Catatan Kecil Dari Nengeri Tetangga #4

Gardens by the Bay…

Negeri kecil yang kukunjungi beberapa waktu yang lalu ini benar-benar membuatku tercengang. Ia yang “miskin” sumber daya alam, ternyata….

Sudah kutuliskan di posting yang lalu bahwa Singapura memiliki slogan A city in the  garden.. dan upaya Singapura menjadikannya negeri hijau benar-benar menakjubkan.

Ia, menjadikan negerinya sebagai hunian hijau dan asri.. ia..yang tak punya hutan maupun aneka flora.. mewujudkan mimpinya dalam sebuah mega taman spektakuler berjuluk Gardens by the Bay…

Ini dia istimewanya.

Super trees.. pohon super ciptaan manusia. Dibangun dari beton dan baja. Kemudian “ditempeli” ribuan jenis tanaman. Tanaman-tanaman tersebut ditumbuhkan pada media khusus (seperti media tanaman anggrek), kemudian ditempelkankan pada super tree.

Super trees ini didesain sedemikian rupa supaya bisa menangkap air hujan sebanyak mungkin sekaligus menghalangi sinar matahari yang terlalu terik. Supertrees ini dilengkapi dengan alat penyiram tanaman yang otomatis bekerja pada saat-saat tertentu, juga alat penyemprot uap air yang sejuk – semua air berasal dari air hujan– yang membantunya mendinginkan diri saat matahari bersinar sangat terik.

super trees.. pohon raksasa ciptaan manusia, dilengkapi cahaya lampu menarik di malam hari.

super trees.. pohon raksasa ciptaan manusia, dilengkapi cahaya lampu menarik di malam hari.

The dooms

Ini adalah mega konservasi buatan yang mencengangkan. Dari jauh terlihat bagai punggung dinosaurus. Sebenarnya, the Dooms ini adalah wahana berkonstruksi megah dengan teknologi tinggi. “Tulang-tulang dinosaurus” ini adalah baja dan beton  penyokong utama. Atapnya adalah kaca-kaca rendah emisi, dan dilengkapi pula dengan panel-panel khusus penghalang sinar matahari. Panel-panel ini berfungsi saat matahari terlalu terik. Panel-panel ini terlihat bergerak di atas atap kaca guna mengurangi teriknya masuk ke dalam the doom.

the dooms..seperti 2 punggung dinosaurus

the dooms..seperti 2 punggung dinosaurus

gardens by the bay at night 1

gardens by the bay afterglow..

gardens by the bay at night

gardens by the bay at night

*****

The garden Doom

“Punggung dinosaurus” yang lebih rendah ini adalah wahana pelestarian sekaligus pameran aneka flora dari segala penjuru dunia. Konon, lebih dari 1 milliar jenis tanaman ada di sini. The Doom ini sangat sejuk, didesain serupa suhu dan iklim Mediterania. Di sini, kita bisa melihat aneka bunga dan keragaman tanaman yang bahkan belum pernah kita lihat sebelumnya. Bebungaan yang cantik  dan keunikan tanaman ini ditata dengan sangat apik oleh para garden landscaper..ahli taman profesional.

the gardeners.. serius bekerja..

the gardeners.. serius bekerja..

lovely purple and white

lovely purple and white

sweet red

sweet red

berbedak genit..

berbedak genit..

Tanaman ini diatur berkelompok-kelompok dalam beberapa taman kecil, sehingga pengunjung bisa bebas melintas di jalan tanpa merusak/menginjak tanaman-tanaman tersebut. Taman-taman ini juga dilengkapi dengan keterangan singkat tertulis dan juga disediakan versi audionya. Pengunjung bisa menyewa earphone dengan biaya 5 dollar, alat khusus ini akan menjelaskan pada penyewa setiap tanaman yang ingin diketahuinya tanpa menganggu kenyamanan pengunjung lainnya. Taman ini juga dilengkapi dengan bangku. Kita bisa duduk-duduk di sana dengan enak.

unik ya... tanda earphone untuk pengunjung yang menginginkan keterangan tentang pohon ini..

unik ya… tanda earphone untuk pengunjung yang menginginkan keterangan tentang pohon ini..

Panas dong di dalam ruang kaca begitu?

