Catatan dari Negeri Tetangga #2

MRT

Tulisan kedua tentang negeri tetangga, Singapura. Selain kebersihan dan kerapihannya, aku juga sangat terkesan dengan MRT (Mass Rapid Transportation) di Singapura. MRT ini adalah transportasi kereta api listrik terpadu berbasis pada sistem rel di bawah tanah. Dengan armada bersih dan modern, “kapsul-kapsul  listrik” ini melayani warga dan wisatawan mencapai tempat-tempat penting di seluruh Singapura dengan rute yang sangat jelas.

Peron dan stasiun dilengkapi dengan peta kota dan peta rute MRT yang mudah dijumpai tersebar di beberapa tempat. Papan penunjuk arah jelas. Pendeknya, sistem MRT ini “nggak pelit” penunjuk arah dan peta. Mereka juga tidak melupakan kebutuhan penderita tuna netra. Jalur khusus -dengan lantai berpola timbul- disediakan untuk memandu mereka yang tidak bisa melihat.

Apa sih istimewanya?

1. Stasiun MRT tersebar di mana-mana.

Relatif mudah mencari stasiun MRT ini. Penunjuknya pun jelas. Plang berwarna hijau dan merah dengan ikon kapsul kereta (tampak muka) dan tulisan MRT atau logo serupa daun berwarna kuning. Plang ini dilengkapi dengan jarak (dalam meter) dan anak panah menuju arah stasiun terdekat.

Awas jangan tertipu. Jangan berharap segera melihat stasiun MRT ini. Sebab, di tengah kota, stasiun MRT ini dibangun di bawah tanah. Jadi di dalam tanah di bawah gedung-gedung besar dan megah itu, MRT berseliweran. Sedangkan di pinggir kota, MRT menggunakan jalur rel layang.

2. Jalur MRT sangat jelas dan well-informed

MRT punya 4 jalur.

* East West Line (hijau) yang melayani Bandara Changi dan Pasir Ris menuju Joo Koon. Ini jalur yang pasti dipakai wisatawan yang datang dengan pesawat, atau mereka yang hendak mencapai Bandara Changi.

* North South Line (merah) yang melayani jalur Marina Bay sampai Jurong East. Ini jalur utama menuju kawasan belanja Orchard Road.

* North East Line (ungu) dari Punggol sampai Harbour Front. Ini jalur untuk yang ingin berjalan-jalan dan belanja di Mustafa atau Chinatown.

* Circle Line (kuning) yang memutari pusat kota Singapura dari Harbour Front sampai Marina Bay.

Kenalilah warna line di peta atau di dalam MRT, Anda akan tahu itu jalur mana yang harus Anda ambil.

 Di dalam stasiun, warna penunjuk arah pun disesuaikan dengan warna masing-masing line.

peta MRT Singapura, sangat jelas jalur-jalurnya..

peta MRT Singapura, sangat jelas jalur-jalurnya..

sumber: http://subway.umka.org/map-singapore.html

3. Tiket Elektronik dan Mesin Tiket

Penumpang MRT membeli tiket elektronik di loket yang tersedia di semua stasiun MRT. Tersedia juga di kios minimarket 7 Eleven. Tiket ini berlogo EZ link. Harga perdananya $ 12 SGD, dengan $5 SGD yang otomatis tersimpan (tidak dapat diuangkan/digunakan untuk transaksi). Jadi kita hanya punya 7 dollar di dalam tiket elektronik kita.

Begitu selesai membeli tiket elektronik secara tunai, kita harus segera mengisi ulang tiket kita (top up) di mesin yang menyerupai ATM yang disebut GTM, –General Ticketing Machine.

Caranya cukup mudah. Letakkan tiket elektronik pada tempat yang tersediakan agar mesin bisa membacanya. Lalu pilih menu Top Up pada layar, masukkan nominal yang diinginkan, -minimal $10 SGD, lalu masukkan uang kertas pada slot uang yang akan segera “menelannya”. Pastikan uang tidak kusut, lecek atau sobek. Tiket kita akan otomatis terisi sejumlah tersebut. Jadi, tiket kita sekarang berisi $17 SGD.

Ini nih tiket yang kubeli.  

