Pawang Ular

Beberapa hari lalu, milis kompleks kami kembali dihebohkan dengan komplain seorang warga yang rumahnya kemasukan ular.
Ular hitam tersebut cukup besar, dan pak satpam segera dipanggil untuk membantu menangkap ular itu. Kata Pak Satpam, itu jenis ular tanah.
Beraneka ragam tanggapan anggota milis. Kupikir wajar bila warga resah karena kehadiran mahluk tak diundang ini.

ular hitam (jenis ular tanah) yang masuk ke rumah warga. Entah berbisa atau tidak, yang jelas ngeri...

ular hitam (jenis ular tanah) yang masuk ke rumah warga. Entah berbisa atau tidak, yang jelas ngeri…

catatan: foto kupinjam dari milis warga kompleks.

 

Kondang karena bisanya (venom) dan keagresifannya yang tak terduga saat merasa terpojok atau terancam, binatang satu ini memang menjadi musuh manusia sejak dulu. Entah sudah ke berapa kalinya binatang melata ini muncul ke pemukiman warga. Aku sendiri pernah melihat langsung ular-ular yang berbeda dalam beberapa kesempatan.
Takut? Ya iyalah jelas..
Ingin rasanya tak berurusan lagi dengan mahluk satu itu.
Ketakutan dan kebencian “abadi” manusia pada reptil bersisik ini konon diawali dengan sejarah perseteruan antara Adam dan Hawa dengan iblis yang berwujud ular. Dengan kelicikannya si ular memperdaya Adam dan Hawa hingga mereka jatuh ke dalam dosa dan terusir dengan amat menyakitkan dari taman Eden.

Ketakutan dan kengerian itu jugalah yang membuatku bertekad untuk menjaga sekitaran rumahku dari ular. Aku lumayan rajin menyebar garam “rosok” (-Jawa) atau garam kasar di sekitar rumah. Ada pula yang menyarankan untuk mencampur garam kasar dengan abu gosok, konon lebih manjur!
Nah, ada beberapa orang yang meyakini bahwa semakin sering menyebar garam, semakin banyak ular mendatangi kita karena ular adalah binatang pendendam dan licik.
Aku sendiri sulit mempercayai hal ini. Aku lebih meyakini bahwa garam mencegah ular mendatangi kita. Katanya, garam itu membuat perih pada kulit tubuh ular.
Ada yang ingin menambahkan tips barangkali?
Memasang ijuk hitam di lantai yang berbatasan dengan tanah/kebun juga membantu mencegah ular melata masuk ke kawasan kita, karena strukturnya yang kasar dan menusuk.
Aku pribadi meyakini bahwa ular sebenarnya takut pada manusia. Sebelum kita bertemu ular, ia sudah lebih dahulu mendeteksi bau dan merasakan kedatangan kita melalui getaran tanah yang dirasakannya di bagian perut sehingga ia cepat-cepat menyingkir menjauh.
Aku sendiri punya kiat sendiri. Sengaja rumah aku buat “sewangi” mungkin sehingga ular ogah masuk ke rumahku. Di sudut-sudut rumah kutabur dengan kapur barus dan kapur ajaib yang kugerus. Yang jelas sih kecoak yang menyebalkan itu tak betah di rumahku. Pada bau maanusia saja ular takut, apalagi pada wangi kapur barus yang tak ada di habitat alaminya.

Aku tidak suka menabur garam di dalam rumah karena jadi jorok sebab garam akan mencair, jemek dan debu mudah menempel, kotor deh.
Puji Tuhan, selama ini rumah kami tidak pernah dimasuki ular.. jangan sampai deh!

 

****

Sedikit cerita  saat kuliah dulu, aku dan seorang kawan iseng-iseng menonton pertunjukan  pawang ular.
Satu keluarga tampil di atas panggung. Sang bapak yang sangar sangat beraksi dengan ular kobra hitam besar dan menciumnya. Si ibu duduk santai sambil berkalungkan ular phyton yang besar. Si anak gadis menari semi erotis bersama ular, adik-adiknya yang lebih kecil juga bermain-main dengan ular.
Lalu tiba atraksi andalan: memakan ular. Si bapak dan anak gadisnyalah yang beraksi menari dan menimang-nimang ular diiringi musik melayu.
Ah, aku tak ingin menuliskan detil atraksi itu. Yang jelas aku sangat menyesal menontonnya.
Aku sangat mual dan susah payah menahan agar makan malamku tadi tak tumpah dari perutku. Aku segera kabur dari depan panggung. Gabungan jerit penonton yang jijik-ngeri dan darah membuatku sangat pening dan ingin mewek! 
Berhari-hari setelahnya aku tak doyan makan ingat hal itu.
Sampai sekarang, melihat jenis ular tertentu membuatku mual dan bergidik mengingatkanku pada atraksi berdarah menjijikkan hampir 20 tahun lalu itu.
Hmm…. not again…

****

Kembali pada masalah ular di kompleks kami. Beruntunglah kami, pengurus RW kami sangat kooperatif dan cepat tanggap. Segera saja pawang ular dipanggil untuk menyisir komplek kami. Warga yang merasa sering/pernah melihat ular di sekitar rumahnya, atau yang mencurigai tempat-tempat tertentu sebagai sarang ular diajak berpartisipasi untuk menunjukkan atau memberitahukan lewat milis /SMS lokasi-lokasi tersebut untuk di-sweeping oleh pawang ular.
Hampir jam 7 malam saat 2 pawang ular, asisten pawang, pengawas dan satpam menyisir samping rumah kami. Aku menemui mereka untuk memberitahu lokasi kami pernah menemukan ular.
Aku hanya berhasil bicara pada pengawas dari pihak pengembang. Itupun tak banyak. Kudapat kesan beliau agak “enggan” bicara denganku. Hanya kudapat info sudah ditangkap sekarung ular berbagai jenis, termasuk seekor ular kobra.

