Lift Macet

Sejak kemarin, aku menginap di sebuah hotel di Bandung. Lumayan OK menurutku. Design-nya unik dan jadi satu dengan mall berkonsep terbuka.

Tapi jujur, aku tidak suka dengan lift-nya😀

Lift-nya dibuat temaram, dengan kaca hitam oval besar di belakangnya. Ah, imajinasiku memang kadang terlalu liar… aku membayangkan, tiba-tiba, pantulan yang muncul di kaca gelap itu bukan pantulan sosok diriku… hiiyy…

Yah, pokoknya aku tak suka naik lift ini sendirian. Jadi begitu aku masuk lift, cepat-cepat aku membelakangi kaca gelap itu dan berharap segera sampai ke lantai yang kutuju.

Kemarin, salah satu lift tidak bisa dipakai, karena sedang dalam perbaikan. Pagi ini, selesai sarapan di lantai 3, aku mendapati seorang tamu yang keluar dengan gusar dari lift yang kemarin rusak.

Tamu tersebut mendatangi petugas dan menyampaikan keluhannya.

“…mau naik…. malah turun…. tidak bisa ke lantai tujuan…turun lagi… “.

Aku tak terlalu memperhatikan lebih lanjut.

Aku turun ke lobi sebentar, tepat ketika lift yang kemarin rusak terbuka itu dan keluarlah dua tamu berikut seorang satpam yang sepertinya tengah memeriksa lift tersebut sambil berkomunikasi melalui HT-nya..

Selesai urusanku di lobi, aku naik ke lantai 6 tempat kamarku berada.

Kupencet tanda segitiga naik. Dan masuklah aku ke dalam lift, segera membelakangi kaca gelap, memasukkan kunci kamarku ke dalam selot di dinding lift dan menekan lantai 6.

Zheennglift pun bergerak naik menuju lantai 6…

Tiba-tiba jlungg! lift serasa anjlok dan bergoyang hingga aku sempoyongan. Refleks aku berpegangan. Lift yang tadinya bergerak naik, tiba-tiba mendadak turun ke lantai 2 dengan nggak smooth. Dan yak! Lift berhenti entah di mana, tapi lampu indikator terus berkedip menunjukkan panah ke atas.

Baru kusadar, aku naik lift yang kemarin rusak dan tadi dikeluhkan tamu…

Aku kaget setengah mati. Mencoba tenang.

Blaik!!!! ! Pintu lift tak bisa dibuka samasekali!

Huaaa…. rada panik donggg….

 

Gue terjebak di lift macet yang mengerikan beginihhhh!!

Aku memikirkan yang terburuk jika lift ini benar-benar macet, dan bahkan lebih buruk lagi, lampu mati. Aduuhhhh… mana tahan harus sendirian di ruang sempit gulita dengan kaca kelam ini?

Aku menghafalkan letak tombol bersimbol lonceng, berjaga-jaga andai lampu padam dan aku benar-benar terjebak, aku pasti memerlukan bantuan.

Tetap mencoba cool… kumasukkan kunci kamarku, kupencet “Lobby” dan tak ada reaksi. Kupencet tanda membuka pintu. Juga tak terbuka.

Mulai panik beneran deh….

Kumasukkan lagi kunci kamarku, menekan lantai 6. Tak ada reaksi. *keringat dingin… *

Kutekan lagi tanda membuka pintu. Nihil.

Kutekan lagi Lobby. Lagi-lagi nihil.

Aduh, tolong…

Aku hampir menekan tanda bel ketika lift bergoyang dan naik ke atas dengan sedikit berderak. Cepat-cepat aku berdoa, semoga lift ini berhenti dan terbuka di lantai 6, dan bukan di lantai lain, bukan pula terputus dan anjlok ke bawah.. (ah, kau terlalu banyak nonton film, Non!)

Lift berhenti dengan tidak halus. Apapunlah. Yang penting berhenti dan aku bisa sesegera mungkin keluar dengan selamat. Puji Tuhan, pas di lantai 6.

Aku bergegas keluar. Masih berdebar-debar mengingat insiden semenit yang serasa setahun itu.

****

Aku memang bereaksi dengan cukup cool pada insiden kecil itu. Tapi sebenarnya yang lebih bikin panik adalah… aku sedang sakit perut. Sejak semalam perutku bergolak dan harus waspada kapan saatnya aku harus lari mendapatkan toilet😀

Bayangan bahwa aku terjebak dengan perut mulas dan resiko “kecelakaan” itu yang lebih bikin panik… huahahaha…

Segera kutuntaskan sumber kepanikan itu😀 .. dan (bodohnya) aku tidak melaporkan kejadian itu pada pihak hotel. Tapi kupikir, kalau lift litu memang benar-benar bermasalah, pasti ada “korban” lain yang melapor.

Alhasil  seharian ini, aku mengurung diri di kamar dengan perut yang masih terus berontak, dan ogah untuk turun ke bawah dengan (harus) menggunakan lift.

Besok-besok gimana dong, Na?

Jiaahhh…gue minta ditemenin satpam aja deh… hihihi…

Pernah terjebak di lift macet?

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Intermezo and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

17 Responses to Lift Macet

  1. septarius says:

    ..
    pernah nonton film “the eye” Mbak..?
    setelah nonton film itu aku jd serem kalo di dalam lift sendiri.. ^^
    ..

    • nanaharmanto says:

      Woooaa…. film horor ya? ogah nonton hihihihi… pas nontonnya sih nggak takut, tapi kalau lagi sendirian dan keinget adegan horornya, wah bisa runyam.. takut hihihi… *jiaaahh takut kok telat..