Enggak. Dingin kok, sejuk sekali… nyaman untuk kita berjalan-jalan di sana. Uap air sejuk disemprotkan berkala. Suhu di dalam diatur dengan AC khusus. Dan panel-panel di atas kaca bergerak otomatis melindungi doom ini dari panas terik berlebih.

the garden doom.. dilengapi atap kaca rendh emisi dengan panel khusus yang bergerak otomatis saat matahari bersinar terlalu terik

the garden doom.. dilengkapi atap kaca rendah emisi dan panel khusus

Yah, bagaimanapun juga, tempat ini sangat tergantung listrik… mulai dari AC raksasa, alat penyiram tanaman, penggerak panel atap, lampu dan tata cahaya.. andai listrik mati.. ribuan tanaman terancam rusak atau mati.

Lalu ada pula layar interaktif raksasa. Pengunjung bisa mencoba memilih “menebang dan merusak alam” atau “menanam dan memelihara” hutan. Hasil simulasi tersebut muncul dalam beberapa detik dengan kemungkinan fakta dan gambaran hasil perbuatan kita di masa yang akan datang –yang bahkan mungkin tak pernah kita bayangkan akibatnya akan sedahsyat itu. Seru!

pengunjung yang asyik dengar layar raksasa..

pengunjung yang asyik dengar layar raksasa..

Aku betah di taman ini. Menikmati keunikan dan kecantikan aneka bunga didalamnya, mengagumi pengaturan taman ini, dan benar-benar salut pada kepiawaian designer tempat ini. Thumbs up!

Aku bayangkan Mbak Prih, seorang pecinta flora sejati, pasti jatuh cinta pada tempat ini. Hayooo jangan-jangan malah kepengen menginap di sini? Hihihi…

****

The Waterfall Doom..

Ini dia. Singapura yang “miskin” sumber daya alam ini, begitu menginginkan memiliki sebuah air terjun. Demi mimpinya ini, Singapura nekat menciptakan air terjun buatan setinggi 80an meter. Edan.

air terjun buatan

air terjun buatan

Bukan sekedar air terjun ya.. air terjun ini didesain menyerupai gunung. Singapura tak memiliki gunung, kawan…

Gunung buatan ini, ditempeli aneka tanaman. Pengunjung bisa memasuki perut gunung buatan ini mengikuti petunjuk arah.

Jujur ya, justru di sinilah aku benar-benar menyadari… air terjun, gunung, hutan… semua berkolaborasi membentuk ekosistem yang mendukung kelangsungan habitat yang disokongnya..

Air… –kita paham sebegitu getolnya Singapura akan air—ya, air adalah sumber kehidupan. Di mana ada air, di situ binatang berkumpul dan berkembang biak. Air… yang terjun bebas dari ketinggian sekian meter itu ternyata muncrat ke mana-mana… menyiram aneka tanaman menjadi hijau subur… membuat lumut subur tumbuh di atas cadas berbatu lalu memampukan tumbuhan lain menumpang tumbuh hidup di atasnya…

Hutan yang disiram dan disejukkan air terjun itu, menjadi sumber makanan bagi herbivora, sehingga pemangsanya, kelompok carnivora pun tak kekurangan pangan.

Hempasan air terjun itu ternyata juga menghamburkan banyak uap air yang menyegarkan dan menyejukkan alam sekitarnya. Uap air yang terbang ke angkasa, pada akhirnya akan jatuh kembali ke bumi..

Di balik air terjun itu… –seperti selalu dikisahkan dalam banyak cerita—terdapat gua.. begitu juga di doom ini. Ada sebuah gua buatan dibalik air terjun ini.

gunung dan goa dengan  banyak informasi menarik di dalamnya..

gunung dan goa dengan banyak informasi menarik di dalamnya..

Di dalam perut gunung ini, kita disuguhi berbagai ilmu pengetahuan dengan dekorasi, alat canggih dan film pendek tentang suhu global berikut dampaknya di masa yang akan datang.

Banyak sekali fakta-fakta informatif disediakan untuk pengunjung.

Misalnya, bagaimana proses terbentuknya batu-batu tiang gua purba yang lazim disebut stalaktit dan stalakmit. Yang kita lihat sekarang itu ternyata telah berproses berjuta-juta tahun yang lalu.

ancient rocks 1...batuan purba yang acapkali ditemukan dalam gua-gua alam

ancient rocks 1…batuan purba yang acapkali ditemukan dalam gua-gua alam

ancients rocks 2..

ancients rocks 2.. berkilauan saat disinari lampu..

