Kaos Si Unyil dan Pak Raden

Dulu, di dekat rumah nenekku, tinggal sebuah keluarga. Pintu belakangnya  terdiri dari bukaan atas dan bawah. Bagian atasnya hampir selalu terbuka dan terlihat lalu lalang penghuni rumah itu. Riuh.. hangat…  beberapa kali, anggota keluarga itu “ngadem” bersandar di bukaan pintu itu sambil melihat-lihat keadaan luar. Aku jadi hafal setiap anggota rumah itu.

 

Ehm… dulu, aku takut pada anak bungsu keluarga itu. Sebab dia nakaaalll sekali… jahil, usil…

dari bukaan pintu belakang itu, sering nongol kepalanya, berambut jigrak dengan seringai lebarnya…

Uh, dia suka sekali meleletkan lidah, menyeringai dan berbuat aneh-aneh .. yah, tingkah konyol khas kanak-kanak deh, Anda bisa bayangkan sendiri…

Untuk anak-anak, provokasi dari jauh semacam itu sudah sukses membuat kami tak nyaman berdekatan dengannya.

 

Dalam suatu masa, keluarga itu mengontrak rumah nenekku, karena rumah mereka harus direnovasi.

Yahh... kegiatan mengunjungi nenek sehabis misa hari Minggu menjadi tak terlalu menggembirakan… biasanya kami bebas berkeliaran di halaman rumah nenek, dan tiba-tiba kami harus selalu waspada. Was-was dan takut dijahilin si Bungsu itu…

Tawa dan seringainya, aduh duh.. , mengancam di mana-mana.. dia suka sekali mengagetkan kami!

 

****

Suatu hari, aku dan kakakku menjadi korban kejahilannya. Pistol airnya menyembur-nyembur. Baju kami basah. Untung mamanya melihat, si Bungsu itu kena omelan dan dijewer telinganya.

Kesal, aku menangis. Mana kami tak punya baju ganti di rumah nenek..

Lalu mamanya mengganti baju kami. Aku memakai kaos biru bergambar Unyil milik si Bungsu. Kakakku memakai kaos krem bergambar Pak Raden, milik kakak si Bungsu.

 

Senangkah aku? Hmm… aku lupa… aneh rasanya memakai baju  “musuh” begitu… gimana kalau si Bungsu itu tidak rela kaosnya kupakai? Gimana pula kalau dia memaksaku melepas kaos itu?

Tak tercatat, apakah kaos-kaos itu dipinjamkan saja atau memang diberikan pada kami hihihi…

 

Kaos-kaos itu terbawa sampai di rumah, dicuci dan dijemur oleh pembantu kami. Aku tak ingat apakah aku memakainya lagi setelah itu… yang jelas, kaos-kaos itu tak pernah dikembalikan lagi hahahaha…

Sebagai anak-anak, waktu itu aku merasa “tidak berkewajiban” mengembalikan kaos-kaos itu… urusan pengembalian biar jadi urusan mamaku saja dong hehehe.

Yah, mungkin mamaku lupa hingga kaos-kaos itu tetap berada di rumah kami…

 

Waktu SD, aku menemukan kaos itu lagi di tumpukan pakaian setelah kaos itu kekecilan dan tak muat lagi untuk badanku. Sedangkan aku dan si Bungsu itu tak pernah benar-benar berteman.. aku masih saja takut pada kejahilannya…

 

Untung SD kami berlainan…😀

 

 

****

 

Ternyata kami memilih SMP yang sama! Well, tiga tahun kami sekolah di tempat yang sama. Beberapa kali kami pun mengobrol, dan guyon

heh? Ternyata kami bisa juga bercanda!

Selepas lulus SMP, hampir tak pernah lagi aku bertemu dengannya.

 

Hingga beberapa waktu yang lalu, aku menemukan jejaknya di jejaring Facebook… kami berteman, saling bertukar pesan, mengenang masa-masa remaja dan kanak-kanak dulu…

Aku tergelak-gelak… dan di ujung sana, tampaknya dia pun terbahak-bahak…

 

Meskipun masih terbatas dalam tutur tertulis, aku tahu, si Bungsu itu kini telah menjadi sosok yang dewasa. Tak lagi bengal seperti dulu.

 

Suatu saat, semoga saja kami bisa reuni lagi bersama teman-teman yang lain…

lucu juga nanti saat bertemu lagi… menelisik jejak-jejak kebandelannya dulu, -apakah rambutnya masih jigrak seperti dulu saat dia gemar bertengger di pintu belakang itu?

 

Apakah kami akan terkaget-kaget lagi, -sama seperti saat pertama kali menemukan foto dewasa kami sekarang melalui jejaring sosial dan gadget kami,- saat tak lagi mendapati kesan wajah kanak-kanak dan remaja yang-kami-ingat-terakhir-dulu?

