Fire Drill

Aku belum pernah sekali pun ikut fire drill, latihan menyelamatkan diri dan evakuasi ketika terjadi kebakaran.

Dulu sih, waktu kami masih tinggal di Jakarta, 2-3 kali suamiku pulang kerja dan mengeluh kakinya gempor pegel-pegel karena menuruni ratusan anak tangga dari sekian belas tingkat di gedung kantornya.

Suamiku pun bercerita, ini dan itu yang harus dilakukan ketika kebakaran terjadi. Yang utama, jangan panik. Segera selamatkan diri melalui jalur evakuasi yang teraman yaitu tangga biasa dan jangan gunakan lift..

Well, setiap kantor pasti punya kebijakan masing-masing untuk menyelamatkan dokumen dan data kantor yang penting. Tapi itu pun kurasa nomer dua setelah keselamatan diri.

Aku tak pernah merasakan fire drill begitu, hanya kebagian memijat kaki suami doang deh dong ….  :D

Nah, kejadiannya kemarin pagi…

Aku dan suami tengah sarapan di hotel tempat kami menginap di Bandung sejak Senin lalu.

Suamiku duluan turun ke lobi karena harus segera ke kantor. Aku melanjutkan sarapanku.

Telepon genggamku berdering.

Text message dari suamiku, mengabarkan akan ada fire drill di gedung  ini dan mall yang berada satu lokasi dengan hotel ini.

“Ati-ati aja ya… tunggu sampai aman, jangan naik dulu ke atas… ” begitu akhir pesannya.

OK… lanjut penuhin perut dulu deh… :D

Jadi sarapan sambil waspada deh… penasaran juga, bakal seperti apa ya?

Aku nggak akan sebegitu bodohnya naik ke lantai 9 tempat kamar kami. Hehehe… nggak enak kali ya bakal turun tangga sebanyak itu kalau alarm berbunyi nanti…

Sambil menunggu-nunggu dering alarm yang bakal menjerit-jerit, kupastikan aku tahu letak tangga untuk turun ke bawah. Aku bahkan berencana akan membantu ibu yang membawa bayi yang digendongnya beserta seorang putri manis berusia 3 tahunan yang duduk berseberangan denganku. Well, aku tak keberatan menggendong balita itu kalau perlu. Buh, sok heroik…


****

Alarm tak kunjung berbunyi.

Lalu bunyi kemresek dari pengeras suara.

Ha!! Here it is!

Adrenalin sedikit meningkat.. *minum dulu segelas jus, teteuppp…

Kemudian terdengar pengumuman dari pengeras suara.

“Para tamu yang terhormat, kami sedang mencoba sistem alarm kebakaran di gedung ini. Mohon maaf atas ketidaknyaman yang terjadi. Abaikan semua alarm yang berbunyi dan jangan panik…”.

 

Lahhhhhhh??!!!

Glek.

Glodak! Segitu doang?

Haihh… nggak seru!!

Batal deh merasakan sensasi adrenalin yang terpacu cepat.

Tapi dengan begitu, aku jadi bertanya-tanya. Fire drill itu perlu lho, apalagi di tempat umum dengan gedung bertingkat banyak seperti hotel ini, kenapa dilakukan seperempat eh, setengah-setengah? Mungkin takut membuat tamu hotel merasa tak nyaman kali ya? Kupikir tamu hotel toh akan memahami perlunya tindakan cermat dan tepat dalam latihan seperti kali ini..

Tindakan pencegahan kan lebih bijak atuh… lah, ini malah diminta mengabaikan alarm yang berbunyi..

Dan menurutku, sayaaanng   banget pengumuman itu disampaikan oleh seorang perempuan bersuara lembut… nyaris tak terdengar di ruang sarapan. Hanya karena aku dapat bocoran dari suami tentang fire drill ini, aku bisa meraba-raba, kira-kira maksud pengumuman itu.

Bagi pemerhati keselamatan publik, tolong deh, kalau perlu, gunakan suara  laki-laki yang tenang, berwibawa, jelas dan tegas. Jangan yang lembut mendayu begitu… dalam keadaan darurat sebenarnya, toh pengumuman juga nggak akan sepelan dan segitu lembutnya bukan?

