Pohon Tempat Jin Menunggu…

Suatu hari, saat sedang menyapu –sebut saja-kebun- di samping rumah, seorang bapak di perumahan kami menyapa. Setelah berbasa-basi sebentar, terlontarlah ucapan ini.
“Ibu, maaf nih sebelumnya… sebaiknya pohon pisang dan pepaya ini dibuang saja..”.
Keheranan, aku bertanya.
“Kenapa, Pak?”
Jawabannya sungguh di luar dugaanku. Membuatku antara ingin terbahak, mengerenyitkan dahi, protes dan sekaligus menggelengkan kepala.
“Iya, Bu… pohon pisang dan pepaya kan dipercaya tempat jin bersarang, Bu..”

Continue reading

Advertisements
Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | 5 Comments

It’s A Blackmail!

Seseorang sedang berusaha memeras suamiku.
Berhati-hatilah dalam berkomunikasi di media sosial apapun. Apapun yang kaupasang di profilemu bisa dimanfaatkan untuk tujuan merugikan orang lain. Yang kauanggap temanmu, mungkin bukan temanmu…
Berawal dari Facebook, seorang perempuan mengajak berkenalan suamiku. Tampaknya sosok ini memang cukup profesional dan sudah mengamati profile suamiku dan relasi-relasinya di FB selama beberapa waktu, terbukti dari obrolan sosok ini yang “nyambung” tentang beberapa nama teman-teman real suamiku, termasuk nama blogger terkenal. Berbekal itulah dia “menggiring” percakapan kemudian berlanjut dengan saling bertukar pin BB dan semakin leluasa dia membuat conversation fiktif.

Sampai suatu ketika sosok ini mengajak bertemu suamiku yang ditolak secara halus oleh suamiku. Lalu dia mengaku bahwa sebenarnya dia adalah seorang pria yang terobsesi pada suamiku.
Gusti Allah…
Ketika suamiku tetap menolak untuk bertemu dengannya, dia mulai mengancam akan memberitahuku tentang conversation mereka sekaligus meng-uploadnya di media sosial apapun itu yang diklaimnya akan membuatku merana. Dia jelas menyebut nama Nana dalam ancamannya. Berarti dia memang telah mengintai kami..
Dia mengira aku belum tahu tentang hal ini, yang dipakainya sebagai senjata untuk memeras suamiku memenuhi kemauannya. Jumlah yang dimintanya cukup fantastis.
Untunglah suamiku terbuka padaku akan adanya flirting itu.
Baiklah. Aku tidak membenci pelakunya. Pun tidak akan berusaha mencari siapa orangnya. Toh dia bisa bersembunyi dibalik banyak kedok dan alias lainnya seperti saat awal dia mengajak kenalan suamiku.
Aku memaafkan dan mengampuninya. Aku justru kasihan padanya. Aku bahkan tak bisa membayangkan apa dan bagaimana masa lalunya hingga dia sangat menderita seperti sekarang ini.

Ini bukan surat terbuka. I just stand beside my husband.
Ancaman apapun itu, akan kami hadapi bersama. Semua bukti-bukti ancamannya sudah terdokumentasi dengan baik dan bisa kami gunakan jika diperlukan kelak.
Jika benar dia menyebarkan apapun itu yang akan menyakitiku, aku cukup yakin dia tidak akan menggunakan identitas aslinya.

Dear Mr. Performer agent: No judging.. Thank you for this precious learning… I do hope that all is well with you.. be happy with the way you are..

Posted in Uncategorized | Tagged , , | 1 Comment

Si Hitam Dari Soppeng

Sebuah catatan kecil tentang pelosok negeri yang dibuang sayang….