Kobra! Hiyy…
Aku berharap bisa bicara dengan pawangnya langsung, setidaknya ingin kudapat trik jitu menghadapi ular secara aman.
Mendadak aku sadar, semua rombongan ini bekerja dengan diam. Sangat diam. Hanya senter mereka menyorot kesana kemari.
Aku jadi tak enak hati, menyadari bahwa mungkin keengganan pak pengawas itu bicara denganku karena memang begitulah cara selama sweeping ular: JANGAN BERISIK!😀
Kulihat kedua pawang ular itu tidak bicara selama menyisir sekitar rumahku. Mungkinkah mereka menggunakan semacam ritual menakhlukkan ular dengan cara wes-ewes khusus? Entahlah.
Salah satunya menenteng sebuah karung yang pasti berisi ular-ular yang tertangkap. Aku agak bergidik membayangkan puluhan ular kruntelan di dalam karung berjarak kurang dari 2 meter dariku.
Aku jadi teringat pernah menonton acara pawang menangkap ular di TV dan cara mereka amat jauh dari tenang. Berisik sangat karena harus bicara ke arah kamera, menurutku agak grusa-grusu cenderung ceroboh, dan intimidatif… Mungkin untuk menambah ketegangan dan sedikit bumbu hiburan yang heroic, ada adegan sang pawang mencium ular dan bertarung sengit melawan ular besar sampai tercebur-cebur ke sungai atau sawah. Lalu muncul berita pawang tersebut diserang ular sehingga harus dirawat di rumah sakit.
Lhaaa… mbok yo wes jangan diganggu lah… biarkan mereka damai di alamnya, yang penting mereka jangan sampai mengganggu atau membahayakan manusia. Ini malah sengaja mengusik yang tadinya adem ayem demi program TV.. ya ngamuklah ular-ular itu.

Aku berharap pemukiman kami aman dari ular-ular yang berbahaya. Semoga kerjasama dan hubungan baik dengan pawang ular tetap terjalin baik, sehingga sewaktu-waktu kami membutuhkan jasa mereka, mereka dengan senang hati sigap membantu kami.
Ngomong-ngomong, adakah yang pernah melihat langsung pawang ular beraksi?

Yuk berbagi…

 

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Curhat tak penting and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Pawang Ular

  1. Arman says:

    wow.. ngeri banget kalo sampe ada ular masuk rumah gitu…

    trus itu yang ngeliat pertunjukan keluarga pawang ular itu sih gile bener… itu makan ularnya idup2 gitu? serem amat!

    • nanaharmanto says:

      Iya serem kl ular sampai masuk rumah gitu.. apalagi ada anak-anak.. bikin parno..

      Nah ituhh… aku telat sadarnya, bahwa gw bego amat mau-maunya nonton adegan makan ular idup -idup. Nyesel gw nonton.. beneran loh, ga doyan makan berhari2 n mual kl inget… makanya gw ga tulis detilnya… hiiiyy..

  2. nh18 says:

    Belum … saya belum pernah melihatnya …

    Mudah-mudahan lingkungan perumahan kita semua bisa aman dari segala macam gangguan ya Na …

    salam saya

    (29/3 : 11)

  3. septarius says:

    ..
    di sekitar komplek mungkin banyak tikus Mbak..
    predator dateng karena ada mangsa..
    pelihara kucing aja.. hehe..
    ..

    • nanaharmanto says:

      Tikus dan kodok emang ada, Ta… banyak enggaknya tergantung musimnya..
      ohh nooooo!! Aku amat sangat nggak suka kucing… gilo tenan pokoke…😦

  4. ocep says:

    Buat masukan mba nana, ular itu tidak takut garam. Garam itu hanya untuk binatang berlendir. Ular yg di foto itu adalah ular kobra bukan ular tanah. Dia masuk dalam kategori ular berbisa mematikan dan dapat menyemburkan bisanya jika merasa terancam. Betul ular takut dgn manusia. Tapi karena habitatnya tergusur oleh pembangunan, maka akhirnya ular hidup bersama dengan manusia. Ular masuk kerumah karena tidak sengaja mencari mangsanya. Sehingga ia akhirnya masuk ke dalam rumah. Yang penting pintu rumah jgn ada celah untuk ular masuk. Pohon yg merambat ke rumah sebaiknya jg dipangkas, karena ada beberapa ular yg hidupnya dipohon. Setau saya walau sudah pakai pawang, biasanya ular akan tetap muncul lagi.

  5. budi s says:

    apa punya contact dari pawang ular tersebut?

  6. david says:

    yg pernah saya dengar dr sepupu saya(pernah ngobrol dgn pawang ular), kalau ular itu tdk takut dgn garam.
    ular mempunyai indra penciumannya di lidah. Ular tdk bisa mencium kalau ada yg ber bau/wangi.
    jadi di sarankan utk memakai minyak jelantah utk mengusir/mencegah ular.
    semoga berhasil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s