Pulang Sekolah (part 2)

PERIKANAN

Pengalaman pulang sekolah yang seru  kualami ketika aku masih anak-anak. Saat duduk di SD, jalan rute yang harus kulalui ternyata sangat membosankan. begitu-begitu saja…  hhuuuff..

Suatu hari, seorang temanku mengajakku pulang lewat sawah.. ternyata seru! Jadi saat sedang tidak hujan, aku pulang lewat sawah.

Nah, masih teman yang sama, dia mengajakku pulang melewati jalan alternatif lainnya: Perikanan.

Perikanan ini adalah sebuah lembaga milik pemerintah daerah yang dikhususkan untuk penelitian, budidaya dan pengembangan ikan air tawar. Di sana, banyak kolam-kolam raksasa berisi ratusan bibit ikan , ikan remaja maupun ikan dewasa. Wow…!! Besar-besarrr….!!

..kolam ikan...

note: foto koleski pribadi

Perikanan itu menggunakan aliran dari Kali Lamat, yang berhulu di lereng Merapi. Airnya yang jernih selalu berlimpah. Jarang kulihat kali dan irigasi ini kering..

Setiap kolam punya saluran untuk air masuk dan keluar. Beberapa kali aku melihat petugas yang membuka dan menutup saluran-saluran tersebut.

Sebenarnya Perikanan ini adalah kawasan terlarang untuk umum, tapi entah siapa yang memulai, perikanan ini pun menjadi jalur alternatif yang aman dari kendaraan yang berlalu lalang di jalam raya. Dan sepertinya, para petugas di sana juga tidak terlalu ambil pusing kami melewatinya, toh kami nggak akan nyolong ikan hihihi…

Tapi pernah juga kami dilarang memasuki Perikanan. Kulihat banyak mobil dinas berplat merah dan bus-bus besar di parkir di luar kantor perikanan.

”Inspeksi dari gubernur Jawa Tengah”, begitu yang kudengar. Aku tak tahu apa artinya saat itu..yang jelas sih, kami batal pulang lewat perikanan.

Selalu menakjubkan melihat para petugas perikanan itu memanen ikan air tawar… beratus-ratus ikan menggelepar-gelepar saat terjebak dalam jaring dan dipindahkan ke gentong besar dan drum.

Aku dulu hafal betul, kolam mana saja yang berisi ikan-ikan besar.. yaitu kolam-kolam di sisi sebelah kanan selokan irigasi.. sedangkan kolam di sebelah kiri, rasanya sepertinya kurang menarik, hanya berisi ikan-ikan mujahir dan ikan nila. Hmm… sama sekali nggak menarik!

Aku suka kolam yang berisi ikan mas berukuran selengan orang dewasa. Warna kemerahan ikan-ikan itu sungguh menarik, berenang meliuk-liuk membuat lingkaran-lingkaran riak air..

Lalu kolam berisi ribuan ikan tawes, sisik ikan-ikan itu berkilauan saat mereka saling berkelit di tengah-tengah kolam, seperti pesta cahaya di tengah air.

Ikan-ikan gurame pun sangat memikat… maklumlah, di kolam belakang rumahku tak ada ikan sebesar itu!

****

Well, namanya kawasan berair, banyak juga binatang air yang berkumpul di sana, ada kodok, kecebong, keong dan ular…

Aku dan temanku pernah melihat seekor ular besar berwarna hitam mengkilat. Panjangnya lebih dari 1 meter.. kami ketakutan dan lari terbirit-birit hehehehe….

Sssttt…

Aku punya rahasia… aku pernah nyemplung di salah satu kolam itu hihihi…

Ceritanya, temanku si Vekri ini, anaknya sangat tomboy dan badung. Ia sering nyemplung di kolam itu dan berenang-renang di situ. Sebenarnya hal ini sangat terlarang, tapi yeah, namanya anak badung.. dan dia pernah beberapa kali memaksaku untuk menemaninya berenang-renang di kolam itu. Aku hanya berdiri menontonnya berenang-renang girang. Aku nggak bisa berenang! Uh!

Betapa tak nyamannya terpaksa menemani teman yang lupa waktu! Dia janji hanya 10 menit, ternyata dia ingkar janji.. hampir setengah jam dia bermain-main air, sementara aku berdiri seperti orang bodoh menunggui tas dan seragamnya, kuatir kepergok petugas perikanan…

Ketika kuperingatkan, Vekri ini membujukku  supaya mau menungguku sedikit lebih lama… dan rasanya benar-benar lama, sedangkan aku janji pada orang rumah untuk segera pulang dan nggak mampir-mampir lagi..

Aku mengancam akan meninggalkan dia, dan Vekri masih saja asyik bermain-main dengan air.. aku tak tahan lagi dan akhirnya aku benar-benar meninggalkannnya.