  2. Arman says:

    pernah!!! pas masih kecil (masih SD). lagi main2in lift ama sepupu gua. jadi kita emang naik turun lift cuma iseng aja. eh tiba2 mati lift nya. mati lampunya juga. panik dong. hahaha. gua gak inget berapa lama ya dulu, tapi berasanya lama. tapi kita gak berani apa2, cuma diem aja. dan setelah kebuka lagi ya udah kapok deh gak mainin lift lagi…😛

    kalo yang terjadi di elu sih gua bilang lu harus lapor ke hotelnya na. bahaya tuh lift nay kalo sampe anjlok gitu…

    • nanaharmanto says:

      hahahaha…. kebayang Arman cilik yang badung dah… hahhaha… kapok ya? hihihi…
      trus ngapain aja di dalem lift macet gitu? ngebukanya gimana tuh?

      Kayaknya udah dilaporin “korban lain”, Man… tadi kulihat udah dipasand tanda gak boleh dinaikin dan ada display out of order.. hehehe…

  3. monda says:

    mengerikan ih… untung tabah ya Na..
    aku mungkin udah jerit2,
    pengalaman seram naik lift cuma itu … lift di rumah sakit, lift keliatan udah tua, bunyi ogrek2, ketakutan pastilah, untungnya tapi tetap bisa mengantar ke lantai tujuan

    • nanaharmanto says:

      Wah, kalau lift udah kliatan tua emang bikin jadi gimana gitu ya Kak… antara ragu-ragu tapi butuh tapi ngeri-ngeri pasrah… *halah..
      untung selamat sampai lanatai tujuan… nah itu yang penting hihihi…

  4. Zizy Damanik says:

    Duh gak enak banget memang kalau terjebak di lift. Aku pernah waktu nginap sama teman2 di hotel lama di Medan. Saat turun tahu2 liftnya mati. Aku lagi berdua dengan seorang tamu lain. Untung gak pakai lama lalu hidup lagi. Lift rusak itu berbahaya sbnrnya karena bisa menimbulkan kecelakaan. Seharusnya tidak dioperasikan saja untuk keamanan bersama.

    • nanaharmanto says:

      mungkin lebih enak kalau terjebak lift pas ada temennya ya…. atau malah nambah kepanikan? hehehe….
      memang untuk kenyamanan bersama dan menghindari hal-hal yang nggak diinginkan, lift yang bermasalah emang sebaiknya diperbaiki dulu sampai yakin liftnya aman dan nyaman dipakai…

  5. krismariana says:

    aku nggak pernah terjebak dalam lift. pengalamanku soal lift adalah ketika antrian untuk masuk ke dalam lift panjang sekali. berjubel. dan waktu itu aku sama temanku, mau ikut acara ke lantai 7. temanku bilang, “pakai tangga biasa aja yuk?” dan begonya aku mengiyakan. sampai di tempat tujuan, rasanya mau matiiiii! tapi temenku kok santai aja yah? bingung aku. wis sejak saat itu, aku mending nunggu lift aja daripada mesti naik pakai tangga biasa. kapoook!

    • nanaharmanto says:

      naik ke lantai 7 pake tangga biasa? aduhhh gempor! hihihi…
      Mungkin temanmu itu sering fitnes/rajin oahraga jadi ya bugar terus, naik lantai 7 ya enteng aja kali ya…
      kalau aku… mending nunggu lift hihihi…

  6. nh18 says:

    (ah, kau terlalu banyak nonton film, Non!)

    Hahahaha … ngaku sendiri …

    Apa saya pernah terjebak macet di lift ?
    Pernah …
    Dan itu semuanya karena mati lampu …

    Tapi alhamdulillah tak sampai lima menit … lift berjalan kembali …

    plong

    salam saya Na

  7. edratna says:

    Saya paling serem kalau terpaksa naik lift sendirian di hotel….
    Pernah terjebak di lift hotel di Banda Aceh…. hotel tua, dan satu2nya yang tak terkena tsunami..jadi saya telpon fasilitator workshop…ehh fasilitator ini telpon hotel…baru deh dibuka. Habis itu saya pilih naik turun naik tangga….serem deh.

    Pas di Padang juga begitu, hotelnya baru, dibangun diatas reruntuhan hotel yang kena gempa…walau baru tapi lifttnya nggak mulus. Jadi saya selalu nelpon dulu ke lobby minta ditemani..lha daripada macet sendirian.

    • nanaharmanto says:

      Wah, pengalamannya serem bener Bu Enny… mungkin saya kalau ada di posisi Ibu juga akan pilih naik turun tangga, atau minta tolong satpam/staff hotel untuk nemenin juga..😀

  8. prih says:

    Penguasaan diri Jeng Nana sungguh apik.
    Pernah Jeng sendirian terjebak dalam lift macet yang beruntung segera pintu lift dijugil dengan linggis. cukup sudah ya …..

    • nanaharmanto says:

      hehehe…jadi GR…
      kalau lebih lama terjebaknya saya mungkin lebih panik, Mbak…
      apalagi kalau mati lampu pula… wah, mending gak usah dibayangin aja deh hehehe…

  9. DV says:

    Lift??? Aku susah percaya dengan sebuah kotak yang diangkat tali baja itu! Tapi ketika tak ada pilihan lain ya OK saja, Na! Rahasianya bener-bener peace of mind aja sih hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s