Ez link, tiket elektronik yang wajib dibawa kemanapun, bisa di top-up sewaktu-waktu

Ez link, tiket elektronik yang wajib dibawa kemanapun, bisa di top-up sewaktu-waktu

4. Peron dan gerbong yang bersih dan terawat

Peron MRT sangat tertata, bersih dan berlimpah penunjuk arah, peta dan tanda/simbol yang mudah dimengerti. Kapsul MRT juga sangat bersih dan nyaman, lengkap dengan peta jalur MRT, sistem suara dan perangkat keamanan untuk keadaan darurat seperti tabung pemadam kebakaran.

5. On time!

Ini dia. MRT sangat tepat waktu. Informasi kedatangan MRT ditunjukkan dalam papan elektronik lengkap dengan waktu-sekian-menitnya. Penumpang tak perlu gelisah menunggu karena waktu kedatangan kereta selalu diinformasikan sampai kereta tiba di stasiun tempat kita menunggu. Dalam interval waktu kira-kira 5-8 menit, kereta akan datang melayani penumpang.

Dos…

Setiap kali kita masuk dan keluar peron, kita harus menyentuhkan tiket elektronik kita sehingga portal akan terbuka. Portal-portal berderet melayani ribuan penumpang. Portal berlampu hijau tempat untuk masuk, sedangkan yang berlampu merah untuk keluar.

Tiket ini akan terus kita bawa, dan tidak untuk ditelan mesin.

Mesin portal akan membaca saldo tiket kita. Nah, inilah gunanya saldo $5 SGD yang tertahan di tiket kita. Mesin portal akan terbuka jika saldo kita minimal sejumlah tersebut, artinya kita diperbolehkan melakukan perjalanan (single trip) yang rata-rata berbiaya 73 sen sampai $2,2 SGD . Nah, di tempat tujuan, saat kita keluar dari peron melewati portal keluar, barulah kita “ditagih”. Kita tempelkan lagi tiket kita, kalau portal tidak mau terbuka, inilah saatnya mundur dan melakukan top up di GTM yang tersedia di dekat portal-portal tersebut.

Layar kecil tempat kita menyentuhkan tiket Elekronik kita pada portal ini akan menampilkan sisa saldo yang kita punya. Jadi kalau sudah menipis mendekati 5 dollar, segeralah melakukan top up..

Kemudian kita menunggu di peron pada tempat yang tepat. Pada lantai peron ada anak panah sebagai arah untuk penumpang yang akan naik atau turun, agar tidak bertabrakan. Dahulukan penumpang yang akan turun.

Hati-hati dan disiplin itu harus. Gerak cepat juga diperlukan. Kita harus sigap saat menaiki atau turun dari gerbong. MRT ini dirancang untuk berhenti dalam waktu yang sudah terprogram oleh komputer. Saat lampu di atas pintu masuk berkedip-kedip dan alarm berteriak, jangan coba-coba menerobos dengan resiko terjepit pintu kereta.

Memang sih, pintu akan terbuka lagi, tidak akan menjepit orang selamanya di situ. Tapi itu kan mengganggu penumpang yang lain, dan malunya itu lhoo…

Kapsul MRT ini sangat bersih, cukup lebar dan nyaman. Ada beberapa tempat duduk bertanda khusus yang diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu dengan anak, manula, orang sakit, dan mereka yang berkursi roda atau tuna netra. Prioritaskan mereka yang lebih berhak atas tempat-tempat duduk ini meski mereka tidak meminta.

Don’ts..

Makan dan minum didalam gerbong MRT, atau terancam denda $ 500 SGD

Merokok atau terancam denda $ 1000 SGD.

Membawa barang yang mudah terbakar, seperti bensin, gas dan sejenisnya, atau terancam denda $ 5000 SGD.

Membawa durian dan barang berbau menyengat lainnya. gerbong ber-AC yang tertutup jelas akan menjadi tidak nyaman dengan aroma menyengat yang mengganggu!

****

 

Peta… peta…peta… dan peta

Sebelum naik MRT, pastikan dulu tujuan kita. Kita harus tahu persis di mana harus naik dan turun. Jangan sampai kesasar saat naik MRT.

Cermati peta kota, peta wilayah sekitar stasiun setempat. Denah ini secara gamblang mudah dimengerti. Tidak perlu menghafal semua tempat yang pengucapan dan tulisannya tidak mudah diingat. Cukup tahu ke mana tujuan kita –di denah itu diwakili dengan Alfabet A, B, C berikut angka 1,2, 3 dan seterusnya.