Melihatku benar-benar meninggalkannya, Vekri mulai panik dan bergegas naik ke tepi kolam. Terburu-buru mengenakan kembali seragamnya dan berusaha memanggil-manggilku agar aku menunggunya. Aku terus saja berjalan. Akhirnya Vekri berlari menyusulku. Rambutnya basah, seragamnya basah.. air menetes-netes dari tubuhnya. Susah payah dia menenteng tasnya yang berat dan sepatunya yang tak sempat dipakainya..hihihi…

Suatu siang, Vekri kembali mengajakku mandi-mandi di kolam itu. Aku tergoda. Kulepas seragam dan sepatuku. Aku pun nyemplung.. wahhh… rasanya memang asyik…. tapi itu tak berlangsung lama. Aku menyadari penuh, aku tak bisa berenang, kalau aku nekat, aku bisa saja tenggelam, karena tak ada orang dewasa di dekat situ yang bisa segera menolong…aku benar-benar ketakutan… bagaimana kalau tiba-tiba petugas datang, memarahi kami dan menyita seragam kami? Gimana kalau ada tetanggaku yang melihat polahku lalu melaporkanku pada orangtuaku? Wah, bisa kena marah nih… lebih parah lagi, gimana kalau aku tiba-tiba digigit ular? Uh, bisa mati konyol nih!

Aku bergegas naik. Dan Vekri mulai kesal padaku. Aku lupa apa yang dikatakannya, tapi yang jelas dia mengomel tak terlalu senang…

Kupakai lagi seragamku, lalu kaos kaki dan sepatuku. Aneh rasanya… badan basah kuyup dan langsung berbaju..

Hanya sekali itu saja aku nyemplung ke kolam itu, dan tak tertarik untuk mengulanginya lagi. Tapi perasaan nggak nyaman itu masih teringat jelas hehehe…

****

 

Di perikanan inilah, pertama kalinya  aku melihat tanaman enceng gondok berbunga. Bunganya bersusun berwarna ungu dan biru.. indah sekali… aku terbengong-bengong melihatnya.. betapa inginnya aku membawanya pulang dan kutaruh di kolam di belakang rumahku…

Tapi aku tak punya nyali untuk mengambilnya tanpa ijin.. jadi aku sengaja lewat perikanan itu selama berhari-hari hanya agar aku bisa menikmati keindahan bunga enceng gondok itu..

Suatu hari, aku melihat banyak enceng gondok berceceran di tanggul pembatas kolam. Tampaknya tanaman air itu sengaja dibuang, mungkin karena terlalu banyak dan dianggap mengganggu. Daun-daunnya mulai layu, merana tanpa air dan tak ada tanda-tanda bunga cantiknya di sana..

Aku pungut segerombol kecil enceng gondok itu dan kubawa pulang…

Sesampainya di rumah kutaruh enceng gondok yang layu di kolamku. Hmm… rasanya sudah terlambat. Sudah terlalu lama ia terangkat dari air..

Tapi ternyata dua hari kemudian, enceng gondok itu kembali segar.. lama-kelamaan ia beranak pinak dengan cepat sekali, sampai seluruh permukaan kolam tertutup enceng gondok… dengan kolam segondrong itu, tak satupun bunganya muncul! Uh,mengecewakan!

Akhirnya, sedikit demi sedikit, enceng gondok itupun terpaksa diangkat dari kolam untuk dibuang karena kolam sudah terlalu penuh… aku tak ingat apakah enceng gondok itu sempat berbunga di kolam kami..

****

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Golden Moments and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

22 Responses to Pulang Sekolah (part 2)

  1. berarti eceng gondok nya jantan kali ya, gak da bunganya .. hehehe

    salam 🙂

  2. giewahyudi says:

    Aduh kasihan kali ya, kecemplung kolam..
    Sama kayak saya yang nakal, waktu SD saya pernah naik sepeda dan kecemplung ke kali..😦

    • nanaharmanto says:

      Hehehe… saya waktu itu sengaja nyemplung, karena dibujuk-bujuk temen, tapi karena takut (ga bisa berenang), takut ular dan takut ketauan petugas perikanan cepet-cepet naik lagi deh… 🙂

  3. arman says:

    wah kalo andrew pualng sekolah lewat perikanan gini bisa gak pulang2 dia nongkrongin ngeliatin ikan. hahaha

    • nanaharmanto says:

      Hahahaha…. kenapa ya anak-anak selalu tertarik ngeliat ikan? keponakan-keponakanku juga suka ngeliat ikan tuh…

      Dulu waktu masih kecil demen banget deh ngeliat kalau perikanan pas panen… seru! akhirnya jadi pulang telat deh…hihihi…

  4. zee says:

    Pengalaman masa kecil yang menyenangkan mbak.
    Aku sih setuju denganmu, kalau berenang di kolam ikan, seremnya tar ada binatang2 tak terduga, ular misalnya. Huaduh, takut bo’.

    • nanaharmanto says:

      Thanks Zee… iya bener… binatang-binatang yang nggak diinginkan itu bisa muncul kapan aja… ular, lintah, hiiii….

      Udah gede gini baru sadar, baru bisa “lhat” air kolam gitu kan kotor hiiyyy… dulu waktu kecil mah gak peduli kotor atau nggak, main nyebur aja… padahal ada air yang gak sengaja ketelen juga… heks…

  5. DV says:

    Nyaris sama, kalau aku dulu waktu SD sering pulangnya nengok karamba..

