Bintaro

Pasti Anda sudah sering mendengarnya. Terlebih bagi penduduk Jakarta dan sekitarnya pasti tak asing lagi pada kata “bintaro” ini.

Bintaro terkenal sebagai nama sebuah daerah di Jakarta Selatan, berbatasan dengan wilayah Tangerang Selatan dan Kota Tangerang, -yang berkembang menjadi salah satu alternatif hunian nyaman di sekitaran Jakarta.

Kok nulis tentang bintaro sih, Na? Mau tinggal di situ?😀

 

Awalnya aku tertarik menulis tentang bintaro ini karena bentuknya yang menggoda.

Lah? Menggoda?

Ya, sudah lama aku melihat pohon yang menarik ini, bertebaran di mana-mana. Aku semakin menaruh perhatian karena kulihat  pohon ini semakin sering kutemui di banyak tempat.

Daunnya rindang merimbun hijau, bergetah putih susu dan berbuah lebat yang menarik bentuk dan warnanya. Mirip dengan mangga, buah ini benar-benar mengecoh penggemar mangga sepertiku hahaha…

Inilah pohon bintaro. Ada yang menyebutnya mangga laut.

pohon bintaro, mirip pohon mangga

pohon bintaro, mirip pohon mangga

****

Bernama ilmiah Cerbera manghas,  bintaro adalah tumbuhan pantai atau paya berupa pohon dengan ketinggian hingga 12 meter. Di daerah Pasifik dikenal dengan nama leva, toto, serta vasa.

Cerbera diambil dari seekor nama anjing berkepala sepuluh dalam mitologi Yunani. (-kusarikan dari Wikipedia)

Buahnya berbentuk bulat berwarna hijau dan merah ranum saat masak.

bintaro muda, bunga dan getah..

bintaro muda, bunga dan getah..

 

bintaro masak... merah memikat

bintaro masak… merah memikat

 

Menarik kan?

Ternyata nih, bintaro ini banyak sekali fungsinya sebagai tanaman “penjaga” bumi. Berakar kuat dan mudah tumbuh,  pohon ini menyerap banyak air sehingga menjadi pilihan vegetasi penghijauan yang baik. Daunnya yang rindang dan selalu terlihat segar menjadi peneduh yang handal.

Nah, coba lihat di sekitarmu…

Banyakkah pohon bintaro yang tertangkap pandanganmu?

Aku banyak melihat pohon bintaro ini menghijau berderet rapi di pinggir jalan tol mengarah ke luar Jakarta. Bintaro ini tampaknya menjadi tanaman idola peneduh kota dan daerah pantai deh …

Dedaunannya yang subur bergoyang-goyang memberi kesan luar biasa sejuk.

Hmm… nyaman!

Bunganya yang putih bersih memberi kesan anggun… dan bunganya wangi lho…

 

Eh, awas jangan terkecoh ada penampilannya!

Buah cantik bintaro ini sama sekali nggak bisa dimakan.

Kulitnya yang halus mengkilat ini adalah penipu yang sempurna. Meskipun agak lunak saat masak, ternyata ketika dikupas, kulit buah sekaligus daging buahnya hanya setebal 1.5mm, dan dibawahnya melulu serat kasar seperti sabut kelapa.

serat bintaro

Warnanya yang memikat adalah pengecoh yang anggun. Ia sungguh beracun!

Buah, getah dan daunnya mengandung bahan glikosida yang disebut cerberin yang sangat beracun yang merugikan kinerja  jantung.  Dalam jumlah tertentu bisa membunuh manusia. (Wikipedia)

Sejak dulu getahnya dipakai sebagai racun panah berburu.  

Konon, bijinya yang dikeringkan bisa digunakan sebagai obat.

Dulu seorang kawanku di Balikpapan mengatakan, untuk mengusir tikus, taruh saja buah bintaro yang dikupas di atas eternit, atau di tempat yang sering dilalui tikus. Katanya sih, sangat ampuh mengusir tikus.

Jujur saja, aku belum pernah mencobanya sendiri.

Nah, hati-hati yang punya anak kecil, jangan sampai mereka bermain-main dengan buah ini ya..

 

****

Itu saja keunikannya?

Enggak..

akarnya termasuk “ganas” sodara-sodara.. mungkin karena sifat alaminya sebagai  tanaman penjaga pantai (mangrove), -akarnya yang kuat dan liat tergolong cepat menyebar dan mampu mendongkel lantai rumah…ow…ow…

Seorang kawanku sengaja mematikan bintaro di depan rumahnya karena akarnya menembus lantai dapur rumahnya.

Aku pernah mengobrol dengan seorang tukang batu dan bangunan. Ia juga mengatakan, beberapa kali pernah membetulkan lantai rumah yang rusak karena akar bintaro ini.

Well, sebagai tanaman penghijauan dia memang unggul. Dengan catatan di lahan terbuka ya.. kalau di dekat bangunan rumah, yah, sepertinya dia berpotensi jadi penyusup tanpa suara yang lambat laun tumbuh menembus dan mendongkrak lantaimu… waaa…

 

Nahh… seandainya ada pohon bintaro besar di halaman rumahmu, apa yang akan kau perbuat? Menebang atau membiarkannya terus hidup?

