Kantong Laundry

Suamiku sering sekali bepergian keluar kota, yang mengharuskannya menginap di losmen/hotel. Travellingnya bisa 1 hingga 5 hari. Pernah juga seminggu lebih..

Setiap kali pulang travelling, pasti dong, dia bawa oleh-oleh baju-baju kotor. Dipisahkannya baju  kotor dalam kantong laundry dari hotel tempatnya menginap.  Tiap-tiap kali, kantong laundry di rumah semakin bertambah dan bertambah.

Aku pernah mengeluhkan hal ini. Kami jadi makin banyak menyumbang membuang sampah non organik 😦

 

Lalu aku mengusulkan supaya suamiku selalu membawa kantong laundry bekas dari rumah setiap kali travelling. Kadang kuselipkan kantong itu di bagian depan kopernya. Jadi, kantong laundry di rumah nggak perlu nambah lagi 😀 .

Seringkali aku menggunakan kantong laundry bekas itu untuk tempat sampah khusus plastik/sampah kering. Aku membiasakan diri memilah sampah organik/bisa busuk, dengan sampah non organik seperti plastik, kotak bekas juice dan styrofom/gabus.

Sebenarnya sayang kalau kantong laundry itu terbuang percuma begitu saja.

Lalu aku memikirkan cara agar kantong berbahan sintetis ini bisa berguna dan tak terbuang percuma.

Akhirnya aku menemukan ide. Kugunakan kantong laundry hotel itu untuk tempat tas, sepatu  dan alat-alat rumah tangga supaya barang-barang ini tetap bisa “bernapas” tapi terhindar dari debu. Indonesia kan kaya debu… apalagi saat kemarau…hmm…

Ternyata kantong laundry ini sangat membantu lho… panci-panci dan peralatan masak yang jarang terpakai -tapi terpaksa tersimpan di luar rak dapur- jadi terlindung dari uap minyak yang lengket dan menangkap debu. Tak perlu lagi setiap kali repot mencuci alat-alat dapur dari debu yang melengket karena uap minyak. Kalau kantong-kantong itu sudah terlihat kotor, tinggal mencucinya dan menggantinya dengan kantong yang masih bersih.

alat-alat dapur masih bisa "bernafas" , terbebas dari debu..

alat-alat dapur masih bisa “bernafas” , terbebas dari debu..

Oh ya… aku pernah melakukan “kebodohan”. Aku pernah mencoba menyetrika kantong laundry ini dan hasilnya, bolong sodara-sodara! Hahahah….  bahan sintetisnya nggak tahan panas rupanya… terpaksa deh kubuang.

Nggak semua bahan kantong laundry ini mudah bolong / meleleh sih, kantong yang tebal dan bahannya bagus tahan panas setrikaan juga kok…

Seorang tetanggaku melihat “banyaknya” barang yang terbungkus kantong putih di dapurku dan bertanya. Aku pun menjelaskan dan rupanya dia juga tertarik pada ideku ini. Akhirnya kuberikan padanya 3 kantong laundry. Dipakainya untuk menyimpan tas-tasnya dan koleksi pancinya. Tetanggaku ini sempat minta lagi, tapi sampai saat kutuliskan posting ini dia belum sempat diambilnya..  :D 

Sebenarnya aku membutuhkan kantong laundry yang besar, untuk membungkus koper-koper kami. Belum nemu kantong yang gedeee nih…

 ****

Suatu ketika, aku menemukan ide baru.

Beberapa kantong laundry kulipat-lipat sedemikian rupa, kujahit rapi dan kuhias dengan koleksi aplikasi seadanya yang kusimpan di rumah.

Kutambahkan kancing. Jadi deh hiasan pegangan pintu kulkas.

tambahan flanel merah supaya nggak pucat.

tambahan flanel merah supaya nggak pucat dan aplikasi bunga..

 

tambahan flanel krem dan merah dengan aplikasi teddy bear..

tambahan flanel krem dan merah dengan aplikasi teddy bear..

 aplikasi boneka.. kayaknya lebih bagus dengan tambahan flanel berwarna terang..

aplikasi boneka.. kayaknya lebih bagus dengan tambahan flanel berwarna terang..