Aku memutuskan turun ke bawah, menunggu yang akan terjadi selanjutnya.

Tapi seperti tak ada sesuatu pun terjadi di lobi hotel.

Segera aku menuju mall.

Enaknya, mall ini didesain semi terbuka. Jadi seperti mengunjungi taman dengan fasilitas toko-toko dan kedai makanan. Toko-toko belum buka, tapi sudah penuh orang berjubel. Di situ mereka berkumpul mengerumuni seorang yang tengah memberikan pengarahan.

Oohooo… rupanya fire drill sudah dilakukan, dan saat itu pengarahan dan evaluasi sedang dilakukan: apa yang harus dan tidak boleh dilakukan. Bagaimana mengevakuasi diri sendiri, orang lain yang terluka, larangan menggunakan hak tinggi saat sedang menyelamatkan diri dan sebagainya.

Yaahh… sayang, aku tak merasakan juga fire drill di situ, telat! :(

****

Coba lihat foto di bawah ini.

Ada yang aneh?

Yakkk!

Menurutku pribadi nih…

Sayang seribu sayang, dipasang spanduk besar-besar begini. Itu pertama.

Artinya, setiap pengunjung bisa dengan jelas melihat dan membacanya. Lalu mereka hanya akan merasa “waspada palsu” seperti yang kurasakan tadi.

“Oh…akan ada latihan pemadaman kebakaran, OK deh… ayuk ajaa..“.

Aku memang tidak mendengar saat alarm berdering ataupun melihat latihan evakuasi terjadi. Tapi sepertinya latihan jadi agak “santai” ya? Nggak terlalu serius gitu.

“Ah, tenang aja, alarm doang, nggak ada kebakaran beneran kok… “, kata seseorang yang kutanyai.

Terbukti dari si pemberi pelatihan yang mengatakan bahwa masih ada banyak perempuan yang menyelamatkan diri dengan tetap memakai sepatu hak tingginya. Hal sangat berbahaya saat terjadi kejadian yang sesungguhnya. Hak tinggi sangat merepotkan, belum lagi kalau patah, terjepit, dan akhirnya terjatuh. Kalau itu terjadi, arus evakuasi terhambat, bahkan seorang saja yang terjatuh bisa mengakibatkan efek domino, orang-orang di belakangnya ikut terjerembab, dan orang paling celaka adalah orang yang berada paling bawah, terhimpit bahkan terinjak-injak menjadi bencana berikutnya…  it’s getting more chaotic and even worse! –correct me if I’m wrong…

Serious.

Kedua.

Fire drill dilakukan sekira jam 8 pagi. Jam segitu kan belum ada pengunjung mall… Artinya yang sudah berada di situ ya paling team sekuriti, para tenant, SPG, janitor, store manager (?) dan semua insan mall lainnya yang kebetulan diundang dalam acara ini..

Pengelola mall ini berani nggak ya untuk mengadakan fire drill lebih serius, di tengah jam-jam nge-mall yang banyak pengunjung?

Memang sih, akan mengalami beberapa kerugian.. mematikan lift, AC, lampu dan semua peralatan listrik untuk kemudian menyalakannya lagi setelah semua kembali aman. Lalu waktu yang “terbuang” untuk keperluan evakuasi dan mengembalikan suasana seperti semula. Belum lagi resiko adanya penjarahan atau pencurian oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab.

But the question is, dare or double dare?

Ketiga.

Saat aku kembali menuju lobi hotel, aku melewati sebuah toko. Dari jendela kaca, kulihat seorang penjaga toko tengah asyik merias diri. Memoles lipstik, menyapukan blush on… berkaca sedemikian rupa. Ketika ditanya temannya kenapa tak ikut berkumpul?

Dia terkikik genit sambil menyisir rambutnya.

Mungkin ada beberapa orang lain yang bersikap sama dengan teteh ini, yah, menyepelekan latihan evakuasi kali ini.

Hadoohh, Teh… kalau kejadian beneran, masih sempet gitu, moles gincu merahmu?

