Daun Ular

Aku baru saja sembuh dari penyakit Demam Berdarah Dengue. Ini kali kedua aku terkena DB. Hari Selasa sehari setelah Imlek lalu,  sekitar jam 11 siang aku mendadak merasa meriang. Padahal paginya aku masih sehat segar bugar, masih sempat mencuci dan menyetrika baju. Semakin sore, demam semakin meninggi. Keesokan harinya, demam tak kunjung turun, suhu badan malah semakin meninggi mencapai  42 derajat Celcius, hingga aku bermimpi buruk dan mengigau.

Seluruh persendianku terasa linu, ulu hati sakit dan mual. Panas, dingin, menggigil dan pusingnya hmmm.. kombinasi yang sangat tak mengenakkan.
Hari Kamis mulai timbul bintik-bintik erah di kaki dan paha, dan semakin jelas merata bintiknya di hari berikutnya. Well, Puji Tuhan, semua sudah berlalu.
Selama masa recovery, aku banyak mengkonsumsi minuman dan makanan yang dipercaya mampu mendongkrak trombosit: jus jambu merah, sup angkak ayam kampung dan daun ular. Apa tuh, daun ular?
Daun ular= daun UBI JALAR.
Konon, daun ular cukup direbus dan air rebusannya diminum. Kok tanggung amat ya, pikirku. Kenapa tak dikonsumsi saja daunnya sekalian?
Emangnya enak, Na? Begitu komentar teman-temanku yang tak begitu familiar dengan daun ular ini.
Bagiku yang kelas kambing ini, sayur ini enaakk banget. Setidaknya ada tiga  variasi memasak daun ular ini.
Resep Daun Ular
1. Brambang salam.

Ini menu yang kudapat hasil dari membaca buku kumpulan sketsa Mangan Ora Mangan Kumpul karya Umar Kayam. Dikisahkan, tokoh utamanya, Pak Ageng gemar mengkonsumsi daun ubi jalar rebus, dengan bumbu gula merah direbus bersama daun salam, bawang merah, garam, asam jawa serta terasi. Jadi bumbunya mirip pecel, hanya tanpa kacang.

beberapa waktu lalu, saat aku jalan-jalan di pasar Klewer, Solo, aku mendapati penjual brambang salam begini. Aku kepengin sekal membeli, sayangnya, bumbunya mengandung terasi. Aku alergi udang, jadi batal deh mencicipi menu sayur ini.

2. Sayur bening.
Daun ular sebagai pengganti bayam. Bumbunya sangat sederhana: daun salam, bawang merah iris, garam dan sedikit gula merah. Bisa ditambah variasi daun kemangi dan jagung kuning. Segar lho…
3. Tumis Daun Ular
Jujur, aku dapat insipirasi masak dun ular tumis ini dari rumah makan Manado. Bumbunya juga sederhana: bawang merah dan bawang putih diiris halus, garam, (cabe kalau suka).
Bumbu ditumis, masukkan jagung manis yang sudah direbus setengah matang, lalu masukkan daun ular yang sudah dipotong-potong. Tambahkan garam secukupnya, lalu biarkan daun ular layu. Kemudian masukkan daun kemangi, aduk rata. Masukkan potongan tomat hijau. Langsung angkat. Jadi deh.. simple kan?

tumis daun ular (zonder cabe)

tumis daun ular (zonder cabe)

 

 

Sup Angkak merah ayam kampung
Tips lain yang kudapat untuk menaikkan trombosit, angkak diseduh dengan air panas, lalu seduhannya diminum langsung. Ihh, pasti nggak enaak..

Angkak juga disebut ang kiuk dalam dialek lain. Ang=merah. Angkak berasal dari beras putih yang difermentasikan secara khusus selama beberapa hari, hingga berubah warna menjadi merah. Bumbu ini sudah ribuan tahun dipakai dalam resep masakan Chinese, yang dipercaya sebagai pengawet makanan alami dan obat tradisional untuk mengobati beberapa penyakit serta untuk meningkatkan stamina tubuh kita. Angkak juga terkenal dalam istilah Inggrisnya: Red Yeast Rice, –konon sudah tersedia dalam bentuk kapsul yang siap dikonsumsi.

 

angkak, ang kiuk, red yeast rice

 

 

Nah, untuk resep sup angkak ayam kampung ini pun gampang sekali.

Rebus ayam kampung bersama dengan bawang putih yang ditumbuk halus, tambahkan garam dam irisan jahe. Setelah mendidih dan ayam empuk, masukkan satu sendok teh angkak yang ditumbuk halus. Karena angkak ini agak  sedikit pahit, kombinasikan dengan setengah sendok teh gula pasir (atau sesuai selera). Tambahkan lada bubuk secukupnya. Sup angkak ayam kampung pun siap dinikmati. Hangat dan segar!

 

sup angkak ayam kampung, hangat dan segar..

sup angkak ayam kampung, hangat dan segar..

 

Yang terpenting, yuk , jaga kesehatan, jangan sampai terkena DB ya…

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Curhat tak penting, Resep and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Daun Ular

  1. nh18 says:

    42 derajat Celcius,
    Waaawww … panas sekali itu …
    Kemarin si Bungsu juga baru kena DBD … dua kali ke dokter di diagnose radang tenggorokan …
    baru pada hari ke lima periksa lab hasilnya trombosit sudah di bawah 100. DBD.
    Langsung opname masuk RS.
    Kami minum Sari Kurma. Dan makan makanan yang bergizi.
    Alhamdulillah … beberapa hari kemudian trombosit bounch back … balik naik.

    Semoga kita semua sehat selalu
    Salam saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s