Apa alasannya?

Komentar terbaik akan mendapat bingkisan berupa sekarung buah bintaro hahahaha..  :))

 

 ****

 

 

 

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Pengetahuan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

25 Responses to Bintaro

  1. monda says:

    Na, bijinya kalau sudah kering jadi kecoklatan dan bertekstur,banyak dibuat orang sebagai unsur dari karangan bunga kering

    • nanaharmanto says:

      Saya belum pernah melihat langsung bijinya, Kak.. cuma lihat gambarnya dari foto… untuk membuat posting ini, saya baru berhasil mengupasnya.. tapi gagal membelahnya hahahaha… jadi belum berhasil melihat isinya langsung…

      • monda says:

        nggak usah dikupas, biarin aja kering sendiri…,
        eh bukan biji berarti ya…, cangkangnya kalau gitu..
        btw, aku juga udah ngumpulin foto2 tentang bintaro ini tapi masih males nulisnya he..he… di kompleksku juga banyak

  2. nyonyasepatu says:

    Biarin hidup karena pengen tau bentuknya kayak apa

  3. vizon says:

    Kalau di depan rumahku ada pohon bintaro, akan kubidudayakan, kemudian semua bibitnya tersebut akan kukirim ke Nana buat ditanam di depan rumah..😀

    Apakah penamaan kompleks Bintaro itu mengambil filosofi pohon bintaro; terlihat cantik dan mewah dari luar, tapi menyimpan bahaya yg tidak sedikit di dalamnya..🙂 *ditabok orang se-bintaro*

    salam,
    http://www.hardivizon.com

    • nanaharmanto says:

      hahahahaha…. *kirim balik bijinya ke Kweni hihihi…
      Mungkin nama Bintaro itu diambil dari nama tanaman ini saking banyaknya tanaman ini di daerah Bintaro… hehehe… di Jakarta kan nama daerahnya banyak yg berhubungan dgn tanaman/buah.. Kampung Rambutan, Kebon Nanas, Kebon Sirih, Kelapa Gading.. dsb..
      Ayo warga Bintaro… ada yg mau nambahin?😀

  4. nh18 says:

    Jadi kesimpulannya …
    Tertarik dengan Bintaro ?

    Hahaha

    Apakabar Nana ?

    Salam saya

  5. septarius says:

    ..
    alow Mbak Nana, semoga sehat yah..
    ..
    makasih nih infonya, saya baru tahu soal pohon bintaro..
    di desa-ku gak ada.. hehe..
    ..

    • nanaharmanto says:

      Halo juga Ata..
      aku juga tau-nya waktu tinggal di luar Jawa… pas balik ke Jawa lagi kulihat buanyaakkk banget pohon bintaro ini..

  6. edratna says:

    Nana, tadinya kupikir mau menceritakan daerah perumahan Bintaro…karena bagi saya Bintaro merupakan tempat tinggal yang menarik.
    Saya dulu nyaris cari rumah di Bintaro….hehehe..nasib membawaku ke Cilandak.

    Tapi aku kok nggak pernah memperhatikan pohon ini ya…payah ya…..

  7. kepengen buahnya buat ngusir tikus, tapi aku nggak pernah liat tanemannya di Pontianak

  8. Pingback: Bintaro (again) | sejutakatanana

  9. Imutz Chan says:

    aq baru tau mba namany buah bintaro, soalny dulu pimpinan di bengkel bilangny buah fang-fang gt. hahaha aq jg terkecoh mba tak pikir iso di makan, tp ko banyak numbuh ga ada yg mau petik ya?🙂 makasih ya mba artikelnya

  10. Neni says:

    Mau juga nih sekarung buah bintaronya mb,disini yogya jarang ada namanya sama dg buah simpalak saya gunakan utk mengusir tikus ternyata manjuuur tikusnya pada lariii

  11. wahhh saya baru tahu tuh buh tersebut..
    kalo boleh tahu bgaimana sih rasanya dan manfaatnya?
    terimkasih😉

    • nanaharmanto says:

      Saya nggak tahu gimana rasa buahnya, nggak berminat untuk mencoba, karena beracun.
      manfaat buahnya utk penyebaran tanaman baru, pohonnya sebagai pohon pelindung..

  12. giri says:

    mbak neni bener buah simplak atau bintaro itu bisa mengusir tikus mo ku coba do sawah ku mbak

  13. giri says:

    mbak nana trimakasih sih infonya

  14. rita says:

    di riau dibilangnya buah simalakama…

  15. Johan Sitompel says:

    sebenarnya buah bintaro dan buah simpalak sama ga sih ?

  16. Aaron robby says:

    Saya pernah coba yang masih muda tapi dikit saja sih dan alhamdulillah saya tidak kenapa napa !!! Rasanya manis mirip kolang kaling sama buah pohon lontar enak sih tapi katanya beracun

  17. kakung says:

    buah bintaro sama nggak sih dengan buah simpalak dan masing-2 bedanya dengan buah mahkutorojo aku jadi bingung belum lagi dengan buah simalakama, tolong dong jelasin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s