Lingkar Nagreg

Dulu, menjelang lebaran dan setelahnya, aku sering mendengar daerah Nagreg ini disebut-sebut di televisi yang meliput “hajatan besar” mudik lebaran. Laporan tiap jam di TV itu selalu menyebut jalur Selatan dari  Jawa Barat ke Jawa Tengah itu kerapkali macet di Nagreg.

….tersendat di Nagreg…..

…..kecelakaan di Nagreg…..

….Nagreg ramai lancar…..

…..Padat merayap…..  atau beberapa istilah lain untuk menggambarkan keadaan lalu lintas.

Jalur Nagreg diberlakukan sistem buka tutup….

Jalur lingkar Nagrek dibuka untuk mengurai kemacetan… .

Hmmm… Nagreg lagi.. Nagreg lagi.

Aku jadi penasaran, kayak apa sih Nagreg ini? Apa istimewanya? Lingkar Nagreg, apa pula tuh?

Beberapa waktu kemudian, atas kersaning Allah, aku dan suami pindah ke Jawa Barat.

Untuk menuju ke daerah kami dari Bandung dan sebaliknya, kami harus melewati Nagreg ini, jalur utama penghubung antara Bandung dengan daerah-daerah di Priangan Timur: Garut, Tasikmalaya dan Ciamis, lalu langsung masuk Jawa Tengah.

Penasaran dong, kayak apa sih Nagreg yang terkenal seantero jagat permudikan ini?

Well... sepintas sih memang “nggak ada apa-apanya”. Jalanan aspal biasa, menurun, menanjak, berkelok curam dan relatif sempit untuk ukuran nadi utama lintas Jawa Barat.

Untuk pengemudi handal, jalur ini tidak menjadi masalah.

Yang menjadi masalah adalah, kalau kendaraan berat macet di jalan ini. Biasanya truk besar bermuatan pasir, batu dan semen yang tak kuat menanjak akhirnya berhenti di tanjakan, membuat kendaraan di belakangnya mengular tak berujung.

Kondisi tak lebih baik saat kontainer raksasa mogok pula di tempat ini.

Kami juga harus berhenti saat trailer beroda empatbelas ancang-ancang hendak menikung, karena badan bongsornya harus mengambil ruang di jalur berlawanan. Kendaraan dari kedua jalur harus berhenti guna memberinya kesempatan untuk beranjak dari situ.

Tronton pengangkut beban 25 ton pun harus “ungkak-ungkek” di salah satu titik di Nagreg untuk melanjutkan perjalanannya.

Di hari biasa, kemacetan seperti ini bisa dimaklumi. Di hari-hari hajatan mudik, kemacetan bisa menjadi ujian tersendiri, karena bisa berpuluh menit terjebak di antrian kendaaraan hingga berkilo-kilometer..

Biasanya kendaraan berat dilarang melewati jalur ini selama masa mudik, tapi kepadatan kendaaran benar-benar menggila.

Memang antrian dan kepadatan kendaraan bahkan kemacetan kerap terjadi karena di Nagreg ini terdapat pertemuan lintasan dari dan ke arah Bandung – Garut dan  Bandung –Tasikmalaya.

Jalur Nagreg lama ini memang cukup curam dan sempit, di sisi lain, pelebaran jalan tak mungkin dilakukan karena faktor lingkungan.

Kemudian ditemukan solusi  untuk mengurangi kemacetan: dibangunlah jalan lingkar Nagreg

Awal kepindahan kami di Jawa Barat, aku tidak bisa melihat lingkar Nagreg ini, karena memang ditutup. Jalur alternatif ini hanya digunakan saat liburan dan saat musim mudik besar-besaran seperti Lebaran dan menjelang akhir tahun, -konon, karena jalur ini masih dalam proses pembangunan.

Tapi, akhirnya, aku melewati juga jalan yang kondang ini.

Jalan alternatif sepanjang 5.6 km dari Cikaledong (dari arah Tasikmalaya) hingga ke Pamucatan Nagreg ini efektif digunakan sejak libur Lebaran 2011,  kemudian hanya dibuka selama libur dan akhir pekan saat volume kendaraan meningkat.

