka akan mengangkat anak yang jatuh, lalu menggendong dan memeluknya.

Kami akan dibawa ke ruang makan dan terus dipeluk di situ. Lalu papa atau mama, segera mengambil segelas air putih dan meminumkannya pada kami. Uh…kadang aku tak ingin meminumnya…

rasanya aneh sekali saat aku tersedu-sedu begitu dan terpaksa harus meminum air tak berasa itu… kadang aku menolak dan lebih memilih melanjutkan tangis… :)  tapi entah bagaimana, papa dan mama selalu berhasil membuatku meminum air itu.

“Minum dulu, sedikiiitt aja…”, begitu bujuk mereka.

Tapi…hey! ajaib lho… seteguk dua teguk air bisa membuatku lebih tenang… meski kadang rasa ingin menangis karena jengkel dan gusar itu masih ada, oho… air putih itu mampu meredakan keinginanku untuk melanjutkan tangis. Lalu papa atau mama memeriksa kepala kami, apakah kami terluka serius, berdarah atau tidak. Biasanya sih ada memar atau benjolan yang nyeri rasanya.. apalagi kalau disentuh..

Setelah kami tenang, barulah kami diantar lagi ke tempat tidur.

Aku ingat, kalau salah seorang di antara kami terjatuh, dan geger riuh menangis karenanya, seluruh penghuni rumah ikut terbangun. Simbah buyutku, dan Bu Sum, -nenekku yang nyentrik itu,- ikut terbangun dan mendatangi kami. Walau aku merasa kasihan pada para sepuh itu yang terganggu tidurnya, well, ada sedikit  rasa senang juga karena aku merasa diperhatikan..  hihi…🙂

Aku tak ingat apa yang mereka katakan, tapi yang jelas, ucapan mereka membuatku merasa sangat berarti…

Paginya, kedua nenek itu akan menanyakan keadaan kami.

“Siapa yang jatuh tadi malam?”

weleh, Mbah… baru semalam, masak udah lupa sih?

“Mimpi apa semalam sampai bisa jatuh?”.

Nggak ngimpi, tau-tau udah nglekar aja di lantai… 🙂

Kadang mereka ikut memeriksa benjolan di kepala kami.

Beberapa kali aku ikut terbangun karena tangisan saudariku yang terjatuh dari tempat tidur. Aku ingin ikut juga ke kamar makan, ingin ikut melihat si korban. Biasanya sih, kami dilarang ikut keluar kamar, dan hanya bisa mendengarkan kesibukan di luar kamar. Tak jarang, sebelum korban kembali ke tempat tidur, kami sudah terlelap lagi… hmm…dasar anak-anak…

****

Tempat tidur kami sangat besar. Terbuat dari besi dengan empat tiang mencuat sebagai penyangga kelambu. Masih ingat kan model tempat tidur jadul begini?

Di tempat tidur itulah, kami kruntelan dikelonin mama. Tempat favoritku adalah di ujung tempat tidur yang berpagar, merapat ke dinding, tepat di sebelah kanan mama. Lalu disebelah kiri mama, adikku nomer tiga, berdampingan dengan kakakku di ujung satunya. Saat adik bungsuku lahir, kakakku pindah ke tempat tidur yang lebih kecil.

Nah, tempat tidur jadul begitu kan lumayan tinggi… jadi saat kami terjun bebas dari situ, bisa dibayangkan sakitnya dan kerasnya suara gedebugnya…🙂

Pernah, aku terbangun karena mama berusaha memindahkanku dari pinggir tempat tidur…hufff… nyaris!

Aku ingat, sekali waktu aku terbangun tepat di pinggir tempat tidur.

Mingklik-mingklik…

Aku tahu aku akan jatuh, tapi aku tak bisa menolong diri sendiri, dan dalam keadaan sadar, aku terjun bebas menyongsong lantai yang dingin.. *halah…

Pecah tangisku. Sakitnya tak seberapa, tapi dongkolnya tak kepalang!

Hanya mama dan papa yang tahu, polah kami saat tidur.. jungkir balik tak karuan… hihihi..

