Kantong Plastik

Setiap hari kita akrab dengan kantong plastik, atau tenarnya, kantong kresek. Kantong yang serba guna, murah dan sangat mudah didapat. Setiap kali berbelanja kita tak lepas dari plastik. Mudah saja menyimpan sesuatu dalam plastik guna melindunginya dari debu. Membawa barang-barang keperluan kita dalam perjalanan pun menjadi lebih praktis dengan kantong kresek ini.
Sudah beberapa tahun ini, aku berusaha mengurangi plastik. Sesedikit mungkin “menerima” kantong plastik dari toko atau pedagang sayur dan buah. Sedapat mungkin selalu kubawa plastik atau kantong belanja sendiri dari rumah.

Dua-tiga hari sekali aku berbelanja ke pasar atau ke tukang sayur di depan komplek rumah. Nah, sayangnya, para pedagang ini ringaaannn sekali memberikan plastik. Bayangkan, belanja wortel, dimasukkan dalam kantong kresek kecil, -tomat, kentang dan sayur lain: semua dalam plastik tersendiri. Begitu pula dengan bawang merah dan putih.
Belum lagi bahan makanan yang basah dan amis seperti daging, ikan, udang dan cumi. Para pedagang mengemasnya dalam plastik kresek kecil, lalu didobel lagi dalam plastik yang lebih besar. Haduhh, betapa borosnya..


Di supermarket, sabun, shampo, detergen dan barang-barang berbau tajam pun dikemas dalam plastik kecil, mungkin supaya tak tercampur dengan bahan makanan. Aku selalu menolak sabun dan detergen dikemas dalam plastik tersendiri.
Cukup mengesalkan bagiku, kantong-kantong sekecil itu lalu digunakan untuk apa lagi?

kantong sekecil ini, buat apa dong?

Untuk tempat sampah, tak memuat banyak. Dibuang begitu saja, sayang, karena tak menyumbang fungsi apapun.
Kalau terpaksa kuterima plastik untuk bahan amis, kantong itu kucuci di rumah. Setelah kering, kupakai lagi untuk membungkus sampah.

Segitunya, loe Na?
Iyaah, segitunya. Segininya.
Koleksi plastik di rumah lumayan banyak dari berbelanja yang lalu-lalu. Tak kuijinkan dibuang begitu saja tanpa jasa terakhir sebagai pembungkus sampah.
Aku bertekad mengurangi plastik di rumah dengan memanfaatkannya sampai fungsinya yang paling pungkas. Lalu sedapat mungkin tak menerima plastik lagi dari toko, supermarket atau pasar.

Go green, ya Bu?
Setiap kali berbelanja ke pasar, kubawa plastik atau kantong belanja sendiri. Seringkali kutolak plastik-plastik dari para pedagang.
“Bang, jangan diplastikin…”
“Teh, ulah diplastikin atuh “
“Mbak, saya nggak mau kantong plastik..”
Lalu biasanya, begini komentar mereka.

Trus, gimana dong Bu, kalau nggak diplastikin, berantakan atuh..”. Kemudian mereka maklum ketika kukeluarkan kantongku sendiri.
“Nah, bagus nih begini, ngurangin sampah ya Bu?”
“Wah, setuju saya, go green ya Bu?”
Dan masih banyak lagi.
Beberapa pedagang langgananku hafal kebiasaanku. Kadang-kadang, mereka mengganti bungkus plastik dengan kertas koran. Sebenarnya bagiku tak masalah belanjaanku berantakan dalam kantong belanjaku. Toh hanya sebentar dan rumahku tak terlalu jauh. Sampai rumah bisa segera kubereskan.

Degradable Plastic
Sekarang banyak supermarket mengklaim bahwa kantong plastik mereka “eco friendly and fully degradable”, atau “100% degradable” atau “compostable” yang dicetak besar-besar berwarna hijau dan biru, kadang disertai dengan motif daun atau pohon.
Tapi… pernah kutemukan ada tulisan kecil yang menyertainya: this plastic bag is fully degradable within 24 months..
Mantap pesan gedenya, dan tetep menyertakan pesan bersayap…😀 . Nggak mau berbohong mentah-mentah juga rupanya…

Aku pribadi kurang yakin plastik-plastik semacam ini benar-benar terurai tak bersisa oleh bakteri dan mikroorganisme di alam.
Plastik konvensional terbuat dari residu bahan bakar fosil, yaitu minyak bumi (petroleum) yang sumbernya semakin menipis dan sudah jelas tidak bisa diperbaharui. Pernah kan, mencium aroma minyak tanah di kantong kresek? That’s it. Plastik ini kuat, tahan lama, dan butuh puluhan hingga ratusan tahun untuk hancur. Kita semua sudah tahu bahayanya plastik semacam ini bagi alam.
Plastik oxium yang diklaim fully degradable itu, wujud fisiknya memang bisa hancur menjadi serpihan-serpihan kecil. Hal ini kuamati ketika kantong plastik dengan tulisan fully degradable ini rontok sebagian setelah sekian lama tersimpan. Tapi apakah betul-betul terurai sempurna?

kantong plastik degradable dari sebuah supermarket.. tutup dikit ahh... :)

kantong plastik degradable dari sebuah supermarket.. tutup dikit ahh…🙂

 

Ah, Nana belagu sok jeli..
Komponen sisa-sisa plastik degradable yang sudah jadi serbuk itu masih saja berupa sisa plastik, -berubah wujud, tapi bahan produksinya masih tercampur dengan bahan berbasis minyak bumi, -yang bukan makanan mikroorganisme, sehingga tetap saja sisa-sisanya ini tidak bisa diuraikan oleh bakteri. Tak terlihat oleh mata, entah ke mana sisanya, tapi tetap saja beracun dan tak ramah bagi bumi.
Pernah kubaca sebuah artikel yang menulis, celakanya, permintaan plastik jenis ini oleh supermarket justru meningkat.