Speechless..

Aku pernah melihat sebuah tayangan di Discovery Channel (kalau nggak salah) tentang fire drill yang jauh lebih serius. Entah dengan atau tanpa peringatan sebelumnya, tapi alarm tiba-tiba melengking-lengking, lampu padam, lift mati, dan benar-benar menggunakan asap betulan… Lalu orang-orang bergegas menyelamatkan diri. Terlihat kepanikan yang tidak semata dibuat-buat demi kepentingan dokumentasi dan setiap orang serius mencoba menyelamatkan diri.

Rasanya memang perlu deh latihan yang serius dengan simulasi situasi yang lebih mendekati nyata; karena bencana kebakaran bisa terjadi kapanpun, di manapun, tak terduga.. dan ya, tentunya nggak pakai sepatu hak tinggi dan gincu!

salah satu dari beberapa mobil damkar yang datang

aku berusaha selalu memperhatikan denah lokasi kamarku dan letak tangga darurat..

****

Note: foto-foto koleksi pribadi.

Bagaimana, Anda pernah mengalami fire drill?

Mau berbagi? Monggo…

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Intermezo, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

20 Responses to Fire Drill

  1. Arman says:

    kayaknya kalo di hotel emang pasti tamu2nya gak akan disuruh ikutan fire drill deh, itu kan mengganggu kenyamanan mereka…

    gua ikutan fire drill sejak disini. walaupun emang udah dikasih tau dan direncanakan, tapi itu harus/wajib diikuti.

    kalo pas di indo dulu, tiap ada fire drill sih gak pernah ngikut. abis semua juga pada cuek.. hahaha

    • nanaharmanto says:

      Iya kali ya Man… pihak hotel gak mau mengganggu kenyamanan para tamu..

      Ada temenku tinggal di New York, dia bilang kalau ada fire drill semua wajib ikutan, nggak bisa ditawar katanya hahaha…
      Kayaknya di Indonesia banyak yang nyepelein urusan fire drill gini ya?

  2. Imelda says:

    di sini ada latihan seperti itu dan biasanya memang dikasih tahu terlebih dahulu. Kalau utk ibu rt sih siapa yang mau aja, berkumpul di sekolah. Karena biasanya ibu RT kan di rumah terus.
    Di radioku dulu aku pernah merekam pengumuman tindakan apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa, step by step. Maksudnya jika terjadi gempa betulan tinggal dipasang saja rekamannya. Oh itu announcenya harus tegas dan berwibawa tapi tidak boleh dgn nada panik. Sama saja dengan announce nya pesawat. Sayang Nana belum pernah dengar suaraku di radio ya heheheh

    • nanaharmanto says:

      Waaa…. Mbak… jadi kepengen denger suara Mbak Imel di radio deh…
      Bro cerita kalau ada fire drill, memang ada pengumuman lebih dahulu tapi nggak pake pasang spanduk hehehe… :P

      Setauku Jepang salah satu negara yang tegas dan cepat tanggap pada bencana, jadi latihan/simulasi thd gempa, tsunami dan keadaan darurat lainnya (kebakaran dan ancaman teroris) sangat dipentingkan bahkan dilatih sejak kanak-kanak…salut banget! Indonesia perlu mencontoh nih…

  3. monda says:

    aku pernah ikut fire drill di kapal dalam
    Perjalanan ke Padang, tapi sebagian besar orang cuek aja , papaku yang berkeras supaya kami sekeluarga ikut dan berkumpul di geladak, diajarkan cara pakai pelampung dan letak sekoci. Kapten kapal sendiri yang mimpin

    • nanaharmanto says:

      Wah, salut sama papanya Kak Monda nih… benar-benar peduli pada keselamatan keluarga… pasti itu jadi pengalaman yang berkesan ya Kak…

  4. marsudiyanto says:

    Yang keliatan lucu lagi adalah latihan perang2an itu Mbak…
    Biasdanya dilakukan dengan negara tetangga.
    Tampak sekali kalau agak main2…
    Dalam hal bersimulasipun, kita masih amat kalah jauh dengan negara lain