****

Saat SMA, aku tinggal di asrama. Tempat tidur kami kecil, dan jujur, aku takut terguling dari tempat tidur… kan malu sudah segede itu…

lucunya, posisi tidurku jadi sangat tenang. Begituuu… saja dari awal tidur sampai terbangun paginya. Sampai teman-temanku berkomentar, tidurku seperti mayat.. hahahaha…

Begitupun saat kuliah, aku harus tidur di tempat tidur kecil, di tempat tidur tingkat lagi! wahh… sebagai anak baru di unit, mau nggak mau harus mau, kerena suster kepala yang menentukan begitu.. untunglah aku  nggak pernah jatuh dari tempat tidur sesempit itu🙂

****

Tadi pagi menjelang subuh, tengah aku bermimpi berdiri di pinggir pantai dan bersiap menggeliat bebas meregangkan otot yang kaku… kurasakan aku bergerak dan tiba-tiba aku terbangun… tepat di pinggir tempat tidur!

Sadarlah aku, I was about to fall

mingklik-mingklik once again!

Persis sama yang kualami puluhan tahun lalu. Aku sadar, tapi tak bisa menolong diri sendiri…aku masih bisa berpikir cepat, kalau aku jatuh, lebih susah lagi untuk bangun karena celah antara tempat tidur dan dinding sedemikian sempit.. Refleks kugunakan siku kiriku untuk menekan dinding dan menahan tubuh. Uh, konyolnya posisi begitu. Dan menjengkelkan betul, badanku terlalu berat ke sisi luar. Yang bisa kulakukan sambil masih agak mengantuk, adalah memelorotkan diri ke celah itu. Sukses aku berlutut di celah itu, lalu hendak beranjak naik lagi ke tempat tidur sambil mengomel dalam hati…

Tarrraaa!!! Saat itulah suamiku terbangun dan melihatku dalam posisi maha aneh begitu. Uuhh…maluuuu….!!

Pasti dipikirnya aku benar-benar terjatuh dari tempat tidur.. eh, gue enggak jadi jatooohhh.. tawuuu… *jiah, masih ngeles lagi…

Dan terkekeh-kekeh lah kami pagi buta tadi… dan adegan selanjutnya bisa ditebak…🙂

Eng….ing….eng….

Tidor lage laahh! what else coba?

****

Anda punya pengalaman keglundung?

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Intermezo and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

37 Responses to Terjatuh Dari Tempat Tidur

  1. Ikkyu_san says:

    ngga pernah keglundung, soalnya aku kalau tidur tidak pernah berubah posisi.

    Tapi…. Riku dan Kai sering hahhaa. untung kamar tidur kami tatami, jadi empuk deh😀 Pokoknya mereka berdua lasak sekali. Nomor satu Riku, baru Kai.

    Karena tahu anak-anakku lasak begitu, tempat tidur kami di jkarta diatur Oma dari ujung tembok sampai ujung tembok, 4 tempat tidur berderet, jadi tidak mungkin jatuh Hahaha.

    EM

    • nanaharmanto says:

      Wedew.. Berarti jadi orangtua pasti ngalamin kekuatiran anaknya bakal jatuh dari tempat tidur ya?

      Hihihi.. Polah anak emang nggak terduga, saat aktif maupun saat tidur ya..
      Ngebayangin 4 tempat tidur digabung jadi satu .. Bisa main bola dong? Hahaha..
      Tempat tidur tatami itu kayak apa Mbak? Yg abis dpake langsung diberesin kayak di serial Oshin itu kah?

      • Ikkyu_san says:

        Kalau cara jepang asli memang seharusnya pakai kasur (futon) di bawah kalau kamarnya memakai lantai tatami (dari tikar). Tapi berhubung aku tidak bisa tidur tanpa spring bed, terpaksa taruh bed di atas tatami. Jadi waktu jatuh dari bed, mereka jatuhnya di atas tatami, jadi tidak sakit.

        Tapi kebanyakan rumah di Jepang lantainya dari tatami atau kayu, tidak ada yang dari beton/batu. Waktu orang Jepang menyewa rumah di Indonesia, mereka takut sekali kalau anak mereka jatuh di ubin dan luka. Kalau dipikir-pikir ngeri juga sih, tapi dulu kami kecil juga mengalami kan? biasa aja tuh😀 Malah enak pake ubin gitui,….. isis😀

        EM

  2. Denuzz juga dulu sering banget jatuh dari tempat tidur, biasanya sebagai efek dari mimpi… Mimpinya biasanya gak jauh-jauh dari dikejer-kejer hantu atau orang jahat terus lompat ke jurang! Alhasil jatuh deh…😀