 

*jadi kepengen reunian segera… 😀

 

Halo, si Bungsu…. terima kasih atas kaos si Unyil dan Pak Raden itu  ya… (dan kenangan tentangnya tentu..  :D  )

astagaa… !

30 tahun yang lalu!

 

Oh, those were days…

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Intermezo and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

18 Responses to Kaos Si Unyil dan Pak Raden

  1. krismariana says:

    wah … nggak kebayang pakai kaos “musuh” hhihihi. tetanggaku dulu anaknya banyak banget daaaan … nakal semua! huh. aku tapi nggak main-main sama mereka. takut dijahili😀

    tapi ngomong-ngomong, reuni dengan teman-teman lama itu menyenangkan🙂

    • nanaharmanto says:

      Hahahaha…. sekarang sih bisa ngetawain diri sendiri krn dulu pakai kaos “musuh” hihihi…

      Iyo Nik, jadi kepengen reuni sama temen2 lama nih.. reuni yang santai, reriungan, nggak kaku dan formal gitu.. tur bukan reuni yang jadi ajang pamer gitu… hehehe…

  2. monda says:

    masih ingat nggak dia dengan kaos Unyilnya …?
    seru pastinya kalau ketemu

    • nanaharmanto says:

      Waktu kemarin chatting sih dia masih inget, dan (kayaknya) terbahak-bahak deh..setidaknya icon ngakaknya sih heboh hehehe…

  3. clararch02 says:

    Jadi mengingat2 kaos2 di rumah, beberapa juga kebawa dari rumah orang dan ga balik. Yah, sebaliknya ada juga yang ketinggalan di rumah orang dan ga balik juga, hehehe…

    • nanaharmanto says:

      Wah…iya iya bener Cla… kalau sepupu-sepupu nginep, pasti ada aja yang ketinggalan… ya kaos lah, celana lah… dan nggak balik juga hehehe…

  4. Nh Her says:

    Ah ini cerita sederhana …
    tapi saya bisa merasakan kemanisan didalamnya
    kemanisan akan kenangan masa anak-anak

    salam saya Nana

    • nanaharmanto says:

      indeed, it is…. Terima kasih Om,
      bahkan setelah 30 tahun…saya masih inget aja… hehehe…

  5. Riris E says:

    Wah, pasti seru kalau ketemuan ya, Na? Sekalian mengembalikan kaos Unyil dan Pak Raden.

    • nanaharmanto says:

      hahahaha… kaos-kaos itu entah dimana sekarang, Mbak Ris… sepertinya sih udah nggak ada lagi di rumah… udah 30 tahun sih… hehehehe…

  6. marsudiyanto says:

    Pintu “setengah dibawah setengah di atas” atau kalau ditempat saya disebut “pintu tugelan” itu sekarang sudah nggak usum lagi.
    Kalau di bangunan kuno sich kadang masih ditemui.
    ===================
    Kaos Unyil & Pak Raden…
    Ingat warnanya…
    Rata2 biru dan merah.
    Lalu muncul kaos yang belakangnya ada sayapnya mirip Superman. Warnanya juga biru. Ada yg bisa dilepas tapi ada yg terjahit jadi satu dengan kaosnya.
    =====================
    Tentang Sahabat lama (atau musuh saat kecil) lalu tiba2 muncul kembali?
    Saya juga punya.
    Puluhan tahun nggak ketemu, sekarang telah bermetamorfosa dan berubah total.
    Kenakalan saat kecil kadang bisa menjadi kenangan indah dimasa yg akan datang
    Salam!

    • nanaharmanto says:

      Di tempat saya malah sepertinya nggak ada sebutan untuk pintu tugelan itu, Pak… hehehe….

      =====
      Yang saya ingat warna kaos Unyil yang biru dan krem… lainnya saya nggak ingat lagi… ah ya! kaos superman juga booming banget saat itu, hanya saja saat itu seperti khusus untuk anak laki-laki… kami yang perempuan semua nggak tertarik untuk memilikinya… 😀

      =====
      Waktu bisa merubah segalanya… saya juga pangling dengan teman-teman SD dan SMP yang berubah, manglingi sekarang ini, beda dengan belasan tahun silam…

  7. Zee says:

    Mbak Na,
    long time no see.
    Postinganmu ini mengingatkan aku pd Pak Raden…. kemarin waktu sseorang teman datang, dia yang dekat dgn PR bercerita, betapa miskinnya beliau sekarang, ah sedih deh dengarnya… PR hidup dr melukis, dan menyablon kaos2 Unyil gitu.

    • nanaharmanto says:

      Halo juga Mbak Zee…
      waduh, jadi trenyuh denger tentang Pak Raden… padahal beliau salah satu orang yang peduli dengan pendidikan anak ya…

  8. Sandi says:

    nostalgia saaat aku masih kecil deh..🙂

  9. Imelda says:

    waaah manis sekali ceritamu. Kupikir mau cerita soal Pak Raden dan royalti tak terbayarkan itu hehehe. Tau-taunya manfaat FB yah😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s