    • nanaharmanto says:

      Wah, saya belum pernah lihat latihan perang itu Pak Mars, Paling saya lihat sepintas di TV itupun nggak dibahas mendalam, dan yang diliatin di TV pasti bagian yang serius deh… hehehe…

      Negara kita memang harus lebih banyak lagi belajar dari negara lain ya Pak…

      salam,,,

  5. aku blom pernah ikutan mbak
    tapi seperti kata Arman, klo pun ada, pasti ikutannya setengah2 deh
    payah ya … :( blom punya kesadaran nih

  6. nh18 says:

    Fire Drill …
    Seriiiiiinnngggg …
    (saya tidak usah bercerita bagaimana aturan di perusahaan kami, saya dan bro …)(bro pasti sudah cerita betapa parnonya …)

    Dan mereka tidak putus-putusnya melakukan hal tersebut … ada manajemen bencananya …

    Kami … (i.e saya ) sih seneng-seneng aja …
    Saya selalu mengikutinya … ini lah saat yang legal untuk sebentar meninggalkan kesibukan pekerjaan … hahahaha

    (lantai 19 bouw … lumayaaaannnn )

    Salam saya

    • nanaharmanto says:

      Hahahaha… ngakak sungguh saya baca komen Om Nh ini… jadi ingat dulu abis ada ancaman bom atau apa gitu, semua karyawan disuruh pulang.. dan malah mampir main bilyar… hehehe… pulangnya teteup… mint pijit hihihi…

      salam juga Om… :)

  7. @zizydmk says:

    Latihan kebakarang sering aku alami di kantor.
    Capek, karena harus turun tangga sekian lantai :D.

  8. Pingback: Twilight Express » Blog Archive » Latihan Penanggulangan Bencana

  9. Clara says:

    dulu di IALF (kampus tempat belajar bahasa Inggris sekali ada begituan dan kamiwajib ikut keluar, g bole stay). Memang sih rasanya rugi waktu belajar tapi itu penting banget. Di kampus sini juga sering ada percobaan kebakaran. G boleh stay kalo g mau keluar ditarik sama satpamnya hahaha, memang perlu disiplin dan tegas ya Mba kalo ga ya repot deh

    • nanaharmanto says:

      Aku mendukung semua upaya pelatihan penanggulangan bencana alam.. :)

      Nah, aku kepengen fire drill juga dianggap sebagai kegiatan yang terpadu, dan diikuti semua warga dengan serius.. jangan cengengesan gitu deh pokoknya… :)

  10. DV says:

    Di sini juga diberitahukan lebih dulu tapi tetep seru sih :)
    Dua bulan sekali fire drill segedung, dan dua tahun sekali fire drill satu ruas jalan yang isinya kantor semua. Itu yang paling seru karena ada ribuan orang lari-lari (termasuk aku) untuk ngumpul di point2 yang telah ditentukan :)

    Tapi yang unik menurutku adalah bukan firedrill tapi alarm nya nyala beneran karena ada asap. Ini terjadi ketika aku barusan pindah ke Australia, 2008 solam.
    Semua teman kantor lari-larian lewat tangga dan aku dengan santainya lewat lift yang waktu itu belum dimatikan, trus pas sampe di bawah, begitu pintu lift terbuka, semua orang pada melongo ke arahku.

    Aku yang gak ngerti karena di JOgja dulu mana ada firedrill ya bingung gantian knapa mereka pada melongo :)

    • nanaharmanto says:

      Hahahaha…. aku ngakak ngebayangin mereka yang melongo melihatmu… tapi pasti lain ceritanya kalau kamu terjebak di lift yang dimatikan hadehh… nggak bakal santai lagi pasti.. :D

      Aku malah kepengen merasakan fire drill yg beneran lho… :)

  11. anna says:

    belum pernah ikutan mbak..

    lucu juga liat foto di atas, pake tulisan kalo lagi latihan. gak seru dong. pagi2 lagi, belum ada pengunjung. tapi lumayan lah ada latihan begitu. di Jogja masih jarang ada latihan seperti ini,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s