    Sekarang mah gak pernah lagi, soalnya kasurnya langsung terhampar di lantai (ala mahasiswa)

    Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

    • nanaharmanto says:

      Hihihi.. Masih elit tuh pakai mimpi segala.. Aku dulu nggak pakai mimpi, tiba-tiba kepala udah nyeri kejedot lantai dan terkapar di lantai gitu aja🙂

      Aku pernah kos dengan kasur di bawah gitu, nggak pakai bed.. Kadang malah sengaja melorot separuh badan biar bisa sedikit ngadem.. 🙂

  3. arman says:

    hahahaha… maap ya ketawa di atas penderitaan orang lain…😛

    gua gak pernah nggelundung na… gua dari dulu tidurnya cukup anteng. hehehe. malah pembantu gua pas kita kecil dulu pernah bilang katanya kalo beresin sprei, bagian yang gua tidur tuh gak gitu lecek. beda ama sprei bagian kakak gua tidur, pasti acak2an.😀

  4. arman says:

    eh nambah ah komennya… kalo si andrew tuh pernah nggelundung! pas bayi.

    dia waktu itu lagi sakit, jadi kita kasih tidur di ranjang kita. di tengah2 gitu antara gua dan esther. trus kita semua udah tidur tuh, tau2 denger ‘buk’ tapi gak kenceng. pas gua buka mata, lho si andrew kok ilang? sampe panik.

    ternyata nih anak jatoh ke bawah ranjang di arah bawah kaki. jauh banget kan nggelundungnya! hahahhaa. untungnya waktu itu bedcover kita menjuntai ke lantai,jadi at least dia jatoh ke lantainya beralas bedcover.😀

    setelah itu si andrew tidurnya selalu di kasur tanpa bedframe dan so far gak pernah ngglundung lagi sih dia… hehehe.

  5. DV says:

    Ini postingan terngocol yang pernah kubaca hahahaha…..

  6. Adi says:

    Ahaha sering jaman dlu, tapi lgsg balik ke kasur dan tepar lagi, ckakak

  7. Clara Croft says:

    Pernah dong, xixixixi.. waktu kecil, di Sampit.. berarti kelas 3 SD ke bawah.. saya mimpi jatuh dari jurang Mba Na.. ternyata jatuh dari tempat tidur.. tapi perasaan ngerinya sama.. bedanya saya jatuh dan masih sehat.. hehe.. jadi waktu itu kaget, tapi karena termasuk anak yang cuek, terus tidur lagi deh😀

    • nanaharmanto says:

      Nah ini… ada lagi ngglundhung yang rada lebih elit.. pake mimpi dulu.. dulu aku nggak pernah pake mimpi, langsung aja jatuh hihihi…
      Kayaknya di SD udah nggak pernah jatuh lagi deh… 🙂

  8. krismariana says:

    waktu kecil aku sering “ngglundung”. alasannya sebenarnya sederhana: aku senang tidur di pinggiran tempat tidur. kayaknya silir gitu. hehehe.

    biasanya sih kaget. tapi jarang menangis seingatku. paling nanti kakakku tertawa geli melihatku :p

    waktu asrama shock banget waktu dapat tempat tidur tingkat dan harus tidur di atas. waduuuh! takut ngglundung! lha kan bisa benjol sebenjol2nya karo jatuh dari tempat tidur tingkat. akhirnya aku jg tidak berani polah macem2 kalau tidur di asrama. inget nggak, dulu kalau tidur, aku suka selimutan pake jarik. hahaha… dibilang kaya mayat juga! tapi akhirnya aku jadi lebih suka tidur di atas lo, karena bebas dari gangguan anak2 yg suka ngerecokin tempat tidur bawah. dan di atas, jadi punya secuil privacy hihihi.

    • nanaharmanto says:

      Hehehe… dulu aku nangis karena masih sangat kecil… tapi setelah SD nggak pernah jatuh lagi seingatku..