Saat kami masih tinggal di sebuah kota kecil di Sulawesi Selatan, aku dan suamiku mengunjungi kota tetangga, Wattan Soppeng.
Kami tertarik ke sini, setelah mendengar informasi dari temanku -yang terlahir di Soppeng-, tentang salah satu keunikan kota ini: Kelelawar yang terang-terangan hidup di tengah kota.
Wow… bukankah kalong biasanya hidup di gua-gua alam dan pepohonan yang jauh dari manusia ya?
Nah, kelelawar Soppeng ini unik karena ukurannya yang lebih besar dari kelelawar yang biasa kita lihat.
Saat memasuki tengah kota, mata kami jelalatan berharap segera melihat kalong-kalong bergantungan di pohon. Tak satupun kami lihat.
Cukup lama kami mencari-cari tanpa hasil.

Tiba-tiba, dari kejauhan kami malah melihat kantung-kantung plastik hitam di atas pohon. Pikirku, wah.. masak sih orang sengaja buang sampah di atas pohon? Kotor kan?
Suamiku lah yang pertama sadar, eh itu kan kelelawarnya!

Continue reading

Posted in Dari Pelosok Negeri | Tagged , , , , , , , , | 1 Comment

Coklit

Salah judulkah? Maksudnya coklat?
Atau singkatan coklat didulit?

Hahaha… enggak … memang itulah istilahnya: COKLIT.
Sebenarnya ini kisah lama, setahun lalu tepatnya, ketika aku harus memperpanjang KTP-ku. Jadilah aku pulang ke Yogya khusus untuk keperluan ini 2 minggu sebelum jatuh tempo.
“Cepet, kok… langsung jadi di kecamatan”, begitu kata suamiku.

Continue reading

Posted in Curhat tak penting | Tagged , , , , , , , , | 12 Comments

Pawang Ular

Beberapa hari lalu, milis kompleks kami kembali dihebohkan dengan komplain seorang warga yang rumahnya kemasukan ular.
Ular hitam tersebut cukup besar, dan pak satpam segera dipanggil untuk membantu menangkap ular itu. Kata Pak Satpam, itu jenis ular tanah.
Beraneka ragam tanggapan anggota milis. Kupikir wajar bila warga resah karena kehadiran mahluk tak diundang ini.

Continue reading

Posted in Curhat tak penting | Tagged , , , , , , | 9 Comments

A Never Ending Story

Lama sekali kuabaikan blog ini.. nyaris lumutan!

Hampir satu tahun ini kami pindah rumah. Selesai dengan segala kerepotan pindahan, ternyata adaaaa aja hal-hal kecil yang menyita perhatian.

Salah satunya adalah lahan kosong disamping rumah yang tak berempu, yang pernah kutulis beberapa waktu lalu di sini

Awal kami pindah disini, lahan kosong ini benar-benar terbengkalai. Kotor penuh tumpukan sampah. Tidak ada yang peduli.

Aku panggil tukang untuk membersihkan lahan ini, menjadi ruang terbuka hijau yang layak. Aku meletakkan beberapa pot disana agar orang tahu bahwa lahan kosong ini memang dirawat dan seterusnya diinginkan terawat baik dan bersih.

Untuk sesaat kami bisa bernafas lega. Setidaknya lahan samping tak menjadi sarang nyamuk dan ular.

Continue reading

Posted in Curhat tak penting | Tagged , , , , | 8 Comments

Ia Yang Telah Pergi..

Hari ini salah satu sahabat baikku dimakamkan…

500 kilometer jauhnya dari tempatku berpijak..

***

Nama kami sama Anna. Kami pun berbagi nama kecil yang sama: Nana.

Untuk membedakan kami, dia dipanggil Nana Betty. Aku Nana Irma.

 

Ia seorang yang lembut hati, hangat, murah senyum dan penuh perhatian.

Aku pertama kali mengenalnya saat OSPEK kampus. Kami  tertawa ketika melihat kami berkalungkan karton nama dan prodi yang sama: NANA/PBI/…

Kami berbeda kelompok, tetapi dia berbaris di samping kiriku. Setiap pagi kami bertukar sapa dan senyum. Saat kami kecut oleh bentakan para kakak senior, kami berbagi senyum diam-diam. Ah, lesung pipitnya yang khas…

Continue reading

Posted in Sahabat | 4 Comments