Bintaro (again)

Wah, lumayan lama aku tak menulis.. blog ini sudah lumutan ternyata…

Aku pernah menulis tentang bintaro beberapa waktu yang lalu di sini.

Nah, ini masih kelanjutan dari si buah “kembaran” mangga ini.

Lho..bintaro lagi?

Jujur ya, aku  benar-benar tak suka pada pohon bintaro besar di depan rumah kami. Teduh sih teduh, tapi rontokan daun dan buahnya waduh.. cukup merepotkan karena sepanjang hari, daun dan buahnya gugur.. akarnya, kawan… wah.. termasuk ganas dan cepat sekali menyebar, bahkan sanggup mendongkel lantai rumah.

Sebagai gambaran nih ya…

Begitu jatuh, buah bintaro akan memulai proses baru. Kadang ia gugur dengan utuh, kadang terbuka kulitnya karena terbanting dari ketinggian ke aspal keras. Ia bisa menunggu hingga berminggu-minggu dalam keadaan kering. Ketika tanah tempatnya berada menjadi lembab dan basah karena hujan, tumbuhlah tunas dan akarnya. Tak lama, ia akan berdaun dan akarnya semakin kuat dan banyak.

Buahnya yang tak berdaging, melulu berisi serat, memang didesain alam untuk menjadi calon akar-akar yang kuat.

bertunas di tanah subur/sampah. Aku dan suamiku memunguti sampai satu karung setiap minggunya.

bertunas di tanah subur/sampah. Dulu aku dan suamiku memunguti sampai satu karung setiap minggunya.

buah dan tunas bintaro

buah segar baru jatuh, -setengah busuk/kering, -bertunas, -berakar, -berakar tunjang (?)

Aku ingin sekali menebang bintaro di halaman kami dan menggantinya dengan pohon peneduh yang lebih bagus dan indah.  

Aku dan suami lalu getol searching pohon peneduh yang ideal: bagus, rindang, aman,  tidak berakar ganas dan yang penting buahnya tidak besar yang bisa merugikan saat gugur. Jangan sampai membuat kepala benjol  atau merusak mobil atau motor yang parkir di bawahnya.

Kami juga  sempat mengunjungi pusat tanaman hias untuk mencari pohon idaman kami. Akhirnya, kami menentukan pohon pengganti yang cocok.

Ternyata, impian membuang bintaro depan rumah kandas!

Ada aturan tegas dari pengembang tentang bintaro. Dilarang menebang bintaro di depan rumah. Jika ketahuan sengaja menebangnya, denda mengancam.. cukup 6 juta rupiah saja.

Glek…

Urunglah kami menebangnya dengan resiko kehilangan 6 juta rupiah. Sayang kan..

Wah, aku kecewa sekali. Pohon baru impian melayang deh…

Yang kami hadapi adalah bintaro yang cukup menyebalkan itu..😦

Ya sudahlah. Kami panggil tukang untuk memangkasnya. Memangkas boleh, menebang jangan.

Selama beberapa waktu, bintaro kami gundul. Tapi memang pohon ini cepaaat sekali merimbun. Tak sampai dua minggu, bermunculan bentol-bentol bakal tunas di batangnya. Lalu muncul tunas-tunas mungil. Dalam waktu 2 bulan, batang gundulnya telah penuh dengan daun-daun baru.

Dulunya tinggi dan gondrong, membuat suasana agak "singup

Dulunya tinggi dan gondrong, membuat suasana agak “singup”. Sekarang lumayan rapi

Nah, kata orang bijak, jika kita membenci sesuatu dan tak bisa melenyapkannya, kenapa mesti menangis? Mengapa tak menyesuaikan diri dengannya? Bahkan –jika memungkinkan- membuatnya lebih indah?

 

Kugali tanah sekeliling batangnya, kupotong beberapa akarnya, dan kutanamani tanaman pendek..

