(Saat chatting dengan Kris beberapa waktu lalu, dia memberiku link sebuah blog dengan artikel tentang masa kejayaan sandiwara serial di radio era 80-an di sini), lalu aku ingat punya tulisan di fileku tentang nostalgia bersama radio)
Teringat aku pada masa-masa saat aku SD. Beberapa kali aku mampir ke rumah temanku langsung dari sekolah. Karena belum pulang untuk pamit, orang-orang di rumah pasti was-was menungguku pulang.
Aku dinasehati, diwanti-wanti dan diperingatkan. Aku boleh bermain ke rumah teman, asal pulang dulu, ganti baju, makan siang, pamitan, baru boleh main. Sering aku bandel, toh nggak akan sampai sore gitu loh…
Tapi, sejak keranjingan drama serial di radio, aku tak pernah lagi mampir-mampir kemana-mana. Pulang sekolah, pasti langsung pulang ke rumah.
Jam 1 siang, diputar siaran drama radio Saur Sepuh dengan tokohnya Brahma Kumbara, Mantili, Laksmini, dan lain-lain.
Drama radio itu benar-benar telah membiusku. Meracuni. Membuatku ketagihan. Selalu sedikit kecewa saat durasi 30 menit itu berakhir dengan narasi yang membuat penasaran.
“Sanggupkah Brahma menaklukkan bla..bla..bla..? lalu ajakan narator untuk mendengarkan kembali kelanjutannya di radio “kesayangan Anda” esok hari pada jam yang sama.
Aku gemas penasaran. Benar-benar teracuni!