Nah, untuk mencari jalan keluar dari stasiun yang selalu hiruk pikuk itu, kita tinggal mengikuti arah anak panah: tujuan A keluar pintu sana, tujuan B masih harus naik dua lantai, tujuan C keluar sonoan dikit…. 😀 dan seterusnya… mudah banget kok tanpa kesasar…

Perhatikan juga peta rute MRT di stasiun; jalur merah, kuning, hijau atau ungu yang akan kita ambil. Di setiap pertemuan/persimpangan lintasan (intersection), akan ditandai dengan lingkaran putih. Artinya di perhentian  bertanda lingkaran putih itulah, tempat kita turun untuk berganti rute yang kita inginkan.

Perhatikan juga peta rute di dalam gerbong MRT yang dilengkapi dengan lampu berkedip-kedip yang menjelaskan tujuan selanjutnya. Nah, program suara yang menyebutkan tujuan selanjutnya juga penting. Ini sangat berguna bagi mereka yang tuna netra dan… yang tertidur…😀

peta di dalam gerbong MRT, lampu menyala menunjukkan stasiun-stasiun yang akan dilewati.

peta di dalam gerbong MRT, lampu menyala menunjukkan stasiun-stasiun yang akan dilewati.

sumber dari sini. 

Meskipun dimana-mana tersedia peta dan denah, penting juga lho membawa peta sendiri. Banyak kok peta gratisan yang bisa kita dapatkan di bandara dan stasiun MRT.

peta gratis... ada banyak pilihan

peta gratis… ada banyak pilihan

Rush! Rush! Rush!

Aku pernah menonton beberapa film dan serial TV yang berlatar peron KRL dan MRT. Orang-orang yang terburu-buru, bergegas dan sangat alert..

Aku bisa merasakan sendiri, bergabung di arus ratusan manusia yang bergegas dan berlari, sangat percaya diri dengan langkah dan tujuannya. Hmm… aku menikmatinya! Untunglah aku pakai sepatu sporty yang memudahkan gerakku.

Stasiun MRT yang penuh manusia dengan segala keperluan masing-masing itu toh tetap teratur. Tidak berdesak-desakan, tidak saling memotong jalan orang, tidak bertubrukan. Dengan sendirinya para penumpang mengosongkan jalur untuk para tuna netra.

Ada yang sigap naik dan turun tangga biasa. Tapi banyak pula yang memilih eskalator untuk menghemat tenaga. Lift tersedia bagi mereka yang membutuhkan: pengguna kursi roda, penyandang cacat dan manula. Semuanya bertanda jelas.

Oh! Jakarta…

Konon Jakarta bermimpi punya MRT. Boleh juga sih idenya. Kayaknya perlu pemikiran dan kerjasama yang nggak boleh main-main atau sembarangan nih. Apakah stasiun MRT akan dibangun dibawah tanah? Mengingat ancaman banjir di Jakarta bisa sangat melumpuhkan –seperti beberapa waktu lalu?

Dan orang-orangnya perlu kedisiplinan yang lebih serius nih.. disiplin tak merokok, tak meludah, tidak vandalis terhadap fasilitas umum.

Semoga impian Jakarta akan MRT yang berkualitas akan terwujud!

Kelak, kalau ada kesempatan ke Singapura lagi, aku akan kembali menggunakan transportasi satu ini… :D

Bukan studi banding :D

Bukan studi banding😀

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

15 Responses to Catatan dari Negeri Tetangga #2

  1. SETUJU banget.mbak..
    akhir tahun lalu akhirnya jadi ngajak kinan jalan jalan ke SG dan ber MRT ria…kalo aku beli STP aja untuk 3 hari kemarin…20 SGD dan 10 deposit..depostinya dibalikin pas kita balikin STP …irit dan hemat serta efisien waktu daripada beli “ngecer” dalam arti harus antri beli pertujuan kayak gitu…salut dengan MRT..baru juga mau tulis pengalaman soal MRT ini dibanding dengan kereta api di jawa yang biasa saya naik jaman kuliah dulu🙂
    tfs mbak nana…:)

    • nanaharmanto says:

      Asyik ya Mama Kinan… jalan-jalan pakai MRT… lancar jayaaa… hehehehe…
      kami beli tiket elektronik yang bisa di top-up… tiket kami bawa terus, nggak dibalikin.. suatu saat kami ke sana lagi bisa dipakai lagi.. *hihihi…PD amat ya. masih ada saldo 6 dollar… dari (semula) 17 dollar..

