Pohon Tempat Jin Menunggu…

Suatu hari, saat sedang menyapu –sebut saja-kebun- di samping rumah, seorang bapak di perumahan kami menyapa. Setelah berbasa-basi sebentar, terlontarlah ucapan ini.
“Ibu, maaf nih sebelumnya… sebaiknya pohon pisang dan pepaya ini dibuang saja..”.
Keheranan, aku bertanya.
“Kenapa, Pak?”
Jawabannya sungguh di luar dugaanku. Membuatku antara ingin terbahak, mengerenyitkan dahi, protes dan sekaligus menggelengkan kepala.
“Iya, Bu… pohon pisang dan pepaya kan dipercaya tempat jin bersarang, Bu..”


“Hah? Kata siapa Pak? Kok saya nggak pernah denger ya..?”
“Ya ini sih kata orang ya Bu, boleh percaya boleh enggak sih Bu..”.
“Saya sih nggak percaya Pak.. kan pisang itu buahnya bisa dimakan, tuh sayang juga sedang berbuah gitu masa ditebang?
Itu pohon pepaya juga numbuh sendiri, nggak ada yang nanam di situ. Daunnya aja pernah saya petikin saya masak sayur oseng..”.
Bapak itu tetap dengan argumennya, dan sampai saat ini aku masih keukeuh mempertahankan keduanya.
Nggak masuk akal saja sih. Aku pernah dengar tentang pohon beringin atau pohon asam yang ada penunggunya. Lha pohon pisang dan pepaya?
Di rumah orangtuaku, dulu pohon pisang dan pepaya tumbuh ugal-ugalan subur dan nyatanya kami aman-aman aja tuh..

****

 

Pisang Lampung
Nah, pohon pisang ini istimewa karena aku sengaja menyuruh tukang kami untuk menanamnya di situ sebagai perintis dan penanda bahwa lahan kosong di samping rumah kami ini memang sengaja dirawat dan dijaga supaya selalu bersih dan tertata.
Dari empat titik tanam, hanya dua pohon pisang yang bisa terus berkembang. Istimewa dong, karena mereka mampu tumbuh di lahan berpuing dan berbatu..
Aku tak tahu persis mengapa disebut pisang Lampung. Mungkin karena berasal dari Lampung? Pohonnya tak terlalu tinggi, dan konon hanya butuh 40 hari saja untuk memanennya sejak ia berbunga.
Sampai sekarang, sudah dua kali kami panen pisang Lampung.
Aku pernah memanfaatkan daunnya untuk membuat pepes ikan dan arem-arem😀
Pernah juga aku memasak jantungnya (bunga pisang) bersama bumbu sayur nangka dan santan. Enak lho... hehehe…
Nah, aku tak menemukan alasan yang masuk akal untuk memusnahkan pisang ini selain  harus ditebang setelah panen karena satu pohon hanya berbuah sekali saja.

Pisang Lampung

Pisang Lampung

 

catatan: gambar kupinjam dari sini.

 

****

Pepaya gandul

Nah, pohon pepaya ini tumbuh dengan sendirinya. Nempel di tembok, dan tanpa mengenal estetika sama sekali😀 , kuduga pohon ini tak akan bertahan lama karena akarnya terhimpit. Rupanya pohon ini bandel juga, ia terus saja membesar.
Aku  nggak mengharapkan buahnya. Cukup kupetik daun dan bunganya lalu kumasak oseng-oseng dengan cabe dan sereh dari kebun pot sendiri. Lumayan kan? Lantas apa alasan untuk membuangnya? Sayang kan…
Aku sih nggak percaya mitos ini, dan cuek aja tuh memelihara mereka disamping rumah. Toh kami nggak pernah  mengadakan ritual klenik di pohon itu atau memberinya sesajen..

bunga pepaya, daun pepaya, cabe merh dan sereh dari kebun sendiri

bunga pepaya, daun pepaya, cabe merah dan sereh dari kebun sendiri

 

Anda pernah mendengar mitos/kepercayaan tentang pohon berpenunggu jin?
Anda percaya?

About nanaharmanto

menulis dengan hati....
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Pohon Tempat Jin Menunggu…

  1. Arman says:

    hehe gak pernah denger pohon pisang tempat jin. kalo ada jin malah enak kan ya bisa mengkabulkan permintaan? hahaha

    • nanaharmanto says:

      hahahaha…. idemu boleh juga tuh, Man…. mau tanam pohon pisang lagi ahh… biar banyak jin-nya, biar makin banyak permintaan terkabul hihihi…

  2. monda says:

    pohon pepaya depan rumah pernah juga disuruh tebang sama tetangga, karena katanya pepaya itu bisa diasosiasikan dengan payah hanya karena bunyinya mirip.., jadinya katanya ntar kita bisa susah ..
    ktnya kalau tanam di belakang nggak apa

    • nanaharmanto says:

      wah, mitos baru lagi nih… aku belum pernah sebelumnya nih Kak..
      Dulu pepaya di depan rumah kami malah sering ilang diambil orang hahaha…

  3. krismariana says:

    waaa… di depan rumahku banyak pohon pisang. selama ini baik-baik saja sih. justru enaknya aku bisa ikut menikmati pisang dan kadang mengambil daunnya buat masak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s