    Tau karamba kan? Kolam yang dipasang di sungai memanfaatkan aliran air sungai…

    Kadang kalau jahilnya keluar aku suka godain ikan2 yang ada di dalam karamba asal ngga ketahuan yang punya..

    Trus pernah juga dulu akhirnya punya satu karamba dan punya beberapa ikan.. tapi sedihnya, waktu banjir tiba, hanyutlah karamba dan ikan2ku…

    • nanaharmanto says:

      Iya aku tau karamba… di tempatku apa ya namanya, ada istilahnya kok, tapi aku lupa… nginget-inget kok susahhh…

      Cilikanmu mesti jahil banget yo? tur nuakil kae hahaha….

  6. uDed says:

    Ternyata seru juga ya Mba bercerita tentang kolam dan ikannya….kebayang betapa segarnya jika sebuah kolam punya banyak ikan…….

    • nanaharmanto says:

      Menceritakan kenangan dan kenakalan masa kecil saya selalu menyenangkan, Pak…

      Saya suka lihat kolam yang penuh ikan besar-besar…. 🙂

      salam kenal ya Pak…
      terima kasih sudah mampir ke sini… 🙂

  7. krismariana says:

    kalau pulang sekolah mampir lihat kolam ikan, aku belum pernah. tak ada kolam di sepanjang perjalanan pulang yang kulalui sepulang sekolah. tetapi dulu di rumah nenekku sempat ada kolam kecil. nah, aku seringnya nyemplung ke situ. betah deh kalau sudah di dalam kolam, sampai kakiku dingiiiin… hihihi. rasanya pengen main dg ikan2 terus.

    • nanaharmanto says:

      Aku juga nyemplung di kolam nbelakang rumahku itu.. pernah liat sendiri kan waktu main ke rumahku?

      Rasanya betah banget nyemplung berlama-lama “kekeceh” di situ hihihi…

  8. niee says:

    Wah,, masa kecil emang gak jauh2 dari air ya mbak.. Klo aku dulu juga suka maen air pas air pasang gitu.. Klo gak suka maen hujan2an.. pokoknya seneng deh klo ingat2 yang seperti itu..

    • nanaharmanto says:

      Main air pas pasang? Niee tinggal di tepi pantai kah? waaahh… asyik dong… tapi apa nggak bahaya tuh? 🙂
      salam kenal ya…

  9. ikkyu_san says:

    waaah kolam ikan…. Jadi pengen mancing hehehe
    kalau berenang aku ngga mau di kolam ikan. Geli kalau liat ikan berenang bareng aku…eh kebalik aku berenang bareng ikan hhahaha. Kecuali kalau ada Deni si manusia ikan deh😀

    EM

    • nanaharmanto says:

      hahaha….
      aku malah sama sekali nggak bisa renang, Mbak….

      Dulu waktu masih kecil nggak mikir takut/geli sama ikannya, tapi takut sama ular hehehe….🙂

  10. edratna says:

    Kenangan yang indah ya Nana…saya dulu juga suka jalan-jalan sepulang sekolah, walau sebetulnya rumahku dekat, tapi sengaja berputar untuk melewati kebun semangka, kebun jagung dll….
    Dan nama desaku Ngrowo..tapi sampai besar saya tak menemukan rawa nya….mungkin sudah jadi rumah penduduk atau sudah ditanami palawija ya.

    Keponakanku, anak adik bungsuku, sekarang sedang job training di sebuah Bank di Muntilan, bersama temannya yang lahir dan besar di Bandung. Temannya kesepian terus, syukurlah keponakanku, yang dari kecil suka diajak ke sawah malah menikmati.
    Mau kost di Yogya tak berani karena masih sering erupsi lahar dingin, kalau ada jalan terputus bisa berisiko padahal jadual nya ketat. Pimpinan cabangnya baik, mereka berdua disuruh menempati rumah dinas yang cukup besar, dan…kosong.

    • nanaharmanto says:

      Wah..hobi masa kecil kita sama Bu, Enny…. sengaja muter jalan yang agak jauh, hanya untuk melihat pemandangan yg berbeda… hehehe…

      Keponakan Ibu di Muntilan? di mana?
      iya sekarang banjir lahar dingin membuat Muntilan beresiko terisolasi kalau Kali Putih (jalur Jogja -Magelang) meluap dan kali Pabelan (Magelang- Jogja ) juga ikutan meluap…

  11. anna says:

    lagian mbak.. kalo kebanyakan enceng gondonk.. ikannya malah nggak keliatan dong..🙂

    asyik tuh pengalaman mbak Nana pas kecil..
    pemandangan indah2🙂

    • nanaharmanto says:

      Hmmm… emang ya… kebanyakan enceng gondok ikannya ketutup semua… kata orang-orang sih, kebanyakan enceng gondok gak bagus juga karena sinar matahari terhalangi masuk ke dalam kolam… hhmm… masuk akal juga ya.. ? 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s