  2. vizon says:

    Nah.. naik MRT ini juga salah satu cara untuk berpiknik di Singapura..🙂
    Semoga Jakarta bisa segera punya moda transportasi seperti itu ya Na.. Meski agak sedikit susah untuk mewujudkannya. Namun, tidak ada yang tidak mungkin bukan?

    • nanaharmanto says:

      Semoga Uda….semoga Jakarta mampu berbenah semaksimal mungkin, dari macet, banjir, birokrasi dan pungli..sehingga bisa terwujud deh MRT impian banyak orang…

  3. monda says:

    sebagai pengguna angkutan umum pengen deh punya MRT kayak di Singapura ini..

    • nanaharmanto says:

      iya Kak Monda… Jakarta sangat memerlukan moda transportasi masal yang cepat, efisien dan yang jelas bisa mengurangi kemacetan…

  4. krismariana says:

    kata suamiku, emang transport di singapur itu memudahkan para pendatang. peta ada di mana-mana. jelas sekali informasinya.

    aku agak ragu jakarta bisa serapi singapur, na. yang jelas, peraturan harus ditegakkan ya. mungkin perlu intel yang banyak, biar kalau ada yang melanggar langsung beneran didenda. masalah mental sih benernya.

    • nanaharmanto says:

      Bener Nik… semua informasinya jelas, tertata dan terorganisir rapi dan sistematis… petunjuk arah dan peringatan tertulis dalam bahasa Melayu, Inggris dan Chinese.. SAlut sama Singapura… semoga Jakarta bisa segera berbenah menjadi kota yang humanis dan ramah bagi penghuni maupun pendatang…

  5. Zizy Damanik says:

    Mbak,

    Lama juga baru updated lagi…🙂
    Aku senang kalau ke Singapore, rasanya dipermudah kalau mau kemana saja…🙂

    • nanaharmanto says:

      iya nih.. laptop tewas dengan sukses dan harus opname di tempat servis lebih dari sebulan… untung udah beres sekarang..
      pengen deh ya Jakarta punya moda transportasi kayak SMRT ini…

  6. anna says:

    hihihi… bener juga ya, kalo dibangunnya di bawah tanah.. haduh.. jakarta banjir gitu gimana?🙂

    • nanaharmanto says:

      semoga permasalahan banjir di Jakarta bisa cepat ditanggulangi..diberesin… jadi pembangunan lainnya bisa segera dilakukan… asal bukan pembangungan mall lagi deh..

  7. Imelda says:

    hmmm soalnya singapore itu kecil, jadi mudah diatur juga hehehe.
    Kalau Jakarta? denda buang sampah yang 50.000 saja kemana tuh?
    Kalau kamu suka MRT, semestinya suka juga jalan di Jepang. Sekarang di Jepang sudah ada tulisan latinnya kok. Kalau mau ke Jepang, jangan lupa beli Railway pass, murah untuk seminggu bisa naik shinkansen segala. Dan yang bisa beli cuma turis, kita yang tinggal di Jepang ngga bisa😀

    Ditunggu di Jepang ya😉

    • nanaharmanto says:

      Wow… aku selalu mikir waduh repot nih kalau ke Jepang yag petunjuk arahnya pakai huruf Kanji hihihi… terbantu banget dong kalau petunjuknya pakai huruf latin… hmm jadi kepengen suatu saat ke Jepang deh Mbak..🙂

      • edratna says:

        Jangan kuatir Nana…walau kadang petunjuk dalam bahasa Jepang, tapi orang2nya sangat ramah. walau nggak ngerti bahasa Inggris, mereka siap membantu….saya berani jalan-jalan sendirian…kuncinya bawa kertas kecil, kalau bingung bisa menjawil orang…maka dia akan menggambar map kemana kita harus pergi.

        Yang jelas Jepang sungguh indah dan bersih, walau saya cuma di daerah Toyohashi dan sekitarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s