Masih ada beberapa ide memanfaatkan kantong tipis ini yang belum terlaksana nih.. semoga bisa jadi bahan postingan baru..  hehehe…

Nah, bagaimana dengan Anda? Pernah memanfaatkan kantong laundry? Untuk apa saja? Berbagi yuuk…

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in jemari dan hobi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

14 Responses to Kantong Laundry

  1. Imelda says:

    wah, aku di sini malah beli plastik seperti kantong laundry itu untuk buang sampah setiap hari. Karena memang ditentukan harus pakai plastik khusus sampah dgn tanda tertentu yang konon mudah terbakar dan kurang CO2 nya. Yang biasa kupakai ukuran 45 liter dan buang seminggu sekali/dua kali, dan kalau mau yg lebih besar ada juga. Kamu perlu ukuran berapa untuk koper? mungkin bisa aku belikan di sini.

    Kamu rajin sekali ya membuat aplikasi begitu. Aku males berhubungan dengan jarum dan benang, kecuali benar-benar kepepet untuk memperbaiki yang bolong atau lepas som nya hahahhaa.

    • nanaharmanto says:

      Aku kepengen suatu saat Indonesia (Jakarta dulu deh) bisa meniru Jepang dalam pengelolaan sampahnya Mbak.. maksudku semua penduduknya sadar dan peduli bagaimana memilah dan mengolah sampah..

      Tentang kantongnya, aku mau Mbak… hihihi… koperku ukuran gede yang 60kg gitu… soalnya disini aku nggak tau musti beli di mana. Makasih ya Mbak Imel…
      hahaha… sedari kecil di rumah adaaa aja yang rajin pegang jarum dan benang Mbak… dari para nenek dan mama… jadi ketularan kali ya… hehehe…. lagian lumayan juga buat kegiatan biar nggak terlalu bengong…

  2. krismariana says:

    memang untuk barang-barang yang “melimpah” seperti kantong laundry gitu, mesti pintar-pintar cari cara untuk reuse ya. di rumahku, yang melimpah adalah kantong plastik. padahal sudah sering pakai kantong sendiri. tapi kadang kalau kantong yang kubawa kurang gede, mesti pakai kantong plastik dari toko. biasanya trus kuberikan ke ibuku sih. karena ibuku kan punya warung, jadi bisa dipakai kembali.

  3. Zizy Damanik says:

    Mba Nana kreatif ya, semua jadi bisa berguna untuk hal-hal lain…

  4. niqué says:

    selesai baca tulisan ini, kok yang jadi pertanyaan saya malah : ada berapa kulkas di rumah mbak? Banyak bener pegangannya?Atau kulkasnya 1, tapi sarung pegangannya yg banyak? hihihi *lost focus*

  5. nanaharmanto says:

    hahahaha…. sarungnya yang banyak … untuk urusan foto gini aja musti bongkar pasang 3x dalam 5 menit.. hihihihi…

  6. prih says:

    Postingan Jeng Nana sangat menginspirasi, tambahan kantong laundry di reuse dg cara yang sangat apik, Ide pemanfaatan di dapur kereen. Apalagi untuk sarung pegangan pintu kulkas cantiknya karya Jeng Nana.
    Keteladanan pengelolaan limbah ala Jeng Nana bagian pemeliharaan bumi.
    Salam

  7. monda says:

    aku cuma pakai untuk bungkus tas aja…,kok nggak kepikiran untuk bungkus panci ya..,
    trims idenya ya…
    kalau soal jahit menjahit pakai aplikasi gitu nggak deh he..he…, masukin benang udah susah..
    cantik betul kreasi pegangan kulkasnya Na…

  8. edratna says:

    Nana,
    Huebat!!!
    Kantong laundry untuk menjadi penutup koper agar koper tidak kena debu….Di beberapa hotel sekarang nggak menyediakan kantong laundry dari plastik, tapi dari kain, yang artinya tak boleh dibawa pulang :((

  9. DV says:

    Kreatif kamu, Na!
    Aku gak pernah pake kantung laundry tapi yang jelas untuk kantung plastik, aku dan Joyce punya ketentuan AT LEAST, kantong itu harus dipakai dua kali plus pemakaian terakhir untuk membungkus sampah non-organik yang memang harus dimasukkan plastik lalu ke bak sampah untuk diambil truk dan diproses.

  10. anna159 says:

    Keren mbak..
    Kreatif bgt. Sayangnya aku belum setelaten dirimu.. Udah misahin sampah sih, tp kadang msh kurang disiplin.. Masih suka kecampur😦
    Baiklah, liat postingan ini harus lebih semangat membuat bumi ini lebih sehat 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s