Di salah satu bagian perut gunung ini kita akan melihat aneka batu marmer, dan residu batu intan. Dijelaskan, bahwa penambangan manusia atas batu-batu ini dan bahan mineral lainnya, sangatlah merusak alam. Bahan-bahan mineral ini terbentuk jutaan tahun, aman bersemayam di kedalaman puluhan kilometer di dalam perut bumi. Dan hanya dalam tempo sesaat, bumi dilukai dan dirusak manusia yang bernafsu mengambil kekayaan mineral di dalamnya. Manusia hanya mengambil dan mengambil… sisanya… hanya dibiarkan begitu saja.

Kita menandai umur kita dengan pesta dan lilin ulang tahun setiap tahun… pohon menandai umurnya dengan lapisan-lapisan di dalam batangnya hingga mencapai umur ratusan tahun.

Nah, batu mineral menandai ribuan/jutaan tahun umurnya dari kejernihanan kristal indah di dalamnya. Inilah yang diburu manusia, batu-batuan purba dicari, lantas dihancurkan hanya demi keserakahan manusia. Lihat… umur manusia  rata-rata hanya 65-90 tahun… umur segitu bagi batuan mineral bahkan belum menyumbangkan “kilau” keindahan apapun…

Ironisnya, mahluk paling muda inilah yang gemar merusak alam.. mengambil dan merampok mereka yang berumur jutaan tahun..

Singapura, saking miskinnya, sampai rela memungut “sampah sisa” tambang mineral ini dari negara lain.

penanda "ulang tahun" batuan kristal

penanda “ulang tahun” batuan kristal

residu batuan mineral.. entah dipungut dari mana..

residu batuan mineral.. entah dipungut dari mana..

setelah intinya yang berharga diperoleh, sisanya dibiarkan..

setelah intinya yang berharga diperoleh, sisanya dibiarkan..

Indonesia yang kuayaaa rayaaaa…. rasanya kok nggak segitunya ya? Cenderung  menyepelekan kekayaannya. Correct Me If I”m Wrong..

Coba kita berkaca pada si miskin yang kaya raya ini…

Indonesia punya ribuan air terjun… didatangi jutaan wisatawan.. dan bisa dilihat.. tempat itu pasti kotor penuh sampah dan botol-botol bekas..

Indonesia punya ratusan gunung yang menantang untuk didaki para pecinta alam. Tapi, yakin sungguh mereka benar-benar mencintai alam? Lha wong mereka meninggalkan sampah biologis dan non biologis di atas gunung sana. Dan istilah yang sering mereka gunakan itu bikin kupingku risih: ..telah berhasil menakhlukkan puncak gunung ini..itu..anu… hmm.. sombong sekali.

Gunung-gunung perkasa itu tak akan pernah takluk pada manusia..

Indonesia punya jutaan hektar rimba raya, miliaran jenis flora dan fauna… tapi lihatlah cara manusianya memperlakukan alam.. aduh..duh…

Dan aku.. baru benar-benar mengerti kesatuan gunung-air terjun-hutan ini… justru di dalam miniatur alam buatan ber-AC dan hampir sepenuhnya tergantung pada listrik ini… milik tetangga pula.. ahh… masgyul…

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Catatan Kecil Dari Nengeri Tetangga #4

  1. prih says:

    Kagum dengan kecermatan dan penghayatan Jeng Nana. Wow pengin sekali mencicipnya Jeng, baru menandainya dari Singapore Flyer. Betapa kita tidak bersyukur, bertanah air kaya dan makmur. …., matur nuwun disenggol di postingan seanggun ini. Salam

  2. edratna says:

    Nana…masalahnya di Indonesia adalah kurang kedisiplinan warganya…dan jika mau bertindak keras…ada aja alasannya seperti melanggar HAM.
    Di Singapura, disiplin diterapkan dengan keras….sehingga pemerintah mudah mengatur…(Btw dari sisi tingkat stres, Singapura termasuk tinggi di seluruh dunia).

    Bagi teman-teman saya yang kerja di Singapura, segala sesuatunya sangat diatur…ini memang membuat suasana aman serta bersih….tapi bagi yang tak punya kompetensi dalam hal pendidikan dan ketrampilan, menjadi lebih mudah stres.

    (Btw ini opini ku aja ya…memang sedih kalau udah jalan-jalan ke LN, dan membandingkan dengan negara kita, yang kekayaan alamnya sungguh luar biasa, tapi kurang disiplin, kurang bersih…..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s