Bandingkan dengan istilah biodegradable
A substance or object capable of being decomposed by bacteria or other living organism (Oxford Dictionary)
Capable of being broken down especially into innocuous products by the action of microorganisms (Webster’s Dictionary)
Ada jenis plastik biodegradable, artinya terurai sempurna secara alami oleh bakteri dan mikroorganisme tanpa sisa beracun; hanya menghasilkan senyawa berupa air, karbondioksida, gas methan dan bio massa.
Plastik jenis ini berbahan dasar material organik seperti zat pati singkong, talas, kentang dan jagung dikombinasikan dengan senyawa limonene dari kulit jeruk untuk elastisitas plastik. Hanya saja, proses pembuatan plastik biodegradable murni ini sangatlah rumit melalui beberapa tahap: ekstraksi, hidrolisis, fermentasi, esterifikasi dan pembentukan polimer kemudian pencetakan plastik. Biaya produksinya saja sangat mahal. Pembuatan produk ini masih terbatas dan biaya produksinya sangat mahal.
Nah, untuk supermarket besar, dengan sekian ribu konsumennya setiap minggu, apakah mau mengeluarkan biaya lebih besar untuk kantong plastik biodegradable murni?

Nggak pernah lihat tuh, plastik biodegradable murni…
Anda pasti pernah lihat. Mengkonsumsinya bahkan. Salah satunya berbahan dasar Starch based Polymer, 90% nya bersumber dari gandum, kentang, jagung, dan singkong. Plastik jenis ini digunakan salah satunya untuk kapsul obat.

Singkatnya, apa beda plastik degradable dan plastik biodgradable?
Plastik degradable: plastik yang didesain agar kuat namun struktur kimiawinya mudah mengalami perubahan signifikan akibat terpapar suhu tinggi, air, kelembaban,  panas matahari dan oksidasi sehingga mengalami perubahan bentuk dan mutu, lalu secara fisik (relatif) cepat mengalami kerapuhan dan kehancuran. Jadi meskipun hancur seperti serbuk, fragmen terkecilnya belum tentu hilang terurai bakteri. Agar mudah diingat, plastik ini didesign mudah hancur atau pecah.

Plastik Biodegradable: plastik berbahan dasar alami, proses kehancurannya terjadi akibat adanya mikroorgnisme hidup seperti bakteri, jamur, dan algae. Plastik jenis ini, compostable, terurai alami.

 
Gerakan 3R saja nggak cukup…
Untuk mengurangi sampah plastik, nggak cukup dengan gaya hidup 3R saja: reduce, reuse, recyle, tapi harus ada upaya radikal untuk mengurangi konsumsi plastik dari muka bumi. Terutama industri besar yang menggunakan plastik harus segera berbenah, agar tak lagi tergantung pada plastik yang jelas-jelas tak ramah lingkungan.
Untuk skala rumah tangga, kita mulai dari rumah sendiri dengan cara sederhana.
1. Gunakan tas berbelanja yang bisa dipakai kembali berulang-ulang.
2. Kurangi membeli minuman dalam kemasan.
3. BBM= Bawa Botol Minum sendiri.🙂
4. Bawa wadah sendiri ketika membeli makanan.

Nggak perlu demo dan slogan besar, tapi coba lakukan diet plastik ini secara konsisten.

Pemerintah telah menetapkan kebijakan kantong plastik berbayar senilai Rp 200,-. Besar atau kecil sama saja nilainya. Memang banyak orang lantas menolak kantong plastik ini. Bukan berarti mereka benar-benar sadar akan bahaya polusi plastik ini, tapi lebih karena “nggak rela” mengeluarkan uang untuk harga plastik kresek ini.
Well, daripada ragu kantong plastik yang Anda terima dari toko atau supermarket itu degradable atau biodegradable, lebih baik bawalah tas belanja sendiri.. jangan mau tertipu slogan elegan dan inovasi modern mengatasi problem plastik ini. Plastik degradable bukan solusi!

Kita harus lebih cerdas bersikap untuk membantu menyelamatkan bumi. Kurangi plastik dari  sekarang.

catatan: beberapa informasi kusarikan dari website ini.

 

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Consideration and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Kantong Plastik

  1. nyonyasepatu says:

    Aku bawa tas sendiri aja udah sejak lama tp tetep aja masih dikasih plastik. Susah deh bebas dr kantong plastik 😁

    • nanaharmanto says:

      Memang nggak mungkin juga sih 100% bebas plastik.. untuk bungkus sampah masih tetep harus diikat rapi dalam kantong plastik. Kalau nggak diikat dalam plastik, tukang sampahnya nggak mau ngangkut deh..

      • nyonyasepatu says:

        Iya sama disini juga gitu makanya kita beli deh kantong plastik gede itu jd sampahnya bs sekaligus banyak atau kalau gak yah diberdayakan plastik yg dikasih supermarket

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s