      Sama dong.. waktu masuk Syantikara tahun pertama, sempet takut jatuh hihihi… untung cuma setahun.. setelah itu kan aku dapat tempat tidur bawah terus..
      Aku juga paling sebel tuh kalo tempat tidurku dijadikan tempat duduk-duduk gitu.. 🙂

  9. nh18 says:

    keglundung ?(ngglundung ) …

    seingat saya … satu dua kali pernah …
    and yes indeed …
    sakit sih tidak … tapi dongkolnya itu … jadi ndak bisa segera tidur enak lagi …

    BTW
    saya baru denger istilah baru …
    mingklik-mingklik …

    itu artinya bangku kecil ya Na …

    Hahaha

    Salam saya

    • nanaharmanto says:

      Saya bayangin, Om waktu kecil lasak kali ya hehehe… Ada istilahnya nggak sih dalam Bahasa Indonesia? Nyari padanannya susah… Sama dgn mingklik-mingklik ini.. Nggak ada istilah yg pas .. Yg ada “berada di ujung tanduk” wah.. Tp ini kan kiasan.. Jadi mikir beneran saya.. Mingklik-mingklik itu istilah Indonesianya apa ya?🙂 🙂

  10. monda says:

    Aku sih nggak ingat pernah jatuh, tp ngelindur pernah, sampai ke luar kamar.

  11. vizon says:

    terjatuh dari tempat tidur? ya pernah lah…🙂

    sensasinya luar biasa deh, apalagi yang diikuti oleh mimpi jatuh dari ketinggian, hahaha…

    eh, orang yang tidur di sebelahmu sekarang itu, pernah jatuh gak dari tempat tidur? kalau pernah, bunyinya Gedebukkk juga? atau, ada bunyi yang lain…? hahaha….😀

    • nanaharmanto says:

      Nahh… aku tuh pernah mimpi jatuh dari ketinggian… rasanya beneran tuh sensasinya.. tapi begitu sadar ya tetep di tempat tidur… hehehe…

      nngggg….kalau yang tidur di sebelah itu kalau jatuh mak grubyakkk!! hahahaha… 🙂

  12. anna says:

    hahahha..
    ya pernah lah mbak…

    mimpi jatuh ke jurang yang daleeeeeeem banget..
    eh ternyata ngglundung dari kasur..

    tapi kalo sekarang2 ini spertinya belum pernah.. hehe.. nggak berharap deh.. jangan sampe.. sakit… hihi

    • nanaharmanto says:

      hohoho….satu lagi kesaksian the glundhunger yang didahului mimpi sebelum jatuh hihihi…

      iya lah, jangan sampai jatuh deh.. udah tua kan malu kalau sampai ngglundhung.. 🙂

  13. Bang Aswi says:

    Sering banget keglundung, tapi kalau keglundungnya sama hadiah dari KUCB tentu senang banget. Selamat ya … ^_^

  14. dhe says:

    gk pernah jatuh dari tempat tidur sih, rasanya gimana yaa??

  15. septarius says:

    ..
    hehe..kok masih inget aja sih Mbak..
    aku dah lupa waktu kecil pernah jatuh apa nggak..^^
    wah model ranjang besi itu dulu memang populer..🙂
    mingklik-mingklik bahasa Indonesianya mungkin nyaris kali ya..
    ditempatku bisa nyebut ‘meh’🙂
    ..

    • tutinonka says:

      ‘mingklik-mingklik’ itu lebih menggambarkan posisi yang ada di tepi sesuatu, hampir jatuh. Kalau ‘meh’ itu bisa dipakai untuk apa saja, misalnya ‘meh mati’ (lho, contohnya kok jelek ya …😦 )

    • nanaharmanto says:

      senada dengan Bu Tuti.. “meh” itu hampir… jadi bisa dipakai untuk berbagai macam keadaan.. meh kecemplung, meh telat, meh turu…

  16. tutinonka says:

    Aku dulu waktu kecil juga tidur di ranjang besi seperti itu Na. Ibuku menyebutnya tempat tidur ‘kero’. Nyaman sekali lho, karena kasurnya ditahan oleh bilah-bilah besi yang agak lentur, jadi berfungsi seperti per. Tapi seingatku, aku nggak pernah jatuh, karena tidurnya pada sisi lebar tempat tidur, jadi ditahan oleh pagar yang ada di bagian kepala dan kaki tempat tidur …🙂

  17. edratna says:

    Saya jarang keglundung….
    kalau tidur lumayan tenang.
    Kecuali jika badan kurang sehat, baru deh sprei bisa berantakan, karena tidurnya gelisah.

    Membayangkan betapa kagetnya saat tahu-tahu di bawah?

  18. Murni Fani says:

    gedebug!!!!!!!!semalam anakq gelundung dari tempat tidur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s