Ini hasilnya. Not bad… 🙂

tampilan baru

Ah, kalau dirasa-rasain, nggak terlalu nyebelin tuh sekarang…🙂

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Intermezo and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Bintaro (again)

  1. septarius says:

    ..
    setuju Mbak Nana, kita yg harus menyesuaikan dengan lingkungan..🙂
    ..

    • nanaharmanto says:

      Dalam hal ini, prinsip “menyesuaikan diri dengan lingkungan” kalah dengan “daripada didenda 6 juta” hahahaha….

  2. krismariana says:

    mungkin pihak pengembang punya maksud baik. takutnya kalau orang menebang pohon tsb, mereka tidak akan menggantinya. jadinya, sekitar itu kan panas. mungkin lo ya. *sok tahu nih aku*

    tapi bagus juga kamu siasati seperti itu, Na. jadinya cantik🙂

  3. nanaharmanto says:

    iya Nik… memang salah satu keunggulan pengembang ini ada di sektor vegetasinya.. setiap rumah punya pohon peneduh dan wajib dijaga penghuninya. Kalau ditebang sembarangan dan nggak diganti memang jadinya “aneh” karena gundul, kosong, beda dengan rumah-rumah sebelah..

    hehehe… makasih Nik… ini hasil dari “nyolong ide” rumah-rumah lainnya…

  4. Imelda says:

    wah hebat ada foto perkembangan bintaro dari biji sampai bertunas gitu. Foto itu bagus untuk pelajaran tuh😀
    Dan indah ya dimodifikasi dengan tanaman kecil di sekelilingnya.
    Pantesan blognya lumutan, lagi sibuk di bintaro sih😀

    • nanaharmanto says:

      Mbak Imel, sebenarnya bintaro dari buah sampai jadi pohon kecil itu hasil mungut “sampah” . Pikirku, segala ukuran ada, keren juga kalau dijadikan foto.. hehehe…
      Makasih ya Mbak… dan sekarang aku gak terlalu sebel lg sama bintaro itu hihihi…

  5. nh18 says:

    Saya sepakat dengan EM … itu foto perkembangan dari biji … tunas … lalu pohon kecil … keren banget …

    Dan satu lagi … hati saya suka teriris kalau ada pohon yang ditebang … hehehe
    lebih baik dirapihkan saja …🙂

    Salam saya Nana

    • nanaharmanto says:

      Halo Om NH…
      Terima kasih ya… itu jepretan hasil dari mungut sampah… buah-buah bintaro itu dibuang di lahan kosong samping rumah. menumpuk berminggu-minggu jadi sampah, lalu bertunas sampai jadi pohon kecil. Calon-calon pohon itu kami pungutin, masuk karung untuk diambil oleh petugas sampah taman.
      Saya nggak Nyesel melenyapkan ratusan calon pohon itu, soalnya kalau dibiarkan, tanah sebelah bisa jadi hutan bintaro hehehe… akarnya lumayan ganas sih…

      Sepakat Om, saya juga ngeman-eman pohon untuk ditebang/dimatiin. Tapi dalam hal bintaro depan rumah itu mmg sempat pengeeenn banget menggantinya…

      Untunglah urung terlaksana drpd rugi 6jeti…😀

      Salam hangat, Om…

  6. prih says:

    Jeng Nana, selama ini sy selalu kagum dengan ketegaran bintaro berbuah bundar, eh ternyata kecepatan tumbuh kembangnya jadi merepotkan.
    Dengan dipangkas dan border taman cantik dibawahnya jadi memikat. Kalau batangnya ditempel anggrek dendro yang tahan panas gimana Jeng. Selamat berdamai dengan bintaro. Salam

  7. Odj says:

    Buah Bintaro kan bermanfaat untuk mengusir tikus kan … lebih baik buahnya diberdayakan / dijual …. pasti banyak yang minat beli … kalo mau ngirim gratis buahnya boleh lah… 20 biji aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s