Ia Yang Telah Pergi..

Hari ini salah satu sahabat baikku dimakamkan…

500 kilometer jauhnya dari tempatku berpijak..

***

Nama kami sama Anna. Kami pun berbagi nama kecil yang sama: Nana.

Untuk membedakan kami, dia dipanggil Nana Betty. Aku Nana Irma.

 

Ia seorang yang lembut hati, hangat, murah senyum dan penuh perhatian.

Aku pertama kali mengenalnya saat OSPEK kampus. Kami  tertawa ketika melihat kami berkalungkan karton nama dan prodi yang sama: NANA/PBI/…

Kami berbeda kelompok, tetapi dia berbaris di samping kiriku. Setiap pagi kami bertukar sapa dan senyum. Saat kami kecut oleh bentakan para kakak senior, kami berbagi senyum diam-diam. Ah, lesung pipitnya yang khas…

Beberapa kali kami bekerjasama dalam satu kelompok studi. Saat aku gundah karena skripsiku yang macet, aku sering ke rumahnya yang dekat dengan kost-ku.

Ketika ia menghadapi satu masalah berat dan rumit, ia menceritakannya padaku, bahkan seingatku, ia berencana main ke rumahku di Muntilan, agar ia bisa bertukar pikiran dengan papaku.

Aku masih ingat ketika ia tiba-tiba muncul di kamarku saat aku tengah opname karena hepatitis. Dia bawakan sekaleng biskuit. Aku masih menyimpan kaleng biskuit itu di rumah, Mbak Na…

Setelah lulus kuliah, kami sempat kehilangan kontak, dan berjumpa lagi di Facebook.

Karena kesibukan masing-masing, komunikasi tak lagi se-intens dulu.

Hingga akhir tahun 2012 lalu, aku mendapat kabar bahwa Mbak Nana Betty sakit kanker. Kabar yang sangat mengejutkanku karena aku sama sekali tak pernah mendengar perihal sakitnya.

 

Teman-teman kampus berencana menjenguknya bersama-sama di rumahnya.

Aku menyesali batalnya keinginanku untuk ikut menengoknya tanggal 2 Januari lalu.

 

Aku sempatkan melihat wall facebooknya.

Ya Tuhan… aku melewatkan semuanya itu.

Dia tak menutup-nutupi sakitnya, tapi tidak pula mengeluh dan menggerutu. Dia justru lebih banyak bersyukur dalam menghadapi sakitnya.

Dia tidak membesar-besarkan sakitnya, tidak menggembar-gemborkan penyakitnya secara berlebihan.

 

Mbak Nana menerimanya dengan wajar, walau mungkin di dalam hatinya, pergumulan dan pertentangan batin menderanya, menusuk kelembutan hatinya dalam mimpi-mimpi yang tak terbayangkan ngerinya. Kanker payudara telah merenggutnya terlalu cepat.

 

Mbak Nana yang sederhana, selalu seperti itulah dia sepanjang kukenal dia. Tak pernah sedikitpun dia mencari perhatian atas nama sakitnya dengan status-status lebay, –bahkan saat ia tengah menahan kesakitan teramat sangat karena bara panas sel kanker merajalela di dalam tubuhnya. Tak bisa kubayangkan bagaimana rasanya saat lukanya terbuka mengeluarkan nanah dan darah yang entah kapan bisa terhenti. Ia masih tetap yakin akan sembuh.

Mbak Nana…

Seorang perempuan tegar, yang tetap bersemangat melawan kanker ganas di tubuhnya, yang tetap yakin akan kesembuhan dari-NYA.

Status-statusnya penuh syukur, tak ada keluhan tentang sakitnya. Ia begitu mencintai keluarga dan hidupnya, begitu berserah pada penciptanya. Terasa sungguh keikhlasannya dalam menjalani cobaan itu.

Raganya menyerah dan tunduk pada maut. Tapi aku yakin, semangat dan perjuangannya akan tetap hidup dalam kenangan kami.

 

Kemarin, aku menangisi kepergiannya. Airmata masih saja meleleh menuliskan tulisan ini.  Aku tak sempat mengucapkan salam perpisahan…

 

Masih ada sesal karena aku tak sempat menengoknya, aku kira dia masih punya waktu lebih lama…

Tetapi Tuhan lebih mengasihinya, Ia segera bebaskan Mbak Nana dari siksaan sakitnya dan Ia berikan kesembuhan abadi.

 

Selamat jalan Mbak Nana Betty..

Senyummu yang hangat tak kan terlupa. Berbahagialah di surga, di tempat tak ada lagi sakit dan derita.

Aku tahu, kamu akan menjadi malaikat pelindung untuk gadis-gadis cilikmu..

Maafkan aku tak sempat menyapa dan melawatmu…

Rest In Peace

Anna Betty Yuliana

— 9 Januari 2014–

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Sahabat. Bookmark the permalink.

4 Responses to Ia Yang Telah Pergi..

  1. nh18 says:

    Semoga Mbak Anna Betty tenang disisi NYA
    Dan semoga yang ditinggalkan diberi penghiburan dan keikhlasan

    salam saya

  2. turut berduka cita sis atas kehilangan teman sejatinya

  3. septarius says:

    ..
    turut berduka cita Mbak..
    mbrebes aku mocone..😦
    ..

  4. prih says:

    Berpulangnya sahabat Jeng Nana, Jeng Anna Betty Yuliana tak hanya meninggalkan duka sekaligus keteladanan syukur dan ketabahan bagi kami pembaca postingan ini. Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s