Sekarang sih kayaknya terbuka terus deh..

Jalan ini hanya memutar menghindari jalur Nagreg lama dari arah Jawa Tengah menuju ke Bandung. Satu arah aja yaa…

Jalannya mulus dengan pemandangan yang lumayan indah.

Peta lingkar Nagreg berpanah merah

Catatan: Gambar peta saya pinjam dari situs ini.

****

Bagi yang pernah melewati lingkar Nagreg ini, pastilah punya kesan tersendiri.

Nah, bagi yang belum pernah, seperti ini nih Lingkar Nagreg si kondang jaya grup ini😀.

Cekidot!

percabangan jalan masuk Lingkar Nagreg dari arah Tasikmalaya

bukit hijau, langit biru, dengan jembatan rel kereta di kejauhan…

mendekati rel…

cadas buatan dari semen untuk menahan tanah longsor dan alasan keindahan

rel kereta api dan jembatan payung sebagai pelindung kendaraan dari benda-benda dan sampah biologis😀 yang jatuh dari rel

bukan kartu pos…

terowongan lingkar Nagreg… keren kan…

di dalam terowongan…. *hadoh, ngapain nenek gayung ini main di marihh? shoohhh..! shoohhhh!

di dalam terowongan Nagreg difoto dari depan… *sayang ada mobil parkir

bersih dan keren… smoga nggak dirusak tempelan iklan dan coretan-coretan nggak jelas..

ujung terowongan… *Jiaahh… krasan banget di sini, ternyata penunggu terowongan…😀

 

 

kiri-kanan jalan ladang jagung dan kembang kuning  … saat cuaca cerah dengan langit biru bersih dan musim berbunga, it’s just awesome!

Banyak pengguna jalan yang sengaja berhenti hanya untuk berfoto-foto termasuk aku😀 .. bahkan aku permah lihat pasangan yang sedang berfoto untuk pre wedding mereka…

Pemandangannya keren, indah,… seperti di luar negeri…🙂

Aku sengaja nggak memasang foto jalan keluar dari lingkar Nagreg ini, ada baliho guedeee milik perusahaan rokok kompetitor sih… 😀

Nah, Anda pernah lewat sini?

Note: foto-foto koleksi pribadi

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Dari Pelosok Negeri and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

20 Responses to Lingkar Nagreg

  1. niqué says:

    gambar ke2 tentang lingakaran nagreg yg kulihat hari ini😀
    jadi pengen foto2 di situ juga hehehe
    mungkin sudah pernah ngelewat tapi bisa jadi saya gak ngeuh ya mbak
    tapi dengan jembatan yang baru ini yakin saya blom pernah lewatin hehehe

    • nanaharmanto says:

      Lingkar Nagreg emang jadi tenar selama musim libur lebaran gini, Nique…
      dulu sih masih buka tutup, lebih sering tutupnya… kalau kamu dari arah Tasik ke Bandung dan dialihkan ke kiri, berarti pernah lewat lingkar Nagreg ini.. dulu mungkin masih dalam proses pembangunan kali ya?
      Coba kapan2 kalau lewat sini lagi, perhatiin pemandangannya… bisa jadi kamu jadi bener2 kepengen turun dan foto-foto hehehehe…

  2. Suryadi Wihardja says:

    Selamat malam mba Nana,
    Jalur Nagreg yang lama gak dibahas nih. Trus nanti ada lingkar Wado/Tasik (arah Sumedang) setelah +/- 100 m dari turunan Nagreg (jalur lama). Kemarin lewat kayaknya belum dioperasikan. Pas libur kemarin dari arah Garut harus lewat jalur Nagreg lama. Jalur baru Nagreg khusus untuk dari arah Malangbong (Tasik). Trims

    • nanaharmanto says:

      Salam hangat Pak Suryadi…
      Jalur Nagreg lama cuma dibahas sedikit saja… tentang macet dan curamnya dan sulitnya dilakukan pelebaran jalan.
      Wah, saya belum pernah lihat lingkar Wado ini, Pak… besok kalau udah jadi, (dan sekeren Nagreg) saya posting juga deh hehehe…Terimakasih sudah memberi ide untuk tulisan baru ya Pak.. 🙂

      Salam…

  3. monda says:

    balok2 horisontal di bagian atas terowongan itu bikin keren ya

    btw,bunga kuningnya seperti bunga matahari bukan?
    post terbaru aku tentang bunga itu juga.. sehati deh nih..
    http://mondasiregar.com/2012/08/25/pesona-kuning/

    • nanaharmanto says:

      Hahaha… sehati nih kita Kak… iya bener si bunga kuning cantik yang sama Kak… udah ada draftnya tuh, tinggal diposting…🙂
      minggu depan kali saya posting…

  4. krismariana says:

    oalah, nenek gayungnya itu ternyata kamu to Na? huahaha… geli tenan aku. coba kalau kamu di situ malam-malam, pakai baju putih, plus dengan rambut panjangmu yang tergerai. woa … mesti jadi heboh :p :p

    aku lupa apakah pernah lewat lingkar nagreg ini apa belum. mungkin dulu pernah waktu ke jakarta naik mobil. tapi mungkin aku nggak paham, karena kebanyakan molor :p

    • nanaharmanto says:

      hehehehe…. lg kumat narsisnya Nik…
      aku belum pernah lewat lingkar Nagreg malam hari… kayak apa ya? jangan2 ada penunggu asli? hiiy…😀
      kl pengen terkenal menyamar jadi hantu di Nagreg yo..hahaha…

    • septarius says:

      ..
      hihihi…
      lihat pertama aku juga gak ngeh kalau nenek gayung itu Mbak Nana, lha disitu kayaknya gak boleh berhenti dan mobil pada ngebut..
      ..

  5. Arman says:

    huahahaha ada penuggu trowongan…😛
    emang terowongan ini lagi ngetop kayaknya ya, kemaren ini baca blogger lain juga posting foto2 narsis di terowongan ini..😀

    • nanaharmanto says:

      hehehehe…. penunggunya keren kan… dari jauh soalnya hihihihi….
      Iya, bener Man… terowongan Nagreg ini jadi ngetop sejak dibuka… liat terowongannya emang jadi kepengen berhenti untuk foto2 deh…😀

  6. Nh Her says:

    Sebentar … sebentar …
    Sepertinya saya kenal mobil itu …
    mobil dimana saya menemukan … sepasang selop nenek gayung … qiqiqiqi

    Yang jelas …
    Talking about Nagrek …
    sepertinya dulu pernah lewat … jaman kami mudik dari Jakarta ke Yogya
    Tapi sekarang sudah tidak pernah lagi …

    salam saya Nana

  7. Zee says:

    Kendaraan besar kalau macet memang bikin ribet kendaraan lain ya mbak. Duh apalagi klo pas di dalam kota, langsung mengularrrrrr…..

  8. marsudiyanto says:

    Tiap ada laporan mudik, Nagreg tak pernah terlewat dan pasti disebut2 oleh televisi maupun koran…
    Dan biasanya membahas sekitar macet dan kecelakaan di situ.
    Tapi tiap tahun makin tambah daerah lain yg jadi titik rawan macet dan rawan kecelakaan…

  9. prih says:

    Semoga menambah kenyamanan dan keamanan pengguna jalur selatan ya Jeng Nana. Salam

  10. septarius says:

    ..
    dalam 2 bulan ini, aku sudah lewat situ dua kali.. ^^
    ..

  11. Pingback: THE NINE FROM THE RED LOTUS « The Ordinary Trainer writes …

  12. chrismanaby says:

    Waaaa bagus ya mbak jalanya & pemandangannya, psti perjalann jadi ndak bosen😀
    tau blog ini dari om nh18😀, salam kenal

  13. juher says:

    saya orang nagreg sebab itu saya bangga dengan nagreg
    maju terus nagreg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s